HUMAS-Kedatangan Kelompok KKM (Kuliah Kerja Mahasiswa) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang memiliki tema “Membangun Desa Berkelanjutan” di Desa Sumberngepoh, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang disambut hangat oleh masyarakat desa setempat. Sebelum memulai kegiatan KKM, terlebih dahulu diawali dengan pembukaan kegiatan KKM yang dilaksanakan secara bersamaan antara kelompok 95 dan 96.Rabu (21/12)
Acara pembukaan KKM bertempat di Balai Desa Sumberngepoh, yang dihadiri oleh Kepala Desa beserta jajarannya, Ketua PKK dan Karang Taruna, Kepala Sekolah SD dan SMP setempat, serta didampingi langsung oleh Dosen Pembimbing Lapangan(DPL) kelompok 95 dan 96.
Acara pembukaan KKM yang dimulai pada pukul 13.00 WIB hingga 14.00 WIB, diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan koordinator kelompok yang diwakili oleh saudara Fairuz Syah Putra Wahyu. Dalam sambutannya, saudara Fairuz menyampaikan permohonan bimbingan dari jajaran perangkat desa dan dosen pembimbing lapangan dalam pelaksanaan KKM di Desa Sumberngepoh ini.
Kemudian, dilanjutkan dengan sambutan dosen pembimbing lapangan yang diwakili oleh Bapak Hasyim Amrullah, M.A selaku dosen pembimbing lapangan kelompok 96. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan visi, misi dan tujuan universitas yaitu integrasi sains dan Islam yang memadukan kurikulum perguruan tinggi dan tradisi pesantren, beliau juga menyampaikan terimakasih kepada perangkat desa dan masyarakat Desa Sumberngepoh karena telah menyambut kedatangan para mahasiswa dengan baik. Beliau juga berpesan kepada mahasiswa agar selalu menjaga sikap dan perilaku selama berada di Desa Sumberngepoh.
“Jika mereka bermalas-malasan dan tidak menghidupkan masjid dan mushola, bisa ditegur langsung atau dilaporkan pada saya” ujar Bapak Hasyim kepada masyarakat Desa Sumberngepoh yang hadir dalam pembukaan KKM.
Sementara itu, Bapak Sutirsak selaku kepala desa memberikan sambutan dengan memaparkan kondisi Desa Sumberngepoh, terkait UMKM, pengelolaan sampah, dan keadaan Pendidikan di desa tersebut. Acara pembukaan KKM ditutup dengan melakukan penyerahan mahasiswa anggota KKM kepada desa dan dipasangkan ID Card oleh Bapak Sutirsak, sebagai bentuk simbolis.(*)
HUMAS-Salah satu poin penting dalam menjalankan fungsi Tridharma Perguruan Tinggi oleh dosen adalah melaksanakan penelitian dan mempublikasikan hasil penelitian berupa artikel di jurnal nasional maupun internasional. Publikasi dosen merupakan salah satu indikator utama dalam meningkatkan kinerja jurusan, fakultas dan perguruan tinggi untuk menggapai internasional reputasi (QS WUR). Demikian diungkapkan oleh Prof.Dr Achmad Sani Supriyanto, SE, M.Si, Guru Besar Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sebagai nara sumber kegiatan “Peningkatan Kompetensi Dosen Pemula (PKPD)”, yaitu pelatihan untuk membekali bagi para dosen muda di PTKIN untuk meningkatkan skill dan kompetensi pengajaran, termasuk publikasi ilmiah. Kegiatan ini dilaksanakan di Ascent Premiere Hotel and Convention, Malang.Rabu(21/12)
Menurut Prof Sani begitu sapaan akrabnya ini bahwa sebagai seorang dosen akan dituntut untuk mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas penelitian termasuk artikel yang dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional, baik secara individual, kolaborasi dengan kolega, mahasiswa, maupun dengan peneliti dari berbagai negara. Hal ini penting agar portofolio rekam jejak sebagai dosen dan peneliti akan selalu tercatat dan dapat dilihat di berbagai platfom digital, seperti Goggle Scholar, Scopus, Publon, Reseachgate dan lainnya.
Semakin banyak hasil publikasi maka akan berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan meningkatkan reputasi serta eksistensi peneliti, yang pada ujungnya akan berkontribusi dalam mempercepat raihan internasional reputasi university.
Lanjut, masih kata Prof. Sani bahwa aktivitas meneliti, menulis artikel sekaligus mempublikasikan di jurnal sebenarnya bukan hal yang sulit, tetapi juga tidak mudah. Perlu kehati-hatian untuk memastikan bahwa artikelnya tidak di-reject/ditolak. "Pastikan bahwa artikel nya sudah memenuhi persyaratan kaidah ilmiah, minimal telah memenuhi kaidah IMRaD (introduction, method, result, dan discussion). Pilih jurnal yang sesuai keilmuan atau scoupe jurnal, jangan yang multidisiplin. Termasuk sesuaikan gaya selingkung, table serta daftar pustaka!," jelasnya. Kemudian periksa jurnal yang akan dituju, melalui laman Scimago Journal Rangkin (SJR) serta ID Scopus, apakah benar-benar bereputasi, hindari jurnal predator, apalagi discountinued, karena tidak bisa dipakai untuk syarat khusus kepangkatan.
"Jangan salah pilih jurnal, karena kalau artikel tersebut sudah di publikasikan, maka akan sangat sulit di tarik kembali. Karena itu dipastikan artikel yang ditulis sangat bagus, menarik dan menggandung novelty, maka pilih jurnal yang bereputasi termasuk juga publisher nya," imbau Prof Sani.
Perlu diketahui kegiatan PKDP tersebut diikuti oleh 120 dosen pemula dari berbagai perguruan tinggi keagamaan se-Jawa Timur seperti UIN Tulungagung, IAIN Kediri, IAIN Ponorogo, dan ada PTKI lainnya dari Bali.(san22/ptt)
HUMAS-Bagi sebagian dosen ataupun peneliti, menentukan judul artikel terkadang masih menjadi sesuatu yang tidak mudah. Hal tersebut sebenarnya bukan karena soal dosen atau peneliti tidak paham terhadap apa yang telah mereka tulis dalam artikelnya namun lebih dari itu sebagian dari dosen atau peneliti kurang mempelajari kaidah- kaidah penulisan judul artikel. Padahal sebenarnya hal itu sederhana dan tidaklah sulit. Kali ini Ketua Rumah Jurnal UIN Maliki Malang, Dr. Hj. Rohmani Nur Indah, M.Pd berbagi tips yang berisi kaidah-kaidah dalam penulisan judul artikel. Hal itu, Bu Indah sapaan akrabnya ini sampaikan ketika menjadi pemateri pada hari ketiga PKDP tahun 2022 di Ballroom Hotel Ascent Premiere Kota Malang.Rabu(21/12)
Kaidah-kaidah penulisan jurnal menurut pemaparan dari Bu Indah adalah sebagai berikut: Pertama, judul karya ilmiah adalah pernyataan sederhana tentang isi karya ilmiah. Kedua, judul mengidentifikasikan isi karya ilmiah dengan jelas, dan tepat serta dapat membuat pembaca mendapatkan gagasan mencari karya ilmiah yang pernah dibaca tetapi masih berkaitan.
Ketiga, judul itu semacam promosi untuk karya ilmiah sehingga mesti spesifik. Keempat adalah hindari penggunaan kata-kata seperti berikut: "Studi tentang tentang..", "Investigasi", "Pengamatan pada",...dll. Terakhir, tidak mempergunakan singkatan dan jargon-jargon.
"Itulah kaidah-kaidah sederhana dalam rangka menentukan judul artikel, selamat mencoba dan dipraktikkan, "jelasnya.(ptt)
HUMAS-Pembukaan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) kelompok 187 & 188 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang berlangsung siang ini di Balai Desa Palaan, Rabu (21/12).
Pembukaan KKM di kampung Nanas ini dihadiri oleh Kepala Desa, Bapak Subronto beserta segenap jajarannya, dan juga dosen pembimbing lapangan, Ibu Halimatus Sa’diyah, M.Pd. Warga desa menyambut hangat kedatangan mahasiswa dari UIN Maliki Malang dan berharap bahwa mahasiswa KKM nantinya juga dapat memberikan kontribusi positif kedepannya.
Acara pembukaan kelompok KKM 187 & 188 dibuka secara resmi oleh Kepala Desa dengan pemotongan nasi tumpeng. Kuliah Kerja Mahasiswa tak akan berjalan lancar jika pihak desa kurang dalam merespons mahasiswa, seperti yang dikatakan Dewa, ketua KKM 187.
"Kerjasama antar semua pihak dalam hal ini sangat kami harapkan, sehingga program-program kami nanti dapat berjalan dengan baik dan maksimal karena kami tak akan pernah berarti tanpa peran serta bapak ibu perangkat desa dan masyarakat sekalian" jelasnya.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan mahasiswa KKM oleh Ibu Halimatus Sa'diyah, M.Pd kepada perangkat desa dengan harapan mahasiswanya dapat dibimbing sehingga tema "Membangun Desa Berkelanjutan" dapat terlaksana dengan baik. (as/sm)
HUMAS-"Manajemen Risiko yang baik adalah yang tidak hanya didokumentasikan dan dipublikasikan tetapi juga harus diimplementasikan".Begitu singkat, jelas tetapi juga berbobot. Itulah prakata yang disampaikan oleh Mariana Puspa Dewi, SE, M.I.Kom.,CRA.,CRP saat menjadi pemateri pada kegiatan penguatan implementasi manajemen risiko di Universitas Islam Negeri Maulana Maliki Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang). Acara yang terselenggara melalui Unit Satuan Pengawasan Internal(SPI) UIN Maliki Malang itu berpusat di Aula Lt. 5,Gedung Rektorat, DR. (HC) Ir. Soekarno.
Pada kesempatan itu, Ibu Mariana begitu sapaan akrabnya ini memaparkan secara urut dan detail terkait apa pun itu menejemen risiko. Sebelum masuk pada paparan materi yang lebih jauh dan mendalam maka disinggung sejenak terkait pentingnya penguatan menejemen risiko. Dijelaskannya bahwa menejemen risiko itu penting bagi siapa pun baik bagi lembaga atau instansi hingga masyarakat. Berikut adalah beberapa hal yang membuat menejemen risiko itu penting yakni: sebagai mediasi untuk pengambilan kebijakan yang efektif, standarisasi yang tinggi dalam layanan pelanggan, peningkatan kapasitas organisasi, peningkatan moral instansi, meningkatkan efektivitas pelaksanaan program dan mensupport transparansi. Sedangkan pentingnya bagi masyarakat antara lain: sebagai alat kontrol terhadap perubahan lingkungan yang tidak disangka, bagian dari syarat investor dan regulator serta menjadi bagian komponen dari tuntutan masyarakat untuk meningkatkan good governance.
Hal tersebut ternyata tidak jauh berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Wakil Rektor (WR I) bidang Akademik UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M. Ag bahwa manajemen risiko merupakan hal penting bagi sebuah lembaga. Apalagi lembaga pendidikan tinggi seperti UIN Maliki Malang yang sedang menuju visi besarnya yakni menjadi kampus unggul bereputasi internasional. "Semua apa yang ada di sekitar kita sesungguhnya memiliki risiko. Namun demikian tidak perlu ditakuti tetapi sebaliknya harus dikenali, dipantau, ditangani dan akhirnya bisa diminimalisir atas risiko yang ditimbulkannya, "jelasnya. Sehingga melalui agenda penguatan menejemen risiko tersebut diharapkan mampu membangun komitmen tinggi, dengan bersama-sama memahami adanya risiko di segala lini mulai dari aspek anggaran, sumber daya manusia(SDM), sarana dan prasarana(sarpras) hingga di bagian akademik.(ptt)
HUMAS–Semarakkan peringatan hari bahasa Arab sedunia, Pascasarjana UIN Malang gelar konferensi internasional di bawah naungan tiga program studi Bahasa Arab, yaitu Doktor Pendidikan Bahasa Arab, Magister Bahasa dan Sastra Arab, dan Magister Pendidikan Bahasa Arab. Konferensi ini merupakan akronim dari “MAYADA” yang gabungan dari kalimat “Al-Multaqa al-‘Ilmi al-‘alami li al-Dirasat al-‘Arabiyah”.Kegiatan tersebut diselenggarakan selama dua hari pada, Rabu-Kamis (14-15/12) secara virtual melalui zoom dan channel youtube Mayada UIN Malang.
Konferensi perdana ini mengusung tema “Bahasa Arab: Tantangan dan Masa Depannya”. Sebanyak 412 peserta dan 80 presenter dari 22 negara turut berpartasipasi dalam konferensi ini. Hadir diantaranya dari Brunei Darussalam, Yaman, Sudan, Malaysia, Oman, Nigeria, Mesir, Senegala, Iraq, Arab Saudi, Maroko, Serbia, Libanon, Yordania, Tunisia, Algeria, Pakistan, Kenya, Libya, Mauritania, Kamerun dan Turki.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Wakil Direktur Pascasarjana UIN Malang, Drs. Basri, M.A., Ph.D., yang dilanjutkan dengan sesi utama di hari pertama. Pemutaran video profil UIN Maualana Malik Ibrahim Malang menjadi pembuka dalam kegiatan ini. Ketua panitia, Indra Kurniawan, mahasiswa Doktor Pendidikan Bahasa Arab menyampaikan berbagai poin penting terkait tujuan acara dan harapan kedepannya dilaksanakan konferensi ilmiah internasional tersebut.
“Terdapat tiga poin penting yang mengisyaratkan antusiasme peserta dan presenter kegiatan ini, yaitu: pertama, tema yang diusung sangat menarik, relevan dan kontekstual. Kedua, hal ini menjadi menjadi isyarat bahwa bahasa Arab tetap eksis dan senantiasa memberi kontribusi besar dalam diskursus internasional serta bangunan peradaban umat manusia. Ketiga, semangat serta upaya yang sungguh dari panitia, dalam hal ini para mahasiswa Pascasarjana, yang dibimbing dan dan secara terus menerus disupervisi oleh ketua dan sekretaris prodi demi sukses dan semaraknya acara ini” jelasnya.
Selanjutnya penyampaian materi dari para narasumber yang terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dipandu langsung oleh Sekretaris Prodi Magister Bahasa dan Sastra Arab, Dr. Laily Fitriani, M.Pd., meliputi narasumber dengan materi sebagai berikut:
Ketua Prodi MBSA Pascasarjana UIN Malang, Prof. Dr. H. Wildana Wargadinata, Lc., M.Ag., tentang Mustaqbal al-Dirasat al-Lughawiyah wa al-Adabiyah fi al-Jami’at al-Indunisia.
Prof. Dr. Mauhammad Majid Ad-Dakhil dari Al-Balqa Applied University, Yordania, Krisis Kritik Arab Kontemporer.
Prof. Dr. Faisol Mahmud Adam Ibrahim dari Universitas Al-Qur’an Al-Karim dan Ilmu-Ilmu Islam, Sudan, tentang Bahasa Arab Menjadi Media Pengembangan Budaya Keislaman. Pada penjelasannya, beliau menyampaikan bahwasannya bahasa dan budaya tentu saling berkaitan.
Sesi kedua dipandu oleh Sekretaris Prodi Magister Pendidikan Bahasa Arab, Dr. H. R. Taufiqurrohman, M.Pd., dengan narasumber dan materi sebagai berikut:
Prof. Dr. H. Uril Bahruddin, M.A (dosen UIN Malang), tentang Tantangan Pengajaran Bahasa Arab di Era Digital.
Dr. Ibrahim Manshur dari Aljazeera Media Institute, Qatar, tentang Peran Jazirah dalam Menyebarkan Bahasa.
Dr. Nahlah Ibrahim Eljack Ibrahim dari Universitas Minnesota, Amerika, tentang menulis Bahasa Arab di Jejaring Sosial Antara Dialek Sehari-hari dan Bahasa Asing.
Suasana diskusi berlangsung aktif pada sesi diskusi melalui tujuh room paralel membahas isu-isu bahasa Arab di tengah-tengah perkembangan teknologi informasi. Harapannya, konferensi dapat berlangsung setiap tahunnya dan bisa melakukan kolaborasi penelitian di bidang akademik.Kegiatan MAYADA berlangsung sangat lancar dan khidmat menjadi nilai plus atas terselenggaranya kegiatan internasional yang kerap dilaksanakan UIN Malang di tahun 2022 ini. (Fir/Iwa/Fer)
HUMAS–Wujudkan universitas unggul bereputasi internasional,UIN Maulana Malik Ibrahim Malang gelar Penguatan Implementasi Manejemen Resiko, di gedung Ir. Soekarno tepatnya Rektorat lantai lima, Rabu (21/12). Kegiatan ini dihadiri oleh Dekan Fakultas, Kepala Program Studi, Sekretaris Program Studi dan Dosen dari program Sarjana juga Pascasarjana UIN Malang.
Diselenggarakannya kegiatan ini sebagai bentuk mewujudkan bisnis perguruan tinggi, yakni mencetak mahasiswa bersendikan Islam, sesuai dengan identitas kampus UIN Malang sekaligus mendorong setiap program studi terakreditasi unggul. Hal tersebut juga sejalan dengan yang disebutkan Mariana Puspadewi, narasumber dalam acara.
Dijelaskan lebih lanjut terkait manajemen resiko, mulai dari perencanaan, penerapan, peningkatan dan pengambilan keputusan sehingga hasilkan output yang berkualitas dan kompeten.“Memahamkan tujuan dari manajemen resiko adalah bentuk realistis sebagai salah satu cara wujudkan pertahanan organisasi sehingga mampu menghasilkan mutu lembaga pendidikan yang komprehensif,” jelasnya.
Acara tersebut mendapatkan antusias tinggi dari seluruh audiens yang hadir untuk menyimak dan memahami secara prinsip manajemen resiko. Sekaligus menerapkan kerangka manajemen resiko sesuai potensi guna tingkatkan good governance dan ciptakan perubahan seiring dengan internal dan eksternal organsasi. Menariknya, kegiatan ini juga kupas tuntas tentang internalisasi capaian perubahan dalam manajemen risiko melalui penanaman sadar adanya resiko.
Sesuai dengan konteks prinsipnya, capaian manajemen risiko mengarah pada opportunity (peluang) apabila sistem terkelola dengan baik, mampu membawa kemajuan, dan struktur yang ada mampu mudahkan efektifitas lembaga. Kontradiksi dari itu perlu disadari adanya ancaman apabila tata kelola anggaran, administrasi, dan unit hanya sebagai bentuk formalitas. “Wujudkan internalisasi ini dapat dimulai dari hal terkecil yakni dari diri sendiri,” imbuh Mariana. (Wid/Fer)
HUMAS UIN MALANG-Di penghujung tahun 2022 ini, Satuan Pengawas Internal (SPI) dan Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) Universitas Islam Negeri maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan Penguatan Implementasi Manajemen Risiko dalam rangka pencapaian kampus unggul dan bereputasi internasional. Kegiatan yang diketuai oleh Muhammad In’am Esha, Kepala SPI, dijadwalkan akan berlangsung selama satu hari penuh, Rabu (21/12).
Mengawali sambutannya, In’am sapaan akrab Muhammad In’am Esha memaparkan bahwa kegiatan manajemen risiko (MR) ini dilaksanakan dipenghujung tahun menunjukkan urgensitasnya. Hal ini tidak lain karena tahun 2023, MR harus menjadi paradigma mainstream dalam pengelolaan pendidikan termasuk UIN Maliki Malang yang mendapatkan mandat dari Kemenag. “Dalam Sistem Pengendalian Instansi Pemerintah (SPIP) dan juga Maturity Rating BLU, dalam pengelolaan kampus harus menerapkan manajemen risiko,” paparnya. MR ini, kata dia, tidak boleh hanya untuk memenuhi kebutuhan administratif saja akan tetapi harus bisa menjadi budaya yang menginternal di dalam pengelolaan pendidikan di perguruan tinggi atau lembaga lainnya. “Oleh karena itu, Rektor meminta agar kegiatan MR ini bisa dilaksanakan di akhir tahun ini, dan Januari 2023 MR ini harus diterapkan,” tegasnya.
Kegiatan yang bertema “Penguatan Implementasi Manajemen Risiko dalam Rangka Pencapaian Unggul Bereputasi Internasional: Refreshment, Awarness, and Commitment” diikuti oleh pemangku kepentingan internal di semua level mulai dari kepala biro, para dekan, ketua lembaga, kepala pusat/unit, para kepala program studi, dan para ketua bagian, koordinator bidang, juga dihadiri oleh beberapa lembaga luar seperti beberapa perguruan tinggi swasta di Jawa Timur seperti Universitas Islam Malang (Unisma), Universitas Raden Rahmad (Unira), STAI Ma’had Ali al-Hikam, Kota Malang, STIE Riyadul Jannah, Pacet Mojokerto, STAI NU Karangploso, Yayasan Pendidikan Shirothul Fuqaha Kabupaten Malang, STAI al-Yasini Pasuruan, STAI Ibnu Sina Kab. Malang, dan juga dari KAP Tanaka Surabaya. “Sengaja kita mengundang beberapa lembaga luar agar kegiatan ini juga bermanfaat bagi mereka. Paradigma MR dalam pengelolaan harus menjadi perhatian kita semua.” Demikian kata Kepala SPI. Kegiatan ini diharapkan akhirnya bisa menjadi upaya peningkatan pencapaian tujuan besar kampus dalam melaksanakan core business UIN Maliki Malang yaitu memberikan layanan terbaik di bidang akademik. “Untuk itu, para pemangku jabatan di undang karena mereka menjadi pilar utama sekaligus ujung tombak layanan dalam penerapan MR ini,” terangnya. Hal senada juga disampikan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag, dalam sambutannya. Beliau kembali menguatkan bahwa semua perguruan tinggi pasti memiliki risiko yang keberadaanya harus di analisis, dinilai, dan dikendalikan serta dipantau perkembangan penanganannya. Hal ini penting disampaikan, pasalnya MR menjadi salah satu pilar penting dalam menuju kampus unggul dan bereputasi internasional. Pentingnya membangun kesadaran dan komitmen dari masing-masing pimpinan bahwa di setiap proses yang dilakukan pasti ada risikonya. “Untuk itu, risiko itu perlu dikenali dan dianalisis hingga ditemukan pola penyelesainnya dengan tepat,” ajaknya. Masih kata Wakil Rektor Bidang Akademik, MR ini sebenarnya sudah ada dalam SMM ISO 9001: 2015, yang di dalamnya ada analisis risiko. Akan tetap, perlu di-refresh untuk penyamaan persepsi dan memompa kembali semangat agar kita semua memiliki kesadaran penuh dan membangun komitmen bagi seluruh pemangku jabatan di semua level manajemen. “Manajemen risiko menjadi salah satu pilar penting untuk munuju kampus unggul bereputasi internasional,” tegasnya. Untuk itu, tambah dia, penting untuk disampikan bahwa membangun kesadaran dan komitmen dari masing-masing pimpinan memiliki kesadaran bahwa semua proses yang dilakukan pasti ada resikonya. “Untuk itu penting bagi kita semuanya khususnya para pimpinan untuk memahami manajemen resiko ini,” ajaknya. Sehingga, tambah prof. Umi, untuk menuju kampus unggul bereputasi internasional pasti ada gangguan dan tantangannya, sehingga hal ini perlu diminimalisir agar target menuju unggul bereputasi internasional bisa dicapai. “Dengan memohon ridha Allah SWT semoga kegiatan MR ini bisa berjalan lancar dan sukses. Mari kita buka kegiatan ini dengan membaca basmalah bersama,” tutupnya.
Potret foto bersama anggota kelompok KKM & perangkat Desa Langlang, Singosari
HUMAS - Kuliah Kerja Mahasiwa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2022 di Desa Langlang, Kecamatan Singosari resmi dimulai. Acara pembukaanini dihadiri oleh Bapak Yulianto selaku Kepala Desa Langlang, Muhammad Farih Lc., M.Pd.I dan Samsuddi,M.Hum selaku Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Selasa (20/12).
Acara pembukaan KKM, dimulai dengan sambutan dari Ketua Pelaksana KKM-Reguler kelompok 65 Muhammad Riyan Ahsani. Ia turut sampaikan harapan dari program pengabdian masyarakat ini kedepannya. "Semoga pengabdian ini dapat diterima dengan baik dan dapat bersinergi dengan pemerintah desa serta masyarakat Desa Langlang dalam membangun dan memajukan masyarakat, melalui program-program kerja yang telah dirancang kami,” tuturnya.
Samsuddi,M.Hum. selaku DPL menginginkan dengan adanya mahasiswa KKM ini dapat menjadi pembelajaran serta pengalaman bagi mahasiswa di lingkungan masyarakat. Selain itu, nantinya diharapkan dari program-program kerja yang sudah dirancang oleh mahasiswa dapat berdampak baik dan berkelanjutan bagi Desa Langlang.
Potret foto bersama anggota kelompok KKM & perangkat Desa Langlang, Singosari
Kepala Desa Langlang secara simbolis menerima kedatangan tim KKM ini melalui pemotongan nasi tumpeng oleh Muhammad Farih Lc., M.Pd.I selaku DPL. Dalam sambutannya, Bapak Yulianto selaku Kepala Desa menyambut baik KKM UIN Maulana Malaik Ibrahim Malang ini, setelah sebelumnya beberapa tahun tidak ada mahasiswa yang melakukan pengabdian masyarakat di lingkungan tersebut.
Tema “Membangun Desa Berkelanjutan” sesuai arahan LP2M UIN Maliki Malang, juga disusung dalam pelaksanaan kegiatan KKM di Desa Langlang, Singosari. Hal ini juga menjadi suntikan semangat mahasiswa untuk membangun masyarakat Desa lebih maju lagi, tentunya dengan kerja sama dan dukungan dari berbagai pihak. (ffj/acg)