MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Dies Maulidiyah ke-64 pada Selasa, 28 Oktober 2025, di lantai 5 Gedung Rektorat yang dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, para guru besar, dosen, mahasiswa, serta Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A. Momentum ini menjadi refleksi atas perjalanan panjang UIN Malang menuju kampus unggul berreputasi internasional.
Ketua Senat UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Mufidah Ch., M.Ag, dalam sambutannya menyatakan bahwa usia ke-64 merupakan fase matang bagi institusi yang dahulu bernama IAIN Sunan Ampel Malang. Ia menekankan pentingnya semangat muda dalam menghadapi tantangan pendidikan yang semakin kompleks. Senat, menurutnya, akan terus mengawal semangat keilmuan ulul albab di kalangan dosen dan sivitas akademika.
Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si. selaku rektor UIN Malang menyampaikan, bahwa transformasi menuju kampus unggul bereputasi internasional telah berjalan sesuai target. Sejak beralih status dari IAIN menjadi UIN pada tahun 2004, institusi ini telah mencapai rekognisi internasional pada periode 2021–2025. Dua capaian besar pada tahun 2023, yakni perolehan ISO Manajemen Mutu dan ISO Kelembagaan Internasional, menjadi tonggak penting dalam perjalanan tersebut.
Dari sisi akreditasi nasional, UIN Malang mencatat sejarah gemilang dengan peningkatan status akreditasi: B pada 2008, A pada 2014 dan 2019, serta predikat Unggul pada 2023–2024. Saat ini, kampus memiliki 763 dosen, 481 tenaga kependidikan, dan 87 guru besar. Jumlah mahasiswa aktif mencapai 21.203 orang, terdiri dari 16.423 mahasiswa S1, 1.571 mahasiswa S2, dan 531 mahasiswa S3.
Rektor juga mengungkapkan bahwa penerimaan mahasiswa baru tahun 2024 dibatasi hanya 1.500 orang karena keterbatasan kapasitas Ma’had. Dalam hal kesejahteraan, UIN Malang telah menyalurkan 2.209 beasiswa pada tahun yang sama. Kampus juga berupaya meniru sistem pendidikan Universitas Al-Azhar Mesir yang mampu memberikan beasiswa kepada seluruh mahasiswanya.
Berdasarkan pemeringkatan UniRank, UIN Malang menempati peringkat 32 nasional, peringkat 14 di antara Perguruan Tinggi Islam dunia, peringkat 169 di Asia Tenggara, dan peringkat 901 di Asia yang diuji oleh QS WorldRank. Capaian ini menjadi bukti nyata dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing global.
Dalam pidatonya, Prof. Ilfi memaparkan lima program prioritas strategis UIN Malang: transformasi kelembagaan bereputasi internasional, peningkatan daya serap lulusan melalui penempatan kerja terintegrasi dengan industri, pendirian rumah sakit pendidikan, pengembangan green campus, dan transformasi layanan berbasis digital. Kelima program ini diharapkan mampu memperkuat posisi UIN Malang sebagai PTKIN unggul.
Salah satu mimpi besar yang diungkapkan adalah pembangunan rumah sakit pendidikan melalui kerja sama dengan pihak ketiga. Selain itu, proyek Green Campus seluas 20 hektare hibah dari Pemerintah Kota Batu akan dijadikan hutan kota, danau, serta sumber energi listrik mandiri. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen kampus terhadap keberlanjutan lingkungan.
Pada momentum Dies ke-64 ini, UIN Malang juga meluncurkan program Single Sign On (SSO) sebagai langkah integrasi layanan digital. Selain itu, kampus menggagas Gerakan Wakaf PTKI bekerja sama dengan Satu Wakaf Indonesia. Program ini bertujuan membangun dana abadi untuk mendukung kemajuan pendidikan melalui partisipasi masyarakat dalam berinfaq.
Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. Kamaruddin Amin, M.A, dalam orasi ilmiahnya menegaskan bahwa UIN Malang telah menjadi rujukan bangsa dalam mencerahkan umat. Ia mengapresiasi capaian akademik kampus, namun mengingatkan agar prestasi tersebut tetap berbanding lurus dengan kontribusi sosial. Menurutnya, tantangan nyata adalah memastikan manfaat pendidikan dirasakan oleh masyarakat sekitar.
Dengan semangat Dies Maulidiyah ke-64, UIN Malang menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi, memperkuat kelembagaan, dan membangun sinergi dengan berbagai pihak. Transformasi digital, penguatan akademik, dan gerakan wakaf menjadi fondasi penting dalam mewujudkan visi kampus unggul dan berkeadaban. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Jumat, (24/10), Asisten Laboratorium Mini Bank Fakultas Ekonomi kembali menyelenggarakan kegiatan Workshop bertajuk “Modernisasi Teknologi Informasi dan Peningkatan Profesionalisme Sumber Daya Insani Perbankan Syariah dalam Meningkatkan Ekonomi Global di Era 5.0”. Kegiatan ini berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting dan diikuti oleh mahasiswa dari berbagai program studi.
Acara dibuka oleh Wakil Dekan I Fakultas Ekonomi, Ibu Yuniarti Hidayah Suyoso Putra, S.E., M.Bus., Ak., CA., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai sarana peningkatan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam menghadapi transformasi digital yang begitu pesat di sektor keuangan syariah. Beliau menekankan bahwa mahasiswa harus siap beradaptasi dan memahami peluang serta tantangan akibat kemajuan teknologi di era Revolusi Industri 5.0.
Workshop menghadirkan dua narasumber yang ahli di bidang masing-masing. Narasumber pertama, Bapak Adha Dwi Pujo Waskito, S.TP., menyampaikan urgensi kesiapan perbankan syariah dalam merespons perkembangan teknologi informasi. Ia menekankan pentingnya inovasi digital agar lembaga keuangan syariah dapat meningkatkan daya saing di tingkat global.
Narasumber kedua, Ibu Destina Fitria Sasmita, S.E., membahas peran teknologi informasi dalam meningkatkan kualitas sumber daya insani (SDI) perbankan syariah. Menurutnya, transformasi digital mampu menciptakan sistem perbankan yang lebih efisien dan aman. Namun, risiko seperti cybercrime dan pencurian data menuntut SDI perbankan untuk terus meningkatkan kompetensi digital serta kesadaran terhadap keamanan informasi.
Acara dipandu oleh MC, Carissa Pramesti Wahyuda, dan berjalan secara interaktif. Para peserta terlihat aktif dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Sabana Nur Rohmah selaku panitia pelaksana mengungkapkan bahwa workshop ini tidak hanya memberikan wawasan baru mengenai teknologi dan SDI, tetapi juga menjadi ajang pelatihan profesional bagi panitia dalam mengelola kegiatan secara terstruktur dan kolaboratif.
Salah satu peserta, Daris, turut memberikan tanggapan positif terhadap kegiatan ini. Ia mengaku materi yang disampaikan relevan dengan kondisi industri saat ini, terutama terkait peluang karier pada sektor perbankan syariah yang semakin berkembang di era digital.
Fania Eka Aprilia, panitia lainnya, menyampaikan rasa bangganya atas pelaksanaan acara yang berjalan dengan sukses. Menurutnya, workshop ini memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai digitalisasi dan pentingnya peningkatan kualitas SDI dalam mendukung kemajuan ekonomi global.
Secara keseluruhan, kegiatan Workshop Aslab Mini Bank ini dinilai berhasil memberikan kontribusi besar dalam memperkaya wawasan mahasiswa mengenai integrasi teknologi dan profesionalisme dalam perbankan syariah di Era 5.0.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar perayaan Milad ke-16 di Lapangan Utama UIN Malang. Suasana penuh kebahagiaan menyelimuti acara yang dihadiri oleh mahasiswa, dosen, serta masyarakat umum, Senin, 27 Oktober 2025
Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran Majlis Ta’lim wal Maulid Ar Ridwan, yang turut memperindah momen milad dengan lantunan shalawat dan doa bersama. Irama pujian itu menggema lembut, menambah nuansa syukur dan haru di tengah lapangan yang dipenuhi cahaya kebersamaan.
Dalam sambutannya, Ketua Program Studi PBA menyampaikan harapan besar bagi masa depan prodi. “Semoga dengan milad ke-16 ini, Prodi PBA dapat melahirkan mahasiswa yang berkompeten dan mampu melanjutkan estafet perjuangan untuk menciptakan Prodi PBA yang lebih baik dari sebelumnya,” ujarnya penuh semangat.
Acara semakin meriah di saat Ketua Prodi PBA memotong tumpeng sebagai rasa syukur dengan diiringi gemuruh lantunan shalawat dari Majlis Ta’lim wal Maulid Ar Ridwan. Suasana syahdu menyelimuti lapangan, seakan doa dan harapan yang terucap mengetuk pintu langit, memohon ridha dan keberkahan untuk langkah PBA ke depan.
Perayaan Milad ke-16 ini bukan sekadar seremoni, melainkan juga wujud rasa syukur atas perjalanan panjang Prodi PBA yang terus menebar cahaya ilmu dan bahasa. Momentum ini menjadi pengingat untuk terus memperkuat kebersamaan, memperdalam nilai keilmuan, dan menumbuhkan semangat mencetak generasi yang berkompeten dalam bidang Bahasa Arab di UIN Malang.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UKM Pencak Silat Pagar Nusa Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil meraih gelar juara umum dalam ajang Batu Championship 2 yang digelar di GOR Gajah Mada, Kota Batu, pada 24-26 Oktober 2025. UKM Pagar Nusa tampil dominan dengan perolehan Juara Umum 1 yang sekaligus sabet 7 medali emas, 10 medali perak, dan 14 medali perunggu dari total 31 kategori yang diikuti oleh 38 atlet.
Prestasi gemilang ini disambut dengan rasa bangga oleh seluruh anggota kontingen. Wakil Ketua Bidang Bina Prestasi UKM Pagar Nusa, Zaim Fawwas, menyampaikan bahwa pencapaian tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan semangat juang para atlet. Ia turut menyaksikan langsung perjuangan para atlet yang bertanding melawan kontingen lain dengan kualitas tinggi.
Strategi matang menjadi kunci keberhasilan tim Pagar Nusa dalam kompetisi ini. Pelatih Pak Zahirul Himam, S.Pd., menjelaskan bahwa sejak awal periode, tim pelatih dan pengurus telah memetakan potensi atlet berdasarkan bidang dan fokus latihan.
Kepala Pelatih Achmad Alfaridzih, M.Pd., menambahkan bahwa target juara umum telah dirancang sejak awal sebagai komitmen tahunan UKM Pagar Nusa. Ia menyebutkan bahwa strategi latihan dan manajemen perawatan atlet telah dioptimalkan demi mencapai hasil maksimal. Kemenangan ini juga menjadi bentuk apresiasi terhadap dukungan penuh dari pihak Kemahasiswaan UIN Malang yang telah menyediakan fasilitas latihan yang memadai.
Kemenangan ini menjadi momentum penting bagi UKM Pagar Nusa untuk memperluas jaringan dan memperkuat posisi dalam dunia pencak silat nasional. Dukungan dari kampus dan masyarakat diharapkan terus mengalir agar prestasi serupa dapat terulang di kompetisi berikutnya. UKM Pagar Nusa UIN Malang membuktikan bahwa dengan strategi, kerja keras, dan semangat kebersamaan, prestasi luar biasa dapat diraih. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang meneguhkan komitmennya dalam penguatan pendidikan antikorupsi melalui kerja sama strategis dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Diskusi Jejaring Pendidikan Antikorupsi (PAK) digelar pada Senin, 27 Oktober 2025, di kampus UIN Malang, dihadiri langsung oleh Rektor Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si dan tim dari Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat KPK.
Tim KPK yang hadir terdiri dari Dian Novianthi selaku Direktur Jejaring Pendidikan, Masagung Dewanto sebagai Kasatgas Pendidikan Tinggi, Indira Zachriyan sebagai Spesialis Jejaring Pendidikan, serta Astria Dewanti. Kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara lembaga pendidikan tinggi dan KPK dalam membangun ekosistem antikorupsi yang berkelanjutan di lingkungan kampus.
Dalam sambutannya, Prof. Ilfi memperkenalkan identitas UIN Malang sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) berkarakter Ulul Albab. Beliau menekankan bahwa nilai-nilai Ulul Albab, yang mencakup kecerdasan intelektual, spiritual, dan moral, sangat selaras dengan semangat pendidikan antikorupsi. Menurutnya, mahasiswa harus dibentuk menjadi insan berilmu yang berakhlak dan berintegritas tinggi.
Bu Dian Novianthi, Direktur Jejaring Pendidikan KPK, dalam paparannya menjelaskan bahwa kunjungan ke UIN Malang semula direncanakan pada bulan Juni, namun baru terlaksana karena adanya pergantian kepemimpinan. Ia menyampaikan bahwa tim yang hadir berasal dari Deputi Pendidikan dan Peran Serta Masyarakat, yang menjalankan Trisula Pemberantasan Korupsi sesuai amanat UU No. 19 Tahun 2019, yakni penindakan, pencegahan, dan pendidikan.
Terkait strategi pendidikan antikorupsi, Bu Dian memaparkan tiga fokus utama: insersi PAK ke dalam kurikulum, pembangunan ekosistem pendidikan, dan penguatan jejaring antar kampus. Ia menekankan bahwa pendidikan antikorupsi wajib diselenggarakan agar membentuk sikap nontoleransi terhadap korupsi sejak dini. Mahasiswa, menurutnya, tidak hanya harus tahu, tetapi juga berani menolak dan melawan praktik korupsi.
UIN Malang menyatakan kesiapan untuk menjadi laboratorium integritas dan kampus rujukan pendidikan antikorupsi berbasis spiritualitas dan akhlak Ulul Albab. Hadir dalam diskusi tersebut antara lain Prof. Triyo (Wakil Rektor III), Prof. Hamid (Wakil Rektor IV), Pak Ridwan (Ketua SPI), dan Prof. Agus Maimun (Direktur Pascasarjana). Seluruh pihak menyambut baik kerja sama ini sebagai langkah konkret membangun jejaring kampus pelopor antikorupsi.
Dengan adanya forum ini, UIN Malang dan KPK berharap dapat memperluas dampak pendidikan antikorupsi ke seluruh lapisan sivitas akademika. Melalui pendekatan spiritual dan ilmiah, kampus diharapkan mampu menjadi benteng moral yang kokoh dalam menghadapi tantangan korupsi di masa depan. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Sunan Ampel Surabaya melaksanakan kegiatan evaluasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) bertempat di Hotel GreenSA Inn lantai lima jalan raya Juanda Sedati Sidoarjo pada hari Senin tanggal 27 Oktober 2025. Kegiatan ini diikuti Sembilan Wakil Dekan 3 Bidang Kemahasiswaan pada semua Fakultas dan 46 Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).
Pemateri Dr. H. Syaiful Mustofa, M.Pd, MA dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang membahas tentang evaluasi pelaksanaan kegiatan KKN. Materi yang disampaikan meliputi tentang pemetaan masalah dan potensi Desa, peran mahasiswa KKN, fakta sosial, harapan masyarakat, sikap penting mahasiswa peserta KKN, peran DPL, program kerja, tata tertib, dan tindak lanjut.
Kegiatan ini bertajuk “Efektifitas Penyelenggaraan KKN untuk Perubahan Sosial” dibuka oleh Kepala Pusat Pengabdian kepada MasyarakatLPPM UIN Sunan Ampel Surabaya Dr. H. Agus Efendi, M.Fil.I. Dalam sambutan beliau berharap hasil evaluasi mampu memberikan dampak positif terhadap kegiatan KKN mendatang dan memberi kontribusi nyata lebih baik kepada masyarakat. “Tujuan kegiatan ini untuk evaluasi KKN yang sudah terlaksana, agar kedepan memberi dampak positif yang lebih baik dan maksimal. Pengabdian kepada masyarakat merupakan bagian Tri Dharma Perguruan Tinggi, salah satu tugas pokok seorang dosen yang harus dilaksanakan dengan sebaik baiknya” tegasnya.
Pria yang selalu menjadi langganan pemateri nasional tentang pendekatan Participatory Action Research (PAR) ini juga berharap bahwa kedepan setelah kegiatan evaluasi ini selesai akan ada formulasi KKN dan inovasi baru yang lebih baik dan semua dosen mampu membimbing kegiatan pengabdian yang terbaik agar sesuai harapan masyarakat.
Antusiasme peserta begitu terasa sepanjang kegiatan. Mereka mengikuti materi dengan penuh semangat. “Alhamdulillah sejak awal pembukaan kegiatan sampai akhir pemberian materi semua peserta semangat luar biasa, semoga kegiatan evaluasi ini akan memberi manfaat lebih luas terhadap masyarakat,” kata salah seorang panitia.
Kegiatan evaluasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini merupakan salah satu langkah nyata UIN Sunan Ampel Surabaya dalam mempersiapkan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat secara maksimal, efektif, efisien, dan berdampak luas. Wallahu A’lam. (Kontributor: Syaiful Mustofa)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang dan Pemerintah Kota (Pemkot) Malang memperkuat kerja sama strategis dalam pembangunan Kota Malang sebagai kota pendidikan inklusif. Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan riset, pengabdian masyarakat, pengembangan infrastruktur publik, serta pemberdayaan generasi muda. Kesepakatan tersebut berlangsung pada Sabtu, 25 Oktober 2025, dan dihadiri langsung oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfil Nur Diana, M.Si., serta Wali Kota Malang Wahyu Hidayat.
Rektor UIN Malang menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial dalam pembangunan daerah. Ia menyatakan bahwa UIN Maliki Malang tidak hanya mencetak ilmuwan, tetapi juga agen perubahan yang aktif di tengah masyarakat. Melalui sinergi ini, kampus ingin menjembatani ilmu, iman, dan amal dalam bentuk nyata pembangunan kota. Hal ini menjadi bagian dari komitmen UIN untuk berkontribusi terhadap kemajuan sosial dan spiritual masyarakat Malang.
Wali Kota Malang Wahyu Hidayat menyambut baik penguatan hubungan strategis tersebut. Menurutnya, UIN Malang merupakan kekuatan akademik dan spiritual yang mampu memperkaya arah kebijakan pembangunan daerah. Ia menekankan pentingnya keterlibatan kampus dalam merancang solusi sosial yang ilmiah dan humanis. Karakter religius dan kapasitas keilmuan UIN Malang dinilai sejalan dengan visi Kota Malang yang berdaya saing dan berakhlak.
Kolaborasi juga diperluas ke bidang riset dan inovasi sosial untuk menjawab beragam isu urban. Fokus riset mencakup pendidikan, ekonomi kreatif masyarakat, moderasi beragama, dan penguatan ekosistem sosial yang religius. UIN Malang akan mengerahkan sumber daya akademiknya untuk mendukung kebijakan berbasis data dan pendekatan humanis. Pemkot Malang pun berkomitmen menyediakan ruang dan dukungan bagi implementasi hasil riset tersebut.
Dengan semangat kebersamaan, UIN Malang dan Pemkot Malang berkomitmen untuk terus memperluas ruang kolaborasi. Program-program lanjutan akan dirancang secara partisipatif dan berbasis kebutuhan masyarakat. Evaluasi dan monitoring akan dilakukan secara berkala untuk memastikan efektivitas program. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi kuat bagi pembangunan Kota Malang yang inklusif, cerdas, dan berkarakter. (af)
HUMAS UIN MALANG-Dalam upaya menumbuhkan semangat ilmiah dan memperkuat budaya akademik di lingkungan Ma’had Al-Jami’ah, UPKM Halaqoh Ilmiah kembali menggelar kegiatan inspiratif bertajuk “Coaching: Preparing Research for International Conference” pada Sabtu, 25 Oktober 2025.
Pelatihan ini menghadirkan Muhammad Faruq, M.Pd.I, dosen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sekaligus pengasuh Ma’had Kampus 3, sebagai narasumber utama. Kegiatan diikuti dengan antusias oleh para mahasantri dan musyrif/ah Ma’had Al-Jami’ah yang bertekad mengasah kemampuan menulis artikel ilmiah secara profesional.
Dalam sesi pembinaan, Ustadz Muh. Faruq memaparkan langkah-langkah strategis dalam menyusun artikel ilmiah yang sesuai dengan scope konferensi, mengikuti template penulisan, berisi gagasan yang aktual, dan menarik bagi pembaca akademik. Lebih dari itu, beliau menegaskan pentingnya menghadirkan nilai-nilai keislaman dan relevansi sosial dalam setiap karya ilmiah yang dihasilkan mahasantri.
“Artikel ilmiah bukan sekadar karya tulis, tetapi wadah menyampaikan gagasan visioner yang lahir dari refleksi ilmiah dan semangat dakwah keilmuan,” tutur Muh. Faruq ditengah sesi pendampinganuntuk memotivasi peserta.
Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh penyelenggaraan International Conference on Islamic Education (ICIED) yang akan diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Malang. Momentum tersebut dimanfaatkan UPKM Halaqoh Ilmiah sebagai peluang emas untuk melatih mahasantri agar mampu berkontribusi dalam forum ilmiah internasional, sekaligus menyalurkan ide dan pemikiran kritis mereka dalam bentuk artikel yang terpublikasi.
Ketua UPKM Halaqoh Ilmiah Muhammad Syahriramadhan menegaskan bahwa pelatihan semacam ini bukan kegiatan insidental, melainkan agenda rutin yang diselenggarakan secara berkelanjutan oleh beberapa UPKM yang ada di Ma’had Al-Jami’ah, seperti UPKM JDFI ,UPKM EM dan tentunya UPKM Halaqoh Ilmiah. Setiap pelatihan mengangkat tema dan fokus yang berbeda-beda, disesuaikan dengan kebutuhan dan potensi mahasantri.
“Kami ingin Ma’had Al-Jami’ah berdampak, melalui UPKM Halaqoh Ilmiah kami akan terus berjuang untuk memfasilitasi, menjadi ruang tumbuh bagi mahasantri yang berpikir kritis, menulis cerdas, dan berani tampil di panggung akademik nasional maupun internasional,” ujarnya dengan penuh semangat.
Kegiatan berlangsung dengan interaktif; para peserta aktif bertanya, berdiskusi, dan mempresentasikan ide riset mereka. Suasana akademik yang hidup menggambarkan betapa kuatnya antusiasme mahasantri untuk menembus batas-batas wacana ilmiah global.
Melalui kegiatan ini, UPKM Halaqoh Ilmiah berharap lahir generasi mahasantri yang berpikir kritis, berjiwa saintis, dan berdaya saing, serta menjadikan Ma’had Al-Jami’ah bukan hanya pusat pembinaan spiritual, tetapi juga laboratorium intelektual yang melahirkan penulis-penulis ilmiah muda berkelas.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY, BATU-Suasana riang penuh kepedulian menyelimuti Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Dusun Locari, Desa Precet, Kota Batu, Sabtu (25/10/2025). Dalam rangka menyemarakkan Dies Maulidiyah ke-64, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) kembali menunjukkan bukti nyata pengabdiannya kepada masyarakat melalui kegiatan khitanan massal gratis. Sejak pagi, puluhan anak bersama orang tua mereka tampak memenuhi area kegiatan. Wajah-wajah kecil itu beragam ekspresinya—ada yang tegang, ada pula yang tampak antusias menunggu giliran. Namun suasana tetap hangat, penuh tawa dan semangat kebersamaan. Tim dokter dan mahasiswa FKIK UIN Malang sigap memberikan pelayanan. Dengan perlengkapan medis lengkap dan sikap ramah, mereka melayani satu per satu peserta khitan. Para orang tua yang mendampingi tak henti mengucap syukur. “Alhamdulillah, ini sangat membantu kami. Gratis, tapi pelayanannya seperti di rumah sakit besar,” ujar salah satu warga setempat dengan mata berbinar.
Wakil Dekan Bidang Akademik FKIK, dr. Ermin, menjelaskan bahwa kegiatan khitanan massal ini bukan sekadar agenda sosial, tetapi wujud nyata implementasi nilai-nilai tridarma perguruan tinggi. “Ini bagian dari pengabdian kami kepada masyarakat. Selain membantu keluarga yang membutuhkan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga kesehatan anak-anak sejak dini,” jelasnya. Lebih lanjut, dr. Ermin berharap kegiatan semacam ini mampu menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk hidup sehat dan menjadi langkah kecil menuju generasi emas Indonesia 2045 yang sehat jasmani dan rohani.
Hal senada disampaikan oleh ddr. H. Christyaji Indradmojo, SpEM., Dosen keilmuan gawat darurat Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, penggagas kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa khitanan massal ini telah menjadi tradisi baik yang selalu diupayakan FKIK setiap tahun. “Alhamdulillah, kegiatan ini sudah rutin kami lakukan dan bisa terus istiqamah hingga sekarang. Ini bentuk nyata dedikasi dan kepedulian FKIK UIN Malang kepada masyarakat,” tuturnya. Tak hanya membantu secara medis, kegiatan ini juga mempererat hubungan kampus dengan masyarakat sekitar. Melalui semangat kolaborasi lintas disiplin, FKIK berharap dapat terus menghadirkan program-program sosial yang berdampak positif bagi masyarakat luas. Di tengah perayaan Dies Maulidiyah ke-64, khitanan massal ini menjadi simbol kepedulian dan pengabdian yang sesungguhnya—meneguhkan pesan bahwa UIN Malang bukan hanya tempat mencetak intelektual, tetapi juga insan yang membawa manfaat bagi sesama.