HUMAS-Mengutip seperti apa yang sering ucapkan dan ditekankan oleh Kasubdit Ketenagaan Direktorat Tinggi Keagamaan Islam(DIKTIS), Dirjen Pendidikan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI), Ruchman Basori bahwa sebagai ASN khususnya di lingkup Kemenag mesti "BERSIH". Hal inilah yang disampaikan oleh Wakil Rektor (WR I) bidang Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Umi Sumbulah,M.Ag saat menjadi pembina upacara agenda apel pagi di teras depan Gedung Rektorat, DR. (HC). Ir. Soekarno.Senin(16/1)
Pada kesempatan itu, Prof. Umi Sumbulah sapaan akrab WR I UIN Maliki Malang ini memberikan amanat terkait himbauan untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) yang "Bersih". Seusai dengan apa yang disampaikan oleh Pak Kasubdit bahwa makna bersih yang dimaksud meliputi empat hal, yakni bersih secara akademis, bersih secara finansial, bersih secara biologis dan terakhir bersih secara ideologis.
Kemudian, ditekankan lagi pada hal bersih secara ideologis berarti sebagai ASN tidak boleh memiliki ideologi yang bertentangan dengan ideologi negara ini yakni Pancasila. Oleh karena itu, ditambahkan oleh WR I ini bahwa penguatan unsur moderasi beragama sangat penting dengan indikatornya antara lain komitmen kebangsaan, anti kekerasan, toleransi dan akomodatif budaya lokal. " Mari kita semua berusaha menjadi ASN yang "Bersih" dan memiliki pola pikir, tindakan dan perilaku yang moderat sehingga bisa hidup rukun bersama dalam berbagai keanekaragaman terutama untuk mewujudkan moderasi beragama di negara ini!,"pungkasnya.(ptt)
HUMAS-Mahasiswa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) yang sedang menjalankan Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) di Desa Wonoagung Kecamatan Kasembon Kabupaten Malang mengadakan kegiatan Sosialasi kepada warga masyarakat setempat. Terlaksananya agenda yang mengangkat tema “Perkawinan Lintas Agama dan Hak Waris” bersama perangkat desa Wonoagung ini merupakan salah satu bentuk upaya pencegahan pernikahan lintas agama. Kegiatan itu berpusat di Balai Desa Wonoagung sedangkan pesertanya berjumlah kurang lebih 40 orang, terdiri atas kepala desa beserta perangkat, kepala dusun, serta tokoh agama dan masyarakat desa tersebut.Sabtu (14/1)
Bertindak sebagai narasumbernya, yakni KH. Achmad Shampton Masduqi M.HI dari Seksi Bimbingan Masyarakat Islam Kantor Kementerian Agama Kota Malang yang juga dosen UIN Maliki Malang. Pada kesempatan itu, Kyai Masduqi sapaan akrabnya ini menyampaikan materi tentang pernikahan beda agama menurut Islam. Ada beberapa beberapa poin penting, sebagai inti penyampaian materinya, antara lain: Pertama, sangat dilarang seorang muslim menikahi seorang non-muslim dan juga sebaliknya. Kedua, apabila dua pasangan non-muslim menikah dalam keadaan mereka murni beragama selain Islam sejak lahir lalu mereka memutuskan untuk masuk Islam, maka mereka tidak perlu mengulangi pernikahannya. Ketiga, apabila anak perempuan Islam hendak menikah tetapi ayah nya beragama non-muslim maka wali nya diambil dari nasab paling dekat dari jalur ayah, apabila tidak ada maka bisa menggunakan wali hakim. Mengenai hak waris apabila anak tersebut lahir dari pernikahan beda agama, anak hasil zina, anak li’an, dan ahli waris yang membunuh pewaris maka tidak bisa dijadikan sebagai hak waris.
Sementara itu, Rozihan Anwar selaku Ketua Pelaksana menyampaikan bahwa kegiatan itu merupakan bentuk nyata kepedulian mahasiswa kkm 111 UIN Malang terhadap masyarakat desa Wonoagung yang hidup dalam keragaman agama dan kepercayaan. Sosialisasi Perkawinan Lintas Agama dan Hak Waris merupakan kerja sama antara mahasiswa KKM kelompok 111 UIN Malang dan perangkat desa Wonoagung. Program itu dilaksanakan agar masyarakat, khususnya anak muda mendapat pemahaman tentang dampak dari perkawinan lintas agama dan hak waris.
Acara sosialisasi berjalan lancar dan interaktif hal itu terlihat dari antusiasme peserta saat aktif berdiskusi dengan narasumber. Usai acara inti dan diskusi selanjutnya ada prosesi penyerahan sertifikat dan cindera mata dari mahasiswa KKM 111 UIN Maliki Malang kepada narasumber lalu diakhiri dengan foto bersama. (azi/*)
HUMAS-Kelompok KKM 95 Sahwahita melakukan sosialisasi stop bullying di SD Negeri 1 Sumberngepoh, Kecamatan Lawang. Agenda tersebut diikuti oleh seluruh siswa dan para guru . Sedangkan pelaksanaannya yakni usai kegiatan senam pagi yang bertempat di lapangan sekolah dasar tersebut.Jumat(13/1)
Sosialisasi tentang stop bullying dilakukan melaui suatu pertunjukan drama. Sedangkan tokoh atau pelaku dalam drama tersebut diperankan oleh beberapa anggota KKM 95 Sahwahita dan tema yang diusung dalam drama itu adalah “bullying antar teman”. Beberapa bentuk perilaku bullying yang dilakukan dalam drama tersebut, yakni bullying verbal dan bullying fisik berupa body shaming, memanggil dengan panggilan yang buruk, mengancam, membentak, mendorong, dan merampas barang milik korban. Setelah drama tersebut selesai dilanjutkan dengan penyampaian materi secara singkat yang meliputi pengertian bullying, bentuk bullying, dampak bullying dan cara mengatasinya.
Sebagai informasi bahwa bullying itu merupakan suatu tindakan yang tidak menyenangkan atau bias dikatakan sebagai penindasan yang dilakukan oleh seseorang atau sekelompok orang pada orang yang lebih lemah dengan tujuan untuk menyakiti. Bullying dapat terjadi dimana saja seperti di rumah, sekolah, maupun di lingkungan masyarakat seperti taman bermain, kendaraan umum dan tempat umum lainnya. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi bullying yaitu kurangnya perhatian orang tua, pengaruh dari lingkungan sekitar, kepribadian dan lain sebagainya.
Di Indonesia kasus bullying masih terus muncul terutama dalam lingkup pendidikan. Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) melaporkan pada tahun 2022 terdapat 226 kasus bullying yang didalamnya terdapat kekerasan fisik dan psikis. Sosialisasi stop bullying dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menghentikan tindakan bullying yang terjadi secara tidak sadar di sekolah dasar. Perilaku bullying dapat berdampak pada kesehatan mental, cedera fisik, hingga berujung bunuh diri. Bullying juga memiliki dampak buruk bagi pelaku yaitu pelaku menjadi individu yang agresif, tidak memiliki simpati, empati dan suka merendahkan orang lain.
Harapan besar dari tim KKM Sahwahita kali ini adalah setelah dilakukan sosialisasi stop bullying, selanjutnya bisa membantu memberikan solusi penangganan jika terjadi kasus bullying sekaligus sebagai langkah pencegahan tindakan bullying utamanya di SD Negeri 1 Sumberngepoh.(elv/*)
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) menjadi salah satu Perguruan Tinggi Pelaksana(PTP) Program Persiapan Bahasa dan Akademik(PPBA)tahun 2023. Melalui Pusat Pengembangan Bahasa(P2B), agenda yang berlangsung selama tiga minggu itu berjalan dengan baik, lancar dan sukses. Selanjutnya, pada hari ini secara online dilaksanakan penutupan serentak PPBA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia(Dirjen Pendis Kemenag RI). Agenda ini berpusat di Ruang Meeting, Lt. 3, Gedung Rektorat, DR. (HC). Ir. Soekarno.Jumat(13/1)
Sebelum resmi ditutup acaranya, Ketua P2B UIN Maliki Malang Prof. Abdul Hamid memberikan laporan singkat terkait pelaksanaan kegiatan itu. Disampaikan oleh Prof. Hamid begitu sapaan akrabnya ini bahwa pelaksanaan program tersebut dimulai sejak tanggal 23 Desember 2022 sampai dengan 13 Januari 2023 dan pesertanya berjumlah 25 orang. Adapun indokator capaian pembelajaran PPBA itu antara lain meliputi kebahasaan, riset, akademik writing dan moderasi beragama.
Hadir mewakili rektor UIN Maliki Malang, yakni wakil rektor (WR I) bidang Akademik, Prof. Umi Sumbulah, M. Ag diminta memberikan sambutan penutup kegiatan tersebut. Pada kesempatan ini, WR I mengucapkan selamat atas suksesnya pelaksanaan PPBA di UIN Maliki Malang. Selain itu, beliau juga memberikan apresiasi kepada tim pelaksana dari P2B atas inovasi dan kreativitasnya dalam cara memberikan materi pembelajaran yang diterapkan selama program berlangsung, yakni metode rekreatif(Rekreasi dan edukatif).
Selanjutnya, Prof. Umi Sumbulah berharap agar 25 peserta PPBA itu bisa melanjutkan mengikuti program beasiswa S2 dan S3 di kampus UIN Maliki Malang melalui skema beasiswa LPDP. Selain itu, ditekankan juga bahwa salah satu syarat mendapatkan program dari Kemenag saat ini harus mengikuti program peningkatan moderasi beragama. Sehingga meski prosentase materi moderasi beragama di PPBA ini tidak tinggi namun tetap diharapkan pengetahuan moderasi beragama tidak hanya menjadi pola pikir tetapi lebih dari itu yakni bisa menjadi pola sikap dan perilaku, baik sebagai ASN, dosen, guru, dan para pendidik lainnya.(ptt)
HUMAS–Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang selenggarakan Sumpah Dokter Angkatan I di Gedung Ir. Soekarno Rektorat Lantai 5, Kamis (12/1).
Pengambilan Sumpah Dokter ini diikuti oleh 16 Mahasiswa/i Kedokteran UIN Malang angkatan pertama sebagai Dokter Muda penyandang gelar Profesi Dokter secara resmi. Orang tua dan keluarga yang turut hadir kenakan kostum bertema nasional, guna menambah sakral agenda sumpah dokter. Dalam hal ini agenda perdana pengambilan Sumpah dokter baru dipimpin oleh Vicky Andrean, S.Ked dengan diikuti oleh semua calon dokter.
Dengan khidmat, tegas dan penuh tanggung jawab beragam poin bentuk sumpah dibaca dengan muatan nilai pembaktian nilai hidup, pemeliharaan martabat, penjagaan rahasia, kesehatan pasien sebagai prioritas, kesungguh-sungguhan dalam berikhtiar, serta penjagaan kehormatan diri. Muatan nilai yang terkandung dalam sumpah dokter merupakan bentuk ikrar awal sekaligus bentuk kesanggupan yang siap dipertanggungjawabkan.
Selanjutnya, kegiatan ini juga rangkum Kesan Pesan Dokter Baru oleh Vicki Andrean sarjana Kedokteran, Vicki menyebutkan bahwa menuju titik akhir saat ini bukanlah melalui proses yang tak panjang, melainkan banyak pihak yang berperan terlebih orang tua sebagai dokter pertama dalam kehidupan seorang anak. Dalam sambutannya dia juga tegaskan tentang proses awal untuk menuju tantangan kehidupan yang sesungguhnya untuk membangun kecerdasan, kesehatan dan profesional yang berdimensi pada Indonesia maju dan Indonesia sehat.
“Dokter Ulul Albab Lulusan UIN harus memiliki karakter yang baik, berkerja dan mengabdi harus menjaga nama baik almamater”, jelasnya.
Diketahui, sumpah dokter perdana berhasil ajak undangan rasakan suasana haru dan bangga atas capaian sarjana kedokteran yang kini tengah menyandang gelar dokter baru setelah perjalanan panjang, mengingat adanya tantangan virus covid yang menjadi hambatan juga tuntutan. Harapan besar mahasiswa FKIK UIN Malang Periode pertama mampu pegang teguh sumpah dokter dan menjaga nama baik almamater UIN Malang sebagai PTKIN yang unggul dan bereputasi internasional melalui ilmu, pengalaman juga profesionalitas yang diajarkan. (iwa/sm)
HUMAS-Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang sukses mengukir sejarah baru. Pertama kalinya, FKIK menggelar Pengambilan Sumpah Dokter angkatan pertama pada Kamis (12/1) di Gedung Rektorat lantai lima. Keseluruhan mahasiswa FKIK yang lulus berhasil mendapatkan predikat Cumlaude. Hal tersebut merupakan prestasi emas dan langkag awal untuk memulai kiprah baru bagi lulusan dokter muda FKIK UIN Malang.
Apresiasi luar biasa disampaikan secara langsung oleh Dekan FKIK UIN Malang, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati, M.Kes., Sp.Rad., sebagaimana dalam sambutannya, bahwa pencapaian kelulusan 100% dengan predikat cumlaude merupakan suatu hal yang sangat membanggakan seluruh warga UIN Malang. Hal senada juga diungkapkan oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. M. Zainuddin, M.A., yang menyampaikan ucapan selamat dan rasa bangga kepada seluruh mahasiswa FKIK yang melakukan prosesi pengambilan sumpah dokter.
"Selaku rektor, saya mengucapkan selamat kepada seluruh lulusan dokter baru dan dengan bangga saya berterima kasih kepada seluruh mahasiswa FKIK angkatan pertama yang telah lulus ini telah menyelesaikan studi kedokterannya dengan sangat baik. Pesan saya kepada mahasiswa yang menjalani prosesi sumpah dokter, semoga kedepannya dapat mengamalkan ilmunya dan bermanfaat bagi semua orang. Tak lupa pula untuk tetap mengamalkan nilai-nilai ulul albab dan berbakti kepada kedua orang tua dan bangsa,” ungkap beliau dalam sambutannya.
Prof. Zainuddin, M. A., juga menambahkan bahwa lulusan UIN Malang, harus memiliki tiga kriteria yaitu pola sikap, tindakan, dan perilaku yang mencerminkan ulul albab. Tetap memberikan manfaat kepada orang lain, memiliki jiwa nasionalisme, amanah, bertanggung jawab, berwawasan luas dan humanis. (Na/Fer)
HUMAS-SALAM merupakan singkatan dari Snake & Ladder Math atau Ular Tangga Matematika. Media pembelajaran ini dikembangkan oleh kelompok KKM 188 UIN Malang di desa Palaan. Hal yang melatarbelakangi adanya media pembelajaran SALAM karena siswa kelas lima SDN 2 Palaan merasa jenuh dengan matematika. Di samping itu, mereka kesulitan memahami matematika perihal materi bangun ruang. Sehingga kelompok KKM 188 berinisiatif untuk menerapkan metode SALAM pada pembelajaran matematika, Kamis (12/1).
Setelah diterapkannya media pembelajaran SALAM untuk siswa SD kelas lima, semangat dan antusias siswa-siswi dengan konsep belajar sambil bermain tersebut meningkat. Selain itu, media belajar SALAM jugadapat difungsikan sebagai bahan pengayaan sebelum ujian atau ulangan harian di tingkat sekolah dasar.
Aturan bermainnya juga sangat mudah selayaknya permainan ular tangga. Setiap kali melempar dadu, siswa diminta untuk mengambil satu soal dan menjawabnya dengan benar. Jika jawabannya salah, maka ia harus mundur satu langkah. Inovasi pembelajaran menyenangkan yang diimplementasikan oleh kelompok KKM 188 mampu menarik lebih banyak hingga tidak ingin mengakhiri sesi pembelajaran SALAM. Hal tersebut diungkapkan oleh salah satu kelompok KKM 188 Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Atiris Syari'ah, bahwasanya metode SALAM ia dapatkan pada materi perkuliahan.
“Saya dan teman-teman mencoba mempraktekkan dan menerapkan teori yang telah saya pelajari di perkuliahan, mulai dari dasar mengajar hingga metode media pembelajaran kreatif. Alhamdulillah, ternyata setelah dikreasikan dan diterapkan pada siswa SD, seluruhnya mampu menerima dengan baik dan antusias. Harapannya dengan implementasi SALAM, mampu meningkatkan keinginan belajar siswa secara maksimal,” ungkapnya. (At/Fer)
Kontributor: Kelompok KKM 188 UIN Malang Editor: Ferika Sandra
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Maliki Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) patut berbangga dan berbahagia pasalnya salah satu fakultas terbaiknya yakni Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) menggelar Sumpah Dokter Angkatan Pertama (I). Acara penting dan begitu sakral tersebut bertempat di Aula, Lt.5, Gedung Rektorat, DR, (HC). Ir. Soekarno.Kamis(12/1)
Pada kesempatan tersebut, sebagai rektor UIN Maliki Malang, Prof. M, Zainuddin, MA beserta seluruh jajaran pimpinan mulai dari Universitas dan fakultas serta semua kepala ataupun ketua unit lainnya merasa bersyukur dan bangga. Di awal sambutannya, Prof. Zain sapaan akrabnya ini mengucapkan selamat dan sukses kepada 16 dokter baru yang terdiri dari tiga dokter laki-laki dan 13 dokter perempuan, yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan di FKIK UIN Maliki Malang. Kemudian ucapan selamat juga diberikan kepada para orang tua yang telah berikhtiar dan berdoa tanpa henti untuk mengantarkan putra-putrinya menjadi anak yang sukses, sehingga pada hari ini mereka telah berhasil dilantik dan diambil sumpah sebagai dokter. "Sekali lagi selamat dan berbahagia kepada Bapak Ibu semuanya atas capian putra dan putrinya, "ucapnya.
Lanjut, rektor asal Bojonegoro ini juga tidak lupa menyampaikan terimakasih kepada Dekan FKIK dan seluruh jajarannya (baik yang lama maupun yang baru) yang telah berjuang keras mengantarkan FKIK ke status yang membanggakan dan baik sekali. "Termasuk juga support dari Ikatan Orang Tua (IOM), " imbuhnya. Demikian pula kepada RSU Karsa Husada Batu, RS jejaring dan institusi lain yang terkait yang telah berkontribusi kepada pendidikan dokter di Fakultas kedokteran dan ilmu-ilmu kesehatan UIN Maliki Malang sehingga sukses menghasilkan para dokter saat ini.
Kemudian, dalam sambutannya orang nomor Wahid di UIN Maliki Malang ini berpesan kepada para dokter baru agar senantiasa memegang teguh sumpah dokter dan menjaga nama baik almamater UIN Malang sebagai PTKIN yang unggul dan bereputasi internasional. Selain itu, lulusan UIN Malang harus memiliki tiga pola yang integral, yaitu pola sikap, pola perilaku, dan pola tindakan (zikir, pikir dan amal shaleh). "Di manapun kalian berada harus memberikan kemanfaatan kepada orang lain, "pintanya.
Lalu, masih kata rektor bahwa dokter lulusan UIN harus memiliki jiwa antara lain: nationality, integrity, globality, networking, ICT mastery dan hospitality. "Seorang dokter harus memiliki jiwa hospitality yakni melayani, empati dan simpati," terangnya. Rumah Sakitnya juga harus bersih, sehat dan menyenangkan para pengunjung yang datang. Maka Rumah Sakit UIN Malang nantinya akan diberi nama Rumah Sehat (RSP) UIN Maliki Malang.
Terakhir sebagai pesannya lagi kepada para dokter baru yakni mereka juga harus memperhatikan tiga paradigma pembangunan kesehatan yang sudah dicanangkan oleh Kemenkes yaitu: paradigma sehat, penguatan akses pelayanan kesehatan, dan penyediaan biaya jaminan kesehatan nasional.
"Itulah pesan Saya, sekali lagi Kami ucapkan selamat dan sukses kepada dokter baru periode pertama, terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi terhadap capaian kelulusan dokter baru FKIK UIN Maliki Malang, semoga apa yang kita kerjakan selama ini menjadi amal kebajikan kita semua, " pungkasnya.(ptt)
HUMAS-Menindaklanjuti pelaksanaan agenda Penguatan Kompetensi Dosen Pemula(PKDP) di Hotel Acsent Premiere, Malang bulan Desember tahun kemarin maka sesuai tahap berikutnya akan diberikan pendampingan terhadap para peserta dalam tahap penugasan hingga usai program tersebut. Oleh karena itu, tim panitia pelaksana PKDP Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) yang diketuai oleh Dr. Helmi Syaifudin menggelar rapat koordinasi(Rakor) persiapan pendampingan. Agenda tersebut bertempat di ruang meeting Unit Lembaga Penjaminan Mutu(LPM) Lt.4, Gedung Rektorat, DR. (HC). Ir. Soekarno. Rabu(11/1)
Pada kesempatan itu, sebagai pengantar dan arahannya Wakil Rektor (WR I) Bidang Akademik UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M. Ag menyampaikan secara ringkas terkait tujuan diadakannya rapat tersebut tidak lain adalah untuk mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan selama pelaksanaan pendampingan peserta PKDP. "Kami berharap untuk pelaksanaan program pendampingan para peserta mulai dari penugasan sampai dengan penilaian nantinya bisa berjalan lancar apalagi dalam pelaksanaannya secara online maka mari kita siapkan dengan sebaik-baiknya, "pintanya
Lanjut, acara rapat yang mengusung tema Koordinasi On Job Training(OJT) dan In Service TrainingII (IST II) PKDP ini pun berjalan lancar dengan dihadiri oleh Kepala Biro Bidang Administrasi Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja sama(Kabiro AAKK) UIN Maliki Malang, Dr. Barnoto, M. Pd.I, para narasumber, tim pendamping, penugasan dan penilai serta seluruh anggota panitia pelaksana PKDP.(ptt)