MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Ita Hidayatus Sholihah, S.Ag., MM., Kepala Bagian (Kabag) Umum Biro AUPK, sukses meraih peringkat terbaik II dalam ajang Seminar Implementasi Aksi Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan XVII Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Pusbangkom Manajemen, Kepemimpinan dan Moderasi Beragama Kementerian Agama RI di Jakarta. Kamis, 3 Juli 2025.
Aksi perubahan yang diusung Bu Ita, begitu sapaan akrabnya ini bertajuk " Kampus Hijrah: Transformasi Budaya Islami Menuju Green Campus" - sebuah inisiatif yang memadukan semangat keberlanjutan lingkungan dengan nilai-nilai spiritual Islam. Kampus HIJRAH sendiri merupakan akronim dari Hidup Jaga Ramah Alam dan Hijaukan Kampus, yang menggambarkan komitmen untuk menciptakan lingkungan kampus yang bersih, sehat, lestari, dan bernuansa religius.
Selama mengikuti agenda pelatihannya sejak Februari hingga puncaknya acara seminar pada 3 Juli 2025, Kabag Umum ini menjalani proses bimbingan intensif didampingi oleh tiga tokoh utamanya yakni: Dr.H.M.Sidik Sisdianto sebagai Penguji, Dr.Hj. Ispawati Asri sebagai Coach, dan Dr. Mukhtar Hazawawi sebagai Mentor.
Program ini menekankan pendekatan kolaboratif berbasis literasi ekologis dan ajaran Islam, serta memperkuat sistem kelembagaan untuk mendukung implementasi Green Campus secara berkelanjutan. Beberapa inisiatif konkret yang telah dilakukan antara lain: pembentukan Task Force Hijrah, penyusunan panduan kampus hijau berdasarkan fikih lingkungan (Fiqh al-Bi’ah), serta edukasi dan kampanye sadar lingkungan bagi seluruh sivitas akademika.
Penghargaan diserahkan langsung oleh Plh. Kepala Pusat Pengembangan Kompetensi Manajemen, Kepemimpinan, dan Moderasi Beragama, Dr. H. M. Sidik Sisdianto, M. Pd yang juga menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan inovasi peserta dalam menyelaraskan semangat kepemimpinan strategis dengan visi Kementerian Agama serta agenda pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Prestasi ini menjadi sumber kebanggaan bagi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Diharapkan, inisiatif Kampus HIJRAH dapat menjadi inspirasi dan model perubahan birokrasi yang tidak hanya efisien dan berdampak, tetapi juga berpijak pada nilai-nilai keislaman yang rahmatan lil ‘alamin.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Dalam upaya berkelanjutan untuk menjamin dan meningkatkan mutu akademik, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menggelar Pelatihan Calon Auditor Audit Mutu Internal (AMI) Siklus XVIII. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, Kamis–Jumat (3–4 Juli 2025), dan diikuti oleh 18 calon auditor baru dari total 56 auditor yang tergabung di lingkungan kampus.
Kegiatan pelatihan resmi dibuka di ruang rapat LPM dengan sambutan dari Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Umi Sumbulah, M.Ag. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh auditor atas kontribusi mereka dalam menjaga dan memajukan mutu akademik kampus. “Para auditor adalah ujung tombak penjaminan mutu internal. Dedikasi panjenengan semua sangat kami hargai dalam mendorong UIN Malang menjadi kampus yang unggul dan terpercaya,” ujar Prof. Umi dengan penuh semangat. Ia juga mengimbau seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan ini dengan antusias dan komitmen tinggi. Usai pembukaan, peserta mengikuti sesi pre-test sebagai pengukuran awal pemahaman mereka. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan arahan dari Ketua LPM UIN Malang, Dr. Helmi Syaifuddin, M.Fil.I, yang memaparkan materi seputar Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), instrumen akreditasi dari BAN-PT dan LAM, serta teori dasar Audit Mutu Internal. Pelatihan ini juga menghadirkan pemateri dari Tim LPM yang membekali peserta dengan berbagai aspek teknis dan praktis audit, termasuk penyusunan dokumen, teknik wawancara audit, hingga pelaporan hasil temuan lapangan. Dengan pelatihan ini, UIN Malang menunjukkan komitmennya untuk terus menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi, sekaligus menyiapkan generasi auditor internal yang andal dan kompeten di bidangnya.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Malaysia— Lembaga Pemeriksa Halal (LPH) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mulai menunjukkan kiprahnya di kancah Internasional dengan melaksanakan audit halal pada sebuah industri kemasan di Malaysia pada tanggal 30 Juni – 1 Juli 2025 bernama Greif. Kegiatan ini menjadi pencapaian penting karena merupakan audit halal internasional pertama yang dilakukan oleh LPH UIN Malang terhadap produk barang gunaan, yakni steel drums, plastic drums, dan jerrycans yang digunakan sebagai wadah industri di berbagai sektor seperti pangan, kimia dan farmasi.
Dalam pelaksanaannya, LPH UIN Malang menugaskan dua auditor halal kompeten, yaitu Prilya Dewi Fitriasari dan Ardiyatul Iffah Kelana. Auditor LPH UIN Malang didampingi oleh Henti Kresdiana, selaku konsultan halal dari Halal Institut, yang memilih LPH UIN Malang sebagai lembaga pemeriksa atas klien internasionalnya tersebut serta membantu koordinasi lintas negara sebagai bentuk kolaborasi strategis. Audit ini merupakan bagian dari komitmen LPH UIN Malang mendukung jaminan produk halal tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga bagi industri global yang ingin menembus pasar halal Indonesia ataupun internasional. Dalam kegiatan audit lapang ini, auditor melakukan pemeriksaan terhadap penggunaan bahan baku, proses produksi kemasan, higienitas fasilitas, serta kesesuaian produk dengan standar Sistem Jaminan Produk Halal (SJPH) sesuai ketentuan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Pelaku usaha Greif menunjukkan komitmen tinggi terhadap aspek kehalalan dengan memberikan akses penuh kepada auditor, sehingga seluruh proses dapat ditelusuri dengan detail.
Audit ini ditutup dengan closing meeting yang dihadiri oleh jajaran manajemen Greif Malaysia, sekaligus penyampaian ringkasan hasil audit oleh auditor sebagai bentuk transparansi. Dalam sesi tersebut, pihak Greif memberikan apresiasi atas kerja sama yang baik dengan LPH UIN Malang. “Thank you for the cooperation between Greif Malaysia and the Halal Inspection Agency of UIN Malang. It was a great opportunity to work with experienced auditors, and we hope to receive halal certification very soon,” ujar Ibu Joy, Manager QA Greif Malaysia. Lebih dari sekadar audit teknis, kegiatan ini merupakan bagian dari strategi internasionalisasi LPH UIN Malang dalam memperluas kontribusi nyata di bidang sertifikasi halal global. LPH tidak hanya hadir sebagai lembaga pemeriksa, tetapi juga sebagai mitra strategis bagi industri dalam mendorong penguatan sistem halal yang kredibel dan berkelanjutan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, para Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Timur menggelar kegiatan rutin bertajuk Ladies Program Paguyuban Rektor, Jumat (26/6). Kali ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang didapuk sebagai tuan rumah dengan pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan di Kota Batu. Ketua DWP UIN Malang, Dra. Hj. Shofiyah Zainuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat jalinan silaturahmi antaranggota DWP di lingkungan PTN Jawa Timur. “Ini bukan sekadar temu rutin, tapi momen penting untuk merawat kekompakan dan membangun sinergi antar pengurus DWP, khususnya di lingkungan PTKIN,” ungkapnya. Acara ini tak hanya diisi dengan sesi ramah tamah, namun juga dilengkapi dengan forum diskusi antar Ketua DWP PTKIN yang membahas program kerja dan strategi penguatan peran DWP dalam mendukung kemajuan perguruan tinggi. Menariknya, kegiatan ini juga dibumbui dengan petualangan seru dalam agenda off-road menyusuri keindahan alam Coban Talun dan kawasan Brakseng. Rute menantang yang dipenuhi pemandangan pegunungan hijau tersebut memberikan sensasi kebersamaan yang tak terlupakan bagi para peserta. “Melalui kegiatan di alam terbuka ini, kami ingin menguatkan rasa solidaritas dan kekeluargaan antar sesama anggota. Semangat ini diharapkan bisa menular ke dalam program-program kerja yang lebih produktif dan inspiratif,” tambah Shofiyah. Dengan berakhirnya rangkaian acara Ladies Program ini, para peserta membawa pulang semangat baru untuk terus berkontribusi dalam memajukan DWP di masing-masing kampus. Kebersamaan yang terjalin di Kota Batu ini pun menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dan persahabatan adalah kunci utama dalam membangun organisasi yang kuat dan harmonis.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Suasana siang hari di Gedung Graha Pancasila Amongtani Kota Batu di Jl. Panglima Sudirman No. 234, Sisir, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur menjadi saksi komitmen bersejarah dari para pemimpin perguruan tinggi negeri dan keagamaan Islam di Jawa Timur dengan pemerintah kota Batu. Sebanyak 16 rektor PTN dan PTKIN se-Jatim bersama Wali Kota Batu menandatangani Komitmen Hijau Berkelanjutan sebagai bagian dari Rapat Kerja Paguyuban Rektor PTN-PTKIN se-Jawa Timur. Kamis, 26 Juni 2025.
Mengusung tema “Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Program SDGs”, pertemuan ini menandai babak baru kolaborasi antarperguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA selaku tuan rumah menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangatnya kepada Walikota dan Wakil Walikota Batu.
Kegiatan forum rektor ini menjadi rutinitas untuk menjalin silaturahmi dan sinergi guna kemajuan perguruan tinggi negeri di wilayah provinsi Jawa Timur.
Tentunya, tambah beliau, kegiatan MoU dengan pihak Walikota Batu ini mencakup kegiatan tri dharma yang bisa berdampak kepada masyarakat secara langsung melalui program pengabdian kepada masyarakat.
Prof Zainuddin menegaskan bahwa kampus bukan hanya pusat ilmu, tapi juga harus menjadi pionir dalam perubahan sosial dan lingkungan.
Sementara itu, Ketua Paguyuban, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes turut menyoroti agar para pimpinan bisa mengoptimalkan SDM di jajarannya masing-masing. "Saya yakin dalam menyikapi era demokrasi ini kita bisa mengambil sikap positif sebagai bentuk ikhtiar kita bersama," ucapnya penuh yakin.
Senada dengan itu, Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H., menegaskan komitmen pemerintah kota untuk bersinergi dengan dunia akademik. “Kota Batu sangat terbuka untuk menjadi laboratorium hidup, tempat pengembangan teknologi ramah lingkungan bersama para akademisi,” katanya.
Program terbaru Kota Batu, tambah beliau berfokus pada pembangunan berkelanjutan dengan prioritas pada sektor agro-kreatif. Diantaranya Program Ekonomi Kreatif yaitu Botanical Garden Spiritual, pengembangan taman botani dengan sentuhan spiritual.
Batu yang wilayahnya kecil ini ingin memberikan perhatian kepada petani di kota Batu. Pemerintah Kota Batu juga berencana untuk memperkuat pemerintahan desa dan kelurahan dengan alokasi dana sebesar Rp 5 miliar untuk mendukung otonomi daerah yang lebih kuat. Program-program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya saing Kota Batu di tingkat nasional.
Isi komitmen yang ditandatangani mencakup enam poin utama, antara lain mendukung percepatan pencapaian SDGs di Indonesia, integrasi prinsip SDGs dalam kebijakan, kurikulum, riset, dan pengabdian masyarakat, Transformasi kampus dan kota menjadi pusat inovasi hijau, Pengurangan jejak karbon dan efisiensi energi, Penguatan kolaborasi lintas sektor melalui skema pentahelix, Edukasi publik dan pelibatan generasi muda dalam pelestarian lingkungan.
Para rektor yang hadir berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama di Jawa Timur, termasuk Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), hingga Universitas Islam Negeri (UIN) dari Surabaya, Jember, Tulungagung, Kediri, Ponorogo, dan Madura.
Komitmen bersama ini menjadi bukti bahwa isu lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga dunia pendidikan tinggi. Selain deklarasi bersama, rapat kerja ini juga membahas langkah-langkah konkret dalam mendukung agenda hijau, termasuk kolaborasi riset, pertukaran teknologi hijau, hingga penguatan jejaring pengabdian masyarakat berbasis lingkungan.
Dengan ditandatanganinya komitmen ini, para rektor dan pemerintah daerah berharap gerakan hijau tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi menyala di setiap ruang kelas, laboratorium, hingga hati para mahasiswa sebagai agen perubahan masa depan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Suasana penuh semangat kolaboratif mewarnai pertemuan Paguyuban Rektor PTN se-Jawa Timur yang digelar di Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Rabu, 25 Juni 2025. Forum bergengsi ini tak sekadar menjadi ajang temu pimpinan perguruan tinggi, namun juga panggung untuk berbagi pengalaman, menguatkan sinergi, dan menyusun langkah konkret memajukan pendidikan tinggi di Jawa Timur. Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, menyampaikan bahwa UIN Malang terus berkomitmen untuk maju bersama dengan kampus-kampus lain. “Kami banyak belajar dari kampus-kampus besar seperti UB, Unesa, dan lainnya. UIN tidak pamer, tapi ingin bersyukur atas nikmat yang Allah berikan,” ujarnya merendah. Dalam sambutannya, Prof. Zainuddin juga memaparkan perkembangan pesat kampus yang dipimpinnya. Saat ini, UIN Malang memiliki tiga kampus dan empat lokasi tanah pengembangan. Kampus I berada di Jl. Gajayana Kota Malang, Kampus II dan III berada di Kota Batu, dengan Kampus III berdiri megah di atas lahan seluas 120 hektar. “Sebanyak 20 persen dari area Kampus III telah ditetapkan sebagai hutan kampus, hasil kerja sama dengan Pemerintah Kota Batu,” ungkapnya.
Pembangunan Kampus III pun kini telah mencapai 97 persen, dengan dukungan pembiayaan dari Saudi Fund for Development (SFD). Dalam hal pengembangan akademik, UIN Malang kini memiliki tujuh fakultas dan 58 program studi, yang mencerminkan integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum. “Ini bentuk nyata dari semangat keilmuan integratif yang menjadi ciri khas kampus Ulul Albab ini,” tegasnya. Ke depan, UIN Malang juga menargetkan pembangunan Rumah Sehat Pendidikan (RSP) sebagai bagian dari penguatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, sekaligus memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat luas. Prof. Zainuddin turut menyoroti keunggulan sistem pembinaan karakter mahasiswa melalui program tinggal di ma’had selama satu tahun pertama. “Setiap kampus dilengkapi ma’had yang dikelola oleh dewan kiai, murobbi, dan musyrif,” jelasnya. Sebagai kampus inklusif, UIN Malang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan latar belakang suku, ras, maupun agama. Bahkan, kampus ini telah menjadi rumah bagi ratusan mahasiswa asing. “Tahun 2024 lalu, ada mahasiswa dari Los Angeles, Amerika Serikat, dan saat ini tercatat lebih dari 400 mahasiswa asing yang kuliah di sini,” tambahnya.
Ketua Paguyuban Rektor PTN se-Jatim, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. yang juga Rektor Unesa, menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat UIN Malang. Ia menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremoni, tapi harus mampu menghasilkan langkah nyata. “Ini komitmen kita bersama untuk memajukan PTN di Jawa Timur. Kita ingin mendorong kolaborasi kurikulum, riset bersama, dan program double degree dengan PTN luar negeri,” tegasnya. Pertemuan ditutup dengan penyampaian visi paguyuban: bersama bisa, bekerja sama menyiapkan generasi unggul. Tak lupa, Prof. Nurhasan membacakan pantun yang mengundang senyum para hadirin: “Manuk emprit mabur ning alas, Seng dikejar ora ketangkep, UIN Malang jadi harapan, Tempat tumbuh iman dan ilmuwan.” Pertemuan ini membuktikan bahwa sinergi dan semangat saling belajar antar perguruan tinggi menjadi kunci kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.
UIN MALANG-Sebanyak 83 mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang akan melaksanakan Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) berbagai kategori mulai akhir Juni hingga awal Agustus 2025. Untuk melepas dan meresmikan awal program di liburan semester genap ini, peserta KKM berkumpul di depan Gedung Rektorat UIN Malang, Rabu (25/6). KKM kali ini juga diikuti oleh 23 mahasiswa UIN Mataram. Dr. H. Isroqunnajah, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, hadir menyampaikan pesan dan meresmikan keberangkatan mahasiswa. Baginya, pelaksanaan KKM adalah upaya nyata untuk dekat dengan masyarakat. Berbaur dengan masyarakat membuat kita mampu mempelajari beragam karakter serta berinteraksi. “Nanti hal-hal seperti ini bisa dipakai pasca lulus saat kalian kembali ke masyarakat,” imbuhnya.
Gus Is, sapaan akrab WR 4, menambahkan bahwa KKM adalah momen mempertaruhkan keilmuan dari masing-masing fakultas. Segala ilmu yang dipelajari saat kuliah bisa diaplikasikan saat di tengah masyarakat, di samping juga mengambil ilmu saat KKM. “Sehingga setelah wisuda, ilmu 40 hari bukan sia-sia. KKM pun akhirnya bukan sekadar untuk memenuhi SKS saja,” jelas WR 4.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, Dr. H. Syaiful Mustofa, MA., M.Pd. menginfokan, ada beberapa kategori KKM yang dilaksanakan serentak pada periode ini. Yaitu, KKM Reguler di Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Lokasi ini dipilih oleh Bupati Kabupaten Pasuruan sebagai Kampung Moderasi Beragama karena tak hanya ditinggali oleh Muslim, namun juga penganut Agama Hindu yang menjadi bagian dari Suku Tengger; KKM Mandiri Integrasi yang dilaksanakan di berbagai area di Kabupaten Malang; KKM Kolaborasi Nusantara di Kulon Progo, Yogyakarta; KKM Kolaborasi Internasional di Nagasaki, Jepang; serta Program MBKM dalam bentuk Asistensi Mengajar di seluruh Jawa Timur.
Syaiful melanjutkan, ada dua program yang harus dilakukan saat KKM, yakni Proker Keagamaan dan Proker Kemasyarakatan. Proker Keagamaan ialah kegiatan yang berpusat di masjid dan majelis ta’lim seperti sholat jama’ah dan 1 Day 1 Juz. Sedangkan Proker Kemasyarakatan berpusat di balai desa yang programnya sesuai dengan keilmuan di prodi masing-masing. Pada saat peresmian, turut hadir pula Dr. Emawati, M.Ag., Kepala Pusat Penelitian UIN Mataram mengantarkan mahasiswa kampusnya yang berkolaborasi Program KKM dengan UIN Malang. Ia berharap ke-23 mahasiswanya dapat berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman-teman KKM-nya, serta berbaur dengan masyarakat. Ia pun berpesan agar para peserta KKM dapat menjaga komitmen dan integritas yang sudah ditanamkan di kampus. Sehingga nantinya, mahasiswa dapat menjaga norma serta akhlaknya saat berinteraksi di tengah masyarakat tempat KKM. Ketua LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd. turut hadir dan mengantarkan mahasiswa ke tempat KKM Reguler. Tak hanya itu, hadir pula beberapa DPL (Dosen Pendamping Lapangan) yang nantinya akan membimbing mahasiswa KKM selama 40 hari. (nd)
HUMAS UIN MALANG - Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar kegiatan Upgrading dan Rapat Kerja (Raker) pada Sabtu-Minggu, 21-22 Juni 2025 di Masjid Joglo Arjuno Al-Muhajirin, Karangploso, Malang. Dengan tema "Dari DEMA, Untuk Menjadi Keluarga", kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus kabinet Bharatayhuda.
Rapat kerja yang dipandu langsung oleh Presiden DEMA-U, Muamar Sidiq, dan Wakil Presiden DEMA-U, M. Rizqi Ramadhan, berlangsung interaktif dan dinamis. Masing-masing menteri dari sembilan kementerian memaparkan program kerja yang telah dirancang secara sistematis dan strategis. Diskusi berjalan dengan semangat kolaboratif, di mana setiap gagasan diuji secara argumentatif dan ditanggapi dengan terbuka.
Muamar Sidiq menekankan bahwa fokus utama DEMA-U adalah menciptakan kebermanfaatan nyata bagi mahasiswa. Ia mendorong seluruh pengurus untuk tidak membatasi ide dan kreativitas dalam berorganisasi dan mengusung semangat "Dari DEMA, untuk menjadi keluarga" sebagai bentuk pendekatan baru dalam membangun solidaritas internal.
Wakil Presiden DEMA-U, M. Rizqi Ramadhan, menyampaikan bahwa program-program kerja yang telah disusun diharapkan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa secara nyata dan relevan. Menteri Agama DEMA-U, Azka Elmirza Fajri, juga menekankan bahwa agenda ini merupakan ruang pembelajaran dan proses bertumbuh bersama untuk menyatukan kekuatan dalam menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi mahasiswa.
Kegiatan ditutup dengan sesi api unggun dan bonding, serta fun games yang membangun kebersamaan dan kerja sama tim. Dengan semangat kolektif yang telah terbangun, para pengurus DEMA-U berharap dapat mengawal satu periode kepengurusan ke depan dengan lebih siap, solid, dan berdampak nyata bagi civitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kontributor: Sofia Rosa Trisnawati & Muhammad Kifah Abdan Syakuro