HUMAS UIN MALANG-Rumah Moderasi Beragama Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang selama lima hari kedepan menggelar kegiatan yang bertajuk penguatan moderasi beragama bagi para dosen, Kamis (8/12).
Penguatan Moderasi Beragama itu sendiri menjadi salah satu program prioritas presiden yang tidak lain bertujuan untuk menegaskan bahwa kerukunan bukanlah hal yang bisa diwujudkan dengan cara yang mudah. Akan tetapi, harus dirumuskan melalui sebuah sosialisasi, kampanye, dan program terukur yang terstruktur, sistematis dan massif.
Untuk itu, sebanyak 40 dosen di lingkungan UIN Maliki Malang secara intensif terpilih menjadi peserta kegiatan penguatan moderasi beragama. Acara yang dihelat di Hotel Aliante Kota Malang ini dihadiri dan dibuka langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan kerjasama antar Litapdimas dengan Diktis untuk menunjuk 12 Perguruan Tinggi sebagai pelaksana teknis kegiatan tersebut. "Alhamdulillah, UIN Maliki Malang ditunjuk untuk menggelar kegiatan ini," terangnya.
Skema pelatihan penguatan moderasi beragama ini diharapkan para dosen ini bisa menjadi penggerak sekaligus pelopor moderasi beragama. " Untuk itu, saya meminta agar seluruh peserta bisa mengikuti kegiatan ini dengan semaksimal mungkin, dan jangan sampai ada peserta yang meninggalkan satu sesi pun," pintanya.
Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA juga menegaskan bahwa setidaknya ada tiga program prioritas Kementerian Agama yaitu penguatan moderasi beragama, Pengembangan program bahasa Arab dan juga LPDP. "UIN Maliki Malang diberi kepercayaan sepenuhnya untuk melaksanakan kegiatan ini dan tentunya menjadi kehormatan bagi kita semua untuk itu harus kita jaga bersama," ajaknya.
Kegiatan penguatan moderasi beragama ini, kata Prof. Zainuddin, merupakan amanah dari Kementerian Agama dan sekaligus merupakan program Pak Presiden yang masuk dalam kategori rencana pembangunan jangka menengah pemerintah (RPJMP) yaitu menyangkut revolusi mental dan moderasi beragama.
"Pemerintah melihat Indonesia banyak diisukan dengan adanya aliran yang bertujuan untuk merongrong NKRI. Maka moderasi dan revolusi mental harus diperkuat agar Negara Indonesia tetap jaya selamanya," tegasnya kepada seluruh dosen yang hadir.
HUMAS-"Mari kita besarkan organisasi kita ini, melalui jejaring komunikasi dan sosial yang sangat luar biasa. Dan itu memang pantas kita lakukan demi jua kemajuan dan perkembangan SDM". Inilah closing statemen yang disampaikan oleh Dr. Hj. Eny Retno Yaqut Cholil Qoumas, Penasihat Dharma Wanita Persatuan Kementerian Agama Republik Indonesia (DWP Kemenag RI) usai memaparkan materi webinar dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) DWP ke-23 tahun. Acara yang mengusung tema "Membangun Perempuan Cerdas Untuk Memperkuat Ketahanan Keluarga di Era Digital" ini berlangsung secara hybrid. Para pengurus dan anggota DWP Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang turut hadir secara online dengan berpusat di ruang meeting Lembaga Penjaminan Mutu(LPM) Lt. 4, Gedung Rektorat.Kamis(8/12)
Ketua DWP UIN Maliki Malang, dra. Hj. Shofiyah Zainuddin beserta para jajaran dan anggota DWP lainnya dengan berseragam resmi DWP (warna salem), menyimak dan mendengarkan dengan seksama penjelasan dari pemateri khususnya dari Penasihat DWP Kemenag.
Pada penjelasan sebelumnya oleh Ketua Umum DWP, Erni Guntarti Tjahyo Kumolo yang menyampaikan bahwa HUT DWP kali ini sengaja memilih tema tersebut dengan tujuan untuk meningkatkan pemberdayaan perekonomian perempuan dan memastikan program-program kerja DWP ke depan senantiasa berorientasi untuk mewujudkan kesejahteraan anggota keluarga dan masyarakat, melalui bidang pendidikan, ekonomi dan sosial budaya.
Semantara itu, Penasehat DWP Kemenag RI, Eny Yaqut Kholil Qoumas dalam sambutannya mengajak para dharmawanita persatuan untuk memberdayakan diri sebagai perempuan, memanfaatkan organisasi DWP dengan kegiatan yang menambah ilmu, menambah wawasan dan memperdalam Iman dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Dalam kesempatan itu, beliau mengajak peserta kegiatan untuk lebih mengenal lebih dekat organisasi DWP Kemenag RI. Lebih detail beliau pun juga menjelaskan tentang tugas dan tujuan DWP. “Organisasi Dharma wanita ini merupakan suatu organisasi kemasyarakatan non partisipan yang bebas dari berbagai pengaruh dan intervensi apapun,” jelasnya.
Kemudian, Ny. Eny Yaqut sapaan akrabnya ini mengimbau agar DWP bisa berkoordinasi dengan instansi di lingkungannya, untuk bisa saling mendukung dan bekerjasama. Lalu, Penasihat DWP ini juga menerangkan siapa saja yang menjadi anggota DWP. Mulai dari istri Aparatur Sipil Negara, istri TNI-POLRI, istri pensiunan dan janda ASN. Sedangkan anggota luar biasa terdiri dari istri menteri dan pejabat negara lainnya, ASN dan pensiunan ASN perempuan. Di pengujung sesi, Penasihat DWP Kemenag RI menjelaskan perihal organisasi yang sehat.(ptt)
HUMAS-Tepat di Hari Ulang Tahun ke-23, Dharma Wanita Persatuan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (DWP UIN Maliki Malang) gelar seminar kesehatan. Agenda yang mengusung tema "Sadari Kenali Gejala Kanker dan Miom" ini bertempat di Home Theatre, Lt. 3, Gedung Usman Mansoer Fakultas Humaniora.(7/12)
Dalam sambutannya, ketua DWP UIN Maliki Malang, dra. Shofiyah Zainuddin mengungkap rasa syukur atas usia dari organisasi yang beranggotakan para istri pegawai negeri sipil(PNS) saat ini telah menginjak 23 tahun. Oleh karena itu, Bu Shofi begitu sapaan akrabnya ini menghimbau dan mengajak para pengurus dan seluruh anggota DWP UIN Maliki Malang untuk terus meningkatkan peran dari DWP itu sendiri. "Mari ibu-ibu semua keluarga besar DWP UIN Maliki Malang lebih aktif, semangat dan komitmen serta kompak dalam menjalankan segala agenda yang telah menjadi program prioritas DWP!, "terangnya. Terutama, ditekankan pada keikutsertaan para anggota dari setiap fakultas, diharapkan mulai saat ini untuk lebih aktif dan segera bergabung bersama DWP pusat kampus UIN Maliki Malang.
Kemudian, menyinggung soal agenda dalam memperingati HUT yang ke-23 tahun ini maka DWP UIN Maliki Malang menyelenggarakan seminar kesehatan tentang kanker dan Miom. Menurut Ketua DWP UIN Maliki Malang tujuannya tidak lain yakni memberikan wawasan dan pengetahuan yang lebih mendalam terkait segala hal tentang apa itu kanker dan miom, bagaimana gejalanya, ciri-cirinya, dan lain-lainnya. Sehingga nanti diharapkan bisa mendeteksi sedini mungkin dan melakukan usaha preventif terhadap penyakit kanker dan miom.
Sementara itu, sesaat sebelum membuka secara resmi acara seminarnya disampaikan oleh Wakil Rektor (WR II) bidang Administrasi Umum Perencanaan dan Keuangan(AUPK) UIN Maliki Malang, Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si bahwa digelarnya seminar kesehatan di peringatan HUT DWP kali ini sangat tepat. Dimana memang sosialisasi tentang kanker dan miom sangat dibutuhkan oleh siapa pun terutama para kaum hawa atau wanita. Sehingga diharapkan nanti adanya seminar tersebut mampu memberikan banyak manfaat terutama untuk mendukung dan membudayakan hidup bersih dan menerapkan gaya hidup sehat.
Sedangkan untuk inti acaranya, seminar kesehatan tersebut diisi oleh Lusi Anggi Pratiwi, STr., Keb. Berdurasi kurang lebih 60 menit, acara seminar dibagi menjadi dua sesi, yakni sesi pemaparan materi dan kedua adalah sesi tanya jawab. Acara pun berjalan lancar, para peserta penuh antusias dan bersemangat dalam berdiskusi atau tanya jawab.(ptt)
HUMAS UIN MALANG - Menjelang penutupan workshop pengisian QS WUR dan QS Star di ruang meeting hotel Aston Batu para tim QS WUR Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang masih terus berupaya memenuhi isian standarisasinya. Berdasarkan laporan panitia, tim QS WUR UIN Maliki Malang masih menyelesaikan 119 item dari total 400 item, Rabu (7/12).
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maliki Malang Dr. H. Helmi syaifuddin, M.Fil.I yakin UIN Malang bisa memenuhi 400 isian standarisasi di QS WUR dan semoga bulan Februari 2023 UIN Maliki Malang sudah bisa submit di QS WUR. "Untuk itu saya minta agar semua peserta workshop bisa menginput semua data yang relevan untuk memenuhi semua itemnya," pintanya.
Kampus ini, kata dia, tentu tidak ingin kehilangan momen ini, untuk itu tim QS WUR dan QS Star UIN Maliki Malang harus terus berupaya melengkapinya data tersebut agar Februari bisa submit.
Khusus untuk QS Star, proses submit nya tidak gratis dan tentunya dibutuhkan anggaran yang cukup. "insyaAllah tahun 2023 akan kembali direncanakan dan diusulkan anggarannya agar bisa mengakomodir segala kebutuhannya," terangnya.
QS WUR dan QS Star ini tidak lain agar calon mahasiswa UIN Maliki Malang dari segala penjuru dunia bisa mengetahui bahwa kampus UIN Maliki Malang ini rating dan pelayanan kualitas akademik dan lulusannya seperti apa. "Ini semua untuk mengikuti perkembangan perguruan tinggi di tingkat dunia," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Senat UIN Maliki Malang Prof. Dr. Muhtadi Ridwan, M. Ag juga turut hadir dalam momen penutupan workshop kali ini, dalam sambutannya menilai bahwa QS WUR ini sama saja dengan proses pengajuan borang di BAN-PT, setidaknya ada dua hal utama yang hendak dicapai oleh kampus yang berlogo ulul albab ini, yaitu kampus berbadan hukum atau PTN BH dan juga rekognisi atau pengakuan di taraf internasional.
Prof. Muhtadi menjelaskan bahwa pekerjaan yang dilakukan ini salah satu upaya untuk menuju rekognisi atau pengakuan dunia dan UIN Maliki Malang harus mengejar standart itu agar bisa diakui secara internasional. "Meski hal ini tidak mudah, namun saya yakin dengan semangat yang kuat dan terus bergerak maju UIN Malang bisa memenuhi standart yang ditetapkan oleh QS WUR," tegasnya penuh yakin
HUMAS–Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Radio Simfoni FM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses gelar siaran radio 24 jam non-stop pada, Ahad (4/12) sejak pukul 07.00 WIB hingga Senin (5/12) pukul 07.00 WIB. Kegiatan ini adalah rangkaian 24th Anniversary of Simfoni FM Malang yang bertemakan Oh! It`s 90`S Again!, sesuai dengan berdirinya Simfoni FM pada 5 Desember 1998 silam.
Sesuai dengan tema yang diusung dalam acara 24th Anniversary of Simfoni FM Malang, pelaksanaan siaran 24 jam non-stop dirancang penuh untuk flashback di era 90-an melalui pemutaran lagu-lagu karya Backstreetboys, Potret, Dewa 19, Jackson 5, Spice Girls, dan Sheila on 7.
Pada kegiatan siaran 24 jam non-stop HUT Simfoni FM, Manager Off Air Simfoni FM Malang, Andra, dinobatkan sebagai penyiar utama bersama 13 penyiar lain sebagai partner siarnya. Rangkaian HUT Simfoni FM dalam siaran non-stop juga mengudara dengan program-program menariknya seperti Simfoni Soccer, Fresh Sunday, Mizan, dan masih banyak lagi. Dirancangnya program siaran 24 jam, diharapkan mampu mengajak pendengar para Sobat Simfoni untuk menikmati euforia HUT Simfoni ke-24 dan terus dapat menikmati lagu-lagu lawas 90-an. Sekaligus dapat menjadi sebuah inspirasi nyata bagi seluruh radio kampus di Indonesia yang ingin melakukan kegiatan siaran 24 jam tanpa henti.(Iwa/Fer)
HUMAS–UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, sukses gelar Rapat Terbuka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode V di lapangan utama kampus UIN Malang, Sabtu (03/12). Sebanyak 800 wisudawan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi sorotan pada acara Rapat Terbuka Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode V yang dihadiri oleh Rektor beserta jajarannya dan para tamu undangan di lapangan utama kampus UIN Malang pada Sabtu (3/12).
Wisuda periode lima ini tercatat adanya peningkatan peraihcumlaudesebanyak 2,4% dibandingkan periode sebelumnya. Terhitung 76.50% wisudawan atau sebanyak 599 mendapat predikat tersebut. Tak hanya meningkat dalam hal capaian nilai, presentase lulus tepat waktu juga meningkat sebanyak 5% dari periode sebelumnya. Hal itu diungkapkan olehWakil Rektor I Bidang Akademik,Prof. DR. Umi Sumbulah,M.Ag.
Beberapa wisudawan dari Program Sarjana danPascasarjana berhasil menembus prestasi nasional. Wisudawati Farah Anjanilah, mahasiswi S1 Sastra Inggris meraih penghargaan Skripsi Terbaik Tingkat Nasional, Lil Hanifah mahasiswi Program Pasca Sarjana Biologi raih Predikat Tesis Terbaik. Tak hanya pencapaian mahasiswa, namun pencapaian tiga riset terbaik dosen berhasil didapatkan oleh Direktur Pascasarjana, Prof. Dr. Wahid Murni dalam kategori Sosial Hamaniora.
Peraihkategori wisudawan terbaik wisuda periode V mahasiswa dari program studi Pendidikan Bahasa Arab, Tibiyana Assegaf, juga mengungkapkan kegembiraan dan rasa syukur. “Kebanggaan tersendiri bagi kami para wisudawan, telah mendapatkan kesempatan belajar di UIN Malang, dan berhasil meraih prestasi serta menggapai kesuksesan,” ungkapnya dalam sambutan.
Kategori wisudawan terbaik adalah salah satu nilai unggul untuk menerapkan ilmu dan akhlak sebagai pola kekuatan pendidikan guna meningkatkan moralitas bangsa yang berperan serta dalam pendidikan karakter budaya sekaligus penambah relasi juga menjaga toleran melalui sikap akomodatif sebagai bentuk moderasi agama.Hal tersebut sesuai dengan visi misi kampus UIN Malang dalam perkembangannya menuju kampus internasional. Begitu pula yang disampaikan Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Zainuddin MA. (Iwa/Fer)
HUMAS UIN MALANG-Memasuki hari kedua Workshop Pengisian Formulir QS WUR dan QS Star di Hotel Aston Batu seluruh peserta mulai fokus mengisi daftar akademisi dan pemberi kerja (mitra atau perusahaan yang sudah bekerja sama dengan UIN Maliki Malang, red), Selasa (6/12).
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maliki Malang Dr. H. Helmi Syaifuddin, M.Fil.I menjelaskan bahwa di hari kedua ini seluruh peserta mulai fokus merekapitulasi dan memasukkan semua data ke dalam QS WUR, baik itu berupa data dalam bentuk seminar nasional hingga internasional, kolaborasi penelitian, maupun visiting profesor yang telah dilaksanakan oleh fakultas maupun Program Pascasarjana.
QS WUR memiliki ketentuan aturan akademisi dan pemberi kerja yang masing-masing ada 400 item. Di sektor akademisi para pimpinan dari masing-masing fakultas harus menginput para alumninya khususnya bagi mereka yang berasal dari luar negeri, hal ini untuk pemetaan saat QS WUR melakukan surve secara independen di lapangan sesuai dengan data yang telah diajukan ke QS WUR. "Sebaran mahasiswa asing ini untuk memastikan bahwa mereka betul-betul merekomendasikan almamaternya di kancah internasional," paparnya.
Setidaknya, tambah dia, para alumni luar negeri UIN Maliki Malang betul-betul menjadi kampus yang direkomendasikan bagi calon mahasiswa baru baik sekala lokal maupun internasional yang hendak kuliah.
Selain itu, perusahaan yang bermitra dengan UIN Maliki Malang atau yang disebut sebagai pemberi kerja para pimpinan atau top leadernya bisa melaporkan bahwa perusahaannya menerap tenaga ahli dari lulusan UIN Maliki Malang. "Dalam hal ini, bisa jadi pemberi kerja mempekerjakan lulusan UIN Maliki Malang atau hanya cukup menjalin kerjasama yang mencakup tri dharma perguruan tingginya saja," jelasnya.
Semua upaya ini, tambah dia, tidak lain agar UIN Maliki Malang bisa dikenal oleh calon akademisi internasional dan bisa mendunia. QS WUR membantu calon mahasiswa untuk memilih kampus terbaiknya. Maka perguruan yang diperingkat itu harus memiliki reputasi, sehingga bisa dijadikan pijakan calon maba. "Dan manfaat lainnya untuk ajang kompetisi menjadi perguruan tinggi terbaik dan bermutu serta berdaya saing tinggi," pungkasnya.
HUMAS UIN MALANG-Saat ini, seluruh perguruan tinggi berlomba menjadi perguruan tinggi terbaiknya dengan salah satu cara ikut mendaftarkan institusinya masuk dalam pemeringkat skala nasional maupun dunia, seperti yang dilaksanakan oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag mengundang seluruh pimpinan yang berkepentingan untuk mengikuti workshop pengisian formulir Quacquarelli Symonds World University Rankinks (QS WUR) dan yang dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari di ruang pertemuan Hotel Aston Kota Batu, Senin-Rabu (5-7/12).
Kegiatan ini dilakukan untuk mendukung pemeringkatan UIN Maliki Malang di QS WUR dan QS Star sebagai bentuk keseriusan UIN Maliki Malang menuju kampus unggul dan bereputasi internasional. Pasalnya, rencana World Class University sudah masuk dalam road map kampus ini hingga 2025 kedepan.
Prof. Umi sapaan akrab Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag dalam arahannya menegaskan bahwa, QS WUR sendiri memiliki banyak instrumen yang harus dipenuhi oleh institusi ini, setidaknya ada 400 item, itupun dari aspek akademiknya saja belum dari aspek kelulusan para alumninya juga. Akan tetapi, jika ini dilakukan secara bersama-sama insyaallah akan semakin mudah untuk diselesaikan tahapan demi tahapannya. "Tiga hari ini semua peserta workshop akan di dampingi langsung oleh Bapak Adharul Muttaqin, S.T., M.T Ketua Divisi Pemeringkatan UB Malang untuk mengisi formulir pengajuan di QS WUR," jelasnya.
Dari aspek mahasiswa asing ini juga memberikan kontribusi juga terhadap perangkingan kampus ini, dari jumlah total 539 mahasiswa asing di UIN Maliki Malang ini harus terus ditingkatkan agar sebaran mahasiswa asing di kampus ini semakin mendunia. "Alhamdulillah tahun ini ada 20 mahasiswa asing yang masuk kuliah di UIN Maliki Malang," paparnya.
Selain itu, persoalan student of change atau pertukaran pelajaran juga harus terus dilakukan agar sebaran mahasiswa bisa mencakup tidak hanya wilayah nusantara saja akan tetapi bisa sampai ke luar negeri. "Hal ini sangat penting dan sangat dibutuhkan oleh UIN Malang," bebenya.
Semoga, tambah Prof. Umi, workshop pengisian QS WUR dan QS Star ini bisa berjalan dengan baik dan sesuai harapan, sehingga UIN Maliki Malang bisa memetakan peluang serta kemampuan di sektor mana yang bisa di unggulkan, juga bisa menganalisis kelemahan dan kekurangan yang ada sehingga bisa segera dilengkapi agar proses pemeringkatan di QS WUR bisa memenuhi standarisasinya. "Insyaallah jika kita bergerak bersama kita akan bisa mencapai QS WUR ini," yakinnya.
QS WUR setiap tahun selalu melakukan evaluasi, sehingga hal ini untuk menjaga kualitas dan nilai universal yang harus ditaati oleh setiap lembaga. Melalui Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) sebagai PIC nya insyaAllah bisa mengupayakan agar UIN Maliki Malang masuk dalam pemeringkat QS WUR ini dan tentunya harus didukung sepenuhnya oleh semua pimpinan baik di tingkat rektorat, fakultas, maupun lembaga yang ada. "Semoga kegiatan yang dijadwalkan selama tiga hari ini senantiasa mendapat berkah dan ridho Allah SWT serta diberi kemudahan sehingga kegiatan ini bisa menyumbangkan salah satu tahapan menuju kampus unggul bereputasi internasional," pungkasnya.
HUMAS-Dharma Wanita Persatuan(DWP) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) selalu aktif dalam mengikuti berbagai agenda yang diselenggarakan oleh DWP Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Salah satunya kali ini, bertepatan dengan Hari Disabilitas Internasional yang jatuh tepatnya tanggal 3 Desember kemarin, maka organisasi beranggotakan istri para PNS di lingkungan UIN Maliki Malang ini ikut serta dalam agenda yang mengusung tema “Berinovasi Bangkitkan Pendidikan inklusif". Berlangsung secara during dan luring melalui aplikasi Zoom, acara yang dihadiri oleh segenap pimpinan DWP UIN Maliki Malang ini berpusat di ruang meeting rektor Lt. 1,Gedung Rektorat DR. (HC). Ir. Soekarno.Senin(5/12)
Pada kesempatan kali ini, hadir secara online atau daring para pimpinan DWP UIN Maliki Malang, yang diwakili oleh ketuanya, yakni dra. Hj. Shofiyah Zainuddin, didampingi para pejabat DWP lainnya. Lanjut, terkait acaranya sangat begitu menarik itu dikemas dalam bentuk talkshow yang diisi dengan sharing, diskusi dan tanya-jawab sehingga memberikan kesan tersendiri bagi para pengikut acaranya hingga mampu menghindarkan dari rasa jenuh ataupun ngantuk.
Apalagi acara tersebut merupakan bagian agenda besar dari Kemenag pusat, yang dibuka langsung oleh Dirjen Pendis Kemenag RI, M. Ali Ramdani lalu dihadiri Bunda Pendidikan Inklusif sekaligus Penasihat DWP Kemenag RI, Hj. Eny Retno Yaqut, Ketua Umum DWP Pusat, Franka Makarim, serta Ketua DWP Kemenag RI, Farikhah Nizar Ali beserta jajarannya.
Acara eksklusif itupun membahas tentang berbagai wacana dan gambaran mulai dari kondisi para disabilitas, pemberdayaan, pendidikan hingga interakasi masyarakat terhadap disabilitas di Indonesia. Secara silih berganti alur materi disampaikan oleh staf Khusus Presiden RI, Angkie Yudistia, seorang Social enterpreneur sekaligus Komisioner Komisi Nasional Disabilitas(KND) Republik Indonesia, yakni Fatimah Asri Mutmainah dan Direktur Program Inivasi untuk Anak Sekolah Indonesia Kemitraan Australia-Indonesia(Inovasi), Mark Heyward.
Hadir juga saat acara, para pejabat Pusat dan Dirjend Pendis Kemenag, Pokja dan Tim Ahli Pendis Inklusif serta DWP Kemenag. Selain itu juga hadir, Kanwil Kemenag DKI Jakarta, Jabar, Banten, lembaga terkait lainnya serta organisasi mitra, Kepala Madrasah Inklusi, Guru Disabilitas, para Guru pendamping khusus, serta para peserta didik di Madrasah inklusi.(ptt)