GEMA-Memperingati milad ke-9, International Class Program (ICP) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) menggelar kompetisi desain poster. Pendaftaran kompetisi bertajuk Membentuk Generasi Milenial yang Islami ini telah dibuka sejak minggu lalu (5/3) dan akan ditutup pada Minggu (25/3) mendatang. Dalam kompetisi yang diperuntukkan untuk umum tersebut, para peserta akan memperebutkan tiga posisi desain terbaik dan hadiah jutaan rupiah yang akan diumumkan pada puncak milad April mendatang (5/4). Kriteria penilaian diambil dari beberapa aspek meliputi originalitas, konsep ide, estetika, kesesuaian tema, dan pesan dalam poster. Untuk mengikuti kompetisi individu ini, para peserta cukup mengikuti akun resmi instagram @diesmaulidiyahicp dan membayar uang pendaftaran sebesar 25.000 rupiah. Akun tersebut sekaligus menjadi media informasi resmi untuk sosialisasi terkait lomba dan kegiatan-kegiatan dalam dies maulidiyah ICP ke-9. Peserta juga dapat mengakses informasi serupa melalui laman resmi icpfitk78.wixsite.com. Tuhu Bekti Briliandona, mahasiswa di balik ide kompetisi ini, menuturkan bahwa kompetisi desain poster yang baru pertama diadakan tersebut bertujuan untuk melihat kreativitas para pemuda Indonesia. Selain itu, kompetisi ini juga bertujuan untuk mengajak para pemuda agar lebih peka terhadap kondisi sekitar. “Oleh karena itu, kami menggunakan media sosial sebagai media publikasi agar sesuai dengan kecenderungan pemuda saat ini,” ucap mahasiswa asal Surabaya tersebut. (zaw/nd)
GEMA-Jika dibandingkan PTN lain, jumlah guru besar di UIN Malang terbilang minim. Saat ini jumlah dosen yang bergelar profesor hanya enam. Guna menunjang percepatan para dosen menjadi guru besar, rektor mengundang Dirjen Sumber Daya IPTEK Dikti Prof. Dr. Ali Gufron Mukti untuk berbagi strategi menjadi guru besar. Pertemuan di ruang rektor tersebut dihadiri para dosen golongan IV/a dan IV/c, Senin (12/3). Prof. Ali memaparkan, menjadi guru besar itu musiman. Bisa jadi sulit tapi kadang juga mudah. Namun, menurutnya saat ini untuk menjadi guru besar sedang dimudahkan jika syarat utama dipenuhi yaitu rajin menulis karya ilmiah. “Di antara sekian banyak syarat yang diperlukan, memiliki karya ilmiah itu yang paling penting,” ungkapnya. Ia pun menyoroti kompetensi menulis para dosen terkait penelitian. Kebanyakan karya ilmiah yang ditulis dosen mengambil data dari kajian pustaka atau literatur. “Akan lebih bagus jika itu hasil riil penelitian di lapangan karena bobot nilainya lebih besar,” jelasnya. Di akhir pemaparan, ia meminta agar seluruh dosen UIN Malang beradaptasi dengan kemajuan zaman. Karena, hal tersebut juga berimbas pada perkembangan teknologi. “Sesuaikan gaya pengajaran agar lebih menarik karena semua sumber bisa kita dapatkan via online,” pesannya. (kh/nd)
GEMA-Sepanjang Maret, Inspektorat Jenderal (Irjen) Kementerian Agama akan mengawal UIN Malang dalam pelaksanaan evaluasi kinerja. Untuk mengawalinya, Mujito, pengendali teknis Irjen Kemenag, mem-briefing seluruh pimpinan di Ruang Rektor, Senin (12/3). Selama dua minggu, Irjen akan mengevaluasi capaian kinerja di tingkat universitas, fakultas, juga unit. Mujito menyatakan, pelaksanaan audit ialah proses sistematik untuk menilai pencapaian kerja sesuai indikator-indikator keberhasilan yang telah ditetapkan Kemenag RI. “Kami ingin memastikan sudah sejauh mana program, tugas, dan fungsi yang dicanangkan UIN Malang tercapai,” imbuhnya. Ia melanjutkan, banyak perspektif yang menjadi ladang audit Irjen. Di antaranya perspektif pembelajaran dan pertumbuhan. Dalam hal ini, Irjen menilai pelaksanaan dan inovasi pembelajaran. “Contohnya saja apakah workshop dan seminar yang direncanakan sudah tepat guna untuk mahasiswa,” jelasnya. Selain itu, tambahnya, perspektif keuangan juga menjadi sasaran audit. Irjen ingin memastikan apakah jumlah uang yang dikeluarkan sudah sebanding dengan output-nya. Melia Fauziah, ketua tim audit Irjen, menambahkan, ada empat tahap yang dilihat dalam pengauditan. Yakni perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan capaian. Tak cuma itu, ia menuturkan, pihak Irjen memutuskan bahwa UIN Malang menjadi pilot project dalam audit ini. Ia menjabarkan, “Kemenag memiliki banyak instansi seperti madrasah dan universitas. Nah, UIN Malang mewakili instansi di tingkatan universitas untuk tahun ini berdasarkan skor audit tahun lalu.” (nd)
GEMA-Sebanyak 800 wisudawan mengikuti prosesi Rapat Terbuka Senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang periode pertama 2018, Sabtu (10/3). Disaksikan oleh keluarga wisudawan, sebanyak 505 orang lulus dengan predikat cumlaude dan 290 orang lainnya sangat memuaskan. Di samping itu, ada 13 mahasiswa lainnya yang lulus dengan membawa hafalan 30 juz al Quran. Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. bersyukur dengan pencapaian tersebut. Bukan hanya mayoritas meraih cumlaude, tetapi juga jumlah pendaftar untuk wisuda periode pertama ini melebihi yang diperkirakan. Namun, hal tersebut terkendala oleh batas kuota wisudawan untuk tiap penyelenggaraan wisuda. “Saya harap lebih banyak lagi yang bisa wisuda nanti,” harapnya. Tak lupa, rektor asal Lamongan tersebut berpesan agar alumni Kampus Ulul Albab dapat mengabdikan ilmunya untuk bangsa dan negara. Ia juga mendorong para sarjana untuk melanjutkan studi terlebih dahulu. “Lanjutkan S2 dulu di UIN Malang. Kalau perlu cari jodoh juga di UIN,” candanya. Sementara itu, wisudawan terbaik periode ini diraih oleh mahasiswi Jurusan Perbankan Syariah, Robiatun Adawiyah. Tak hanya meraih IPK 3,94, ia pun tercatat memiliki hafalan 28 juz al Quran. Di hadapan rekan wisudawan ia berterimakasih kepada para dosen di UIN Malang. “Jangan lupa bahwa Allah swt mewakilkan cita-cita bangsa ini di pundak kita. Karena itu, jangan sampai kita hanya menjadi penonton tapi jadilah pemain masa depan,” tegas gadis kelahiran Lombok Timur 22 tahun lalu tersebut. (zaw/mir/nd)
GEMA-Tim Rencana Strategis (Renstra) menggelar pertemuan khusus dengan para pimpinan kampus guna membahas arah UIN Malang kedepan. Kegiatan ini diselenggarakan di Hotel Amarta Hills Batu (1-2/3). Pelaksanaan Renstra ini untuk mempermudah jalannya lembaga maupun unit sebagai persiapan melakukan pelayanan terbaik bagi mahasiswa. “Proses dan tata kelola pelayanan kampus berjalan dengan baik bilamana Renstra ini dijadikan rujukan dalam menentukan program-program di unit maupun lembaga,” ujar Ketua Tim Renstra M. Lutfi Musthofa. Selain itu, visi misi UIN Malang ke depan juga menjadi bahasan. “Ada perubahan mendasar agar lebih ringkas, padat, dan jelas ,” imbuhnya. Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris M.Ag. berpesan agar visi misi didiskusikan dengan serius. Terutama terkait cita-cita menjadikan UIN Malang bereputasi internasional. Hasil dari Renstra nantinya dijadikan rujukan oleh fakultas dalam merancang visi misi. “Jangan sampai ada ketidaksambungan antara visi misi universitas dengan fakultas,” jelasnya. Dalam sesi terakhir, visi terbaru kampus pun disahkan. Yakni “Mewujudkan universitas Islam yang terpercaya, unggul, berdaya saing dan bereputasi internasional”. Keputusan ini diambil dari diskusi panjang dari seluruh pimpinan univesitas, lembaga, maupun unit kampus. (kh/aj/nd)
GEMA-Tabloid Gema sebagai pewarta resmi UIN Malang mengundang jurnalis-jurnalis di lingkungan kampus dalam Diseminasi Jurnalistik, Jumat (2/3). Acara yang bertempat di Ruang Rapat Gedung Rektorat lt.3 ini ditujukan untuk melatih para reporter Kampus Ulul Albab untuk lebih mengenal dunia Jurnalistik. Materi-materi yang disajikan ialah etika serta dasar-dasar jurnalistik, teknik reportase dan penulisan berita, juga foto jurnalistik. Sebanyak 25 reporter hadir dari UKM, fakultas, hingga unit kampus. “Pemilihan perwakilan reporter ini berdasarkan keaktifan media cetak maupun onlline yang dihasilkan berdasarkan pantauan pihak Informasi dan Publikasi,” jelas M. Anwar Firdausy, pemimpin redaksi Gema. Mengawali materi, Dosy, sapaan akrabnya, menekankan pentingnya etika yang harus dipegang para jurnalis. Pasalnya, jurnalis kampus bernaung dan dibiayai oleh pihak universitas sehingga ada nilai-nilai yang harus disesuaikan. “Itu bedanya kita para jurnalis kampus dan wartawan di media lepas,” tutur dosen Fakultas Humaniora tersebut. Jurnalis kampus juga harus memegang prinsip-prinsip yang berlaku umum. Moh. Arifudin, editor Gema, menuturkan prinsip paling utama ialah kebenaran. Maraknya informasi hoax yang tersebar di sosial media menunjukkan degradasi nilai kejujuran. “Sebagai jurnalis yang bernaung di UIN Malang, ada baiknya kita mencontoh salah satu sifat siddiq Nabi Muhammad saw,” imbaunya. Peserta tak hanya dituntut aktif mendengarkan materi, mereka pun diajak menulis berita di waktu yang singkat. “Dari sekarang kita mencoba bekerja cepat seperti wartawan profesional yang tidak menunda penulisan berita,” ujar Iffatunnida, salah satu redaktur Gema. Ia pun mengevaluasi beberapa berita terpilih dengan menunjukkan hal-hal yang perlu diperbaiki. Seperti, penulisan tanggal, judul, serta efektivitas kalimat. Mengakhiri diseminasi, Abadi Wijaya, tim redaktur Gema berbagi tips-tips fotografi untuk kepentingan berita. “Reporter harus tahu bagaimana angle foto yang bagus untuk membuat beritanya berkesan dan sempurna,” jelas Ajay, sapaan akrabnya. Diseminasi bagi para reporter kampus ini juga ditujukan untuk menjalin kerjasama antar reporter kampus. Pihak universitas berharap agar reporter kampus di unit, fakultas, dan UKM bisa berkontribusi dalam mewartakan setiap event yang diadakan UIN Malang. (ofi/nd)
GEMA-Institusi pendidikan tinggi banyak bertebaran di Malang. Semua memiliki prestasi dan koneksi tersendiri. Agar lebih klop, kampus se-Malang Raya pun akhirnya saling menjalin kerjasama, Rabu (21/2). Penandatanganan Nota Kesepahaman Konsorsium Urusan Internasional (KUI) ke-13 kampus resmi dihelat di Gedung Rektorat, Universitas Merdeka. Drs. Soeparto, M.Pd., koordinator konsorsium KUI Malang Raya menyatakan, MoU ini sebagai bukti bahwa seluruh institusi pendidikan memiliki tujuan yang sama. Yakni ingin mencetak generasi yang dapat membangun negeri dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. “Meniti perjalanan jauh dengan bergandengan tentu akan lebih ringan dibanding berjalan cepat sendiri namun ngos-ngosan,” tutur Kepala KUI Universitas Muhammadiyah Malang ini. UIN Malang sendiri diwakili oleh Ketua Kantor Kerjasama Luar Negeri, Dr. Muhammad Mujab, M.Th. dan didampingi oleh Dr. Dewi Chamidah, M.Pd. serta Muhammad Zuhdy Hamzah, M.Pd. Sebagai kegiatan perdana dari konsorsium kerjasama tersebut pada Juli-Agustus 2018 akan diadakan Design Thinking (DT) Camp 2018. Rencananya, sekitar 80 hingga 100 mahasiswa dari 40 negara akan berpartisipasi dalam acara yang akan dihelat di Kampung Polowijen, Kampung Brau, Pariwisata Bunga Bumiaji, Kampung Lenggoksono, Kota Batu, juga Kabupaten Malang. Peserta DT Camp akan bermukim bersama warga setempat untuk menganalisa masalah utama pada masyarakat di sekitarnya. Dalam kegiatan itu pula, peserta akan berusaha mencari solusi salah satunya dengan cara pembuatan aplikasi daring. (press release)
GEMA-Menyemangati mahasiswa untuk lebih aktif di kelas tentu menjadi tugas semua dosen. Berbagai macam teknik pengajaran pun menyasar tujuan tersebut. Salah satunya pembelajaran kolaboratif di kelas. Yuta Otake, salah satu dosen RELO di UIN Malang berbagi pengalaman mengajarnya dalam workshop yang diadakan Unit PKPBI, Selasa (20/2).
Menurut Yuta, mahasiswa akan lebih berpartisipasi dalam kelas jika atmosfir belajar menyenangkan. “You cannot make your students sit and do the exercises in the textbook for some hours,” jelasnya. Karenanya, ia mengajak seluruh peserta workshop untuk mempraktikkan beberapa kegiatan.
Selain bergerak menggunakan body language, pria kelahiran New York tersebut juga mengajak peserta untuk bergerak di dalam ruang workshop. Ia yakin ‘running dictation’ sangat ampuh untuk membunuh kebosanan dalam kelas.
Namun, masih menurut Yuta, mahasiswa juga harus belajar mandiri. Mereka tidak bisa seterusnya bekerjasama untuk mengerjakan proyek, misalnya. Mengajarkan mahasiswa mandiri sejak dini tentu menghindarkan mereka dari terlalu bergantung pada teman sekelasnya.
Banyaknya tujuan pembelajaran di suatu institusi kadang tidak berimbang dengan jam mengajar di kelas. Karenanya, pemateri berusia 32 tahun itu pun menyemangati para dosen untuk tetap optimis. “Never lose the passion. If we see something is wrong, then it is our job to change it,” tuturnya. (nd)
GEMA-Mengapresiasi perolehan Akreditasi B, redaksi Jurnal Ulul Albab UIN Malang mengundang seluruh pengelola jurnal di kampus dalam acara tasyakuran, Jumat (9/2). Dalam sambutannya, Wakil Rektor Dr. M. Zainuddin mendorong percepatan untuk akreditasi internasional.