HUMAS-Kontingen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tiba di Banda Aceh pada hari kamis, 25/11. perjalanan yang sangat melelahkan ucap salah satu peserta kontingen. rombongan yang dikomandoi oleh Dr. Dwi Suheriyanto ini yakin pada ajang final nanti dalam lomba Olimpiade Agama, Sains dan riset PTKI se-Indonesia ini bisa membawa semua piala dalam semua bidang yang masuk dalam final.Kontingen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam ajang Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) PTKI se-Indonesia.25/11seperti yang diungkapkan salah satu peserta yaitu Andi Kustiawan yang masuk babak final dalam ajang OASE bidang karya inovasi Robotik & programming mengatakan bahwa saya sangat optimis bisa menyabet piala emas (juara1) dalam final nanti sehingga bisa membanggakan almamater kampus tercinta kita yaitu UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Andi sapaan akrabnya sangat senang sekali dengan adanya lomba Olimpiade Agama, Sains dan riset PTKI se-Indonesia ini.lomba ini bisa meningkatkan mental atau menambah jam terbang dalam pengembangan karyanya.semakin kita sering beradu karya dalam perlombaan maka akan semakin banyak pengalaman dan ilmu2 baru utk mengembangkanya pungkasnya.(ulm)
HUMAS-"Membuat rumah sakit harus memiliki perencanaan yang matang serta kepemilikan tanah yang akan dibangun RS harus jelas" itulah sepenggal kalimat yang disampaikan dr. Ramiadji, SpB saat mengisi materi workshop penyusunan roadmap pendirian Rumah sakit pendidikan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kamis (25/11).
Sebelum pembahasan lebih jauh, izin mendirikan RS, pemilik atau pengelola yang akan mendirikan rumah sakit harus mengajukan permohonan izin pendirian kepada pemberi izin sesuai dengan klasifikasi rumah sakit yang akan didirikan. "Setidaknya ada Sepuluh poin penting yang harus disiapkan sebelum mengajukan pendirian RS," paparnya.
Salah satunya, kata dia, menyangkut persoalan akta pendirian badan hukum yang sah sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang sah, studi kelayakan, master plan, detail engineering design, surat izin tempat usaha serta izin mendirikan bangunan. "Selain itu rekomendasi dari pejabat yang berwenang di bidang kesehatan juga dibutuhkan dalam persiapan pendirian RS," jelasnya.
Strategi pengurusan izin pendirian RS yang efektif dan efisien tentu harus didukung kelengkapan dokumen yang yang dibutuhkan sebagai syarat pendirian RS. "Itu semua merupakan pengalaman saya mengurus perizinan pendirian RS," pungkasnya.
HUMAS-Ketua pelaksana workshop penyusunan roadmap pendirian Rumah Sakit Pendidikan (RSP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dr. Christiyaji, SpEM spesialis emergency mengajak seluruh tim panitia pendirian RSP selama tiga hari untuk fokus menyusn rencana pendirian RSP agar segera bisa diajukan. Kamis (25/11).
dr. Chris berharap RSP UIN Malang tidak hanya untuk mendidik saja, lebih dari itu bisa dimanfaatkan untuk riset dan bisa menjadi RS percontohan di tingkat nasional. Kuncinya tentu dibutuhkan persiapan yang matang serta menyiapkan segala kebutuhan demi terwujudnya RSP ini. "Target 2023 RSP UIN Malang bisa mengajukan izin oprasional," harapnya.
RSP ini setidaknya bisa berperan serta dalam kehidupan yang mencerdaskan dengan cara menjadikan RSP ini sebagai percontohan nasional dalam hal pelayanan kesehatan. "Kedepan diharapkan RSP ini juga bisa memberikan sumbangsih pemikiran kepada dunia dalam hal mengatasi masalah kesehatan secara global dengan cara penguatan publikasi," tegasnya.
HUMAS-Dalam perjalanan mendirikan rumah sakit tentu dibutuhkan perencanaan atau roadmap yang matang. Kali ini, dalam workshop penyusunan roadmap penyusunan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengundang Prof. Dr. dr. H. Djanggan Sargowo, Sp.PD, Sp JP (K) dari Universitas Brawijaya sebagai pematerinya. Kamis (25/11).
Workshop kali ini bertempat di Hotel Jambuluwuk Kota Batu. Dengan materi Filosofi pembangunan rumah sakit pendidikan Prof. Djanggan mengajak seluruh peserta workshop memahami tentang prosedur penyelenggaraan bidang perumahsakitan. "Semua harus jelas, jenis pelayanannya seperti apa, pengelolaan dan SDM nya seperti apa?," terangnya.
Dia melanjutkan rumah sakit diselenggarakan harus berdasar pada asas pancasila dan nilai kemanusiaan, etika dan profesionalitas, sehingga RSP harus bisa memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat dan perorangan secara paripurna. "Rumah sakit pendidikan harus memenuhi syarat dan standar rumah sakit pendidikan," jelasnya.
Rumah sakit pendidikan, tambah dia, mempunyai kewajiban memberikan pelayanan kesehatan yang aman, bermutu, dan tidak diskriminatif dengan mengutamakan kepentingan pasien. "RS juga harus memiliki payung hukum yang legal dalam melaksanakan pelayanan kesehatan," tegasnya.
Pemerintah saat ini sudah mengizinkan RS luar negeri membuka pelayanannya di Indonesia. Ini tentu juga menjadi tantangan bagi tenaga kesehatan di Negara Indonesia. Keahlian dan profesionalitas menjadi salah satu modal utama.
Dia menjelaskan bahwa jumlah RS yang layak untuk dijadikan tempat pendidikan bagi dokter, dokter gigi, spesialis dan nakes saat ini sangat kurang. "Tentu ini menjadi peluang bagi UIN Malang untuk mendirikan RSP sesuai dengan regulasinya," pungkasnya.
HUMAS-Mengawali kegiatan workshop penyusunan roadmap pendirian Rumah Sakit Pendidikan (RSP) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang yang dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari Kamis-Sabtu (25-27/11) di Jambuluwuk Kota Batu.
Kepala Pusat Pelayanan Kesehatan Masyarakat (P2KM) UIN Malang Prof. Dr. dr. Bambang Pardjianto, Sp.B., Sp.BP-RE (K) dalam sambutannya menjelaskan pentingnya P2KM di kampus berlogo ulul albab ini.
Berdirinya Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) di UIN Malang disyaratkan harus memiliki rumah sakit sendiri, sementara keberadaan RS itu masih di bawah naungan P2KM. "P2KM UIN Malang saat ini membawahi Poliklinik Ummi, Pendirian RSP, dan Satgas," jelasnya.
Bidang kesehatan, lanjut dia, merupakan salah satu unsur pokok dalam kehidupan manusia. Pentingnya memberikan pelayanan kesehatan maka UIN Malang membentuk P2KM agar lebih efektif dan terorganisir. "Ini semua tidak lain untuk memberikan pelayanan kesehatan yang berkualitas dn terjangkau bagi sivitas akademika dan masyarakat sekitar," tegasnya.
Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Maliki Malang Drs. Mahfudh Shodar, M.Ag dalam arahannya meminta agar workshop penyusunan roadmap RSP ini bisa mengakomodir kebutuhan masyarakat di masa mendatang. Penyusunan roadmap ini sangat strategis sekali, sebagai panduan atau petunjuk yang akan mengarahkan jalannya program yang akan dilakukan. "Roadmap harus bisa mengakomodir kebutuhan ke depan sesuai dengan kebutuhan zaman," pintanya.
Mahfudh menjelaskan bahwa pendirian RS ini embrionya P2KM sebagai pusat pelayanan kesehatan masyarakat. RSP UIN Malang ini diharapkan bisa menjadi pusat pelayanan kesehatan yang tidak hanya di level malang raya saja akan tetapi bisa lebih dari itu. "Dengan adanya FKIK diharpkan UIN Malang memiliki RSP yang berkualitas. Oleh sebab itu roadmap harus bisa mengakomodir kebutuhan sesuai zamannya di masa depan," tegasnya.
Oleh sebab itu, pertemuan ini jangan hanya sebatas membahas persiapan saja, akan tetapi harus bisa lebih dari itu. Menyusun roadmap harus memiliki percepatan dan lompatan yang bisa membawa UIN Malang menjadi kampus yang maju dan bereputasi internasional. "Semoga workshop selamat tiga hari ini menghasilkan perencanaan yang unggul sesuai dengan apa yang diharapkan rektor yaitu unggul bereputasi internasional," pungkasnya.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (WR III) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki), Dr. H. Ahmad Fatah Yasin, M. Ag secara resmi melepas kontingen UIN Maliki Malang di ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Indonesia(OASE PTKI)
HUMAS-Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (WR III) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki), Dr. Ahmad Fatah Yasin, M. Ag secara resmi melepas kontingen UIN Maliki Malang untuk ikut di ajang Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Indonesia(OASE PTKI) pada tanggal 25-28 November 2021 di UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Upacara pelepasanya secara simbolis dilaksanakan di Ruang Auditorium, Lt. 4 Fakultas Saintek UIN Maliki Malang.Rabu(24/11)
Dalam sambutannya, Ustadz Fatah Yasin, begitu sapaan akrab WR III UIN Maliki ini menyampaikan ungkapan syukur, simpatik dan rasa bangga terhadap para panitia dan tim terutama mahasiswa dan mahasiswi yang tergabung dalam kontingen di ajang OASE yang pertama kalinya ini. Apalagi dari data yang diperoleh, kontingen luring dari UIN Maliki merupakan paling banyak jumlah personilnya, yakni 26 orang.
Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Dr. H. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag. bersama pembina dan peserta Olimpiade Agama, Sains, dan Riset Perguruan Tinggi Keagamaan Indonesia(OASE PTKI)
Selanjutnya, WR III berpesan kepada semua personil kontingen UIN Maliki untuk fokus dan konsentrasi pada perlombaan masing-masing. "Siapkan segalanya, pikiran, tenaga dan juga mental, yakni mental juara!", tegasnya. Selain itu, ia juga berharap agar para kontingen selalu menjaga diri, almamater kampus, berpenampilan rapi dan sopan. "Selamat kepada kontingen UIN Maliki bersama tim officialnya dalam ajang OASE yang diselenggarakan di UIN Ar-raniry Banda Aceh, semoga selalu dalam lindungan Allah SWT, sehat, aman dan kembali lagi dengan selamat", pungkasnya.(ptt)
HUMAS-Usai dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor bidang Akademik UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki), Prof. Umi Sumbullah, M. Ag. Workshop Peningkatan kompetensi dosen bidang Integrasi Islam dan sains langsung menuju sesi pembahasan materi. Kegiatan yang bertempat di Hall Utama, eL- Hotel Kartika Wijaya Batu itu diisi oleh lima narasumber dengan pembahasan materi yang berbeda-beda sampai hari keduanya ini. Selasa(23/11)
Tampil sebagai narasumber yang pertama yakni Dr. Agus Maimun, M. Pd. Dalam kesempatan itu, dosen senior yang saat ini menjabat sebagai Ketua LP2M UIN Maliki Malang menyampaikan terkait dasar dari penting adanya integrasi Islam dan sains. Menurut Agus Maimun, apabila di UIN Maliki Malang adanya integrasi dilandasi empat pilar yang menjadi jargon yakni kedalaman spiritual, keagungan akhlak, keluasan ilmu dan kematangan profesional. Ia juga menjelaskan tentang lingkup kajian ilmu yang integral dan universal. Sehingga integrasi bukan hanya mengaitkan antara ilmu umum dengan ayat-ayat al-Quran namun lebih dari itu karena integrasi bukan hanya sekedar pembelajaran melainkan bisa diimplementasikan dalam kehidupan.
Lanjut pada narasumber yang kedua diisi oleh Dr. Shofiyullah Muzammil. Materi yang beliau sampaikan yakni tentang paradigma integrasi interkoneksi dalam pembelajaran di perguruan tinggi. Kemudian pada narasumber berikutnya, yakni materi ketiga diisi oleh Prof. Dr. Sutiman B. Sumitro, D. Sc. Beliau memaparkan tentang desain pengembangan pembelajaran berbasis integrasi dan interkoneksi.
Sedangkan untuk materi keempat yang berisi tentang implementasi pengembangan pembelajaran berbasis integrasi dan interkoneksi disampaikan oleh Dr. Imelda Fajriati, M. Si. Materi terakhir yakni tentang penyusunan draf dan outline buku ajar berbasis Islam dan sains sebagai implementasi integrasi dan interkoneksi dalam pembelajaran dipaparkan oleh narasumber dari UIN Maliki lagi, beliau adalah Dr. M. Mujab, MTh, Ph. D.
Di penghujung acara, sebelum workshop ditutup oleh Ketua panitia pelaksana, Dr. Begum Fauziyah,M.Farm maka diumumkannya pemberian tugas bagi peserta yakni membuat atau menyusun draf artikel dan segera dikumpulkan ke kantor Pusat Studi Islam dan Sains(PSIS) dalam bentuk hard file. "Silahkan anda semua memilih sendiri pasangannya untuk menjadi satu tim dalam mengerjakan tugas tersebut sebagai tindaklanjut dari acara kita selama dua hari ini", ucap Bu Begum sapaan akrabnya.(ptt)
HUMAS-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki) melalui Lembaga Penjaminan Mutu(LPM) bekerjasama dengan Universitas Negeri Malang (UM Malang) mengadakan Pelatihan Peningkatan Keterampilan Dasar Teknik Instruksional (PEKERTI) bagi dosen baru CPNS tahun 2020 dan dosen BLU(pkpba/pkpbi) UIN Maliki Malang. Senin(22/11)
Pelatihan yang diikuti oleh kurang lebih 81 peserta ini dilaksanakan di Gedung A-19 UM selama seminggu (22-27/11) secara luring dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) covid-19 yang ketat. Pelatihan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik UM, Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto, M.Si. Menurut Prof. Eko begitu sapaan akrabnya bahwa pelatihan PEKERTI memiliki tujuan melatih tenaga pendidik dalam upaya mempersiapkan program pembelajaran dan memberikan keterampilan mengajar serta melakukan evaluasi terhadap hasil belajar.
Sedangkan menurut Prof. Umi Sumbullah, M. Ag, Wakil Rektor bidang Akademik UIN Maliki Malang bahwa pelatihan tersebut merupakan salah satu upaya melakukan pembinaan serta meningkatkan mutu pengajaran dan pembelajaran kepada tenaga pendidik, khusunya para dosen baru CPNS 2020 dan dosen BLU di lingkup UIN Maliki Malang. Selain itu, sebagai ciri khas dari UIN Maliki maka akan diberikan materi tambahan yakni tentang Tarbiyah Ulul Albab dan juga integritas Islam dan sains. "Selamat dan semangat para dosen baru dan dosen BLU untuk mengikuti pelatihan ini, semoga semua berjalan lancar dan sukses seperti yang kita semua harapkan", pungkasnya. (ptt)
Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan Dr. H. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag. bersama Kepala Biro AAKK Dr. H. Barnoto, M.PdI. dalam rangka penutupan Whorkshop tata kelola organisasi kemahasiswaan dan pembahasan AD ART, KPU serta pedoman pembinaan ormawa di hotel tugu (22/11)
HUMAS - Bagian kemahasiswaan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang telah sukses mengadakan Whorkshop tata kelola organisasi kemahasiswaan dan pembahasan AD ART, KPU serta pedoman pembinaan ormawa. acara ini digelar mulai hari minggu 21/11 di Hotel Tugu dan berakhir pada selasa 23/11. diskusi yang alot sempat mewarnai dalam pembahasan AD ART, namun karena semua peserta antusias untuk berubah maka diskusi yg alot tersebut menemui titik terang.
peserta Whorkshop tata kelola organisasi kemahasiswaan dan pembahasan AD ART, KPU serta pedoman pembinaan ormawa terdiri dari Para Wakil Dekan III, Para Pembina dan Para Ketua UKM.
kegiatan ini di tutup oleh Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan Dr. H. Fatah Yasin, M.Ag. dalam sambutanya, fatah yasin (sapaan akrapnya) menginginkan agar kegiatan seperti ini harus ada setiap tahun untuk merangsang para pengurus ORMAWA memacu Prastasinya. Dan jangan lupa AD ART yang dibahas mulai pagi sampai malam harus menjadi pedoman bagi ORMAWA dalam menjalankan organisasinya. Dari pembahasan AD ART banyak ditemukan aturan2 yang harus dirubah dan harus selaras dengan Visi Misi Universitas yang Unggul dan bereputasi International. Oleh karena itu organisasi dibawahnya harus menyesuaikan dengan Visi Misi Universitas.
Adapun kegiatan kemahasiswaan untuk bisa menuju go international memang tidaklah mudah, penuh dengan tantangan dan membutuhkan dana yang tidak kecil serta wajib bisa berbahasa asing juga ungkapnya. Wakil rektor 3 berharap semua mahasiswa yang aktif di UKM bisa berbahasa asing khususnya Bahasa Inggris. Hal ini dikarenakan mengaca kepada kampus sebelah yang telah mendahului UIN Malang menuju Go International. hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh mantan Rektor UB Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, M.S. bahwa untuk bisa Go International itu memang harus pandai berbahasa asing. insya Allah jika nanti dilihat bisa untuk Go International maka akan di berikan dana dalam rangka mendukung untuk menuju Go International ungkapnya.