Daftar Kategori: Ulasan


Sosialisasi Stunting, Parenting, dan Pernikahan Dini oleh KKM UIN Malang di Gubugklakah
Abadi Wijaya Jumat, 17 Januari 2025 . in Berita . 177 views
8841_kkm.jpg

HUMAS UIN MALANG - Mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Malang telah melaksanakan sosialisasi mengenai Pernikahan dini, Stunting dan Parenting melalui program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 4, 74, dan 144 di Desa Gubugklakah (17/1). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pola asuh yang baik serta dampak negatif dari pernikahan dini terhadap kesehatan anak.

Sosialisasi tersebut melibatkan diskusi interaktif dengan narasumber berkompeten, Ibu Galuh Ayu Monika Damayanti dan Ibu Sulistya Umie Ruhmana Sari. Mereka menjelaskan bahwa pernikahan dini dapat meningkatkan risiko terjadinya stunting, mengingat wanita yang menikah pada usia muda sering kali belum siap secara fisik dan emosional untuk menjadi seorang ibu.

Para mahasiswa juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan pola asuh yang baik. Mereka mengajak orang tua untuk menerapkan kebiasaan sederhana namun efektif, seperti memastikan anak mencuci tangan sebelum makan dan menyediakan makanan bergizi. Dengan pola asuh yang baik, diharapkan dapat mencegah berbagai penyakit yang berpotensi menyebabkan stunting.

Kegiatan sosialisasi ini tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga melibatkan masyarakat dalam diskusi aktif, sehingga setiap peserta dapat berbagi pengalaman dan saling belajar tentang cara mencegah stunting serta mengatasi pernikahan dini. Dengan pendekatan ini, diharapkan masyarakat dapat lebih memahami betapa pentingnya peran mereka dalam mendukung kesehatan dan perkembangan anak-anak mereka.

 

Kontributor: KKM 144 UIN Malang

Editor: Edy Hyto

Lebih Lanjut »
PSPPA UIN Malang Raih Akreditasi “Baik Sekali”: Bukti Kolaborasi Tim yang Solid
Abadi Wijaya Jumat, 17 Januari 2025 . in Berita . 506 views
8596_p.jpeg

HUMAS UIN MALANG – Rabu, (8/1) Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) berhasil meningkatkan status akreditasinya dari "Baik" menjadi "Baik Sekali". Capaian ini menunjukkan komitmen PSPPA dalam meningkatkan mutu pendidikan dan pengelolaan sistem akademik.

Keberhasilan ini diraih setelah melewati proses panjang, termasuk visitasi oleh tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Perguruan Tinggi Kesehatan (LAM-PTKes) pada 15-18 Desember 2024. Selama visitasi, asesor mengevaluasi berbagai wahana praktik yang menjadi bagian integral pendidikan profesi apoteker, seperti PT Agaricus Sido Makmur Sentosa (ASIMAS), RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat, PBF Enseval Putera Mega Trading, dan Apotek Pendidikan Profesi Apoteker "Maliki Apotek".

Ketua Program Studi PSPPA, Dr. apt. Rahmi Annisa, M.Farm., menegaskan bahwa capaian ini merupakan hasil dari kerja keras tim yang telah mempersiapkan akreditasi selama setahun penuh. “Proses akreditasi ini mencakup persiapan panjang, mulai dari pembentukan panitia, penyusunan borang, hingga asesmen lapangan. Ini menjadi tolok ukur penting dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan di PSPPA UIN Malang,” ujarnya.

8597_p.jpeg

Sementara itu, Wakil Dekan I Bidang Akademik FKIK, Prof. Dr. apt. Roihatul Muti’ah, S.Farm., M.Biomed., menyoroti pentingnya kolaborasi tim dalam keberhasilan ini. “Tantangan terbesar adalah menjaga soliditas tim agar tetap berkolaborasi dengan baik. Tanpa itu, proses akreditasi tidak mungkin berjalan lancar,” jelasnya.

Prestasi ini tidak hanya menjadi kebanggaan bagi UIN Malang, tetapi juga memotivasi PSPPA untuk terus berinovasi. Langkah strategis ke depan difokuskan pada penguatan standar akademik, peningkatan kualitas lulusan, dan pengembangan program yang relevan dengan kebutuhan profesi apoteker.

Dengan akreditasi "Baik Sekali", PSPPA UIN Malang menegaskan posisinya sebagai salah satu institusi pendidikan profesi apoteker unggulan, siap mencetak lulusan yang kompeten dan berdaya saing di dunia kerja.
Reporter: Azman Fawwazi

Lebih Lanjut »
Bupati dan KKM UIN Malang Evaluasi Pembibitan Kentang dan Wisata Bukit Galaksi
Abadi Wijaya Jumat, 17 Januari 2025 . in Berita . 294 views

 

8594_p.jpeg

HUMAS UIN MALANG, (15/1) – Bupati Malang, Drs. H. Muhammad Sanusi, M.M., melakukan kunjungan bertema "Gotong Royong Bangun Desa" ke Dusun Jarak Ijo, Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo. Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi pembibitan kentang serta pengembangan objek wisata Bukit Galaksi, salah satu potensi unggulan daerah tersebut.

Kegiatan dimulai dengan kunjungan Bupati ke Bukit Galaksi, lokasi yang direncanakan menjadi destinasi wisata baru di Dusun Jarak Ijo. Setelah itu, Bupati melanjutkan kunjungan ke lokasi pembibitan kentang pada pukul 14.00. Dalam pertemuannya dengan para petani lokal, Bupati mendengarkan langsung aspirasi dan kendala yang mereka hadapi, baik terkait teknis pertanian maupun peluang pengembangan usaha pembibitan kentang.

8595_p.jpeg

Selain berdialog dengan petani, Bupati juga mengevaluasi fasilitas pendukung dan memberikan arahan kepada dinas terkait untuk memperbaiki proses produksi, meningkatkan kualitas bibit, serta memperluas akses pemasaran hasil tani. "Kami berharap evaluasi ini dapat meningkatkan kualitas bibit kentang sehingga berkontribusi pada peningkatan produktivitas pertanian di Dusun Jarak Ijo," ujar Drs. H. Muhammad Sanusi, M.M.

Bupati juga menyampaikan apresiasinya terhadap progres pembibitan kentang yang telah dicapai oleh para petani setempat. Ia mendorong mereka untuk terus berinovasi dan memanfaatkan teknologi modern dalam proses pertanian guna meningkatkan produktivitas dan daya saing.

Kunjungan ini ditutup dengan arahan Bupati kepada dinas-dinas terkait untuk menyusun rencana strategis pembangunan Dusun Jarak Ijo, mencakup sektor pertanian dan pariwisata. Acara berakhir pada pukul 16.00, ditandai dengan peninjauan lokasi terakhir dan sesi foto bersama antara Bupati, pejabat pemerintah, dan masyarakat setempat.

Kontributor: Naufal Abqory

Editor: Azman Fawwazi

Lebih Lanjut »
KKM UIN Malang Dorong Desa Ngadas Ciptakan Produk Unggulan
Abadi Wijaya Jumat, 17 Januari 2025 . in Berita . 314 views

8592_p.jpeg

HUMAS UIN MALANG – Senin, (13/1) Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Arunika Satvika dari Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang) bekerja sama dengan ibu-ibu PKK Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, mengadakan pelatihan pembuatan keripik kentang. Bertempat di Balai Budaya Desa Ngadas, kegiatan ini diikuti oleh puluhan peserta yang antusias mempelajari pengolahan kentang menjadi produk bernilai jual tinggi.

Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan masyarakat, terutama ibu-ibu PKK, dalam mengolah kentang menjadi makanan ringan seperti keripik dengan berbagai varian rasa. Kegiatan ini juga dirancang untuk mendukung pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Ngadas, sehingga dapat berkontribusi pada peningkatan perekonomian masyarakat.

Mahasiswa KKM UIN Malang memberikan demonstrasi langsung mengenai proses pembuatan keripik kentang siap saji. Materi yang disampaikan meliputi cara memilih kentang berkualitas, teknik pengolahan yang higienis, hingga strategi pengemasan agar produk lebih menarik bagi konsumen. Selain itu, para peserta juga diperkenalkan dengan teknik pemasaran digital untuk memperluas jangkauan penjualan.

8593_p.jpeg

Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan, dengan ibu-ibu PKK aktif bertanya untuk memahami setiap tahapan yang diajarkan. Diskusi interaktif antara peserta dan mahasiswa menciptakan suasana pelatihan yang dinamis dan penuh semangat.

Sebagai bagian dari kegiatan, peserta diberikan kesempatan untuk mempraktikkan langsung pembuatan keripik kentang secara berkelompok. Praktik ini tidak hanya memberikan pengalaman langsung, tetapi juga membangun semangat kerja sama dan wirausaha di antara peserta.

Desa Ngadas, yang terletak di dataran tinggi dengan hasil pertanian melimpah, memiliki potensi besar untuk mengembangkan produk berbahan dasar kentang. Pelatihan ini diharapkan dapat memaksimalkan potensi tersebut dengan menciptakan produk lokal unggulan yang mampu bersaing di pasar. Keripik kentang dengan berbagai varian rasa ini diharapkan dapat memenuhi selera konsumen yang beragam, sekaligus memperkuat identitas Desa Ngadas sebagai penghasil kentang berkualitas.

Melalui kolaborasi ini, Desa Ngadas diharapkan mampu menciptakan produk lokal unggulan yang tidak hanya meningkatkan perekonomian masyarakat, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat yang lebih mandiri dan sejahtera.

Kontributor: Akhmad Sulton Khakim dan Isna ‘Ainunnaja

Editor: Azman Fawwazi

Lebih Lanjut »
Ngadas, Desa Harmoni dalam Keberagaman dan Tradisi Adat
Abadi Wijaya Jumat, 17 Januari 2025 . in Berita . 2357 views
8589_oke.jpeg

HUMAS UIN MALANG – Jumat, (17/1) Desa Ngadas, yang terletak di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, menjadi sorotan sebagai contoh nyata moderasi beragama dengan harmoni keberagaman agama dan tradisi budaya yang tetap terjaga. Desa yang dihuni oleh 1.756 jiwa pada tahun 2023 ini menawarkan pelajaran berharga tentang toleransi dan pelestarian budaya lokal, di samping keindahan alamnya yang memikat.

Desa Ngadas memiliki masyarakat dengan keberagaman keyakinan, meliputi tiga agama utama: Buddha, Islam, dan Hindu. Penduduk mayoritas menganut agama Buddha, diikuti oleh penganut Islam dan Hindu. Meski berbeda keyakinan, masyarakat Desa Ngadas hidup rukun dan saling menghormati. Tingginya sikap toleransi tampak dari cara mereka menjaga keharmonisan, baik dalam menjalankan ibadah masing-masing maupun menghormati tradisi keagamaan warga lainnya.

Keunikan Desa Ngadas semakin mendapat perhatian setelah mahasiswa KKM 08 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan studi terkait moderasi beragama di desa ini. Penelitian tersebut mengungkapkan bagaimana masyarakat Desa Ngadas berhasil menyelaraskan keberagaman agama dengan tradisi budaya yang diwariskan dari leluhur. Salah satu tradisi yang menjadi perekat masyarakat adalah budaya Karo.

8590_p.jpeg

Budaya Karo merupakan ritual mendoakan arwah leluhur di pemakaman desa, yang dilakukan bersama oleh seluruh warga tanpa memandang perbedaan agama. Dalam tradisi ini, setiap individu melaksanakan doa sesuai keyakinannya masing-masing. Tradisi ini tidak hanya mencerminkan toleransi, tetapi juga menjadi simbol penghormatan terhadap leluhur sekaligus pelestarian nilai-nilai adat.

Perayaan budaya Karo berlangsung dengan penuh semarak dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat. Tradisi ini menjadi momen persatuan yang mampu menyatukan komunitas, sekaligus mengajarkan pentingnya kerja sama dan rasa hormat terhadap perbedaan.

8591_p.jpeg

Sebagai salah satu tradisi adat utama, budaya Karo memiliki nilai sosial yang tinggi dibandingkan perayaan adat lainnya. Keharmonisan yang tercipta dalam perayaan ini menunjukkan bahwa keberagaman, jika dikelola dengan baik, dapat menjadi kekuatan yang mempererat hubungan sosial masyarakat.  

Desa Ngadas adalah bukti bahwa modernisasi tidak harus mengikis nilai-nilai tradisional dan keberagaman. Sebaliknya, desa ini berhasil menunjukkan bahwa harmoni dapat tercapai melalui penghormatan terhadap perbedaan dan pelestarian budaya lokal. Selain menjadi destinasi wisata yang menarik, Desa Ngadas juga menjadi sumber inspirasi bagi siapa saja yang ingin belajar tentang toleransi dan harmoni dalam keberagaman.

Kontributor: Akbar Kurniawan dan Nofal Aldi Husaini

Editor: Azman Fawwazi

Lebih Lanjut »
Kolaborasi Mahasiswa KKM UIN Malang: Cegah Stunting, Bangun Karakter!
Abadi Wijaya Jumat, 17 Januari 2025 . in Berita . 230 views

 

8587_oke.jpeg

HUMAS UIN MALANG, (13/1) – Balai Desa Pandansari Lor menjadi saksi berlangsungnya kegiatan sosialisasi bertajuk “Parenting & Stunting” dengan tema “Optimalisasi Parenting dan Pola Asuh dalam Pembentukan Karakter serta Pencegahan Stunting pada Anak.” Kegiatan ini digelar oleh tiga kelompok mahasiswa KKM UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang berkolaborasi untuk memberikan edukasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat desa mengenai pentingnya pola asuh yang baik serta pencegahan stunting. Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang didukung penuh oleh LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dengan tujuan mendukung terbentuknya generasi sehat dan berkualitas di Desa Pandansari Lor.

Acara ini menghadirkan narasumber utama, Dr. Hj. Rofiqah, C.Ht., M.Pd., seorang pakar parenting dan pendidikan karakter. Dalam pemaparannya, Dr. Rofiqah menjelaskan dampak negatif stunting terhadap pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak akibat kekurangan gizi kronis. Beliau juga memberikan wawasan mengenai pola makan sehat, pentingnya pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama, serta makanan pendamping ASI yang bergizi seimbang. Ia menekankan bahwa pencegahan stunting adalah tanggung jawab bersama yang melibatkan individu, keluarga, komunitas, dan pemerintah desa.

8588_p.jpeg

Selain membahas stunting, acara ini juga menyoroti peran penting parenting dalam membentuk karakter anak. Dr. Rofiqah menegaskan bahwa pola asuh yang baik harus mencakup pemenuhan kebutuhan fisik, emosional, dan pendidikan anak. Beliau memberikan panduan praktis mengenai cara membangun komunikasi positif antara orang tua dan anak, menciptakan lingkungan keluarga yang penuh kasih sayang, serta menanamkan nilai-nilai positif untuk mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 50 peserta, sebagian besar orang tua dan kader kesehatan desa. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari interaksi aktif mereka selama sesi diskusi, di mana mereka berbagi pengalaman dan bertanya langsung kepada narasumber mengenai kendala dalam pola asuh dan gizi anak. Para mahasiswa KKM juga berperan aktif dalam memberikan pendampingan kepada peserta, membagikan materi sosialisasi, serta memfasilitasi diskusi kelompok.

Melalui acara ini, masyarakat mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang pentingnya pencegahan stunting dan penerapan pola asuh yang optimal dalam keluarga. Mahasiswa KKM berharap, kolaborasi ini dapat mengurangi angka stunting di Desa Pandansari Lor dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan parenting yang berkualitas. Kegiatan ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung pembangunan desa serta menciptakan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Editor: Azman Fawwazi

Lebih Lanjut »
Giat Sehat SDN Pandansari: Mahasiswa KKM Bakar Semangat Sehat!
Abadi Wijaya Jumat, 17 Januari 2025 . in Berita . 268 views

 

8585_p.jpeg

HUMAS UIN MALANG - Kesadaran akan pentingnya pola hidup sehat menjadi sorotan utama dalam kegiatan Giat Sehat yang dilaksanakan di SDN 1 Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang, pada Rabu, (8/1). Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Sekolah Dasar Ranting D Kecamatan Jabung dengan mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat. Dengan tema "Menginspirasi Hidup Sehat Sejak Dini," acara ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan siswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini.  

Kegiatan dimulai dengan senam pagi yang diikuti oleh seluruh siswa, guru, dan peserta KKM. Senam ini tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas fisik, tetapi juga menjadi sarana membangun semangat kebersamaan. Setelah itu, siswa diajak mengikuti jalan sehat mengelilingi Desa Pandansari Lor. Kegiatan ini dirancang untuk mengenalkan pentingnya aktivitas fisik sederhana dalam menjaga kebugaran tubuh.  

Tidak hanya berfokus pada siswa, kegiatan ini juga melibatkan para guru dalam diskusi khusus tentang pola hidup sehat di lingkungan sekolah. Para guru dari Sekolah Dasar Ranting D Kecamatan Jabung berbagi pengalaman dan strategi dalam mendorong kebiasaan sehat pada siswa. Diskusi ini menghasilkan banyak ide, termasuk penguatan pendidikan kesehatan, penyediaan makanan bergizi, dan upaya menjaga kebersihan lingkungan sekolah.  

8586_p.jpeg

Respons positif terlihat dari seluruh peserta. Siswa sangat antusias mengikuti rangkaian kegiatan, sementara para guru dan masyarakat sekitar mengapresiasi upaya kolaboratif ini. Salah seorang siswa kelas 4 mengungkapkan kegembiraannya dengan berkata, “Saya senang sekali bisa ikut senam dan jalan sehat. Jadi lebih tahu kalau olahraga itu penting biar badan sehat.”  

Kegiatan Giat Sehat ini merupakan langkah konkret untuk mendukung kesehatan anak usia sekolah. Selain memberikan manfaat langsung kepada siswa, program ini juga menjadi pengalaman berharga bagi peserta KKM dalam berinteraksi dengan masyarakat dan memberikan kontribusi nyata. Untuk memastikan keberlanjutan program, sejumlah langkah diusulkan, seperti mengadakan Giat Sehat secara rutin dengan melibatkan puskesmas setempat, membentuk kader kesehatan siswa, dan meningkatkan partisipasi elemen masyarakat lainnya.  

Program ini menjadi bukti bahwa sinergi antara mahasiswa, sekolah, dan masyarakat dapat menciptakan perubahan positif. Dengan semangat bersama, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus menginspirasi generasi muda untuk hidup lebih sehat dan aktif demi masa depan yang lebih baik. SDN 1 Pandansari Lor kini menjadi contoh sukses dalam mengintegrasikan pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi membangun generasi yang berdaya. 
Editor: Azman Fawwazi

Lebih Lanjut »
Coban Jahe: Mahasiswa UIN Malang Hidupkan Potensi Wisata Lokal
Abadi Wijaya Jumat, 17 Januari 2025 . in Berita . 470 views

 

8584_p.jpeg

HUMAS UIN MALANG, (23/12)– Dalam upaya mengembangkan potensi wisata alam Air Terjun Coban Jahe, mahasiswa peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) dari kelompok 164 Cakrawangsa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang melaksanakan kegiatan survey lapangan di Desa Pandansari Lor, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam merancang program pengembangan wisata berbasis pemberdayaan masyarakat lokal.  

Acara dilaksanakan di Balai Desa Pandansari Lor. Dalam pertemuan tersebut, mahasiswa memaparkan rencana kerja dan tujuan survey kepada perangkat desa, tokoh masyarakat, dan pengelola wisata lokal. Kolaborasi ini bertujuan untuk memahami potensi, tantangan, dan kebutuhan utama dalam pengembangan destinasi wisata Coban Jahe.  

Tim mahasiswa, bersama perangkat desa dan warga, melakukan kunjungan langsung ke lokasi Air Terjun Coban Jahe. Selama survey, mereka mengamati kondisi fasilitas, akses jalan, kebersihan lingkungan, serta potensi daya tarik wisata. Keindahan alami Coban Jahe, yang dikelilingi hutan hijau dan aliran air yang jernih, menjadi salah satu kekuatan utama yang dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai destinasi eco-tourism.  

Namun, tantangan juga ditemukan. Akses jalan menuju lokasi masih membutuhkan perbaikan signifikan, fasilitas parkir belum memadai, dan beberapa area di sekitar air terjun tampak kurang terawat. Dokumentasi visual dan catatan lapangan dilakukan untuk mencatat semua aspek yang relevan.  

Selain pengamatan, mahasiswa juga mendengarkan cerita sejarah dan mitos seputar Coban Jahe yang disampaikan oleh warga setempat. Cerita-cerita ini diharapkan dapat menjadi daya tarik tambahan dalam pengembangan wisata budaya dan edukasi. Dalam diskusi singkat dengan pengelola wisata, terungkap beberapa kendala utama, seperti kurangnya anggaran promosi, rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kebersihan, dan keterbatasan pelatihan pengelolaan wisata berbasis komunitas.  

Survey yang berlangsung ini menghasilkan berbagai data penting yang akan menjadi dasar penyusunan program kerja lanjutan. Tim mahasiswa merencanakan strategi pengembangan, termasuk pelatihan pengelolaan wisata, promosi digital, dan peningkatan kesadaran lingkungan bagi masyarakat.  

Pihak desa menyambut positif inisiatif ini. Kepala Desa Pandansari Lor menyatakan, “Kami berharap kolaborasi ini dapat meningkatkan potensi wisata Coban Jahe, menarik lebih banyak wisatawan, dan memberikan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat desa.”  

Program KKM ini mencerminkan sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa dalam menggali dan mengembangkan potensi lokal. Dengan semangat kolaborasi dan langkah strategis yang terencana, Air Terjun Coban Jahe memiliki peluang besar untuk menjadi destinasi wisata unggulan yang mengangkat nama Desa Pandansari Lor ke tingkat nasional bahkan internasional.  

Melalui kegiatan ini, mahasiswa UIN Malang tidak hanya belajar mengaplikasikan ilmu di lapangan, tetapi juga turut berkontribusi dalam memajukan sektor pariwisata lokal. Air Terjun Coban Jahe, dengan segala pesonanya, menjadi simbol harapan baru bagi masyarakat Desa Pandansari Lor untuk masa depan yang lebih cerah.

Editor: Azman Fawwazi

Lebih Lanjut »
Seminar “Goodbye Stunting” KKM UIN Malang Hebohkan Desa Srigading!
Abadi Wijaya Jumat, 17 Januari 2025 . in Berita . 271 views
8581_p.jpeg

HUMAS UIN MALANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Islam Negeri (UIN) Malang kembali mengukir prestasi dengan menggelar Seminar Parenting Cegah Stunting di Aula Balai Desa Srigading, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. Bertemakan “Cerdas Parenting, Goodbye Stunting, Anak Berprestasi, Masa Depan Pasti,” acara yang berlangsung pada Kamis, (15/1) , ini sukses menggaet antusiasme masyarakat setempat, khususnya para ibu kader posyandu Dusun Krajan.  

Tujuan seminar ini tidak hanya meningkatkan kesadaran tentang pentingnya pola asuh yang tepat, tetapi juga sebagai langkah nyata untuk mencegah stunting demi mencetak generasi berkualitas. Dengan kerja sama bersama Pondok Kesehatan Desa (PONKESDES) Srigading, mahasiswa KKM UIN Malang memberikan edukasi penting terkait pola asuh dan gizi seimbang.  

8582_p.jpeg

Hadir sebagai narasumber utama, Ibu Retno Sulistiyaningsih, S.Pd.I., M.Si., seorang dosen Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang, memberikan wawasan mendalam tentang peran strategis orang tua dalam tumbuh kembang anak. “Pengasuhan yang tepat adalah pondasi kokoh bagi perkembangan anak, baik secara fisik maupun psikis. Dengan kasih sayang yang tulus, anak akan merasa aman, percaya diri, dan lebih siap menghadapi tantangan hidup,” tegas Ibu Retno.  

Tak hanya itu, Ibu Retno juga menekankan pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar anak, mulai dari makanan bergizi hingga perhatian emosional yang berkualitas. Orang tua, lanjutnya, harus mampu menciptakan lingkungan yang mendukung anak untuk tumbuh optimal, baik di rumah maupun melalui kegiatan sekolah dan ekstrakurikuler.  

Seminar ini semakin hidup dengan adanya sesi tanya jawab interaktif. Peserta, yang mayoritas adalah ibu-ibu posyandu, berbagi pengalaman mereka tentang tantangan mengasuh anak di era modern. Diskusi ini membuka ruang refleksi sekaligus mempererat semangat kolektif untuk mencegah stunting di Desa Srigading.  

8583_p.jpeg

Dalam sambutannya, perwakilan mahasiswa KKM UIN Malang, Nabila Rachman, menyampaikan harapan besar atas dampak positif acara ini. “Kami berharap seminar ini menjadi langkah awal untuk membangun keluarga yang lebih peduli terhadap kesehatan anak. Mari bersama-sama menciptakan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berprestasi,” ujar Nabila.  

Kegiatan ini adalah bagian dari komitmen UIN Malang dalam mengimplementasikan program pengabdian masyarakat melalui KKM. Harapannya, upaya ini tak hanya meningkatkan pola asuh di tingkat keluarga, tetapi juga membantu menurunkan angka stunting di Indonesia, khususnya di wilayah Desa Srigading.  

Semangat mahasiswa KKM UIN Malang menginspirasi kita semua untuk terus bergerak bersama dalam menciptakan generasi yang lebih sehat dan berdaya. Desa Srigading kini menjadi saksi awal perubahan, di mana sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah desa mampu membawa harapan baru untuk masa depan.  

“Goodbye Stunting, Anak Berprestasi!” Mari wujudkan bersama!  
Editor: Azman Fawwazi

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up