GEMA-Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah melakukan evaluasi terhadap struktur keorganisasian di bagian Kemahasiswaan. Dia menata strukturalnya menjadi lima bidang. Bidang Keorganisasian, Bidang Minat dan Bakat, Bidang Kesejahteraan, Bidang Publikasi dan Dokumentasi, serta Bidang Mahasiswa Asing (10/4). Untuk bidang Keorganisasian, difokuskan lebih pada pemberdayaan SDM di Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), leadership, character building, workshop, OMIK, pendampingan OMIK dan pelaksanaan Pemilu Raya (Pemira). “Berdasarkan fakta di lapangan, pesta demokrasi mahasiswa dalam ajang pemira yang ikut andil mencoblos hanya 30 persen saja dari total 16 ribu mahasiswa UIN Malang,” paparnya. Data tersebut, kata Gus Is sapaan akrab Dr. Isroqunnajah menunjukkan bahwa mahasiswa UIN Malang minat keorganisasiannya sangat sedikit, hal ini perlu dilakukan formula khusus agar mahasiswa baru UIN Malang memiliki kemauan yang kuat untuk mengembangkan soft skill nya. Baik di tingkatan UKM, ataupun Omik pada umumnya. “Keaktifan mahasiswa di organisasi OMIK akan memberikan dampak yang signifikan bagi kemandirian mereka kelak,” terangnya. Sementara itu, khusus di bidang publikasi dan dokumentasi, UIN Malang harus memperbanyak kerjasama dengan para awak media. Baik media elektronik maupun cetak. Jika kerjasama ini dibangun, tentunya akan meningkatkan publikasi prestasi baik di tingkatan lembaga hingga mahasiswa. “Sehingga, prestasi-prestasi yang diraih bias terpublikasikan kepada publik,” paparnya. Misalnya saja, kata dia, ada mahasiswa UIN Malang menjuarai lomba baik tingkat nasional maupun internasional bisa dipublikasikan baik di media elektronik maupun etak. “Prestasi-prestasi yang diraih oleh mahasiswa UIN Malang sangat banyak sekali, akan tetapi yang terpublikasikan hanya sebagian kecil saja,” terangnya. Hal ini perlu dilakukan kerjasama dengan para media agar proses publikasi prestasi baik akademik maupun non akademik tersebut bisa terpublikasikan. “Dampak dari publikasi ini sangat luar biasa bagi Uin Malang,” tegasnya. Sementara itu persoalan mahasiswa asing ini perlu dilakukan evaluasi agar prosentasi penerimaan jumlah mahasiswa asing terus ditambah, baik melalui pola kerjasama dengan kedutaan luar negeri maupun dengan pihak Kemenag. “Jangan sampai UIN menerima mahasiswa asing yang tidak sesuai dengan harapan UIN Malang, karena hal itu justru akan menambah masalah tersendiri,” evalnya menegaskan.
GEMA-Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Zainuddin, MA. memaparkan rencana program prioritas keakademikannya, salah satunya soal percepatan guru besar, penyusunan Kerangka Kurikulum Nasional Indonesia (KKNI) pada seluruh Prodi, Program 1000 buku UIN Malang, dan sertifikat ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA) (10/4). Mantan Dekan Fakultas Tarbiyah itu meminta agar seluruh prodi melakukan percepatan terhadap para dosen yang belum S-3 agar segera melanjutkan studinya hingga program doctoral. Sementara, bagi yang sudah S-3 diminta secepatnya menyiapkan segala kebutuhannya untuk mengejar percepatan guru besar. “Saat ini jumlah guru besar di UIN Malang masih 7 orang, dan itu masih sangat,” paparnya. Selain percepatan guru besar, diharapkan masing-masing prodi memiliki kurikulum berbasis KKNI. Secara konseptual KKNI ini memiliki empat empat parameter keilmuan, yaitu ilmu pengetahuan (science), pengetahuan (knowledge), pengetahuan praktis (know-how), dan keterampilan (skill). “Untuk itu saya harapkan setiap prodi memiliki standar kurikulum berbasis KKNI,” harapnya. Selain itu, Zainuddin juga menghimbau kepada seluruh dosen di lingkungan UIN Malang agar berlomba-lomba menulis buku, baik buku ajar ataupunn buku hasil risetnya. Melalui program menulis 1000 buku ini diharapkan para dosen UIN Malang semakin produktif. Pasalnya, menulis itu butuh kemauan yang kuat dan dampaknya bagi lembaga ini sangat besar. “Jangan pernah takut salah dalam menulis,” tegasnya. Menyoal persiapan sertifikasi AUN-QA ini, dia menegaskan UIN Malang mau tidak mau harus memenuhi standarisasi pelayanan pendidikan bersertifikat AUN-QA. AUN merupakan organisasi jejaring universitas di tingkat Asean yang memiliki tujuan memperkuat dan memperluas kerjasama di bidang pendidikan tinggi antar negara di Asean. Saat ini, kata dia, Indonesia mempunyai empat perguruan tinggi yang menjadi anggota AUN-QA dan mendapatkan assessment AUN-QA tiap tahunnya yaitu UI, UGM, ITB, dan UNAIR. “Jadi selain mengintegrasikan keilmuan, UIN Malang juga harus mempersiapakn proses internasionalisasi lembaga. Tentunya SDM nya juga harus disiapkan dengan matang,” pungkasnya.
GEMA-Segenap pimpinan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali melakukan rapat pimpinan (rapim) di Hotel Singhasari Resot Kota Batu. Rapim difokuskan mengevaluasi hasil kinerja dari masing-masing satuan kerja (satker) di UIN Malang. Selasa (10/4). Semua satker melaporkan progres pencapaiannya tiga bulan terakhir (Januari-Maret, red). Mulai dari program akademik hingga non akademik. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag dalam sambutannya mendukung diselenggarakannya kegiatan rapim ini. Pasalnya, rapim sesuai dengan standar evaluasi bagi institusi pendidikan di UIN Malang. Prof. Haris menegaskan bahwa rapim ini harus menyediakan kebijakan yang bisa dijadikan bahan untuk rapat kerja selanjutnya, sehingga apa yang direncanakan tidak mengalami banyak revisi. Tentu sasaran dalam program kerja harus disusuiakan dengan Garis Besar Haluan Universitas (GBHU), dan di era ini para pimpinan UIN Malang sepakat untuk merubah visi-misi disesuaikan dengan kebutuhan pangsa pasar. Terutama untuk stake holer yang menggunakan jasa UIN Malang. “Kita mencoba untuk merumuskan kembali disesuaikan dengan harapan stake holder,” paparnya. Sehingga, tambah dia, dirumuskan visi yang terletak pada empat poin yaitu menjadi universitas unggul, terpercaya, berdaya saing, dan bereputasi internasional. “Saya berpesan agara semua warga UIN Malang konsisten dengan visi misi yang sudah kita sepakati ini. Siapa yang keluar dari visi-misi maka sama halnya dengan melakukan penghianatan,” candanya. Meski visi ini ada perubahan, secara filosofis tidak berubah, misalnya saja diksi ulul albab yang memiliki empat pilar, dan ini sudah didiskusikan dengan para pakarnya yaitu Dr. Lutfi Mustofa, Segaf dan Rosihan. Semua upaya perubahan ini dilakukan dengan melakukan pendekatan sistematis dan disesuaikan pengelaloan yang modern sesuai dengan kebutuhan saat ini. “UIN Malang memiliki cita-cita menjadi kampus bereputasi internasional atau world class university,” terangnya.
GEMA-Dalam rangka HUT ke-18, UKM Kopma Padang Bulan menggelar seminar nasional Generasi Muda Menjunjung Pilar Ekonomi Koperasi yang Berdaya Saing di Era Digital. Dalam kesempatan yang sama, rektor meresmikan Komunitas Entrepreneur UIN Malang di Aula Rektorat Lt. 5 (5/4). Komunitas ini dimaksudkan untuk menjadi wadah silaturahmi. Selain itu, juga bisa menjadi ajang temu menuju kerjasama antar pengusaha di UIN Malang. Rektor Prof. Abdul Haris menerangkan kembali nilai-nilai dasar koperasi. Sebagai salah satu soko guru atau pilar ekonomi di Indonesia, koperasi seharusnya dikelola dengan baik. Transparansi dalam pelaporan kegiatan juga menjadi pembeda koperasi dengan unit usaha lainnya. Di dalam kampus, lanjut Prof. Haris, koperasi mahasiswa menjadi wadah berlatih entrepreneurship. “Yang dipatok bukan laba, tapi yang terpenting adalah merubah mental mahasiswa agar berjiwa peduli,” jelasnya. Kepala Bagian Kemahasiswaan Abdul Aziz mengungkapkan visi luhur koperasi. Menggiatkan budaya kerjasama dan gotong royong dipercaya dapat membangun kesejahteraan bangsa. “Melalui Kopma ini kita wujudkan visi luhur tersebut agar menjadi mahasiswa yang selalu berkembang,” ajaknya. Seminar nasional ini dihadiri 200 peserta juga 13 perwakilan dari universitas di Indonesia. Selain jajaran pimpinan kampus, asisten Kementerian Koperasi Republik Indonesia dan jajaran Dinas Koperasi Kota Malang pun turut hadir. (kh/nd)
GEMA-Beberapa saat lalu marak isu jual beli organ manusia dan juga rombongan Indonesia yang melantunkan syair hubbul wathan saat sa’i. Bermaksud memecahkan hukum keduanya, Unit Turots Fakultas Syariah mengadakan Hillul Masail Mu’asyiroh (HMM), Jumat (30/3). Seluruh peserta dibagi menjadi delapan grup yang terdiri dari lima orang. Pengurus mengundang mushohih dari LBMNU PC Malang. Muhammad, pembimbing Unit Turots, menyatakan peserta harus mencari referensi akurat sebelum mengungkapkan hasil diskusi. Sumber literatur harus merujuk kitab-kitab mu’tabar seperti al madzahib al arba’ah. “Ketika menyatakan opini harus menyertakan judul kitab, jilid, halaman, dan tahun pencetakannya,” jelasnya. Di penghujung acara, forum menyimpulkan kedua hukum terhadap isu yang diangkat. Ada dua pendapat terkait jual beli organ tubuh. Pertama, jumhur ulama mengharamkan karena yang terjadi saat ini ialah proses ilegal yang diambil pelaku bisnis tersebut. Kedua, ada perbedaan pendapat dalam Mazhab Hanbali. Isu tersebut dibolehkan jika dalam keadaan darurat dan menyangkut kelangsungan hidup manusia. Namun, sebagian lain tetap menyetujui pendapat jumhur ulama. Isu kedua, oleh HMM, dihukumi haram. Meski tidak ada hukum Islam yang melarang perbuatan tersebut, forum memperhatikan dari segi etika pelaksanaan ibadah di tanah suci. Said, mushohih forum HMM, mendukung penuh acara yang digagas Fakultas Syariah tersebut. Ia ingin agar HMM makin giat membahas isu-isu kontemporer di masyarakat. Tentunya, sebagai pembelajaran bagi kaum yang awam akan hukum Islam. “Acara seperti ini yang akan melahirkan generasi bangsa yang peka terhadap permasalahan dan kemudian menyelesaikannya dengan cara yang intelek,” tutur perwakilan dari LBMNU PC Malang itu. (ofi/nd)
GEMA-Dua tim debat UIN Malang berhasil mencetak prestasi dalam ASEAN Arabic Debate yang diadakan Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), Minggu (1/4). Tim tersebut beranggotakan Muhammad Syahni Arja, Imamuddin Mukhtar, Abduttawab Lahni, Athifah Khairun Nisa, Nandang Nurdiansah, dan Aad Nur Sayyidus Syuruur. Mereka merupakan anggota klub debat Silaturahmi Ilmiah Bahasa (SIB) UIN Malang dan El Jidal Jurusan Bahasa dan Sastra Arab (BSA). Tim ini menduduki posisi ketiga, bersaing dengan 24 delegasi dari empat negara lainnya. Mereka berhasil melewati babak penyisihan dan delapan besar setelah melawan dua tim asal Universiti Kebangsaan Malaysia dan Islamic International University Malaysia. Nandang mengungkapkan, ia dan timnya melakukan persiapan selama dua minggu penuh untuk menghadapi kompetisi ini. Meskipun sempat disibukkan dengan Ujian Tengah Semester, mahasiswa BSA tersebut bersyukur tim UIN Malang dapat mengikuti kompetisi dengan baik. “Alhamdulillah, tidak ada kesulitan selama kompetisi berlangsung,” tuturnya. Lebih dari itu, Nandang mengaku senang dapat bertemu para debater negara-negara sahabat. Ia mengaku banyak belajar tentang cara berpikir dan karakteristik para delegasi dari tiap negara. “Kami juga bisa membandingkan dengan kualitas tim debat kami,” ujar mahasiswa semester 4 tersebut. Selanjutnya, ia berharap agar pengalaman mereka bersaing di kompetisi internasional dapat memotivasi mahasiswa lain supaya lebih berprestasi. Menurutnya, prestasi ini merupakan bukti bahwa UIN Malang juga dapat berbicara di forum internasional. ASEAN Arabic Debate sendiri merupakan ajang debat antar negara ASEAN yang diadakan setiap tahun oleh USIM. Kompetisi yang berlangsung sejak 2007 ini awalnya merupakan kompetisi dua tahunan. Pada 2018, terdapat empat negara yang berpartisipasi sebagai peserta meliputi Malaysia, Indonesia, Singapura, dan Brunei. (zaw/nd)
GEMA-Mahasiswa pascasarjana UIN Malang masih menunjukkan eksistensinya untuk menjadi generasi ulul albab. Dalam Himpunan Mahasiswa Muslim Pascasarjana (HIMMPAS), mereka menggelar agenda mingguan Quran Learning Campaign (QLC). Diikuti puluhan mahasiswa dari berbagai prodi, agenda dilangsungkan di Ruang Auditorium Rumah Singgah Lt.3, Sabtu (31/3). Achmad Djalaluddin mengungkapkan, QLC merupakan forum diskusi ilmiah. Fokusnya ialah kajian integrasi keilmuan dengan nilai-nilai al Quran. Karena berasal dari beragam prodi di pascasarjana, topiknya pun beragam seperti Ekonomi Islam, Bahasa Arab, serta studi keislaman lainnya. Dalam forum itu, mahasiswa mendapat giliran presentasi. “Kami ingin mahasiswa pascasarjana meningkatkan wawasan bidang studinya dengan tetap merujuk pada al Quran,” jelasnya. Salah satu pembina QLC ini menyatakan target komunitasnya. Selain merumuskan konsep ilmu dalam al Quran, “Kami juga menargetkan kajian Juz Amma sesuai aspek program studi di Pascasarjana.” Nantinya, lanjut Kaprodi S2 Ekonomi Syariah itu, QLC ingin menerbitkan buku yang merupakan hasil dari diskusi ilmiah mereka. Muhajirin, Ketua HIMMPAS, berharap agar QLC dapat memberikan fasilitas bagi mahasiswa yang ingin menuangkan ide dan karyanya. “Tentunya kami ingin para anggota bisa meng-upgrade kemampuan berpikir kritisnya di sini,” tutur mahasiswa asal Sulawesi Selatan ini. (don/nd)
GEMA-UKM Mapala Tursina turut memeriahkan rangkaian kegiatan HUT ke-14 UIN Malang. Komunitas mahasiswa tersebut mengadakan National Wall Climbing Competition selama lima hari (28/3-1/4). Tercatat 160 peserta dari seluruh Indonesia mengikuti ajang yang digelar di depan Gedung Sport Center ini. Rizki Khoirul Muna, Ketua Pelaksana, mengungkapkan bahwa lomba ini sekaligus memperingati HUT ke-22 Mapala Tursina. Ia juga mengapresiasi pihak kampus yang sudah memberi wall baru sebagai sarana. “Dengan lomba ini, kami perdana memanfaatkan sarana dari kampus,” imbuhnya. Kabiro AAK Achmad Heru Achadi menggantikan rektor untuk membuka kompetisi panjat dinding. Pihak kampus berharap, lomba selanjutnya akan menarget peserta dari luar negeri. “Jalin silaturahmi tidak hanya selalu tingkat nasional. Selanjutnya, kita coba perlebar ke kancah internasional,” tuturnya. Heru berpesan agar lomba yang diadakan tetap mengusung semangat sportivitas. Kembali pada misi UKM, pihak kampus berharap agar Mapala Tursina turut serta menjaga lingkungan. “Salah satu tanggung jawab besar Mapala Tursina ya menjaga dan melestarikan lingkungan alam di sekitarnya,” jelasnya. (kh/nd)
GEMA-Pemilu Raya (Pemira) telah mencapai babak akhir. Puncaknya, seluruh Ketua Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (OMIK) UIN Malang dilantik di Aula Rektorat Lt.5, Rabu malam (27/3). Pelantikan disaksikan langsung seluruh pimpinan di tingkat rektorat dan fakultas. Wakil Rektor (WR) Isroqunnajah mengapresiasi kinerja panitia penyelenggara Pemira. Walau ada beberapa kendala, ia lega karena Pemira 2018 tidak diwarnai dengan keributan. Selain itu, ia menilai Pemira 2018 aman dan adil. “Momen bagus seperti ini perlu dijaga untuk kondisi kampus yang aman dan tentram,” ujar WR bidang kemahasisawaan dan kerjasama itu. Rektor Prof. Dr. Abdul Haris berpesan agar seluruh ketua OMIK terlantik harus memiliki lima hal. Yakni, amanah, percaya diri, cepat mengambil keputusan, mampu berkomunikasi, dan proporsional. Ia menambahkan, “Ketua OMIK ialah salah satu investasi di masa depan.” 20 tahun mendatang, ia berharap akan lahir pemimpin negeri dari kader UIN Malang. Ia menekankan bahwa kemajuan dan kesuksesan kampus juga menjadi tanggung jawab OMIK. “Kalian harus selalu siap bertarung segenap jiwa raga untuk UIN Malang,” tegas rektor berkacamata ini. (kh/nd)