HUMAS UIN MALANG– Kepala Badan Penyelenggara Haji (BPH) Mochamad Irfan Yusuf menjalani ujian terbuka disertasinya di Program Pascasarjana Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (24/2/2025). Disertasi yang ia ajukan berjudul Kepemimpinan Transformasional KH. Muhammad Yusuf Hasyim dalam Melestarikan Tradisi Indonesia di Pesantren Tebuireng Kabupaten Jombang.
Ujian terbuka ini berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh jajaran akademisi serta tamu undangan. Mochamad Irfan Yusuf diuji oleh Delapan penguji terkemuka, yakni Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, MA, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd, Prof. Dr. Wahid Murni, M.Pd, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd, Dr. H. Isroqunnajah, MAg, dan Drs. H. Basri, MA, Ph.D.
Dalam pemaparannya, Irfan Yusuf menyoroti peran kepemimpinan KH. Muhammad Yusuf Hasyim dalam menjaga nilai-nilai tradisional pesantren tanpa mengesampingkan inovasi dan perkembangan zaman. Ia menekankan bahwa kepemimpinan transformasional menjadi kunci dalam menjaga identitas pesantren sekaligus beradaptasi dengan perubahan sosial.
Ujian ini berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab yang menggali kedalaman penelitian Irfan Yusuf. Para penguji memberikan berbagai catatan akademis serta apresiasi terhadap kajian yang dilakukan. Dengan argumentasi yang kuat dan metodologi yang kokoh, ujian ini menjadi ajang diskusi yang memperkaya pemahaman tentang kepemimpinan pesantren dalam konteks modern dan mandiri.
Ujian terbuka ini menandai langkah akhir Irfan Yusuf dalam menyelesaikan studi doktoralnya. Hasil sidang akademik akan menentukan kelulusannya sebagai doktor di bidang kepemimpinan Islam.
“Penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang bagaimana pesantren sebagai institusi tradisional tetap mampu bertahan dan berkembang melalui kepemimpinan yang visioner,” ujar Irfan Yusuf di akhir sesi.
Ujian terbuka ini menjadi bukti bahwa studi tentang pesantren terus berkembang dan relevan dalam konteks keislaman dan kebangsaan di Indonesia.
HUMAS UIN MALANG - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., menyampaikan bahwa perguruan tinggi harus berdampak pada masyarakat dan memberikan kemaslahatan bagi bangsa. Hal ini disampaikan dalam kunjungannya ke Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Kampus III UIN Malang pada 24 Februari 2025. Sekjen menekankan bahwa perguruan tinggi harus menjadi salah satu pilar penting dalam membangun masyarakat yang lebih baik. Dengan demikian, perguruan tinggi harus memainkan peran yang lebih besar dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa.
Prof. Kamaruddin mencontohkan bahwa kampus seperti Al Azhar University, Universitas Madinah, dan Almusthofa University di Irak telah berhasil memberikan dampak positif pada masyarakat. Kampus-kampus tersebut telah menghasilkan tokoh-tokoh agama yang berpengaruh dan memberikan kontribusi bagi kemajuan umat. Beliau juga menyampaikan bahwa kampus-kampus tersebut telah menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Prof. Kamaruddin juga menyampaikan bahwa Kementerian Agama RI telah meluncurkan program ekoteologi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan hidup. Program ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan hidup. Beliau menekankan bahwa program ini merupakan salah satu contoh dari upaya perguruan tinggi dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat.
Dengan demikian, Sekjen berharap bahwa perguruan tinggi dapat memainkan peran yang lebih besar dalam memberikan kontribusi bagi kemajuan bangsa. Beliau juga berharap bahwa perguruan tinggi dapat menjadi contoh bagi perguruan tinggi lainnya dalam memberikan kontribusi bagi masyarakat.
HUMAS UIN MALANG - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Kamaruddin Amin, M.A., mengunjungi Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Kampus III UIN Malang pada 24 Februari 2025. Kedatangan Sekjen ini merupakan kesempatan bagi FKIK UIN Malang untuk memperkuat hubungan dengan Kementerian Agama RI.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. Zainuddin, MA. menyambut kedatangan Sekjen dan menyampaikan bahwa gedung FKIK lama akan pindah ke gedung Arrahim. Rektor juga menyampaikan harapannya bahwa kunjungan ini dapat membawa manfaat bagi kedua belah pihak.
Prof. Kamaruddin mengucapkan terima kasih atas sambutan yang diberikan dan menyampaikan bahwa waktu kunjungannya singkat karena harus melanjutkan perjalanan ke Surabaya. Meskipun begutu, beliau menyampaikan harapannya bahwa FKIK UIN Malang dapat menjadi salah satu perguruan tinggi yang berdampak pada masyarakat.
Prof. Kamaruddin juga menandatangani prasasti sebagai peresmian nama gedung FKIK yang baru, yaitu Gedung Ibnu Sina. Penandatanganan prasasti ini merupakan simbolisasi dari komitmen FKIK UIN Malang untuk menjadi salah satu perguruan tinggi yang unggul di Indonesia.
HUMAS UIN MALANG – (22/2) Dalam rangka memperingati Hari Bapak Pandu Dunia, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Kuala Lumpur bersama komunitas Pramuka Indonesia di Malaysia menggelar kegiatan kepramukaan bersama di Pondok An-Nahdhoh, Tanjung Sepat, Selangor. Acara ini diikuti oleh anggota Pramuka dari Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 Gombak, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL), serta tuan rumah Pondok An-Nahdhoh.
Tujuan dari kegiatan ini adalah mempererat solidaritas serta menumbuhkan semangat kepramukaan di kalangan pelajar Indonesia yang berada di Malaysia.
Rangkaian kegiatan dimulai sejak pagi hari. Anggota Pramuka dari Gombak berangkat pada pukul 07.30 waktu setempat menggunakan bus dan menempuh perjalanan sekitar dua jam menuju lokasi. Setibanya di Tanjung Sepat, para peserta langsung mengikuti senam pagi sebagai pembuka kegiatan—upaya menyegarkan tubuh dan meningkatkan kebugaran sebelum memasuki agenda utama.
Sambil sebagian peserta mempersiapkan Upacara Pelantikan Pramuka Penegak, peserta lainnya diajak mengikuti berbagai permainan beregu yang dirancang untuk melatih kerja sama, kekompakan, dan sportivitas. Suasana penuh semangat dan tawa riang menyelimuti kegiatan tersebut.
Puncak acara ditandai dengan Upacara Pelantikan Pramuka Penegak. Meski terik matahari menyengat, para peserta tetap antusias mengikuti prosesi dengan disiplin dan khidmat. Pelantikan ini menjadi momen penting bagi para anggota yang telah memenuhi syarat untuk naik tingkat dalam jenjang kepramukaan.
“Saya sangat senang bisa menjadi bagian dari Pramuka Penegak. Upacara ini menjadi pengalaman berharga yang tidak akan saya lupakan, meskipun panasnya luar biasa, kami tetap semangat!” ujar Azura, salah satu peserta yang resmi dilantik.
Usai pelantikan, para peserta melaksanakan waktu Ishoma (Istirahat, Sholat, dan Makan). Mereka menjalankan salat Dzuhur berjamaah di surau sekitar lokasi, kemudian menikmati makan siang bersama dengan penuh kebersamaan.
Sebelum kembali ke tempat masing-masing, rombongan dari Sanggar Bimbingan Sungai Mulia 5 Gombak menyempatkan diri mengunjungi pantai di dekat lokasi acara. Momen ini menjadi penutup yang menyenangkan setelah seharian penuh beraktivitas.
“Kegiatan hari ini sangat menyenangkan. Selain mengikuti pelantikan, kami juga bisa menikmati waktu bersama di pantai sebelum pulang. Semoga kegiatan seperti ini bisa terus diadakan!” ungkap Hana, salah satu peserta.
Perwakilan KBRI Kuala Lumpur, Bapak Joko, turut hadir dan memberikan apresiasi atas terselenggaranya acara ini.
“Kegiatan seperti ini sangat penting untuk membangun jiwa kepemimpinan, kedisiplinan, serta kebersamaan anak-anak Indonesia di Malaysia. Kami sangat mengapresiasi semangat dan dedikasi para peserta,” ujarnya.
Melalui kegiatan ini, semangat kepramukaan di luar negeri terus dipupuk sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda Indonesia. Besar harapan agar kegiatan serupa terus digelar di masa mendatang untuk memperkuat ikatan, menanamkan nilai-nilai positif, dan membina semangat kebangsaan di tanah rantau.
Kontributor: Elva Laela Kamila Editor: Azman Fawwazi
UIN MALANG-Menjelang Bulan Ramadhan 2025/1446 H, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melepas 800 mahasiswa dalam Rapat Terbuka Senat Wisuda Program Sarjana dan Pascasarjana ke-85 Periode I Tahun 2025, Sabtu (22/2). Mengundang seluruh wali mahasiswa yang diwisuda, acara bertempat di Gedung Sport Center lt. 2. Mengawali seremonial, Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag. mengumumkan bahwa mahasiswa Fakultas Sains dan Teknologi mendominasi kelulusan universitas tersebut dengan jumlah 265 wisudawan. Secara persentase, seperti biasanya, Program Sarjana menguasai hampir seluruh jumlah wisudawan, yakni 735 atau 91%. Sementara itu, Program Magister berjumlah 52 wisudawan, dan Program Doktor sebanyak 13 wisudawan. Dari segi jenis kelamin, peserta perempuan tetap mendominasi, dengan total 493 wisudawati, atau 61%. Sementara itu, di kategori Indeks Prestasi Kumulatif (IPK), 59% atau 479 wisudawan mengantongi predikat Cum Laude. Prof. Umi Sumbulah melanjutkan, sebagai fakultas tertua, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan meluluskan 125 wisudawan. Jumlah yang sama dengan yang diluluskan oleh Fakultas Syariah. Fakultas Humaniora dengan dua prodinya meluluskan 133 wisudawan. Fakultas Ekonomi dan Fakultas Psikologi periode ini hanya meluluskan sebagian kecil mahasiswa, masing-masing 23 dan 12 wisudawan. Sedangkan fakultas terbaru di kampus berlogo Ulul Albab, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, melepas 63 mahasiswanya dalam wisuda ke-85 tersebut. Menjelang akhir Laporan Akademiknya, Wakil Rektor Bidang Akademik mengumumkan ketiga wisudawan terbaik dari setiap jenjang pendidikan diraih oleh lulusan Fakultas Syariah. Di Program Sarjana wisudawati Prodi Ilmu Al-Quran dan Tafsir meraih predikat terbaik dengan IPK 3,98 atas nama Asfa Kurnia Rahim. Wisudawan terbaik Program Magister disematkan kepada Yusril Ihza Maulana dari Prodi Al-Ahwal Asy-Syakhsyiyah dengan IPK 4.00. Sedangkan dari jenjang Program Doktor, Muhammad Zainuddin Sunarto dari Prodi Hukum Keluarga Islam mengantongi predikat lulusan terbaik dengan IPK 4.00. (nd)
HUMAS UIN MALANG — Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang terus merawat toleransi bagi Masyarakat. Khususnya, di Dusun Jamuran, bersama warga Dusun Jamuran, Desa Sukodadi, Wagir Kabupaten Malang, Kamis (20/2/2025).
Melalui program pengabdian masyarakat "Qoryah Thoyyibah" yang diwakili salah satu tim peneliti yang beranggotakan Dr. Muhammad Walid, M.A. sebagai ketua peneliti dibantu Fitratul Uyun, M.Pd., dan dibantu mahasiswa yakni Aninda Tri Safinatun Najah sebagai anggota peneliti.
Dalam penelitian ini, program diawali dengan sosialisasi tentang nilai-nilai kearifan lokal dan moderasi beragama dan pembuatan atau pemasangan beberapa kutipan kata (quotes) tentang nilai-nilai persaudaraan, kemanusiaan, dan kehidupan bermasyarakat yang majemuk. Menurut Walid, sapaan akrab ketua peneliti, quotes-quotes tersebut diambil dari berbagai ajaran agama dan tradisi, di antaranya, Islam, Kristen, Hindu dan tradisi Jawa.
Mengusung tema kearifan lokal dan nilai-nilai moderasi beragama, sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya toleransi dan harmoni dalam keberagaman. Selain itu, program ini nantinya akan memperkuat nilai-nilai persaudaraan, kemanusiaan global serta membangun lingkungan yang lebih inklusif dan saling menghormati antarumat beragama.
Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UIN Malang menuturkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan berfokus pada upaya penguatan nilai-nilai moderasi beragama dan kearifan lokal di tengah keberagaman masyarakat dusun Jamuran. "Kegiatan ini dapat menjadi sarana edukasi yang efektif dalam menanamkan semangat toleransi dan kebersamaan di masyarakat, sehingga nilai-nilai keberagaman yang sudah ada semakin kokoh dan terjaga," tuturnya.
Program ini mendapat sambutan positif dari warga Dusun Jamuran. Kepala Desa Sukodadi, Bapak Susilo Wahyudi, mengapresiasi kontribusi UIN Malang dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai moderasi beragama. "Kami berharap program ini tidak hanya memperkuat toleransi yang telah ada, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif akan pentingnya kehidupan harmonis di tengah keberagaman," ujarnya.
Kegiatan pengabdian tersebut dilaksanakan selama tiga sesi pertemuan. Sosialisasi dihadiri oleh 58 peserta yang terdiri dari warga masyarakat, karang taruna, tokoh agama, serta perangkat desa. Selama sesi diskusi, peserta dari berbagai agama turut berpartisipasi aktif dalam berbagi pengalaman mengenai kehidupan harmonis di tengah perbedaan. Setelah diskusi berlangsung tim pengabdian membagi-bagikan berbagai jenis blangkon (Penutup kepala tradisional Jawa) dan berbagai macam penutup kepala dari masing-masing agama.
Sebagai tindak lanjut, tim pengabdian memasang kutipan-kutipan inspiratif di beberapa lokasi strategis di Dusun Jamuran. Kutipan tersebut diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya sikap moderat dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari. Tim pengabdian juga mensosialisasikan kutipan-kutipan tersebut melalui berbagai media guna memperluas jangkauan pesan yang ingin disampaikan.
Kolaborasi antara akademisi dan masyarakat menjadi langkah nyata dalam membangun lingkungan yang harmonis dan penuh toleransi. Ke depan, program serupa diharapkan dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak komunitas, sehingga pesan tentang pentingnya keberagaman dan kehidupan yang inklusif dapat tersebar lebih luas.
Kearifan lokal merupakan sumber nilai dan norma yang berperan penting dalam menjaga keseimbangan sosial, menyelesaikan konflik, serta memperkuat moderasi beragama. Oleh karena itu, pelestarian dan penguatan kearifan lokal menjadi langkah strategis dalam membangun masyarakat yang inklusif dan harmonis. (an/sf)
HUMAS UIN MALANG – Klinik Rawat Jalan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang terus meningkatkan kualitas layanan kesehatan bagi sivitas akademika dan masyarakat umum. Pada Jumat, 21 Februari 2025, klinik yang dipimpin oleh dr. Christyaji Indradmojo, Sp. EM., resmi meluncurkan layanan kesehatan gigi sebagai bagian dari pengembangan fasilitas kesehatan di lingkungan kampus.
Peresmian layanan kesehatan gigi ini dilakukan langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA., serta disaksikan oleh para wakil rektor, kepala biro, kepala bagian umum, direktur Pusat Pengembangan Bisnis (P2B), dan tim kesehatan Klinik Rawat Jalan.
Dalam sambutannya, dr. Christyaji menegaskan bahwa kehadiran layanan kesehatan gigi ini merupakan upaya klinik dalam memberikan jaminan kesehatan yang optimal bagi sivitas akademika. “Kami ingin memastikan bahwa UIN Maliki Malang memiliki layanan kesehatan yang luar biasa. Dengan sistem pelayanan yang profesional dan berlandaskan good governance, kami berharap klinik ini menjadi acuan dalam pengembangan sistem kesehatan di UIN Malang,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dr. Christyaji menambahkan bahwa meskipun masih dalam tahap pengembangan, klinik berkomitmen untuk terus memberikan layanan kesehatan secara maksimal. “Jika saat ini kita belum bisa memberikan pelayanan kesehatan dalam skala besar, setidaknya melalui langkah kecil ini, kami bisa terus berkontribusi dalam meningkatkan layanan kesehatan. Kami sungguh-sungguh ingin memberikan pelayanan terbaik, dan semoga layanan kesehatan gigi ini menjadi tonggak awal bagi pengembangan fasilitas kesehatan lainnya,” tambahnya.
Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Zainuddin, MA., dalam sambutannya menekankan pentingnya memberikan pelayanan kesehatan yang prima bagi sivitas akademika. “Klinik ini harus bisa memberikan pelayanan terbaik dengan penuh keikhlasan. Tim kesehatan harus menampilkan performa yang baik, karena pada akhirnya masyarakatlah yang akan menilai kualitas layanan kita,” pesan Prof. Zainuddin.
Ia juga mengingatkan agar klinik menjaga standar pelayanan yang ramah, profesional, dan terjangkau. “Jangan sampai ada pelayanan yang tidak ramah, kurang bersih, atau biaya yang terlalu mahal. Klinik ini sudah terakreditasi paripurna, artinya standar pelayanannya sudah sangat baik. Mari kita terus berdoa agar layanan kesehatan ini dapat berkembang dan memberikan manfaat yang luas, baik bagi sivitas akademika maupun masyarakat sekitar,” tutupnya.
Dengan adanya layanan kesehatan gigi ini, diharapkan Klinik Rawat Jalan UIN Maliki Malang semakin mampu memenuhi kebutuhan kesehatan mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan, serta menjadi salah satu pusat layanan kesehatan unggulan di lingkungan akademik.
HUMAS UIN MALANG – Program Studi Magister Pendidikan Matematika Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang menggelar asesmen lapangan selama dua hari oleh tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Asesmen ini dilakukan oleh Prof. Dr. St. Budi Waluyo, M.Si., dari Universitas Negeri Semarang dan Dr. Nurhayati, M.Si., dari Universitas Tadulako. Kegiatan ini berlangsung sejak Jumat, 21 Februari 2025.
Kegiatan opening asesmen ini dihadiri langsung oleh Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H.M. Zainuddin, MA., didampingi Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., Kepala Biro AUPK, Dr. H. Muhtar Hazawawi, Kepala Biro AAKK, Dr. H. Barnoto, M.Pd.I., Dekan FITK, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd., serta jajaran wakil dekan, ketua program studi, dan perwakilan guru besar.
Dalam sambutannya, Prof. Zainuddin menegaskan bahwa UIN Maliki Malang terus berupaya menjadi kampus unggul bereputasi internasional. “Alhamdulillah, UIN Maliki Malang telah berhasil mencapai akreditasi unggul dan saat ini sedang berupaya mendapatkan pengakuan akreditasi internasional melalui ASIIN,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa status akreditasi unggul telah diraih sejak 2023. Capaian ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika. Selain itu, menurut pemeringkatan UniRank, UIN Maliki Malang menempati peringkat 169 di tingkat Asia dan peringkat 191 di Asia Tenggara.
Prof. Dr. St. Budi Waluyo dalam sambutannya mengapresiasi sambutan hangat dari pihak UIN Maliki Malang. Ia menegaskan bahwa asesmen dalam dunia pendidikan merupakan proses yang wajar dan bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan.
“Asesmen lapangan bertujuan mengumpulkan data akurat tentang kondisi di lapangan, menganalisis permasalahan, menentukan prioritas tindakan, serta mengembangkan rencana yang efektif,” jelasnya. Lebih lanjut, ia memaparkan manfaat asesmen ini, di antaranya meningkatkan keakuratan data, efektivitas tindakan, efisiensi sumber daya, serta kemampuan dalam pengambilan keputusan.
Ia juga menegaskan bahwa tugas tim asesor adalah mengklarifikasi dokumen yang telah dilaporkan oleh pihak kampus. “Kedatangan kami bukan untuk mencari kesalahan, melainkan untuk mencocokkan data yang disampaikan dengan kondisi di lapangan,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Prof. Budi menyampaikan permohonan maaf jika dalam proses asesmen terdapat kebutuhan dokumen tambahan yang mungkin merepotkan pihak kampus. “Kami berharap asesmen ini dapat memberikan hasil optimal bagi kemajuan Program Studi Magister Pendidikan Matematika FITK UIN Maliki Malang,” pungkasnya.
Dengan pelaksanaan asesmen ini, diharapkan Program Studi Magister Pendidikan Matematika FITK dapat terus berkembang dan meningkatkan mutu akademiknya demi mencapai akreditasi yang lebih baik di masa depan.
HUMAS UIN MALANG-Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang kembali mengirimkan mahasiswa dalam program Asistensi Mengajar Internasional. Acara pelepasan ini berlangsung di Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang dipimpin langsung oleh Dekan FITK, Prof. Dr. H. Nur Ali, M.Pd. Kamis 20 Februari 2025.
Dalam pengarahannya, Dekan FITK menyampaikan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dalam mencetak calon pendidik yang memiliki wawasan global dan mampu bersaing dalam dunia pendidikan internasional. “Kami berharap mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh serta mengambil pengalaman berharga selama berada di Malaysia,”ujarnya. Terlepas dari itu beliau juga mendoakan agar diberikan keselamatan dan kelancaran dalam semua prosesnya.
Program Asistensi Mengajar Internasional ini bekerja sama dengan beberapa lembaga pendidikan di Malaysia, salah satunya Ma'had Tahfidz As-Sa'idiyyah di Seremban Negeri Sembilan, Malaysia. Para mahasiswa akan ditempatkan di sekolah-sekolah mitra untuk berbagi pengalaman, memperdalam metode pembelajaran, serta mengenal lebih dekat sistem pendidikan di Malaysia.
Salah satu mahasiswa peserta program, Faiqoh, mengungkapkan rasa bangga dan antusiasnya mengikuti kegiatan ini. “Ini merupakan kesempatan berharga bagi kami untuk belajar langsung dari sistem pendidikan di Malaysia, memberikan kesempatan untuk melakukan studi koperatif, sehingga memberikan pengalaman berhaga yang bisa kami bawa pulang ke Indonesia dengan harapan bermanfaat bagi pemangku kebijakan sistem pendidikan di Indonesia,” ungkapnya.
Turut hadir dalam acara pelepasan ini wakil dekan bidang bidang akademik, dosen pendamping, para dosen pengelola International Class Program, serta para mahasiswa peserta program. Program ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama akademik antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan institusi pendidikan di Malaysia serta menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kualitas calon pendidik berstandar internasional.
Dengan adanya program ini, FITK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semakin menunjukkan perannya dalam membentuk generasi pendidik yang tidak hanya kompeten di tingkat nasional tetapi juga siap berkontribusi di ranah global.