HUMAS UIN MALANG — Rombongan petinggi Universitas Islam Negeri (UIN) Samarinda melakukan Benchmarking di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, rombongan itu terdiri dari Wakil Rektor Bidang AUPK Prof. Dr. Zamroni, M.Pd, Wadek AUPK FTIK Dr. Akhmad Muaddin, M.Pd, Wadek AUPK FEBI Dr. Iskandar, M.Ag, Wadek AUPK FASYA Dr. H. Akhmad Haris, M.Si, Wadek FUAD Dr. Siti Syahar Inayah, M.Si., LP2M Muhammad Irwan Abdi, M.Si., dan juga dua stafnya yaitu Randy Muslim, M.Pd, dan Khalif Oktifan Yani, M.Sos. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. Kamis, 17 Oktober 2024. Pertemuan yang berlangsung di ruang pertemuan Gedung Rektorat lantai 3 ini penuh keakraban dan diwarnai dengan diskusi mendalam tentang pengembangan dan peningkatan layanan di perguruan tinggi berbadan layanan umum (BLU). Ketua rombongan UIN Samarinda mengajukan beberapa pertanyaan penting terkait tata kelola BLU dan remunerasi bagi dosen dan pegawai UIN Malang. Dalam kesempatan tersebut, isu remunerasi menjadi salah satu topik utama yang dibahas. Remunerasi di UIN Malang dihitung berdasarkan kinerja dosen dan karyawan, serta strategi untuk mencapai akreditasi unggul dan reward bagi fakultas yang berprestasi. Prof. Ilfi menjelaskan bahwa remunerasi bertujuan untuk mendorong semangat kerja, inovasi, dan produktivitas baik bagi dosen maupun tenaga pendidik. Sistem ini didukung oleh tata kelola yang baik, dengan indikator kinerja individu (IKI) yang jelas untuk menentukan besaran remunerasi yang layak diterima.
Tak hanya membahas remunerasi, UIN Samarinda juga tertarik pada pengelolaan Ma’had Al-Jamiah (asrama mahasiswa) dan strategi rebranding yang dijalankan UIN Malang. Menurut Prof. Ilfi, UIN Malang telah mengalokasikan dana sebesar 928 miliar rupiah untuk pengelolaan Ma’had Al-Jamiah pada tahun 2024. Selain itu, kampus ini memberikan tambahan reward sebesar 20 juta rupiah untuk publikasi di jurnal Scopus, dengan tetap mempertimbangkan pemerataan dalam penentuan jumlah reward. Dalam hal Uang Kuliah Tunggal (UKT), UIN Malang memiliki kebijakan yang fleksibel, di mana mahasiswa yang merasa keberatan atas keputusan UKT masih bisa mengajukan banding untuk penyesuaian sesuai dengan hasil keputusan rapat pimpinan. Lebih lanjut, UIN Malang juga mendorong dosen dan mahasiswa untuk melakukan penelitian kolaboratif dengan universitas luar negeri. Prof. Ilfi menekankan bahwa semua penelitian dan pengabdian harus melibatkan mahasiswa, bahkan mahasiswa sarjana diharapkan dapat mempublikasikan hasil penelitiannya sebagai alternatif pengganti skripsi. Dengan suasana penuh keakraban, pertemuan ini diharapkan mampu memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dalam meningkatkan kualitas layanan dan pengelolaan perguruan tinggi. Rombongan UIN Samarinda pun mengapresiasi berbagai informasi dan strategi yang dibagikan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai upaya untuk terus memperkuat posisi perguruan tinggi Islam di kancah nasional dan internasional.
HUMAS UIN MALANG - Kamis, (17/10), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar International Conference on Islamic Education (ICIED) yang ke-9 dengan tema “Exploring Contemporary Challenges and Innovations in Education.” Acara yang diselenggarakan di Auditorium Lt. 5 Gedung Dr. (HC) Ir. H. Soekarno ini menghadirkan para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan dari dalam dan luar negeri untuk bersama-sama mendiskusikan tantangan serta inovasi dalam dunia pendidikan.
Salah satu sorotan utama dalam konferensi ini adalah hadirnya Prof. Dr. Bilal Aybakan, seorang pakar pendidikan dari Fakultas Studi Islam, Universitas Ibn Haldun, Turki. Dalam sambutan pembukaannya, Prof. Bilal memberikan pemahaman mendalam tentang bagaimana tantangan-tantangan yang dihadapi dalam dunia pendidikan justru memicu lahirnya inovasi yang signifikan. Ia menggunakan analogi yang inspiratif, membandingkan tantangan dalam pendidikan dengan biji yang ditanam dalam tanah yang gelap dan sulit.
"Biji yang ditanam di tanah harus berjuang untuk menembus cangkangnya sebelum akhirnya tumbuh menjadi pohon yang kuat. Begitu juga dengan sistem pendidikan, yang sering kali menghadapi kesulitan untuk dapat berkembang dan berinovasi," ujar Prof. Bilal. Menurutnya, kesulitan bukanlah hambatan, melainkan bagian penting dari proses menuju keberhasilan.
Prof. Bilal juga menegaskan bahwa inovasi dalam pendidikan, baik dari segi metode pengajaran, desain kurikulum, maupun penggunaan teknologi, sering kali lahir dari respons terhadap tantangan yang muncul. “Kesuksesan sebuah sistem pendidikan sangat bergantung pada kemampuannya untuk bertahan dan beradaptasi dengan berbagai rintangan,” tambahnya. Oleh karena itu, pendekatan yang terbuka terhadap inovasi menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang mampu bertumbuh secara berkelanjutan.
Konferensi ini tidak hanya berfungsi sebagai forum akademik untuk mempresentasikan riset dan teori, tetapi juga sebagai wadah bagi para praktisi pendidikan untuk berbagi pengalaman dan strategi dalam menghadapi berbagai persoalan di dunia pendidikan saat ini. Dengan partisipasi aktif dari dosen dan mahasiswa, acara ini diharapkan mampu melahirkan diskusi produktif dan kolaborasi yang bermanfaat, terutama dalam mencari solusi konkret untuk diterapkan di lembaga pendidikan masing-masing.
Selain itu, ICIED juga menjadi ajang penting bagi para peserta untuk menggali ide-ide baru yang dapat diimplementasikan di berbagai konteks pendidikan, baik di dalam negeri maupun internasional. Di tengah berbagai tantangan yang semakin kompleks, dari perubahan teknologi hingga dinamika sosial, konferensi ini diharapkan mampu memberikan inspirasi baru yang dapat mendorong pengembangan pendidikan di masa depan.
Dengan mengusung semangat kebersamaan dan kolaborasi global, konferensi ini mengajak para peserta untuk tidak hanya melihat tantangan sebagai hambatan, melainkan sebagai peluang untuk berinovasi. "Mari kita hadapi tantangan pendidikan sebagai kesempatan untuk berkreasi dan menciptakan masa depan yang lebih cerah bagi generasi mendatang," pungkas Prof. Bilal dalam pidato penutupnya.
ICIED 2024 menjadi bukti nyata komitmen FITK UIN Malang dalam memajukan dunia pendidikan, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di kancah internasional. Dengan tema dan topik yang relevan, acara ini diharapkan menjadi katalis bagi inovasi-inovasi baru yang dapat diterapkan dalam berbagai sistem pendidikan di era kontemporer.
HUMAS UIN MALANG — Lima mahasiswi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil memukau para peserta dalam ajang 9th International Conference on Islamic Education (ICIED) 2024 dengan penampilan tari kreasi mereka yang bernama "Lenggang Juwita". Tarian tersebut disuguhkan dengan apik dalam pembukaan acara ICIED yang berlangsung di aula Rektorat lantai 5. Kamis, 17 Oktober 2024.
Penampilan memukau ini membuktikan bahwa FITK UIN Malang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu melahirkan karya seni tari yang memikat, bahkan di tengah ajang konferensi internasional yang dihadiri oleh para pakar pendidikan dari seluruh dunia.
Dengan gerakan yang dinamis dan koreografi yang kaya akan variasi, kelima mahasiswi tersebut berhasil menampilkan tarian Langgeng Juwita yang merupakan hasil kreasi mereka sendiri. Di bawah bimbingan seorang dosen seni asal Universitas Negeri Malang (UM), mereka menunjukkan kepiawaian dalam menari, menggabungkan unsur-unsur tradisional dengan sentuhan inovasi modern yang memukau setiap penonton yang hadir.
Tari Langgeng Juwita ini mengangkat keindahan budaya Jawa dengan gerakan yang lembut namun penuh energi, mencerminkan filosofi kelanggengan dan keharmonisan dalam kehidupan. Koreografi yang ditampilkan tidak hanya menonjolkan keanggunan dan keindahan, tetapi juga menunjukkan kreativitas dan kecerdasan dalam merancang sebuah karya seni yang mampu membawa penonton masuk ke dalam suasana yang magis dan penuh makna.
Penampilan ini mendapatkan sambutan meriah dari para peserta konferensi yang berasal dari berbagai negara, mengukuhkan posisi FITK UIN Malang sebagai salah satu fakultas yang tidak hanya mengedepankan pendidikan berkualitas tetapi juga mampu menghasilkan karya seni budaya yang bernilai tinggi.
Dengan suksesnya penampilan ini, mahasiswi FITK UIN Malang kembali membuktikan bahwa seni tradisional dapat terus berkembang dan relevan di era modern, serta mampu menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia di kancah internasional.
HUMAS UIN MALANG— Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hadir dan secara resmi membuka kegiatan Konferensi Internasional 9th International Conference on Islamic Education (ICIED) yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Malang. Acara tersebut berlangsung di aula Gedung Rektorat lantai 5, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kamis, 17 Oktober 2024. Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Akademik menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada seluruh panitia, dekan, dan wakil dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan atas kerja sama yang sangat baik, sehingga konferensi ini dapat terselenggara dengan sukses. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh peserta dan delegasi yang hadir dari berbagai wilayah, termasuk para tamu undangan dan pembicara yang terhormat. Beberapa tokoh penting yang hadir dalam acara ini antara lain Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, Direktur Pendidikan Tinggi Islam Kementerian Agama. Prof. Dr. Muhammad Firdaus, Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Malaysia. Prof. Dr. Ahmad Zabidi Abdul Razak dari Universiti Malaya, Malaysia. Prof. Madya Dr. Wan Marzuki Wan jaafar University Putra malaysia, Dr. Danwei Gao dari Queensland University of Technology, Australia. Prof. Dr. Bilal Aybakan asal University, Turki. Dr. Agus Mukti Wibowo, M.Pd dan Dr. Ulfah Muhayani, M.PP dari UIN Malang, Indonesia. Konferensi dengan tema "Exploring Contemporary Challenges and Innovations in Education" ini bertujuan untuk membahas berbagai tantangan dan inovasi dalam dunia pendidikan, khususnya pendidikan Islam, di era yang semakin berkembang ini. Wakil Rektor menyatakan bahwa peran pendidikan dalam dunia yang terus berubah saat ini sangatlah penting. Oleh karena itu, institusi pendidikan harus mampu beradaptasi dengan perubahan sambil tetap mempertahankan nilai-nilai dan prinsip-prinsip Islam. "Dalam menghadapi tantangan-tantangan tersebut, kita memiliki peluang besar untuk berinovasi, baik melalui teknologi baru maupun metode pengajaran yang mutakhir, sambil tetap menjaga nilai-nilai etika dan moral yang menjadi inti dari pendidikan Islam," ujar Wakil Rektor. Konferensi ini diharapkan menjadi wadah bagi para akademisi dan praktisi pendidikan untuk berdiskusi dan berkolaborasi dalam menciptakan solusi inovatif guna meningkatkan kualitas pendidikan Islam yang relevan, dinamis, dan transformatif. Wakil Rektor juga mengharapkan konferensi ini dapat menghasilkan rekomendasi yang implementatif untuk menciptakan perdamaian abadi bagi seluruh umat manusia. Dengan mengucap "Bismillah," Wakil Rektor secara resmi membuka Konferensi Internasional ICIED 2024. Acara ini diakhiri dengan harapan agar konferensi ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan pendidikan Islam di abad ke-21, serta mempererat kerja sama antarnegara dalam bidang pendidikan dan kebudayaan.
HUMAS UIN MALANG-Wakil Rektor Bidang Akademik UIn Malang Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag hadir dan membuka acara International Conference on Islamic Education (ICIED) 2024 yang ke-9 oleh Fakultas Ilmu tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kamis, 24 Oktober 2024, dalam sambutannya menilai bahwa sub tema konferensi yang di ambil ini relevan dengan tantangan masa kini.
ICIED 2024 menyoroti berbagai sub tema yang relevan dengan tantangan dan perkembangan pendidikan Islam saat ini, di antaranya Inovasi Pedagogis dalam Pendidikan Islam, Integrasi Teknologi untuk Keterampilan Abad ke-21 dalam Pendidikan Islam (AI), Perspektif Budaya dan Global dalam Pendidikan Islam, Pelatihan Guru dan Pengembangan Profesional, Pendidikan Inklusif dan Anak Usia Dini, Pembelajaran Literasi Antaragama dalam Pendidikan, Keterlibatan Komunitas dan Kemitraan dalam Pendidikan di ASEAN, Embracing Diversity: Inovasi dalam Manajemen Pendidikan Inklusif, Literasi Digital dalam Pengajaran dan Pembelajaran Bahasa, Pengembangan Pengajaran dan Pembelajaran Studi Sosial Menggunakan AI dan Teknologi, Integrasi STEM, Budaya, dan Nilai-nilai Keagamaan.
“Sub tema tersebut mencerminkan upaya untuk menjawab isu-isu terkini yang dihadapi oleh para pendidik dan praktisi di berbagai belahan dunia, khususnya di kawasan ASEAN,” paparnya.
Kegiatan Konferensi Internasional ini juga mendorong sinergi untuk pendidikan berkualitas. ICIED 2024 juga menyoroti pentingnya pendekatan inklusif dan inovatif dalam menciptakan sistem pendidikan yang mampu beradaptasi dengan kebutuhan generasi masa depan. Para peserta konferensi diajak untuk berpikir kreatif dan terbuka terhadap berbagai pendekatan baru yang dapat diterapkan dalam pendidikan, termasuk penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan teknologi digital lainnya.
Dengan berbagai topik diskusi yang menarik, konferensi ini diharapkan dapat menjadi titik awal kolaborasi yang lebih luas di antara para akademisi dan praktisi pendidikan, guna membentuk ekosistem pendidikan yang lebih adaptif dan berkelanjutan di masa mendatang.
Dengan hadirnya para pakar dan cendekiawan dalam acara ini, ICIED 2024 diyakini akan memberikan kontribusi besar dalam memperkaya diskusi tentang pendidikan Islam dan inovasinya di tengah tantangan global yang terus berkembang.
HUMAS UIN MALANG — Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, di bawah kepemimpinan Dekan Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd, sukses menggelar konferensi internasional bertajuk International Conference on Islamic Education (ICIED) 2024. Acara yang berlangsung di Auditorium Gedung Rektorat Lt. 5 ini menghadirkan para pakar, peneliti, dan akademisi dari berbagai belahan dunia untuk berdiskusi tentang tantangan dan inovasi dalam pendidikan kontemporer.
Dengan mengusung tema "Exploring Contemporary Challenges and Innovations in Education," ICIED 2024 bertujuan untuk menjadi platform interdisipliner terkemuka bagi para ilmuwan akademis, peneliti, serta cendekiawan untuk saling bertukar pengalaman dan hasil penelitian mengenai berbagai aspek pendidikan dan pengembangan. Konferensi ini dirancang untuk mempertemukan para praktisi, pendidik, dan peneliti untuk menyampaikan dan mendiskusikan inovasi terbaru, tren, serta tantangan yang dihadapi dalam bidang pendidikan.
Dalam sambutannya, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd, menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin dalam merespons perubahan cepat di dunia pendidikan. “Konferensi ini bukan hanya ajang berbagi pengetahuan, tetapi juga upaya untuk menciptakan solusi inovatif yang dapat diimplementasikan dalam sistem pendidikan kita, khususnya dalam konteks pendidikan Islam,” ujarnya.
HUMAS UIN MALANG — Rektor Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, bersama Wakil Rektor Bidang Administrasi Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK), Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, siang ini mengadakan pertemuan penting dengan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batu. Pertemuan tersebut dilangsungkan di Ruang Rapat lantai 3 dan bertujuan untuk membahas laporan serta berita acara pengadaan tanah pada area Ar-Rahim, Kampus 3. Rabu, 16 Oktober 2024. Agenda utama dalam pertemuan ini adalah penyampaian laporan resmi terkait pengadaan tanah yang akan menjadi bagian dari pengembangan Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Area Ar-Rahim ini diharapkan dapat memperluas fasilitas pendidikan dan mendukung pertumbuhan universitas dalam mencetak generasi penerus yang unggul dan berintegritas. "Kami sangat menghargai dukungan dari Kejaksaan Negeri Kota Batu dalam proses pengadaan tanah ini. Kolaborasi yang baik antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Kajari Kota Batu menjadi langkah penting dalam mewujudkan visi pengembangan kampus kami," ujar Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA. Kepala Kejaksaan Negeri Kota Batu turut menyampaikan komitmennya untuk mendukung upaya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mewujudkan area Ar-Rahim sebagai pusat pendidikan yang berkualitas. Dukungan ini mencerminkan sinergi positif antara institusi pendidikan tinggi dan lembaga hukum di Kota Batu, yang bersama-sama berusaha mewujudkan kepentingan masyarakat. Wakil Rektor Bidang AUPK, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, menambahkan bahwa pengadaan tanah untuk Kampus 3 ini merupakan bagian dari upaya strategis universitas dalam memperkuat kapasitas akademik serta fasilitas bagi mahasiswa dan tenaga pengajar. “Kami berharap proyek perluasan area ar-Rahim untuk penyelesaian Bismillahirrohmanirrohim ini dapat segera terwujud, sehingga dapat memberikan dampak positif bagi seluruh civitas akademika dan masyarakat sekitar,” jelas Prof. Ilfi Nur Diana. Pertemuan ini diakhiri dengan penandatanganan berita acara yang menandai kesepakatan bersama antara kedua pihak. Langkah ini semakin mempertegas komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mewujudkan kampus yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan dunia pendidikan. Dengan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak, pengembangan Kampus 3 di area Ar-Rahim diharapkan dapat segera terealisasi, membawa dampak positif bagi pengembangan pendidikan di Malang dan sekitarnya.
HUMAS UIN MALANG - Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Malang berhasil merayapkan jejak internasional dengan berpartisipasi aktif dalam event Halal Export Indonesia 2024, sebuah gelaran yang digagas oleh Halal Expo Indonesia (HEI). Acara ini berlangsung di Hall Nusantara 2 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City Tangerang dari tanggal 9 hingga 12 Oktober 2024. LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang membuka layanan yang luas, mulai dari sosialisasi dan edukasi sertifikasi halal, konsultasi jaminan produk halal, pendaftaran sertifikasi halal reguler, hingga coaching clinic.
Booth LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi pusat perhatian di tengah suasana yang ramai. Beberapa tokoh ternama seperti Kepala BPJPH Kemenag Dr. H. Muhammad Aqil Irham M.Si., Sekretariat IT BPJPH Kemenag H. Nurhanudin, ST., M.Kom., Ketua Harian Halal Institute H. SJ Arifin, S.Si, M.Si., Direktur LSP PPFI drh. Wahyu Suhadji, Wakil Direktur Komunikasi Antarlembaga Halal Institutitue Achmad Fatoni, dan Dosen Senior Australian National University Dr. Eva Fahrunnisa, ikut hadir dan menunjukkan minat tinggi terhadap layanan yang ditawarkan. Selain itu, banyak pelaku usaha baik UMKM maupun menengah ke atas juga datang untuk memanfaatkan kesempatan ini.
"LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggunakan momentum ini untuk mengembangkan jejaring kerjasama dan pertukaran informasi yang lebih luas, khususnya terkait regulasi pengajuan sertifikasi halal," kata Manajer LPH, Prilya Dewi Fitriasari, M.Sc., dalam sambutannya.
"Halal Export Indonesia 2024 membuka peluang besar bagi kita untuk saling bertukar memperkenalkan budaya dan berbagai inovasi baru," kata Dr. H. Muhammad Aqil Irham M.Si., Kepala BPJPH Kemenag. "Ini akan menjadi pendorong signifikan dalam upaya peningkatan kualitas perekonomian daerah dan nasional," imbuhnya.
Dengan keaktifan yang tak pernah surut, LPH UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas produk halal di Indonesia. Melalui event ini, mereka tidak hanya mempromosikan layanan mereka tetapi juga memperluas jaringan internasional guna mendukung visi Indonesia sebagai negara yang kuat dalam ekosistem halal dunia.
HUMAS UIN MALANG-Pada hari ini Sabtu,13 Oktober 2024, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan bersih-bersih kali untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan sehat. Acara ini digelar bersama tim Green Campus, perwakilan mahasantri dan Dema mahasiswan yang dalam hal ini dikordinir oleh Muammar. Kegiatan ini bertujuan untuk mewujudkan green campus bersama mahasiswa, dengan cara aksi langsung dan membangun kepekaan mahasiswa terhadap isu lingkungan.
Kegiatan ini diiukuti oleh 300 mahasiswa yang turun langsung ke sungai sekitar kampus, untuk membersihkan sampah-sampah yang ada di sungai. Sampah tersebut berasal dari atas, yang dibuang langsung oleh masyarakat. Nampaknya memang belum ada kesadaran masyarakat sekitar akan pentingnya menjaga lingkungan.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Prof. Dr. Ilfi Nur Diana yang sekaligus sebagai Wakil Rektor Bidang AUPK, yang sekaligus sebagai penanggungjawab Green Campus, KABIRO AUPK, KABAG Umum dan tim Green Campus UIN Malang, Direktur Mahad al-Jamiah.
Dalam sambutannya Ilfi menyempaikan bahwa saat ini di berbagai belahan dunia, tengah menghadapi tantangan yang semakin besar terkait dengan kelangkaan air, polusi air, dan kerusakan ekosistem air. "Miliaran orang akan kekurangan akses terhadap layanan dasar ini pada tahun 2030," ujarnya.
Populasi dunia telah membuat dunia bergerak menuju krisis air global. Indonesia jugaakan mengalami bonus demografi yang tentu saja kebutuhan air bersih akan semakin besar. Sedangkan saat ini, sumber daya alam yang vital ini sedang terkuras, tercemar, dan salah kelola. "Alhasil jika sampah-sampah menumpuk lalu terjadi pencemaran, berbagai bencana seperti banjir pun dapat dengan mudah terjadi," jelasnya.
Adapun manfaatnya bersih-bersih kali ini meminimalisir terjadinya banjir, gangguan kesehatan warga sekitar, tercukupi air bersih, Diperlukan untuk pertanian dan peternakan, menjaga kualitas lingkungan, melestarikan flora fauna, menjaga Ekosistem Sungai. “Kita Menjaga Alam, Alam Menjaga Kita”. Makna simbolis dari kalimat tersebut memberi makna bahwa persahabatan antara manusia dan alam adalah hakikat penting dalam harmoni kehidupan.
Sebagai perguruan tinggi Islam, kita harus mempunyai kepedulian terhadap lingkungan. Karna Islam mengajarkan itu, tidak boleh membuat kerusakan di muka bumi.
Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar) (QS. Ar Rum:41)
Karna itu pimpinan UIN Malang mempunyai kebijakan untuk mewujudkan kampus hijau/ green campus. Mengakhiri sambutannya, Ilfi mengajak pada semua warga kampus untuk peduli lingkungan. Jadilah mahasiswa yang ramah lingkungan. Dimulai dari hal yang kecil. "Salah satu caranya mengurangi polusi udara dengan meminimalisir pemakaian motor dan rokok, hemat energy dan air, meminimalisir sampah plastic, membersihkan kali kita," ucapnya.
Sementara itu tim green campus menyampaikan bahwa lingkungan hijau menjadi konsep penting dalam isu global terkait Pembangunan Berkelanjutan (sustainable development goals/SDGs). Sebanyak 3 dari 17 tujuan SDGs, terkait kehidupan sehat dan sejahtera, air bersih dan sanitasi layak, serta perubahan iklim adalah bagian yang tidak terpisahkan dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.