HUMAS-Kesempatan emas untuk menambah wawasan, pengetahuan dan study ke luar negeri dengan gratis pastinya menjadi sebuah impian banyak orang terutama bagi kalangan kaum akademisi, termasuk mahasiswa UIN Maliki Malang yang satu ini. Alfani Hidayat adalah mahasiswa S2 UIN Malang yang sudah merangkai prestasi sejak menempuh Strata-1 dan lulus dalam waktu singkat 3,5 tahun cumlaude. Alfani begitu sapaan akrabnya ini juga aktif dalam organisasi mahasiswa intra kampus (OMIK) dan pernah menduduki posisi Ketua bidang Keagamaan Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA). Dalam karier studinya, saat ini Alfani telah memiliki tiga buah maha karya tulis bernuansa inspiratif dan begitu memotivasi bagi para pembacanya.Jumat(15/7)
Di tengah kesibukkan belajarnya, yakni menyelesaikan tugas akhir semester tiga Program Magister Al Ahwal Al Syakhsiyyah, Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim, Alfani terpilih sebagai Pemuda Terbaik tingkat Nasional untuk mengikuti International Youth Summit 2022, yakni event Pertukaran Pemuda Internasional yang akan terselenggara pada tanggal 1 s/d 10 Agustus mendatang di Turki.
Alhasil, mahasiswa yang pernah juga menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Hukum Keluarga Islam ini telah mengalahkan pesaingnya sejumlah kurang lebih 5.000 pendaftar dan menjadi salah satu dari 20 peserta yang menerima biaya akomodasi penuh. InspiraTour International Youth Summit 2022 merupakan salah satu program dari Yayasan Duta Inspirasi Indonesia yang di dukung penuh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) yang terbuka untuk para pemuda dan pemudi di semua negara. Tujuan dari kegiatan tersebut yakni untuk meningkatkan kapasitas pemuda agar berdaya saing global.
Dijelaskan oleh Alfani bahwa proses seleksinya cukup panjang, ada tiga tahapan. Awal pendaftaran di tahap satu, yakni seleksi berkas, ada sekitar kurang lebih 5000 orang (seleksi berkas meliputi prestasi dan data tertentu yang harus dilengkapi), selanjutnya seleksi tahap dua diambil hanya 1000 peserta (tahap seleksi dengan ujian membuat Essay). Kemudian tahap ketiga disaring menjadi 100 peserta saja untuk mengikuti tes interview berbahasa Inggris(full English). Terakhir hanya 20 orang saja fully funded, yang dibiayai penuh oleh Kemenpora RI dan para sponsor.
Selama di Turki, sejumlah 50 delegasi tersebut nantinya akan melakukan berbagai kegiatan bersama, dan mengunjungi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) serta melaksanakan International Symposium di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).Tak hanya itu, para peserta juga akan mengunjungi dua universitas yakni Ankara University dan Istanbul Univeristy untuk study exchange, serta mengunjungi tempat-tempat bersejarah di Turki seperti Haghia Sophia, Bluemosque, Topkapi Palace, dan Pamukkale.
Besar harapan dari pemuda yang hobi menulis ini, adanya pengalaman pergi ke Turki nantinya bisa lebih menggugah semangatnya belajar, belajar dan belajar khususnya studi lintas negara dan membagikan pengalamannya tersebut kepada para pemuda-pemudi lainnya terutama para mahasiswa UIN Maliki Malang.(ptt)
UIN MALANG-Mengawali agenda Jumat (15/7) pagi, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. menemui 9 mahasiswa yang akan melaksanakan KKN Kolaborasi Nasional. Ia memberikan wejangan sebagai tanda resmi diberangkatkannya para mahasiswa untuk memulai kegiatan KKN. Pada kesempatan tersebut, rektor didampingi oleh Dr. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag. (Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan), Kepala LP2M (Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd.), dan Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat (Dr. Syaiful Mustofa, M.Pd., MA.). Prof. Zainuddin mengatakan, KKN merupakan salah satu dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh mahasiswa dan dosen. Ia mengingatkan, selain krusialnya agenda pengabdian masyarakat ini dalam proses studi, menjaga diri dalam pelaksanaannya pun penting. Ia berharap agar mahasiswa mampu menempatkan dirinya di tengah masyarakat. “Saat di tengah masyarakat, mahasiswa bukan cuma membawa nama dirinya, namun juga nama baik almamater,” jelasnya. Ia yakin, dimanapun kegiatan pengabdian masyarakat, mahasiswa UIN Malang bisa tampil maksimal dan berkesan. “Karena mahasiswa UIN Malang tidak hanya dibekali dengan disiplin ilmu yang dipilih, tetapi ada juga ilmu agama yang mumpuni, yang bisa dibagi ke masyarakat luas,” tutur Prof. Zainuddin.
Selepas acara, Dr. Syaiful Mustofa menjelaskan, kesembilan mahasiswa terbagi menjadi dua kelompok KKN. 2 mahasiswa mengikuti KKN Moderasi Beragama ke Papua, sementara 7 lainnya mengikuti KKN Persemakmuran ex-IAIN Sunan Ampel ke Kabupaten Tulungagung. “Kedua KKN merupakan program Kementerian Agama. Mahasiswa mendaftar secara mandiri dan diseleksi langsung oleh Kemenag pusat,” jelas Kapus Pengabdian Masyarakat tersebut. Sementara itu, Prof. Agus Maimun, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat menambahkan, seluruh mahasiswa yang mengikuti KKN Persemakmuran berasal dari Fakultas Sains dan Teknologi. Sedangkan, yang berangkat ke Papua ialah mahasiswa Fakultas Humaniora dan Fakultas Psikologi. “Beberapa hari lagi, kita juga akan melepas mahasiswa yang akan mengikuti program KKN Nusantara ke Maluku Utara,” lanjutnya Acara pelepasan sembilan mahasiswa yang juga peserta KKN Kolaborasi Nasional tersebut dilaksanakan di Gedung Rektorat lt. 1. Secara simbolis, rektor memberikan seragam berupa jaket kepada mahasiswa sebagai identitas perwakilan kampus. (nd)
UIN MALANG-Sebagai pakar yang sering memberi arahan dan masukan kepada para pengelola jurnal, Prof. Dr. Istadi, ST., MT. tegas mengatakan agar tidak ragu mengajukan jurnal untuk terindeksasi Scopus. Utamanya, jika jurnal sudah siap dari segala aspek, termasuk bobot tulisan dan daftar editorial team yang mumpuni. Hal ini ia sampaikan dalam sesi pertama Workshop Pendampingan Percepatan Indeksasi Scopus yang digagas Pusat Publikasi Ilmiah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kamis (14/7). Prof. Istadi juga menegaskan pentingnya clarity of abstract. Menurutnya, sebelum membedah konten artikel secara mendalam, tim Scopus akan mengadakan scanning terlebih dahulu. “Selain judul, abstrak adalah yang muncul paling awal ketika diklik judul artikelnya di OJS (Open Journal System),” jelasnya. Ia menambahkan, aspek ini berkaitan dengan tata bahasa yang dipakai. Dalam hal ini, karena abstrak berbahasa Inggris, maka kaidah grammar-nya harus benar. “Itu absolut!” ia menekankan. Dalam kesempatan yang sama, delapan pengelola jurnal secara bergiliran mempresentasikan kondisi jurnalnya. Tak hanya menyampaikan sisi plus, tim jurnal juga meminta saran pada Prof. Istadi terkait hal-hal yang belum diketahui. Pasca presentasi, Prof. Istadi pun memberikan berbagai masukan. “Saya harap di pertemuan selanjutnya, Bapak dan Ibu dapat menunjukkan hasil perbaikan sesuai saran,” tutur Guru Besar dari Universitas Diponegoro, Semarang itu. Kedelapan jurnal yang diundang dalam workshop tersebut ialah Jurnal El-Harakah, Jurnal Ulul Albab, Jurnal LiNGUA, Jurnal CAUCHY, Jurnal Jurisdictie, Jurnal De Jure, Jurnal MEC-J, dan Ijaz Araby. (nd)
UIN MALANG-Pusat Publikasi Ilmiah (PPI) memulai proyek internasionalisasi jurnal-jurnal ilmiah di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Tujuannya agar ada lagi jurnal ilmiah selain Journal of Islamic Architecture yang terlebih dahulu terindeks Scopus pada 2021. Salah satu assessor jurnal ilmiah di Indonesia, Prof. Dr. Istadi, MT. dihadirkan pada Workshop Pendampingan Percepatan Indeksasi Scopus. Kegiatan yang dihelat di Ruang Meeting Gedung Rektorat lt. 3 ini ialah pembuka dari rangkaian workshop dengan tema sama, Kamis (14/7). Ketua PPI, M. Anwar Firdausy menerangkan, Workshop Pendampingan Percepatan Indeksasi Scopus akan dilaksanakan dalam tiga sesi. Sesi pertama diisi narasumber dengan sharing informasi mengenai apa saja yang harus dipersiapkan oleh pengelola jurnal sebelum mengajukan indeksasi ke Scopus. “Sesi kedua dan ketiga akan dilakukan Agustus mendatang sebelum diputuskan mana saja jurnal yang benar-benar siap diajukan,” jelasnya. Sementara itu, Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat, Prof. Dr. Agus Maimun, M.Pd. optimis bahwa jurnal yang diundang siap dan layak menuju indeksasi Scopus. “Jika ditolak, setidaknya kita pernah mencoba dan tahu apa yang harus diperbaiki jika ingin mengajukan lagi,” paparnya. Untuk acara ini, PPI mengundang para pengelola jurnal ilmiah yang dipandang layak untuk pengajuan indeksasi Scopus. Total 16 pengelola dari 8 (delapan) jurnal UIN Malang yang sudah tersertifikasi di level nasional (Sinta) hadir dalam workshop tersebut. Kedelapan jurnal yang diundang dalam workshop tersebut ialah Jurnal El-Harakah, Jurnal Ulul Albab, Jurnal LiNGUA, Jurnal CAUCHY, Jurnal Jurisdictie, Jurnal De Jure, Jurnal MEC-J, dan Ijaz Araby. (nd)
HUMAS-Dalam rangka penerapan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka(MBKM), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menyelenggarakan workshop. Acara yang yang mengusung tema Pengembangan Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) ini berlangsung selama dua hari, Kamis-Jumat(14-15/7). Tidak hanya berfokus pada agenda workshopnya namun juga ada prosesi launching program MBKM tersebut. Acara bertempat di Aula, Lt. 5, Gedung Rektorat Dr. (HC) Ir. Soekarno.Kamis(14/7)
Dalam agenda ini, diisi oleh dua orang narasumber yakni Prof. Dr. Suyono, M.Pd dari Universitas Negeri Malang(UM) dan Dr. Ahmad Yani, M. Pd dari Universitas Pendidikan Indonesia(UPI). Wakil Rektor bidang Akademik UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag dalam sambutannya menyampaikan terkait materi workshop yang dibahas adalah kurikulum program MBKM dan implementasi program tersebut. "Pada kesempatan ini, kita akan bahas dan pahami bersama secara detail tentang segala hal terkait kurikulum MBKM dan juga kita pelajari implementasi dari MBKM itu", terangnya.
Sesuai dengan apa yang diagendakan pada hari ini di sela acara workshop dilaunchingnya program MBKM oleh Plh. Dirjend Pendis, Prof. Dr. Suyitno, M. Ag. Sebelum secara resmi melaunching program MBKM tersebut, dalam arahannya Prof. Suyitno memberikan apresiasi kepada UIN Maliki Malang. "Saya berikan apresiasi tinggi kepada UIN Maliki Malang karena menjalankan MBKM itu problemnya banyak. Jadi pada prosesnya program MBKM itu tidak mungkin sendiri, semua komponen akademik yang ada pada suatu lembaga pendidikan tinggi harus bersinergi dan berkolaborasi," tegasnya.
Prof. Suyitno, sapaan akrabnya ini pun menambahkan bahwa gambaran profil ilmuwan ke depan bukanlah mereka yang bergerak sendiri dengan karakter individualisme melainkan ilmuwan yang berjiwa integrarif dan siap berkolaborasi dengan ilmuwan yang lain. "Melalui MBKM inilah sebagai mediasi tempat kembalinya hakikat dari keilmuan karena suatu ilmu itu pastinya berhubungan dengan ilmu-ilmu di bidang yang lainnya. Sehingga suatu ilmu itu kembali pada dasarnya dengan bersifat integratif", ucapnya.
Mengakhiri sambutannya, Prof. Suyitno mengucapkan selamat kepada UIN Maliki sekaligus melaunching secara resmi program MBKM dengan disaksikan langsung oleh para hadirin di tempat. "Semoga UIN Maliki Malang selalu menjadi terdepan, sebagai pelopor perkembangan dan kemajuan PTKIN serta Unggul Unggul dan Unggul, " pungkasnya.(ptt)
HUMAS-Siang ini, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang kedatangan tamu istimewa Plh. Dirjend. Pendis, Prof. Suyitno, M.Ag. Kehadirannya kali ini didapuk meresmikan Program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka (MB-KM) UIN Maliki Malang. Kamis (14/7). Kehadiran Prof. Suyitno disambut hangat oleh Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA beserta para wakil rektor, kepala Biro, para dekan, direktur Pascasarjana, serta para ketua lembaga. Executive meeting kali ini bertajuk 'Pembinaan Kelembagaan'.
Dalam arahannya, Prof. Dr. Suyitno meminta perguruan tinggi harus bisa tertib administrasinya dan salah satu landing sektornya itu ada di Satuan Pengawas Internal (SPI) dan semoga SPI di UIN Maliki Malang bisa mengawal jalannya program kerja dan administrasinya. "SPI harus cermat agar saat audit internal maupun eksternal tidak terjadi temuan yang tidak diinginkan, oleh karena itu peran SPI di institusi sangat penting," tegasnya. Selain itu, setiap perguruan tinggi harus memiliki kurikulum yang ideal dan SDM di setiap program studi sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Tentu kata dia prodi di UIN Malang harus berfikir unggul, unggul, dan unggul. "Sudah tidak bicara lagi di tataran kurikulum yang baik dan terakreditasi A," terangnya.
Entah bagaimana caranya, setiap institusi dalam menyikapi era 4.0 ini harus unggul dalam segala bidang. Pasalnya, di tahun 2022 ini program beasiswa kembali dibuka dan sudah tidak ada lagi refocusing untuk penanganan covid-19. "Beasiswa LPDP kembali dibuka dan silahkan dimanfaatkan dengan sebaik mungkin," ajaknya. Semoga, tambah dia, dengan diresmikannya program MB-KM UIN Maliki Malang bisa mencetak generasi bangsa yang unggul agar bisa mengimbangi tuntutan zaman di masa yang akan datang. "Semoga UIN Maliki Malang menjadi perguruan tinggi yang unggul dan bereputasi internasional sehingga menjadi kampus terdepan," harapnya. Sementara itu, Prof Zainuddin dalam sambutannya menghimbau kepada seluruh pemangku jabatan di UIN Maliki Malang untuk mempersiapkan diri menuju pengembangan kurikulum merdeka belajar dan kampus merdeka. "Jika tidak ingin tertinggal, PTKAIN harus bisa mengikuti perkembangan di era digital," tegasnya. Persoalan MB-KM itu sendiri, kata dia, dibutuhkan legalitas dari kemenag RI, untuk itu dibutuhkan program kerja yang jelas dan UIN Maliki Malang memiliki 9 program MB-KM yaitu mulai dari pertukaran pelajar, Magang/Praktik Kerja, Program Mengajar di Satuan Pendidikan, Penelitian, Proyek Kemanusiaan, Kegiatan Wirausaha, Proyek Independen,KKN Tematik/Membangun Desa, dan Bela Negara. "Semoga program MB-KM ini bisa memberikan manfaat yang besar kepada mahasiswa dan masyarakat pada umumnya," harapnya.
HUMAS-Pusat Publikasi Ilmiah LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang diketuai M. Anwar Firdausi kembali menggelar workshop pendampingan percepatan indeksasi scopus bagi pengelola jurnal yang berstatus sinta 2. Kamis 14 juli 2022.
Workshop yang dibuka langsung oleh Ketua LP2M UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd mengajak seluruh pengelola jurnal untuk tetap semangat melakukan peningkatan kualitas juran menuju jurnal bereputasi internasional. Salah satunya melalui jurnal yang terindek scopus dan wos.
Agus menjelaskan saat ini indek kepenulisan di jurnal internasional UIN Malang masuk ranking 3 terbanyak setelah UIN Bandung dan UIN Jakarta. Hal ini tentu akan dilihat oleh dunia.
Untuk itu, LP2M UIN Malang tahun ini mentargetkan 198 artikel yang bisa submit dan terindek di scopus dan wos.
Workshop percepatan indeksasi scopus seperti ini tentu diharapkan bisa menggenjot mutu dan jumlah sitasi di jurnal UIN Maliki Malang.
Sementara itu, pemateri ahli Prof. Dr. Istadi, ST. MtT. Menjelaskan bahwa indeksasi scopus memiliki matrik pengukuran sitasinya sehingga refrensi yang ditulis harus dalam bentuk huruf latin in roman sript.
Mulai dari judul, keyword dan daftar pustaka harus dalam format roman script. Akan tetapi soal isi boleh menggunakan teks bahasa Arab.
Jadi, kata dia, persyaratan tersebut harus diikuti jika ingin bisa terindek di scopus. Selain itu, setiap pengelola jurnal harus mempertimbangkan bobot penilaian di indeksasi scopus.
Seperti soal jurnal policy yang memiliki nilai tinggi hingga 35 persen. Sementara citedness 25 persen, content 20 persen, online availability 10 persen dan regularity 10 persen.
Jadi semakin detail aturan yang ditetapkan akan memiliki nilai yang tinggi.
HUMAS-Dalam mengisi program kegiatan UIN Mengabdi Qaryah Thayyibah 2022 memang sangat beragam bentuk kegiatan pengabdiannya. Kali ini ada tim (dosen dan mahasiswa) UIN Maliki Malang melakukan pengabdian dengan mengusung tema “Implementasi Parenting Positif Berbasis Moderasi Beragama Sebagai Upaya Pencegahan Dampak Psikologis Dari Pandemi Covid-19”. Berlokasi di Balai RW. 01 Kelurahan Tunjungsekar, Kec. Lowokwaru, Kota Malang, tim pengabdian yang berjumlah lima orang itu yang bekerjasama dengan komunitas Ibu PKK dan dihadiri oleh 30 Ibu-ibu yang memiliki anak usia 4-12 tahun. Sedangkan kelima anggota tim pengabdian itu adalah Devi Pramitha, M.Pd.I. (Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan/FKIK), Aprilia Mega Rosdiana, M.Si. (Dosen Fakultas Psikologi), Dessy Putri Wahyuningtyas, M.Pd (Dosen FKIK), I’anatut Tazkiyah dan Khoirun Nisak (keduanya mahasiswi FKIK).Rabu(13/7)
Acara dibuka secara resmi oleh Ibu Dra. Hj. Irawati Syahriah, M.AP selaku pengurus KB BKKBN kelurahan Tunjungsekar. Beliau menghimbau kepada orang tua untuk mempersiapkan anak-anak mereka sejak dini untuk menerima berbagai hal. Lanjut sambutan berikutnya oleh Bapak Ahmad Kasim selaku Ketua RW. 01. Disampaikannya bahwa kegiatan tersebut sangat penting dan bukanlah yang pertama kalinya sebagai bentuk kerjasama antara masyarakat setempat dengan UIN Maliki Malang untuk membangun kampung. “Membangun kampung memang tidak cukup dengan fisik, akan tetapi harus dengan mental juga, mental membangun kampung dan juga dalam hal mendidik anak itu sangat penting. Bantuan dari pihak akademisi atau intelektual juga sangat dibutuhkan, salah satunya dari pihak UIN Malang ini yang terus membantu kita untuk mengembangkan lingkungan kita,”ucapnya.
Hal itu juga didukung oleh sambutan Ketua Tim Pengabdian Ibu Devi Pramitha, M.Pd.I yang menjelaskan urgensi parenting positif bagi anak saat ini, terlebih psikis dalam menghadapi era transisi menuju normal pasca Pandemic Covid-19.
Pada kesempatan itu, narasumbernya adalah Ibu Ermita Zakiyah, M.Th.I (Dosen Fakultas Psikologi UIN Malang). Dijelaskannya tentang pentingnya parenting yang sesungguhnya merupakan bagian tugas dari orangtua. Orang tua mempunyai banyak peran sekali mulai dari mendidik, membantu, mengarahkan dan mengasuh. Setiap pertumbuhan usia anak memiliki fase-fase sehingga peran orang tua sangat penting bagi moderasi beragama. Parenting moderasi beragama terdapat tiga fase, pertama yaitu usia 0-7 tahun, dalam mendidik anak diibaratkan sebagai raja. Kedua usia 7-14 tahun, dalam mendidik anak diibaratkan sebagai tawanan dan ketiga usia14-21 tahun, dan dalam mendidik orang tua harus bertindak seperti sahabatnya.
Pengabdian dalam bentuk pembinaan tersebut difasilitasi dengan materi yang sudah disiapkan dan buku panduan yang telah disusun oleh Tim Pengabdian berdasarkan prinsip moderasi beragama menurut Kementerian Agama Republik Indonesia, yakni komitmen kebangsaan, toleransi, anti kekerasan dan akomodatif terhadap budaya lokal.(*/ptt)
HUMAS-Dalam rangka persiapan perkuliahan program studi Pendidikan Profesi Guru(PPG) Jabatan Batch 2 Tahun 2022, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) menyelenggarakan acara Refreshment Dosen dan Guru Pamong PPG. Kegiatan yang dihadiri oleh para dosen, para guru pamong dari berbagai instansi pendidikan daerah Malang dan sekitarnya serta tim IT LMS itu berlangsung secara luring dan juga daring bertempat di Aula, Lt. 2, Gedung Microteaching, FITK UIN Maliki Malang.Selasa(12/7)
Dalam sambutannya, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. M. Zainuddin, MA menyampaikan secara singkat sejarah berdirinya program studi(prodi) PPG di UIN Maliki Malang. Dijelaskan oleh orang nomor wahid di kampus Ulul Albab ini bahwa program tersebut berawal dari portofolio hingga akhirnya saat ini menjadi program studi. Terhitung sudah berlangsung cukup lama sejak berdirinya di UIN Maliki Malang, yakni pada tahun 2004 yang lalu.
"Alhamdulillah dengan adanya hal ini, berarti sungguh besar kepercayaan yang diberikan kepada kampus kami sebagai Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dan oleh karena itu kita mesti semaksimal mungkin berkomitmen dan dedikasi baik dalam menjalankannya", ucapnya.
Sementara itu, besar harapan dari Kepala Prodi PPG, Dr. M. Samsul Ulum, dengan adanya agenda refreshment tersebut dapat menyatukan persepsi dari berbagai pihak agar selanjutnya lulusan PPG UIN Maliki Malang bisa mencapai target utamanya, yakni tidak lain mencetak para pendidik yang profesional. Pada kesempatan itu juga, Samsul Ulum menerangkan terkait program PPG tersebut tidaklah dikelola secara mandiri melainkan juga langsung dipantau oleh LPTK terkait dan itu terhubung dengan Kemenag.(ftk/ptt)