GEMA-Jalur seleksi masuk perguruan tinggi di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyisakan dua jalur lagi yaitu UM-PTKIN dan Jalur Mandiri Tulis. UM-PTKIN merupakan jalur seleksi yang dilaksanakan secara nasional oleh Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN). UIN Malang merupakan salah satu dari 55 Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri yang terdaftar mengikuti UM-PTKIN ini (21/5). Menurut Kabiro AAKK Achmad Heru Achadi menjelaskan bahwa jalur UM-PTKIN ini dilaksanakan setelah ujian SPAN-PTKIN yang berdasarkan prestasi akademik calon mahasiswa baru, sehingga jika tidak lolos di SPAN-PTKIN maka bisa mengikuti tes ujian UM-PTKIN. “Ujian UM-PTKIN ini hasilnya harus memenuhi kriteria yang ditentukan oleh panitia,” paparnya. Seleksi UM-PTKIN ini akan dilaksanakan Selasa (22/5), serentak di seluruh PTKIN se Indonesia. Di UIN Malang sendiri ada 2397 peserta yang akan mengikuti ujian jalur tersebut “Sejak dibuka pendaftaran UM-PTKIN 12 April hingga 11 Mei ini ada 2397 pendaftar,” paparnya. Sementara itu, salah satu panitia UM-PTKIN Uril, menegaskan bahwa sesuai data rekapitulasi pendaftarnya pada tahun 2018 ini tercatat jumlah peminatnya mencapai 11.781 orang dan jumlah pendaftarnya ada 4462 orang, namun yang lolos seleksi administrasi hanya 2397 peserta saja. “Data terakhir menunjukkan angka tersebut,” jelasnya. Seperti biasanya, jumlah peminat prodi terbanyak di jalur UM-PTKIN ini masih jatuh pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) sebanyak 845 orang, kedua Perbankan Syariah 642 orang, dan ketiga Hukum Bisnis Syariah 402 orang. “Sementara sisanya tersebar di fakultas yang lain,” paparnya. Uril menjelaskan, proses jalur seleksi UM-PTKIN ini menggunakan dua jalur yaitu ujian secara tertulis dan ujian berbasis computer (CBT). Terdiri dari 3 kelompok ujian, yaitu kelompok ujian IPA, IPS dan IPC. “Ujian kali ini akan menggunakan di 4 gedung perkuliahan, yaitu Gedung A, B, C untuk model ujian tulis dan ujian CBT dilaksanakan di berbagai laboratorium yang ada di Gedung Saintek,” (ptt/aj).
GEMA-Mahasiswa Psikologi berbagai angkatan khususnya bagi yang telah mengambil mata kuliah Kode Etik Psikologi mengahadiri acara kuliah tamu. Acara yang diselenggarakan oleh Fakultas Psikologi UIN Malang ini bertajuk Kode Etik Psikologi Indonesia bertempat di gedung Rektorat Lt.5. Senin(14/5). Sebagai salah satu usaha Fakultas Psikologi UIN Malang untuk menunjang aktifitas akademiknya maka diambil langkah sederhana yang berwujud konsep kuliah tamu. Dengan menghadirkan langsung Ketua Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) cabang Malang, yaitu Muhammad Salis Yuniardi, S.Psi, M.Si, Ph.D, Psikolog. “Sesungguhnya setinggi-tingginya manusia, profesi dan ilmu seseorang tetapi jika tidak beretika maka tidak ada bedanya dengan yang bukan manusia. Oleh karena itu sebenarnya nilai dari kemanusiaan itu dijaga melalui sesuatu yang disebut dengan kode etik jadi itu namanya beretika”,kata Dr. Ali Ridho, M.Si dalam sambutannya mewakili Dekan Fakultas Psikologi. Selain itu, Wakil Dekan Bagian Akademik ini berharap dengan adanya momen sepert ini, mahasiswa bisa memanfaatkan sebaik-baiknya untuk lebih mudah mendalami materi tentang kode etik psikologi yang telah diberikan dosen di dalam kelas. “Semoga kita semua para mahasiswa psikologi bisa menjadi ilmuwan psikologi yang beretika,” imbuhnya. Selanjutnya selama acara berlangsung pemateri yang juga merupakan Dekan Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) ini mempaparkan materinya secara simple namun tetap kreatif karena selalu menggunakan contoh kasus konkrit yang ada di sekitar disertai diskusi. Sehingga selama acara kuliah tamu itu berjalan para peserta menjadi lebih mudah memahami konteks materi terutama tentang kode etik Psikologi di Indonesia. dia juga membahas tentang berbagai usaha terutama yang dilakukan oleh HIMPSI. “Pelamgaran kode etik psikologi saat ini sudah banyak terjadi, dan salah satu pencegahannya bisa dilakukan dengan cara seminar seperti ini,” paparnya. (ptt).
GEMA-Setelah SBMPTN, UIN Malang menjadi lokasi pelaksanaan tes PBSB (Program Beasiswa Santri Berprestasi), Senin (14/5). Tes dilakukan dalam rangka penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2018-2019. Selain menjadi lokasi tes, ujian tersebut sekaligus sebagai jalur masuk alternatif calon mahasiswa yang ingin kuliah di UIN Malang. Abdul Aziz, Kabag Kemahasiswaan dan Alumni, menyatakan tes jalur PBSB dilakukan serentak di berbagai daerah. Regional Jawa Timur terpusat di UIN Malang. Ujian menggunakan Computer-Based Test. Karena menyesuaikan jumlah fasilitas, peserta terbagi di dua sesi. Sesi pertama pukul 07.00 WIB sedangkan sesi kedua pukul 12.30 WIB. Jumlah peserta tes jalur PBSB ialah 300 calon mahasiswa dari berbagai pondok pesantren. Pihak UIN Malang menerima 20 calon mahasiswa dari jalur tersebut. “Namun, untuk UIN Malang, persyaratan ditambah dengan memiliki hafalan 10 juz al Quran,” tambah Aziz. PBSB merupakan program masuk perguruan tinggi yang dirintis Kementerian Agama. Jalur ini khusus ditujukan bagi santri pondok pesantren berprestasi yang ingin melanjutkan pendidikan tingginya. Kemenag berharap agar santri yang berprestasi dapat menunjukkan kapasitasnya di ilmu umum. “Sehingga cita-cita generasi berwawasan luas dan berakhlak mulia bisa tercapai,” jelas Aziz. Melalui Kabag Kemahasiswaan dan Alumni, pihak kampus berharap, nantinya mahasiswa jalur PBSB benar-benar serius dalam menimba ilmu. Selain itu, program penambahan hafalannya pun harus semakin digiatkan. “Kami ingin mereka menyelesaikan kuliahnya selama 8 semester dengan lancar,” tuturnya. (syf/nd)
GEMA-Banyaknya mahasiswa yang tertunda karena permasalahan perkuliahan Bahasa Inggris Intensif, menginisiasi pihak PKPBI (Program Khusus Perkuliahan Bahasa Inggris) untuk bersosialisasi. Dikemas dalam Intensive English Program-Class Orientation, Ketua PKPBI Dr. Syamsudin menyampaikan program unitnya di depan mahasiswa semester dua, Senin (14/5). Ia kembali mengingatkan jika UIN Malang memiliki program bilingual yang wajib ditempuh di tahun pertama dan kedua. Program tersebut tentu untuk mendukung cita-cita kampus menjadi World Class University. “Therefore, all UIN Malang students must be able to speak at least these two foreign languages,” jelasnya. Kedua bahasa asing tersebut, lanjutnya, banyak digunakan oleh warga dunia. Untuk merambah dunia internasional, setidaknya, seseorang harus bisa berkomunikasi dengan Bahasa Inggris. “Bagaimana kita mau maju jika bahasa asingnya tidak dipelajari dengan serius?” tegas pria kelahiran Yogyakarta tersebut. Ibnu Wahyurianto, bagian akademik PKPBI, kemudian menjelaskan lebih mendalam mengenai kelas Bahasa Inggris Intensif. Ia meluruskan beragam kesalahpahaman yang sering muncul dalam pelaksanaannya. “Karena sudah berjalan bertahun-tahun, makanya untuk teman-teman yang akan menempuh semester depan, semoga tidak ada lagi masalah,” tuturnya. Kebanyakan, kata Ibnu, mahasiswa menyangka jika kelas Bahasa Inggris Intensif bersifat sunnah. Padahal, kelas tersebut wajib dihadiri oleh mahasiswa yang memprogram mata kuliah Bahasa Inggris 1 dan 2. “Mereka mengira kelas tersebut tidak resmi padahal ini adalah program kampus yang di-menej oleh PKPBI,” jelas dosen asal Trenggalek ini. Sosialisasi kelas Bahasa Inggris Intensif tersebut bekerjasama dengan pihak Pusat Ma’had al Jami’ah. Pihak PKPBI sengaja mengundang mahasiswa semester dua yang berdomisili di ma’had agar tidak ada miskomunikasi di semester mendatang tentang perkuliahan Bahasa Inggris. (nd)
GEMA-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag membuka kegiatan rembuk nasional perencanaan PTKIN seluruh Indonesia di hotel Savana Kota Malang. Pembukaan yang ditandai dengan pemukulan gong itu di saksikan oleh 237 perencanaan dari PTKIN seluruh Indonesia (9/5). Dalam pembukaan renas kali ini, Prof. Haris didampingi ketua forum wr 2, ketua forum biro AUPK, Ketua biro, ketua forum perencanaan PTKIN se-Indonesia dan kepala bagian perencanaan Pendis. Usai pemukulan gong, Rektor UIN Malang memberikan penyematan ID peserta Renas, serta mengalungkan shal yang bertuliskan UIN Maliki Malang ke salah satu peserta. “Saya berharap, renas ini bisa menghasilkan keputusan yang bisa memajukan PTKIN seluruh Indonesia,” harapnya.
GEMA-Mengawali pembukaan rembuk nasional perencanaan PTKIN se-Indonesia yang bertempat di Hotel Savana panitia menyuguhkan pembukaan renas dengan spektakuler. Faktanya, dalam pembukaan tersebut ratusan peserta renas dibikin takjub dengan beberapa penampilan dari siswa MAN II Kota Malang dan tim paduan suara UIN Malang (9/5). Dalam kesempatan tersebut tim paduan suara berkolaborasi dengan tim Rhythem of Employment (ROE) serat tim seni dari MAN II Kota Malang. Mereka menampilkan seni beladiri Pencak Silat serta Wushu dan Tari Saman. “Penampilan ini diberi nama Global Culture, karena didalamnya terdapat beberapa seni yang dikolaborasikan menjadi kesatuan yang indah, ada bela diri, music dan tari,” ungkap Kepala Perencanaan UIN Malang Imam Bani Mustaliq yang sekaligus Sekretaris Ketua Pelaksana Renas PTKIN se-Indonesia.
GEMA-Seluruh perencanaan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) melaksanakan rembuk nasional di Kota Malang. Kegiatan yang dijadwalkan selama empat hari itu akan ditutup pada tanggal 12 Mei 2018. Kepala Biro AUPK yang sekaligus Ketua panitia Rembuk Nasional (Renas) Perencanaan PTKIN Mahfud Shodar menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan amanah undang-undang pasal 7 nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi. Dalam pasal tersebut disebutkan bahwa perguruan tinggi memiliki tanggung jawab yang mencakup peraturan, perencanaan, pengawasan, pemantauan dan evaluasi serta pembinaan dan kordinasi untuk mencapai kesepahaman dalam menyusun program dan anggaran untuk pendidikan Islam. “Untuk itu diperlukan rembuk nasional PTKIN seluruh Indonesia seperti ini,” terangnya. Upaya penyempurnaan rencana kerja PTKIN diperlukan pendekatan perencanaan partisipatik sepert renas ini. Pendekatan ini merupakan proses perencanaan yang bersifat topdown dan bottom up. “Maka diperlukan buku panduan dalam peraturan menyusun program anggaran tersebut,” terangnya. Renas ini, kata dia, sebagai tindakan konkrit dalam rangka meningkatkan tatakelola dan pengetahuan dalam memahani regulasi peraturan terkait perencanaan agar memiliki persepsi yang sama. Dalam sambutan laporan kepanitiaan Renas, Mahfud menjelaskna bahwa peserta renas PTKIN kali ini diikuti 58 PTKIN se-Indonesia dengan rincian 17 UIN, 34 IAIN, 7 STAIN. “Jumlah peserta secara keseluruhan mencapai 237 orang,” paparnya. Kegiatan renas kali ini juga dihadiri langsung oleh Direktorat sekjen Pendis Kemenag RI,Sekretaris Dirjen Pendisi Kemenag Ri, Direktorat Pendidikan Tinggi Iptek dan Kebudayan, Bapenas, Subdit Anggaran II DJA, kepala bagian perencanaan direktoratjenderal pendiiakn islam. “Pak Dirjen dijadwalakna akan hadir pada hari ini Kamis (10/5) untuk memberikan materinya kepada peserta renas,” pungkasnya.
GEMA-Presensi rembuk nasional Perencanaan PTKIN se-Indonesia di Kota Malang dilakukan dengan alat digital. Staf PTIPD UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Muchlis Fuadi, S.Kom menjelaskan bahwa awal dibuatnya aplikasi program digitalisasi presensi dengan scan barcode tersebut berawal dari permintaan Kabiro AUPK Mahfud Shodar. Dia meminta dibuatkan presensi peserta dengan cara digitalisasi data presensi, sehingga, hal ini diupayakan bisa lebih mempermudah panitia dan peserta dalam melakukan presensi dan pembuatan laoran kegiatan. Aplikasi yang dibuat super cepat tersebut diabikin dengan cara menterjemahkan permintaan dari pimpinan yang kemudian dirumuskan dalam coding digitalisasi yang menjadi dasar diciptakan karya absensi scan barcode tersebut. “Aplikasi presensi dengan QR ini baru pertamakali digunakan dalam kegiatan rembuk nasional di PTKIN,” tutur Muchlis. Cara kerjanya cukup mudah, cukup install terlebih dahulu aplikasi tersebut di laptop, lalu koneksikan ke internet, sehingga peserta yang sudah daftar secara online tersebut otomatis akan mendapatkan barcodenya masing-masing. “Untuk memanfaatkan aplikasi tersebut, peserta cukup menunjukkan QR nya di depan laptop dan dengan mudah aplikasi QR ini akan mndeteksi identitasnya,” terangnya. Dengan diciptkannya aplikasi QR ini, kata dia, diharapkan bisa mempermudah para peserta dan panitia dalam mendeteksi kehadiran para peserta. “Semoga, aplikasi QR ini bisa terus dikembangkan dan bisa memberikan manfaat dan kemudahan bagi para penggunanya,” harapnya.
GEMA-139 ruang kelas di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi tempat ujian Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) kelompok IPC, Selasa (8/5). Sebanyak 2780 calon mahasiswa serentak melaksanakan ujian pada pukul 07.00 WIB hingga 14.30 WIB. Sebagai sub panitia lokal Malang, UIN Malang telah mempersiapkan segala kebutuhan ujian. Sebagaimana yang dituturkan Kepala Biro AAKK, Achmad Heru, pihaknya menyiapkan ruangan serta sejumlah pengawas sesuai standar ujian. Bagi 180 peserta yang mendaftar Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK), Heru menyatakan telah menyiapkan fasilitas kelompok tersebut. “Segala kebutuhan UTBK telah disiapkan dan dicek berulang kali untuk meminimalisir eror,” jelasnya. Dengan segala fasilitas yang disiapkan UIN Malang, pihak kampus berharap agar calon mahasiswa bisa fokus mengerjakan ujian. “Kami ingin para calon mahasiswa mengerjakan dengan tertib tanpa mencontek sehingga tidak ada pihak yang dirugikan,” ujar Heru. Fita Mutiara, salah satu peserta SBMPTN, merasa fasilitas di UIN Malang membuat dia nyaman. Suasana yang tenang membantunya untuk konsentrasi menjawab soal-soal. “Cuma tadi kaget saja saat dengar bel tanda ujian berakhir. Terlalu keras,” tambah gadis asal Kalimantan itu. (aqa/nd)