GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. mengenalkan versi baru dan segar dari agenda Jumat rutinan. Jika biasanya dilaksanakan pagi hari dengan khataman al Quran dan dilanjut salawatan, kali ini pihak kampus juga mengundang narasumber. "Ini bagian dari inovasi, yang semula hanya khotmil quran dan shalawatan saja kita inovasi penyajiannya menjadi tadarus dan kajian al Quran," jelasnya, Jumat (20/8). Menurut Prof. Zain, selama ini banyak orang membaca al Quran, maulid diba', al barzanji, juga manakib nurul Quran namun tidak memahami kandungan atau maknanya. "Kajian ini membantu kita untuk mempelajari isinya," ujarnya. Ia berharap, dengan tadarus dan kajian al Quran ini keluarga besar UIN Maliki banyak menambah ilmu. Ia juga ingin agar kegiatan ini terus berjalan secara istiqamah. "Jumat ganjil diisi dengan tadarus dan kajian sedangkan pada Jumat genap diadakan istighotsah dan sholawatan," terangnya. Model baru kegiatan tersebut mampu menghidupkan tiga unsur literasi, yakni spiritualitas, intelektual dan sosial. Di UIN Maliki Malang tidak bisa lepas dari literasi spiritual yang digembleng di ma'had untuk para mahasiswanya dan melalui forum kajian bagi staf dan dosen. Literasi intelektual dilakukan melalui kajian, seminar, dan terakhir literasi sosial berwujud pengabdian kepada masyarakat. "Ini bahasa tradisi di kita yakni zikir, pikir dan amal sholeh," tegasnya. Mengakhiri sambutannya, Prof. Zain mengucapkan terima kasih kepada Ustadz Malik dan Ustadz Said Agil Husin Al Munawar sebagai narasumber perdana di acara tersebut. "Terima kasih karena sudah hadir meski secara virtual, semoga pandemi ini segera usai dan selanjutnya kita bisa bertemu secara langsung. Mohon doanya semoga UIN Maliki Malang menjadi World Class University karena itu tujuan kita di roadmap periode ini," pungkasnya. (ptt/nd)
GEMA-Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia (Sekjen RI) Prof.Dr. Nizar Ali, M.Ag. secara resmi merilis sistem aplikasi digital tata kelola dan manajemen di Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Aplikasi ini sendiri merupakan gagasan Kabiro AAKK Dr. Barnoto, M.PdI. Hal ini menandai adanya perubahan besar dari yang semula menggunakan sistem manual menjadi sistem digital. Acara bertempat di Ruang Meeting lt. 3, Gedung Rektorat dan dilaksanakan secara luring dan virtual melalui aplikasi Zoom, Jumat (20/8).
Mewakili rektor UIN Maliki Malang, Wakil Rektor Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. menyampaikan rasa syukur dengan adanya perilisan aplikasi tersebut. Pasalnya, hal itu merupakan salah satu kemajuan dan perubahan menyesuaikan perkembangan zaman di era Industri 4.0 yang serba berbasis IT. "Kami para pimpinan mendukung agar semua unit di kampus ini pada saatnya nanti akan berbasis digital seperti halnya di P2B. Dengan adanya hal itu kami berharap ke depan P2B UIN Maliki bisa mengembangkan berbagai bisnisnya secara cepat, tepat, meluas pastinya secara legal dan halal," paparnya.
Sedangkan Prof. Nizar, Sekjen Kemenag RI juga sangat mendukung sistem aplikasi digital yang diterapkan pada tata kelola P2B UIN Maliki Malang. Menurutnya dengan sistem digital akan mempermudah proses administrasi, mempercepat segala transaksi, lebih transparan dan memperkuat akuntabilitas dalam pengelolaan bisnis. Sehingga, pada akhirnya mampu mengoptimalkan pemberdayaan aset, memperkuat kerjasama dan menambah pendapatan dari bisnis yang dijalankan UIN Maliki melalui P2B.
Selanjutnya, prosesi launching dilaksanakan secara virtual oleh Prof. Nizar dengan disaksikan oleh seluruh peserta dan tamu undangan via aplikasi Zoom, yakni para Kabiro AUAK/AUPK beserta para Kepala Unit P2B PTKIN BLU se-Indonesia. Di akhir acara, dilakukan penandatanganan berita acara serah terima berkas aplikasi digital dari PTIPD kepada Unit P2B UIN Maliki Malang yang diwakili oleh kepala unit masing-masing.(ptt/nd)
GEMA-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. M. Zainuddin, MA melantik Wakil Rektor Bidang Akademik Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag menggantikan Dr. Agus Maimun M.Pd yang mengundurkan diri dari jabatan WR I kerena ingin konsen menuju guru besarnya. Prof. Zainuddin dalam arahannya mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk menyamakan visi misi UIN Maliki Malang. Pelantikan di tanggal 10 Muharram 1443 H ini menjadi momentum yang baik. Pasalnya para rasul di bulan Muharram ini mendapat anugerah dan maunah dari Allah SWT. "Mudah-mudahan bapak ibu juga mendapatkan anugerah dan maunah dari Allah SWT. Dijauhkan dari segala penyakit dan bisa menjalankan amanah dengan sebaik mungkin," doanya. Mantan WR I itu juga kembali menegaskan Bahwa jabatan itu bukan nikmat tapi ujian, oleh sebab itu tidak usah disyukuri. Faktanya setiap jabatan itu penuh dengan tanggungjawab dan ujian yang harus dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat. "Oleh sebab itu, mari kita bersama rapatkan barisan demi kemajuan lembaga tercinta ini," ajaknya Prof. Zain di selah sambutannya juga kembali mensosialisasikan program 100 hari dn 4 tahun kedepan. 100 hari kedepan targetnya melakukan evaluasi secara menyeluruh. Khususnya permasalahan yang belum terselesaikan dengan baik untuk menuju 4 tahun kedepan yaitu wrld class university. "Ini sudah menjadi tekat UIN Malang 2021-2030 yaitu WCU ranking," paparnya. Ini kata dia, memerlukan kerja keras dan keseriusan dari para pimpinan maupun sivitas akademika UIN Maliki Malang. Meskipun masa pandemi Covid-19 belum usai, semua warga kampus ini harus tetap menjalankan pekerjaan dengan semaksimal mungkin. "Untuk itu kita ini tim yang harus saling membantu dan menguatkan satu sama lain," tegasnya. Kedepan papar Prof. Zain, UIN Malang harus bisa membaca peta perkembangan di era digital 4.0 ini. Kampus ini harus memanfaatkan IT terpadu untuk meningkatkan pelayanan digitalnya. Proses layanan digitalisasi harus dilakukan untuk kemajuan UIN Maliki Malang ke depan. "Tentu di 100 hari kedepan saya akqn kontrol dan yakinlah semua akan terwujud jika kita bisa bekerja sama dengan baik," pungkasnya.
GEMA-Lagi!Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang ( UIN Maliki) kembali menggelar program vaksinasi massal. Kali ini kampus Islam berlogo Ulul Albab ini bekerjasama dengan Polresta Malang Kota. Berlokasi di Gedung B, Kampus I UIN Maliki, dengan memanfaatkan ruang kelas perkuliahan, aula Gedung hingga area parkiran depan gedung B. Kamis(19/8)
Kali ini pelayanan vaksinasi lebih diutamakan untuk masyarakat umumnya yang berusia 13 tahun ke atas, khususnya yakni bagi para pelajar dengan jumlahnya 1000 dosis. Pelaksanaan vaksinasi ini merupakan salah satu kontribusi serta komitmen dari UIN Maliki dan Unit Polresta Malang sebagai wujud mensupport program pemerintah pusat hingga pemerintah daerah (Pemda) dalam menangani penyebaran virus Covid-19 khususnya di area Malang dan umumnya wilayah Jawa Timur.
Kedatangan tamu agung dari Lembaga Induk kepolisian Negara RI, yakni Inspektorat Pengawasan Umum(Irwasum) POLRI, Komjen POL. Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si bersama Walikota Malang, Dr. H. Sutiaji. Tujuan kehadiran keduanya yakni melakukan survei dan monitoring secara langsung pelaksaan vaksinasi di lokasi yang diberi sebutan dengan Gerai Vaksinasi Merdeka Semeru.
Didampingi oleh rektor UIN Maliki, Prof. Zainuddin, para wakil rektor dan para Kabiro serta tim Satgas COVID-19 prosesi survei dari kedua tamu agung tersebut berjalan lancar hingga pelaksanaan vaksinasi juga tidak terkendala.
"Hal ini merupakan strategi Satgas dari gabungan berbagai pihak saat masa pandemi, kami sendiri TNI, POLRI kemudian juga kampus sebagai lembaga pendidikan bahkan juga ada dari komunitas masyarakat hingga Pemda untuk terus saling berkomunikasi, memiliki banyak link dan saling konfirmasi lebih cepat jadi lebih baik ditangani secara profesional. Di UIN Maliki ini juga sudah bagus dan isolasi terpadu nya (isoter) telah terkendali, "papar Komjen Agung saat diwawancarai di akhir survei. (ptt)
GEMA-Rapat koordinasi finalisasi pembentukan sistem digitalisasi Unit Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Maliki Malang terus berlanjut. Kali ini rakor yang langsung dipimpin oleh Dr. H. Barnoto, M.Pd.I melakukan persiapan launching aplikasi sistem digital. Senin(16/8).
Dalam sambutannya, Barnoto menyampaikan bahwa rakor tersebut sebagai tindaklanjut rapat sebelumnya yang telah membahas penguatan akuntabilitas tatakelola keuangan BLU khususnya P2B. "Karena setting aplikasi digital sudah mendekati selesai, sehingga kali ini mari kita merapatkan barisan sebagai persiapan prosesi launching aplikasinya," ajaknya.
Sesuai rencana, Kabiro asal Tuban itu mengatakan bahwa launching akan dilaksanakan pada Jumat(20/8). "Inshaa Allah acara launching dilaksanakan besok Jumat, 20 Agustus. Rencana kita undang seluruh stakeholder UIN MALIKI dan undangan daring untuk para Kabiro AUPK beserta Kepala P2B PTKIN BLU se-Indonesia, " paparnya.
Selain itu juga disampaikan bahwa rencananya Bapak Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI yang nanti akan melaunching aplikasi tersebut. "Beliau sudah kita undang secara virtual, semoga tidak ada halangan sehingga bisa hadir saat acara tersebut, " harapnya.
Rakor berjalan lancar dengan metode sharing dan diskusi. Dalam prosesnya, disampaikan perwakilan dari unit Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD) UIN Maliki Malang bahwa proges perancangan sistem digital telah mencapai tahap finishing. "Hal pentingnya lagi adalah soal pemberian nama aplikasinya. Hal ini mungkin terlihat sederhana tapi dampaknya sangat luar biasa, " ungkap Mukhlis, Kepala PTIPD. Sehingga menurut mas Muchad sapaan akrabnya di lingkungan kampus itu menyarankan agar pemilihan nama aplikasinya nanti harus yang simple, jelas dan tentunya unik.
Hal tersebut ia tekankan lagi karena dengan minimal tiga kriteria yang telah ia sampaikan, maka suatu aplikasi bisa dengan mudah diketahui oleh orang, dicari dan juga diingat nama aplikasi itu. "Tidak perlu pilihan nama yang panjang dan beranekaragam, cukuplah namanya itu paling mudah dikenali oleh orang lain!, " terangnya. (ptt)
GEMA-Memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 tahun dalamnkondesi pandeni ini ketua senat, jajaran rektorat, para kabiro dan juga dekan fakultas serta direktur pascasarjana hadir di ruang lobby Lt. 1 Gedung (HC) Ir. Soekarno guna mengikuti peringatan HUT RI secara virtual, Selasa (17/8).
Upacara virtual yang diselenggarakan oleh ajaran pimpinan di UIN Maliki Malang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Penataan posisi saat mengikuti acara juga dirapikan dengan menjaga jarak agar tidak berkerumun. Sedangkan landasan dari kegiatan virtual tersebut merujuk dari Surat Edaran Menteri Agama Nomor 22 Tahun 2021 tanggal 13 Agustus 2021 tentang Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2021 Pada Kementerian Agama.
Dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof. Nizar, salah satu poin dijelaskan bahwa Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau sederajat dan pegawai pada instansi pusat wajib mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI secara virtual dari kantor masing-masing melalui Rumah Digital Indonesia atau Televisi.
Selain itu, pimpinan UIN Maliki Malang juga mengeluarkan *SURAT EDARAN (SE) Nomor: 2922/ Un. 03/HK. 007/08/2021*. Tentang Pelaksanaan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satu poinnya menerangkan bahwa seluruh sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang wajib mengikuti upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih yang dilaksanakan di Istana Merdeka Jakarta secara virtual dari rumah masing-masing.
Sehingga dengan adanya SE tersebut berati seluruh warga kampus UIN Maliki Malang dimana pun keberadaannya wajib mengikuti peringatan HUT RI ke 76 secara virtual. (ptt)
GEMA-Memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia ke-76 tahun dalamnkondesi pandeni ini ketua senat, jajaran rektorat, para kabiro dan juga dekan fakultas serta direktur pascasarjana hadir di ruang lobby Lt. 1 Gedung (HC) Ir. Soekarno guna mengikuti peringatan HUT RI secara virtual, Selasa (17/8).
Meskipun keikutsertaannya tidak secara langsung namun acara berjalan lancar dan penuh khidmat. Selasa(17/8) Upacara virtual yang diselenggarakan oleh ajaran pimpinan di UIN Maliki Malang dimulai sekitar pukul 09.30 WIB, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang ketat. Penataan posisi saat mengikuti acara juga dirapikan dengan menjaga jarak agar tidak berkerumun.
Sedangkan landasan dari kegiatan virtual tersebut merujuk dari Surat Edaran Menteri Agama Nomor 22 Tahun 2021 tanggal 13 Agustus 2021 tentang Pedoman Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2021 Pada Kementerian Agama. Dalam surat yang ditandatangani Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Prof. Nizar, salah satu poin dijelaskan bahwa Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama atau sederajat dan pegawai pada instansi pusat wajib mengikuti Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan RI secara virtual dari kantor masing-masing melalui Rumah Digital Indonesia atau Televisi.
Selain itu, pimpinan UIN Maliki Malang juga mengeluarkan SE Nomor: 2922/ Un. 03/HK. 007/08/2021. Tentang Pelaksanaan Hari Ulang Tahun ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Salah satu poinnya menerangkan bahwa seluruh sivitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang wajib mengikuti upacara peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI dan Upacara Penurunan Bendera Sang Merah Putih yang dilaksanakan di Istana Merdeka Jakarta secara virtual dari rumah masing-masing. Sehingga dengan adanya SE tersebut berati seluruh warga kampus UIN Maliki Malang dimana pun keberadaannya wajib mengikuti peringatan HUT RI ke 76 secara virtual. (ptt)
GEMA-Dalam rangka menindaklanjuti penerapan sistem digitalisasi Pusat Pengembangan Bisnis (P2B) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Kabiro AAKK, Dr. H. Barnoto menggelar acara sosialisasi yang bertajuk Brainstorming Aplikasi Digital di P2B UIN Maliki Malang. Acara virtual melalui Zoom meeting tersebut mengundang para Kabiro AUPK disertai kepala unit P2B PTKIN se-Indonesia. Tidak tanggung-tanggung narasumbernya dari Kepala BIRO keuangan dan BMN Setjen.Kementerian Agama RI, Drs. H. Subarja M. Pd. Jumat (13/8).
Dalam kesempatan itu, Barnoto (peserta PKN I angkatan 49 th 2021 ini) sekaligus inisiator terselenggaranya acara tersebut memaparkan secara detail terkait apa saja yang menjadi ulasan hingga pentingnya penetapan sistem digitalisasi pada P2B di UIN Maliki Malang khususnya dan bagi PTIKN seluruh Indonesia pada umumnya.
Sehingga tujuan dari acara tersebut tidak lain dalam rangka proses sosialisasi Penguatan Akuntabilitas Tata Kelola P2B di UIN Maliki Malang sebagai Satker Badan Layanan Umum(BLU). "Semoga ini menjadi embrio menuju layanan P2B yang semakin berbasis digital mengikuti zaman era revolusi Industri 4.0," harapnya.
Kemudian, menanggapi terkait apa yang telah dipaparkan secara jelas oleh Kabiro AAKK UIN Maliki Malang, Subarja menyampaikan dukungannya atas inisiasi yang telah menjadi target demi perkembangan dan kemajuan P2B di PTKIN. "Semoga semua usaha ini lancar dan penuh berkah manfaat sehingga bisa menyesuaikan dengan perubahan era yang makin modern dan serba digital, " ujarnya.
"Silahkan nanti apabila sudah berjalan prosesnya, dibuatkan semacam group di WA atau sosmed lainnya guna menambah intens nya komunikasi sekaligus bersilaturahmi membahas progressnya, " imbuhnya.(ptt)
GEMA-Masyarakat sedang ramai memperbincangkan kompetisi penulisan artikel tingkat nasional yang diselenggarakan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia. Pasalnya, BPIP mengangkat "Hormat Bendera dan Menyanyikan Lagu Kebangsaan Menurut Hukum Islam" sebagai tema besar. Tentu hal ini menjadi pergunjingan karena dikhawatirkan akan memecah belah bangsa. Namun, tidak semua menganggap ini negatif, termasuk Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. M. Zainuddin, MA., Senin (16/7). Menurutnya ide beserta penyelenggaraan kompetisi tersebut sangat positif. Masyarakat perlu memahami bagaimana sesungguhnya makna dan arti penting dari mencintai negeri ini. Sampai hari ini masih banyak warga bangsa yang enggan dan bahkan menganggap bid'ah dan syirik terhadap penghormatan Sang Saka Merah Putih. "Padahal, hal tersebut dimaksud untuk mencintai tanah air yang tergolong sebagian dari iman," jelas Prof. Zain. Ia melanjutkan, penghormatan bendera ialah bagian dari memperkokoh komitmen kita sebagai warga bangsa sekaligus mengamalkan Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Kaum santri, sebagai bagian dari warga bangsa, memiliki potensi dan komitmen dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Sejarah mencatat bagaimana para Kiai dan kaum pesantren melakukan perlawanan terhadap para penjajah di negeri ini. "Kontribusi mereka dalam perjuangan bangsa tidak terbantahkan," tegasnya. Maka, masih kata Prof. Zain, penyelenggaraan hibah kompetitif penulisan artikel oleh BPIP tersebut sebetulnya bisa memperkaya khazanah wawasan kebangsaan bagi generasi muda khususnya dan warga bangsa pada umumnya. Selain itu, sebagai bentuk dari revitalisasi dan reaktualisasi makna kebangsaan dan keindonesiaan dan menanamkan cinta NKRI dalam perspektif agama. "Saran saya, jika BPIP ingin mengadakan kompetisi serupa di masa mendatang, maka tema "perspektif agama" perlu diperluas. Sehingga, umat agama lain bisa berpartisipasi dan berkontribusi dalam perlombaan tersebut," papar rektor menutup opininya. (nd)