Pohon Ilmu UIN Maliki

Kolom WR I

More in: Kolom WR I

    100%
    -
    +
    2
    Show options

    Kolom WR III

    More in: Kolom WR III

      100%
      -
      +
      2
      Show options

      Sekilas Info

      Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2011/2012 dapat di download di_sini


      Jadwal Kegiatan Layanan Online UIN MALIKI Malang 2011/2012 semester genap dapat di download di sini


      Kalender Akademik UIN MALIKI Malang 2012/2013 semester gasal dapat di download di_sini


      Download Surat Permohonan Company Profile Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


      Download Form Isian Data Rekanan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

      Pengunjung

      Kami memiliki 99 Tamu online
      mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
      mod_vvisit_counterHari ini1032
      mod_vvisit_counterKemarin4367
      mod_vvisit_counterMinggu ini13819
      mod_vvisit_counterBulan ini201671
      mod_vvisit_counterTotal57918541
      Ber-Islam Seharusnya Menjadi Yang Terbaik PDF Cetak E-mail
      Ditulis oleh Kerjasama - UIN Malang   
      Minggu, 30 Oktober 2016 18:26

       

      Seringkali terdengar  komentar yang sebenarnya amat positif, yaitu bahwa seharusnya dengan ber-Islam, seseorang hidupnya semakin baik.  Keadaan baik yang dimaksudkan bukan sebatas menyangkut kepintarannya, ekonominya, dan lainnya yang bersifat fisik,  melainkan yang lebih dari itu adalah perilaku, watak, karakter dan atau akhlaknya. Seseorang yang beragama Islam, mulai dalam hal yang amat sederhana, yaitu penampakan fisik misalnya, seharusnya berpenampilan bersih sebagaimana diajarkan oleh agamanya, bahwa Islam mengajari berthoharoh atau bersuci atau juga kebersihan.

       

      Ajaran Islam  adalah sangat mulia, yaitu  kasih sayang dengan sesama, bertolong menolong,  peduli anak yatim dan orang miskin, tidak boleh mementingkan diri sendiri tetapi juga seharusnya peduli pada orang lain, beriman dan beramal shaleh, dan sejenisnya, maka seharusnya nilai-nilai itu selalu tampak di dalam kehidupan sehari-hari.  Islam juga mengajarkan agar umatnya mensucikan hatinya, sehingga berbagai penyakit hati di antaranya hasut, dendam, iri hati, takabur, permusuhan, memfitnah, merendahkan orang lain, dan seterusnya menjadi tidak tampak dan juga tidak  terasakan dari kehidupan seorang muslim. 

       

      Selanjutnya, dalam kehidupan orang Islam diliputi oleh suasana selalu mensyukuri nikmat yang diterimanya, menjaga kebenaran, menunaikan amanah, ikhlas, tulus, istiqomah, mencintai  persatuan, pemaaf, tidak menyukai permusuhan, suka bermusyawarah untuk menyelesaikan persoalan bersama, dan hidupnya selalu mengedepankan hikmah atau kearifan.  Dengan demikian, Islam  tampak sebagai kehidupan sehari-hari yang  indah dan selalu dirindukan oleh semua orang tanpa terkecuali.  Nilai-nilai tersebut adalah bersifat universal sehingga akan  dicintai dan dirindukan oleh siapapaun, tanpa membedakan agama yang dianutnya.

       

      Kemenangan bagi Islam bukan ketika  berhasil menguasai orang, kelompok, organisasi, atau negara lain dan kemudian menistakan dan atau menjadikan mereka menderita dan atau hidup sengsara, melainkan  mengajak bagi semuanya hidup damai, aman dan sejahtera. Islam artinya adalah selamat dan menyelamatkan.  Keselamatan yang dimaksudkan oleh Islam adalah bersifat hakiki dan berjangkla panjang, yaitu keselamatan  lahir maupun bathin, keselamatan di dunia maupun di akherat kelak.  Oleh karena itu, Islam sebenarnya bukan sekedar ajaran yang mengajak setiap orang sekedar menjadi berkecukupan atau kaya dari ukuran ekonomi, tetapi menjadi berkecukupan dalam memenuhi kebutuhan hidup secara utuh  dan sempurna.

       

      Itulah sebabnya, ajaran islam selalu memperkenalkan kosep keselamatan, kedamaian, keadilan, kesejahteraan, kebersamaan, saling berkasih sayang, saling memahami dam memaafkan, menghargai, menghormati dan bahkan juga memuliakan. Islam selalu mengajak untuk menjauhkan diri dari perbuatan yang merusak diri sendiri, merusak keluarga, lingkungan, masyarakat, dan bahkan bangsa dan negara.   Sebagai bagian dari upaya menjauhkan dari kerusakan itu, Islam mengajarkan dalam mendapatkan rizki agar selektif, yakni hanya mengambil yang baik, yang halal, dan yang tidak merugikan orang atau pihak lain. 

       

      Demikian pula di dalam bergaul dengan siapapun, umat Islam diajarkan agar tidak  menyinggung perasaan  atau menyakiti orang lain. Islam mengenal kehidupan jasmani dan ruhani. Kedua aspek itu  harus dijaga sebaik-baiknya. Kebutuhan jasmani dan maupun runani supaya diperhatikan secara seimbang.  Kebutuhan jasmani seperti tempat tinggal, konsumsi sehari-hari, pakaian, kesehatan, dan lain-lain  supaya dipenuhi dan dijaga. Demikian pula kebutuhan ruhani tidak boleh diabaikan. Merawat ruhani diajarkan lewat kegiatan ritual, yaitu melalui ingat Allah dan rasul-Nya, dan  shalat secara khusu’. Manakala semua hal  sebagaimana sebagian disebutkan itu dijalankan, maka umat Islam akan menjadi yang terbaik. Kebaikan dan keindahan itu tidak saja tampak pada ajarannya tetapi juga pada kehidupan mereka sehari-hari. Wallahu a’lam