GEMA-Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim malang terus meningkatkan pengawasan dan pencegahan atas mewabahnya Covid-19 (Corona Virus Disease). Menyikapi langkanya produk hand sanitizer di pasaran, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang akhirnya memproduksi produk tersebut sekitar 4000 botol untuk mahasantri yang masih tinggal di ma’had. Sosialisasi dan pembagian hand sanitizer dilakukan di dua tempat yakni di Aula Halaqoh Mahad lt. 1 bagi mahasantri putra dan di Masjid Ulul Albab bagi mahasantri putri, Selasa (17/3). Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nurdiana, M.Si. turun langsung untuk membagikan hand sanitizer gratis tersebut. Ia menyampaikan bahwa produksi massal ini wujud kepedulian UIN Malang terhadap mahasiswa. “Pembagian hand sanitizer kepada mahasiswa ini semoga dapat membantu untuk pencegahan virus dan bentuk service excellent university,” ujarnya. Sementara itu, Dekan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Malang Dr. Sri Harini, M.Si memberikan arahan kepada seluruh mahsantri untuk menggunakan hand sanitizer ini dengan tepat. “Kami produksi massal demi mahasantri Pusat Mahad al Jamiah UIN Malang yang akan pulang ke kampung halamannya,“ tuturnya. (kh/nd)
GEMA-Tak ingin berdiam diri saja selama masa lockdown, UIN Malang mengenalkan inovasi terbaru untuk membantu pemerintah memutus rantai Covid-19 (Corona Virus Disease). Salah satunya ialah pembuatan Room Screening yang dinamai KAVi (Kabut Anti Virus). Ini adalah alat berupa ruangan kecil cukup untuk dimasuki satu orang yang digunakan untuk sterilisasi secara menyeluruh dari kepala hingga kaki. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah menjelaskan penamaan KAVi diambil dari isim fa'il kata 'kaafii' yakni 'kaafi'. Secara denotatif, kata itu berarti mencukupi atau memenuhi. KAVi juga diambil dari akar kata 'kaffa' yang berarti sesuatu yang menolak. "Sehingga jika dimaknai, KAVi ini berarti sesuatu yang cukup untuk menolak virus," jelas Gus Is, sapaan akrabnya. Penamaan ini sekaligus sebagai doa juga ikhtiar yang dilakukan UIN Malang untuk memutus penyebaran Covid-19. Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menuturkan bilik KAVi ini sangat menghemat penggunaan cairan sanitizer. "Untuk sekali penyemprotan di seluruh tubuh, tidak butuh banyak cairan namun sangat merata," ujarnya. Pasalnya, KAVi tidak dalam bentuk spray melainkan uap yang berpartikel sangat kecil. Alat ini pun sangat efektif, mudah, dan yang pasti murah. Wakil Rektor Bidang AUPK Dr. Ilfi Nurdiana menjelaskan pembuatannya. KAVi membutuhkan bilik kecil, humidifizer yang telah dimodifikasi untuk merubah air menjadi kabut, selang penghubung humidifizer ke bilik, dan cairan sanitizer berkadar alkohol 70% sebanyak 1 liter. Cara kerja KAVi sangat mudah. Selama selang penghubung dipasang dengan baik, maka humidifizer bisa dinyalakan. Dengan begitu, kabut dari sanitizer akan masuk dan memenuhi bilik. "Satu liter cairan sanitizer bisa digunakan selama 5 hingga 7 jam," jelasnya. (nd)
GEMA-Pasca keluarnya Surat Edaran Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang No. 1171 Tahun 2020 tentang Kesiapsiagaan dan Tindakan Antisipasi Pencegahan Infeksi Virus Corona (Covid-19) di Lingkungan UIN Malang, Ketua Tim Satgas kampus dr. Christiaji Indradmodjo beserta anggotanya memberikan pengarahan kepada sivitas akademik. Kegiatan tersebut dilakukan setelah pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid at Tarbiyah, Jumat (20/3). Materi sosialisasi ialah arahan dan kebijakan yang diputuskan pimpinan kampus berlogo Ulul Albab. Materi lebih dikhususkan kepada mahasantri yang masih tinggal di lingkungan kampus. Akses keluar-masuk area Kampus 1 dan 2 yang dibatasi ditekankan oleh Tim Satgas. “Kampus memberlakukan satu pintu gerbang yang dijaga ketat tim keamanan. Gerbang pejalan kaki pun ditutup,” tutur dr. Christiaji. Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa mahasantri yang akan keluar-masuk kampus harus membawa surat izin dari Kantor Ma’had. Dengan peraturan ini, pihak kampus memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan mereka selama 14 hari (11-28/3). Tak hanya bagi mahasantri, sekuriti juga akan memeriksa identitas (card-access) dosen dan karyawan yang keluar-masuk universitas. “Otomatis, tamu luar yang masuk kampus pun akan diperiksa kartu identitasnya,” imbuhnya. Terakhir, Tim Satgas mengharap kerjasama yang baik dengan seluruh warga kampus dan sekitarnya. Meski beberapa peraturan dianggap akan mengganggu kenyamanan, pihak kampus tentu memiliki tujuan baik agar pencegahan penularan Covid-19 dapat berjalan maksimal khususnya di lingkungan UIN Malang. (ptt/nd)
GEMA-Di hari ketiga penyelenggaran dzikir bersama yang dilakukan pimpinan UIN Maliki berserta segenap warga sivitas akademikanya masih terasa penuh hikmad. Bahkan acara yang tadi diselenggarakan di aula Lt.1 Fakultas Ekonomi tetap dibanjiri banyak pengunjung baik dari Kabiro, dekanat, kaprodi, kabag, kasubbag sampai para staf.
Meskipun saat ini memang begitu banyak surat edaran atau informasi resmi maupun nonresmi yang menghimbau untuk waspada dengan penyebaran virus Corona, khususnya di kawasan pendidikan tinggi, Kamis (19/3). Dalam arahannya, seusai acara dzikir bersama yang diakhiri dengan sholawatan tersebut Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Abdul Haris, M.Ag mengatakan bahwa acara dzikir bersama ini adalah proses mentradisikan bukan memaksakan diri khususnya bagi semua warga di lingkungan kampus UIN Maliki.
Sehingga menurut orang nomer wahid di kampus berlogo Ulul Albab itu bahwa semua yang hadir, siapa pun orangnya berati telah dengan kesadaran penuh ikut mentradisikan acara ini (dzikir bersama)-red. Oleh karena itu, meskipun nanti akan ada surat atau edaran lagi yang masuk dan diterima kampus UIN Maliki, namun sebagai pimpinan tetap berharap acara ini tetap berjalan dan terealisasi. Diakhir pengarahannya, Prof. Haris sapaan akrabnya, berharap semoga semua warga UIN Maliki ini bisa saling menjaga.
Dan ia juga mengajak bersama untuk membangun kampus UIN agar bisa menghasilkan orang-orang yang baik, sholih sholihah berguna bagi umat manusia di seluruh dunia, wassalam," pungkasnya. (ptt).
GEMA-Di tengah mewabahnya Covid-19 (Corona Virus Disease), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mempelakukan pembelajaran kuliah secara online. Akan tetapi, rektor menyatakan agar tenaga pendidik dan tenaga kependidikan UIN Malang tetap memberikan pelayanan kepada mahasiswa termasuk layanan adminitrasi guna menunjang keberlangsungan akademik di kampus, Selasa (17/3). Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menghimbau untuk terus bekerja seperti biasa meskipun ada Surat Edaran Rektor untuk bekerja di rumah (work from home). “Harus bekerja dengan sungguh-sungguh, jangan sampai ini dibuat kesempatan karena tidak masuk kantor terus pergi ke mall, pasar, dan lain-lain,” tuturnya. Sementara itu, lanjut Prof. Haris, masih banyak hal-hal yang harus diselesaikan terkait dengan kemajuan kampus UIN Malang. Terutama kepada dosen yang ingin mengurus administrasi percepatan Guru Besar UIN Malang. Juga, membuat Rencana Strategis (Renstra) sesuai hasil Rapat Kerja minggu lalu. Ia berharap, kampus tetap bekerja maksimal walau di situasi lockdown. "Semoga Virus Corona ini segera berlalu dan kita bersama bisa melaksanakan aktivitas seperti sediakala,” doanya. (kh/aj/nd)
GEMA-Segenap pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar khotmil al Quran dan doa bersama. Hal ini ditujukan agar seluruh sivitas akademik dijauhkan dari segala marabahaya penyakit akibat Covid-19 (Corona Virus Disease) yang meresahkan belakangan ini. Rencananya, kegiatan ini akan digelar selama tujuh hari berturut-turut. Untuk mengawali, agenda yang pertama di tempatkan di Aula Fakultas Sains dan Teknologi lt. 1 Kali ini, khotmil quran di laksanakan di Aula Fakultas Saintek lt. 1, Selasa (17/3). Dalam sambutannya, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menyampaikan bahwa ikhtiar pencegahan menularnya Virus Corona di lingkungan kampus sudah dilakukan secara maksimal. Salah satunya dengan melakukan pembelajaran online. "Tetapi kita juga perlu berdoa kepada Allah agar semua warga UIN Malang terhindar dari virus ini,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi peserta khotmil al Quran dan doa bersama. Semakin hari ada peningkatan peserta untuk mengikutinya. "Dalam beberapa hari ke depan semoga para dosen dan karyawan terus istiqomah mengikuti khotmil Quran dan doa bersama ini,” harapnya. (kh/aj/nd)
GEMA-Penanggulangan Covid-19 (Corona Virus Disease) serius dilakukan pemerintah pusat hingga daerah di Indonesia. Upaya lockdown pun dilakukan serentak oleh perguruan tinggi. Untuk itu, segenap pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan sosialisasi dan tindakan preventif terhadap bahaya penyebaran Covid-19. Kegiatan dilaksanakan bersamaan dengan Doa , Istighosah, dan Sholawat bersama di Gedung Perpustakaan Pusat, Senin (16/3). Dalam pengarahannya, Rektor Prof. Abd Haris meghimbau agar sivitas akademik UIN Malang tidak perlu cemas. Ia ingin agar segala aktivitas dan pelayanan akademik tetap berjalan sebagaimana mestinya. Misalnya, kegiatan belajar mengajar antara dosen dan mahasiswa juga aktivitas administrasi di setiap unit. "Meski tidak bertatap muka, bisa diganti dengan cara daring (dalam jaringan), yakni memanfaatkan media internet (online),” ungkapnya. Kemudian bagi tenaga kependidikan dan dosen yang punya tugas tambahan tidak perlu libur dan terus masuk kantor. Ia menyarankan agar mereka tetap menjalankan tugasnya tanpa mengabaikan keselamatan dan kesehatan. Selanjutnya, kata dia, sebagai upaya melindungi diri dari penyebaran Virus Corona di lingkungan kerja, Prof. Haris telah menginstruksikan pemasangan dan pengisian hand sanitizer di sudut area Ruang Rektorat, Perpustakaan, dan setiap fakultas yang ada di kampus berlogo Ulul Albab ini. (ptt/nd)
GEMA-Akhir-akhir ini virus Corona (Covid-19) mulai mewabah di Indonesia, untuk itu pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag memberikan kebijakan terkait mewabahnya virus covid-19. Agar virus tidak menyebar di lingkungan UIN Malang, ada beberapa kebijakan yaitu Pertama, perkuliahan sementara ini dialihkan melalui pembelajaran secara online, diharapkan para dosen untuk memberikan pembelajaran online kepada mahasiswanya. Kedua, untuk mahasantri yang ada di mahad untuk tetap tinggal di mahad tidak diizinkan untuk pulang dan menjalankan aktifitas di lingkungan mahad. Ketiga Dosen dan Karyawan tetap masuk seperti biasa untuk memberi pelayanan kepada mahasiswanya yang membutuhkan masalah adminitrasi, tapi harus selalu menjaga kebersihan dan menjaga kesehatan. Diharapakan dengan mewabahnya virus corona ini seluruh sivitas akademika UIN Malang agar selalu menjaga dirinya untuk selalu waspada terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, selama beberapa hari kedepan para pimpinan menggelar khotmil dan doa bersama agar kampus UIN Malang khusunya dan pada umumnya rakyat Indonesia dari sabang sampai merauke selamat dari wabah virus covid-19 (corona). “Semoga Allah senantiasa menjaga bangsa ini dari wabah dan berbagai macam penyakit,” doanya.
GEMA-Dalam meningkatkan program-program yang sesuai dengan visi misi kampus, para pimpinan Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Forum Group Discusion (FGD) terkait Visi Misi UIN Malang di Ruang Rektor lt. 1 (16/3). Kegiatan ini diikuti oleh para pimpinan, para pakar UIN Malang dan mengundang narasumber dari Guru Besar UIN Surabaya Prof. Dr. Husniyatus Salamah Zainiyati, M.Ag serta Dr. H. Khozin, M.Si dari Universitas Muhammadiyah Malang. Rektor UIN Malang Prof. Abd. Haris, M.Ag menegaskan bahwa program yang ada di unit maupun lembaga ini harus selalu disesuaikan dengan visi misi UIN Malang. “Tidak ada lagi program yang tidak sesuai dengan visi misi kampus, semuanya harus di selaraskan dan di intregasikan,” tegasnya. Sementara itu Guru Besar dari UIN Surabaya Prof. Husniyatus menyampaikan bahwa Mahad al Aly yang ada di UIN Malang adalah mahad yang sesuai dengan integrasi sains dan Islam yang merupakan wujud dari visi misi UIN Malang. “Selama ini program yang ada di mahad UIN Malang sudah sesuai dengan visi misi UIN Malang yaitu mewujudkan generasi ulul alab,” sambutnya. Selain itu pakar keilmuan integratif dari UMM Malang Dr. H. Khozin menambahkan bahwa UIN Malang memiliki modal besar untuk mewujudkan keilmuan integrative. “Dengan adanya perpaduan mahad dan Universitas yang linier, UIN Malang akan mampu mewujudkann keilmuan secara integratif yakni perpaduan Sains dan Islam,” Imbuhnya.