MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan acara International Students Brunch Dialogue pada Selasa, 3 Desember 2025. Acara yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung Dr. (HC) Ir. Soekarno ini menjadi wadah strategis bagi mahasiswa internasional untuk bertukar gagasan, berbagi budaya, serta memperkuat kolaborasi global di lingkungan kampus.
Kegiatan ini dihadiri oleh puluhan mahasiswa internasional dari berbagai negara yang sedang menempuh studi di UIN Malang. Suasana hangat dan penuh keakraban tampak menyelimuti forum diskusi yang dirancang santai namun substantif ini. Para peserta, yang terdiri dari mahasiswa putra dan putri, duduk bersama dalam format meja bundar dan U-shape yang memungkinkan interaksi dua arah secara intensif.
Dalam sesi dialog, para mahasiswa tidak hanya mendiskusikan tantangan akademik dan adaptasi budaya yang mereka hadapi selama studi di Indonesia, tetapi juga berbagi perspektif tentang isu-isu global. Pertukaran ide ini menjadi langkah konkret UIN Malang dalam mewujudkan visi kampus yang inklusif dan berwawasan internasional (international-minded campus community). Diskusi ini membuka ruang bagi peserta untuk secara terbuka membahas latar belakang masing-masing dan mengeksplorasi peluang kerja sama antarnegara melalui sektor akademik dan sosial.
Sesi berbagi cerita (sharing session) menjadi salah satu momen paling inspiratif. Beberapa mahasiswa menceritakan pengalaman unik mereka berinteraksi dengan masyarakat lokal Malang, sementara yang lain memaparkan ide-ide kolaborasi riset lintas negara yang dapat dikembangkan bersama mahasiswa lokal. Hal ini sejalan dengan tujuan acara untuk membentuk komunitas akademik yang saling mendukung (mutually supportive academic community) di tingkat global.
International Office UIN Maulana Malik Ibrahim selaku inisiator acara berharap kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa kepemilikan dan kenyamanan bagi mahasiswa asing selama menempuh pendidikan di Indonesia. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi katalisator bagi terciptanya lingkungan kampus yang lebih terbuka dan ramah terhadap keragaman budaya.
Acara International Students Brunch Dialogue ini diakhiri dengan sesi foto bersama yang penuh keceriaan. Seluruh peserta dan pimpinan kampus berpose dengan menunjukkan gestur "jempol" sebagai simbol optimisme dan kesuksesan studi mereka di UIN Malang. Melalui kegiatan ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menegaskan komitmennya untuk terus mendukung internasionalisasi kampus dan memberikan layanan terbaik bagi seluruh sivitas akademika tanpa memandang latar belakang negara asal. (af)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Dharma Wanita Persatuan (DWP) ke-26 dan Hari Ibu ke-97, Dharma Wanita Persatuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menyelenggarakan kegiatan DWP Mengajar bertema “Mendidik dengan Hati, Menginspirasi Negeri”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 3 Desember 2025, bertempat di Pos PAUD Mentari, dan diikuti oleh jajaran pengurus serta anggota DWP.
Program DWP Mengajar merupakan bentuk kepedulian DWP terhadap pendidikan anak usia dini serta dukungan nyata terhadap upaya mencerdaskan generasi penerus bangsa. Melalui kegiatan ini, para pengurus dan anggota DWP turun langsung memberikan pendampingan pembelajaran yang dirancang secara kreatif dan edukatif. Materi yang diberikan mencakup pengenalan huruf dan angka, pembiasaan perilaku baik, kegiatan motorik, serta permainan edukatif yang bertujuan menstimulasi perkembangan kognitif dan sosial anak.
Ketua DWP UIN Maliki Malang, Ny. Layyinah Basri, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud komitmen DWP dalam memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam bidang pendidikan. Ia menegaskan pentingnya menghadirkan pembelajaran yang menyentuh aspek emosional dan moral agar anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang bermakna sejak usia dini.
Dalam kesempatan tersebut, DWP juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Kepala Sekolah serta seluruh pendidik Pos PAUD Mentari atas dukungan dan kesempatan yang diberikan sehingga kegiatan dapat berjalan lancar dan penuh kehangatan.
Kegiatan DWP Mengajar ini diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan menjadi langkah awal dari kerja sama berkelanjutan antara DWP UIN Maliki Malang dan lembaga pendidikan anak usia dini di lingkungan sekitar kampus. Melalui program ini, DWP meneguhkan perannya sebagai organisasi yang aktif, peduli, dan berkontribusi dalam pembangunan karakter generasi emas Indonesia.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali menegaskan posisinya sebagai kampus rujukan nasional dalam pengembangan kelembagaan PTKIN. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) bersama UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, pada Senin, 1 Desember 2025, di Gedung Rektorat UIN Malang Lt. 1. MoU ini menjadi langkah penting dalam memperkuat sinergi antarperguruan tinggi Islam, khususnya dalam pengembangan pesantren dan pemberdayaan santri.
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dari ketiga institusi, dipimpin langsung oleh Rektor UIN Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si; Rektor UIN Bandung, Prof. Dr. H. Rosihoh Anwar, M.Ag; serta Rektor UIT Lirboyo, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, LC., M.A.
Dalam sesi diskusi, kerja sama antara UIN Malang dan UIT Lirboyo diarahkan pada sejumlah program prioritas pendampingan pesantren yang sebelumnya telah diluncurkan Kementerian Agama. Program tersebut mencakup pendampingan manajemen konstruksi, psikososial, serta ekologi—tiga bidang yang dinilai strategis bagi pesantren besar seperti Lirboyo yang menampung puluhan ribu santri.
Rektor UIN Malang, Prof. Ilfi, menjelaskan bahwa pendampingan manajemen konstruksi melibatkan mahasiswa teknik yang dapat membantu merancang kebutuhan bangunan pesantren. "Mahasiswa semester 6 sudah bisa membuat desain gambar. Jika pesantren membutuhkan, mahasiswa bisa datang langsung, tentu dengan spesifikasi yang sesuai," ujarnya.
Ia juga menyampaikan bahwa aspek psikososial dan ekoteologi menjadi kebutuhan penting pesantren modern. "Pendampingan psikologis buak berarti pesantren tidak sehat mental, tetapi untuk membuat santri lebih percaya diri. Sementara ekoteologi penting karena pesantren sebesar Lirboyo punya kebutuhan air, listrik, dan pengelolaan sampah yang harus dikelola dengan baik," jelasnya.
Selain itu, UIT Lirboyo juga berpeluang memperluas program akademik dengan membuka fakultas saintek, sehingga santri dapat memiliki kompetensi teknis tanpa meninggalkan basis pesantren. UIN Malang menyatakan dukungan atas rencana ini. “Santri harus pintar baca kitab kuning, tetapi juga bisa jadi arsitek. Jika perguruan tinggi pesantren membuka fakultas teknik, itu sangat bagus,” kata Rektor.
UIN Malang menegaskan bahwa kerja sama dengan pesantren merupakan prioritas dan telah dijalankan bersama lebih dari 50 pesantren, termasuk Lirboyo. Kolaborasi dengan UIT Lirboyo diharapkan memperkuat transformasi kelembagaan pesantren agar adaptif terhadap kebutuhan zaman. “Apa kebutuhan pesantren saat ini? Banyak. Karena itu kami siap bekerja sama dalam pendidikan akademik maupun pendampingan,” tegas Prof. Ilfi.Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam membangun kolaborasi pendidikan yang kuat berbasis pesantren, sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi Islam terhadap pengembangan masyarakat dan dunia santri. (kml)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Mahasiswa semester 5 Program Studi Hukum Keluarga Islam, Fakultas Syari’ah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, berhasil meraih Juara 3 dalam Lomba Puitisasi Hadis Tingkat Nasional pada rangkaian Akhbarana Fest 2025. Prestasi ini sekaligus menjadi kebanggaan bagi kampus dan lembaga pembinaan mahasantri tempatnya berkiprah.
Naufal, asli Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, dikenal sebagai pribadi yang percaya diri dengan bakat kuat di bidang public speaking. Ia mengaku sejak awal kuliah sangat tertarik pada retorika, dakwah, dan komunikasi persuasif. Bagi Naufal, berbicara bukan hanya menyampaikan kata tetapi menggerakkan hati dan menanamkan makna.
Di luar perkuliahan, Naufal aktif sebagai Musyrif di Ma’had Sunan Ampel Al Aly (MSAA) UIN Malang, di mana ia membimbing mahasantri dan terlibat dalam pengabdian. Peran aktifnya di ma’had turut mengasah kemampuan kepemimpinan dan komunikasi. Di tahun 2025 ini, ia juga dipercaya sebagai Mahasiswa Berprestasi Fakultas Syari’ah, yang menambah motivasi untuk terus mengembangkan potensi diri di bidang public speaking serta komunikasi.
Inisiatif mengikuti lomba bermula dari keinginan Naufal untuk mengasah kemampuan public speaking dan seni sastra Islami, khususnya menyampaikan nilai-nilai hadis melalui bahasa puitis. Lomba menjadi wadah pembuktian diri dan kesempatan membawa nama baik kampus serta ma’had.Inisiatif mengikuti lomba bermula dari keinginan Naufal untuk mengasah kemampuan public speaking dan seni sastra Islami, khususnya menyampaikan nilai-nilai hadis melalui bahasa puitis. Lomba menjadi wadah pembuktian diri dan kesempatan membawa nama baik kampus serta ma’had.Ia mengungkapkan tantangan terbesar adalah memadukan makna hadis dengan diksi puitis yang indah, namun tetap menjaga keaslian pesan hadis. Di samping itu, manajemen waktu di tengah kesibukan perkuliahan dan kegiatan ma’had menjadi ujian tersendiri. Untuk mengatasinya, Naufal mengatur waktu dengan ketat, melakukan riset mendalam terhadap hadis yang dipuitisasi, serta berlatih intonasi dan ekspresi. Ia juga mendapat bimbingan dosen dan dukungan lingkungan sekitar sebagai motivasi besar untuk tetap fokus.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjalani asesmen lapangan dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Kamis pagi, 1 Desember 2025. Dua asesor nasional, Prof. Dr. Baso Jabu, M.Hum, dan Dr. Ngadiso, M.Pd, hadir langsung untuk melakukan verifikasi terhadap seluruh dokumen akreditasi yang telah diajukan. Kedatangan tim asesor disambut hangat oleh Dekan Fakultas Humaniora, Dr. Faisol Fatawi, M.Ag, bersama jajaran pimpinan fakultas. Asesmen ini menjadi bagian penting dalam upaya evaluasi menyeluruh terhadap mutu akademik dan tata kelola fakultas. Menurut Faisol, proses akreditasi bukan semata soal peringkat, tetapi menjadi cermin untuk melihat sejauh mana Fakultas Humaniora berkembang. Apa pun hasil asesmen nanti, pihaknya berharap dapat menjadi pijakan kuat untuk perbaikan dan penguatan kualitas di masa depan. Sementara itu, Prof. Baso Jabu menegaskan bahwa kehadirannya bersama tim murni menjalankan mandat dari BAN-PT. Asesmen lapangan, kata dia, dilakukan untuk mengafirmasi kesesuaian antara dokumen borang yang diajukan dengan kondisi nyata di lapangan. “Tugas kami memastikan bahwa apa yang tertulis dalam dokumen benar-benar mencerminkan realitas yang ada,” ujarnya. Selama proses asesmen, tim asesor melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek, mulai dari tata pamong, proses pembelajaran, sumber daya manusia, hingga capaian tridarma perguruan tinggi. Suasana asesmen berlangsung serius namun tetap cair, mencerminkan semangat kolaborasi antara asesor dan sivitas akademika. Bagi Fakultas Humaniora UIN Malang, asesmen ini menjadi momentum penting untuk menegaskan komitmen sebagai fakultas yang adaptif, berdaya saing, dan terus tumbuh mengikuti dinamika pendidikan tinggi. Akreditasi boleh dinilai, kualitas tetap harus naik kelas.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY-Dua perguruan tinggi Islam negeri, yakni UIN Sunan Gunung Djati Bandung dan Universitas Islam Tribakti (UIT) Lirboyo Kediri, resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Penandatanganan ini berlangsung di kampus UIN Malang dan menjadi tonggak baru penguatan kolaborasi PTKIN dalam pengembangan kelembagaan, khususnya percepatan pendirian Fakultas Kedokteran di UIN Bandung. Dalam sambutannya, Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Prof. Dr. Rosihon Anwar, M. Ag, menegaskan bahwa kerja sama ini telah dibicarakan sejak lama secara informal, bahkan sejak beberapa kali pertemuan di luar agenda resmi. “Ini sebenarnya pembicaraan lama. Kita sering bertemu di berbagai tempat, termasuk di Bali. Dan hari ini, semua pimpinan dari Bandung saya ajak untuk menindaklanjuti secara serius,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa UIN Bandung telah lama menggagas pendirian Fakultas Kedokteran, namun belum terealisasi. Menurutnya, kebutuhan tenaga medis di Jawa Barat yang berpenduduk 50 juta jiwa menjadi alasan kuat percepatan pendirian program tersebut. “Saya melihat Jawa Barat memerlukan tambahan tenaga medis. Ini bagian dari kontribusi PTKIN terhadap program prioritas pemerintah, terutama bidang kesehatan,” tegasnya. Prof. Rosihon menyampaikan apresiasi kepada UIN Malang yang bersedia menjadi pembina dalam proses pendirian fakultas tersebut. “Kita saling menguatkan, bukan bersaing. Kita maju bersama,” tambahnya. Sementara itu Rektor UIT Lirboyo, Dr. KH. Reza Ahmad Zahid, Lc., M.A. juga menyampaikan bahwa hubungan kultural antara Lirboyo dan UIN Malang sudah terjalin sejak lama. Sejumlah dosen dari UIN Malang kerap berkunjung untuk mengajar, termasuk beberapa lulusan Lirboyo yang kini menjadi mahasiswa UIN Malang. “Kami sudah sering bersilaturahim ke UIN Malang sejak zaman Prof. Imam Suprayogo. Banyak santri kami yang kuliah di sini, dan hampir tiap semester ada dosen UIN Malang yang memberi kuliah, baik dari dalam maupun luar negeri,” ujar salah satu pimpinan UIT Lirboyo. UIT Lirboyo juga membuka kemungkinan berkolaborasi dalam pengembangan fakultas kedokteran di masa mendatang. Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M. Si, menyambut hangat kunjungan kedua perguruan tinggi tersebut. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini akan ditindaklanjuti secara serius oleh jajaran UIN Malang. “Kami ingin memberikan yang terbaik. Kerja sama ini bukan seremonial, tetapi harus berdampak bagi penguatan institusi kita bersama,” tegasnya. Dalam kesempatan itu, Prof. Ilfi juga memaparkan perkembangan pembangunan Kampus 3 di Batu, khususnya Gedung Fakultas Kedokteran UIN Malang, termasuk fasilitas laboratorium, ruang perkuliahan modern, serta dukungan infrastruktur kampus yang berada di kawasan lembah pegunungan Malang Raya. “Gedung Fakultas Kedokteran kami dibangun untuk menampung hingga 1.600 mahasiswa. Lingkungannya kami desain ramah lingkungan, dengan ruang belajar yang nyaman sampai rooftop café agar mahasiswa bisa belajar dengan optimal,” jelasnya. Ketiga perguruan tinggi sepakat bahwa kerja sama ini bukan hanya untuk kepentingan internal kampus masing-masing, tetapi juga sebagai langkah strategis PTKIN dalam berkontribusi pada pembangunan nasional, terutama penyediaan tenaga kesehatan. Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi langkah awal lahirnya berbagai program bersama, seperti pendirian atau percepatan Fakultas Kedokteran, pertukaran dosen dan mahasiswa, penelitian kolaboratif, dan penguatan kapasitas kelembagaan. Acara ditutup dengan doa dan sesi foto bersama seluruh pimpinan dari tiga kampus tersebut.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Suasana cerah menyelimuti kawasan Ar-Rahim, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Malang, saat ratusan peserta mengikuti rangkaian kegiatan Fresh Fun Run yang digelar untuk mengajak seluruh civitas akademika hidup sehat dan aktif. Di tengah sejuknya udara dataran tinggi, kegiatan ini menjadi momentum istimewa untuk merayakan kesehatan, kebersamaan, serta rasa syukur. Kampus III UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Minggu, 30 November 2025
FKIK Ar-Rahim yang kini terus bertransformasi menjadi fakultas yang berorientasi pada kesehatan dan lingkungan, mengajak seluruh peserta memulai hari Minggu dengan langkah sehat. “Fakultas Kedokteran sekarang luar biasa. Mereka mengajak kita sehat, supaya kita benar-benar menjaga kesehatan,” ungkap salah satu pimpinan dalam sambutannya. Ajakan ini bukan hanya slogan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kegiatan olahraga, edukasi, dan kampanye kesehatan yang diikuti dengan penuh antusias.
Dalam suasana penuh kehangatan, para peserta diajak menyadari pentingnya rasa syukur atas kesehatan yang dimiliki. Pihak fakultas juga mengajak seluruh peserta mendoakan saudara-saudara di Sulawesi dan Aceh yang sedang menghadapi musibah, agar diberikan kekuatan, keselamatan, dan kesehatan. Doa bersama tersebut menjadi pengingat bahwa kegiatan ini tak hanya berfokus pada kebugaran fisik, tetapi juga kepedulian sosial dan empati antar sesama.
Rangkaian acara berlangsung hangat dan meriah. Para peserta menikmati rute lari santai di kawasan Kampus III yang terkenal dengan panorama alamnya yang memukau. Pemandangan Kota Malang yang tampak jelas dari area dataran tinggi menambah semangat para pelari, sekaligus mempertegas identitas Kampus III sebagai kampus yang ramah lingkungan dan kaya potensi alam.
Rektor UIN Malang Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si menyampaikan harapan agar kegiatan seperti ini terus konsisten diselenggarakan setiap tahun, menjadi wadah mempererat kebersamaan dan meningkatkan kesadaran hidup sehat di lingkungan FKIK. “Semoga setelah acara ini kita semua diberi tambahan kesehatan dan FKIK Ar-Rahim semakin berkembang sebagai kampus yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Dengan energi positif dan semangat kebersamaan yang terasa kuat, Fresh Fun Run kali ini menjadi bukti bahwa FKIK UIN Malang tidak hanya fokus pada pendidikan medis, tetapi juga pada pembentukan gaya hidup sehat dan peduli sesama. Kegiatan yang sederhana namun penuh makna ini memantapkan komitmen FKIK Ar-Rahim untuk terus menghadirkan pengalaman akademik dan sosial yang inspiratif bagi mahasiswa dan masyarakat.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY - Kota Batu kembali menjadi saksi semaraknya Fresh Fun Run 2025, sebuah ajang olahraga sekaligus rekreasi yang digagas oleh Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan yang dipimpin oleh Satrio selaku Koordinator Event Organizer ini mengusung konsep Exploring Scenery Highland, menghadirkan pengalaman berlari sambil menikmati keindahan alam dataran tinggi yang memukau.
Satrio menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat proses adjustment mahasiswa baru FKIK, khususnya dalam mengenal lingkungan kampus dan atmosfer pembelajaran yang baru. Lebih dari sekadar agenda olahraga, kegiatan ini juga menjadi sarana memperkenalkan Kampus III UIN Malang—sebuah kawasan pendidikan yang berada di dataran tinggi dengan panorama menakjubkan. Dari area tersebut, peserta disuguhkan pemandangan Kota Malang yang terlihat jelas melalui bentang Kota Batu, menghadirkan suasana yang segar, sejuk, dan sangat potensial untuk menjadi ikon kegiatan tahunan.
Peserta Acara Fun Run 2025
Antusiasme masyarakat begitu terasa. Sebanyak 650 peserta, ditambah 183 panitia, turut memeriahkan gelaran ini. Tidak hanya diikuti oleh mahasiswa, kegiatan ini juga menyedot perhatian masyarakat sekitar serta para tamu undangan dari berbagai instansi. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa Fresh Fun Run bukan hanya acara internal kampus, tetapi juga momentum untuk mempererat hubungan antara UIN Malang dengan masyarakat serta mitra-mitra strategis.
Acara ini semakin istimewa dengan hadirnya Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang beserta jajaran pimpinan rektorat, Dekan FKIK beserta seluruh jajaran dekanat, serta tokoh-tokoh penting daerah, di antaranya: Komandan Pusdik Arhanud, Kepala Kepolisian Resort Kota Batu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat 3 Hasta Kota Batu, dan Direktur dan Wakil Direktur Rumah Sakit Karsa Husada Batu
Kolaborasi antara FKIK, instansi keamanan, lembaga kesehatan, serta pemerintah daerah menjadi bukti bahwa kegiatan ini memiliki dampak positif dan jangkauan yang luas.
Dalam sambutannya, pihak penyelenggara berharap Fresh Fun Run dapat menjadi agenda rutin tahunan yang semakin besar dan inovatif. Selain menguatkan kesehatan fisik, kegiatan ini diharapkan terus menjadi wadah mempererat kebersamaan, meningkatkan well-being mahasiswa, serta memperkenalkan potensi besar Kampus III UIN Malang kepada masyarakat luas.
Dengan pemandangan yang indah, dukungan berbagai pihak, serta antusiasme peserta yang luar biasa, Fresh Fun Run 2025 menjadi bukti bahwa UIN Malang, khususnya FKIK, mampu menghadirkan kegiatan edukatif, rekreatif, dan sarat makna bagi seluruh civitas akademika.