HUMAS-Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof.Dr. Imam Taufiq M.Ag mendorong optimalisasi peran para pranata humas, untuk terus mengenalkan PTKIN dengan mediasi karya kreatif dan inovatif terutama melalui berbagai pembuatan konten digital yang sesuai dengan minat para generasi Z.
Hal tersebut, disampaikan Prof. Imam Taufiq sapaan akrabnya itu saat melakukan koordinasi dengan para pranata humas di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri di Samarinda.Kamis(2)2).
Kegiatan tersebut dilakukan dalam rangka peningkatan dan optimalisasi peran kehumasan untuk meningkatkan jumlah dan perluasan pendaftar Seleksi Prestasi Akademik Nasional – Ujian Masuk (SPAN-UM) PTKIN di tahun 2023.
Beberapa pesan disampaikan oleh Prof. imam Taufiq dalam rangka meningkatkan brand awareness pendaftaran seleksi masuk perguruan tinggi keagamaan Islam pada Universitas Islam Negeri (UIN), Institut Agama Islam Negeri (IAIN), dan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN).
Terkait dengan pengenalan PTKIN ke publik, lanjutnya, perlu untuk ditingkatkan, PTKIN yang terdiri dari UIN, IAIN, dan STAIN menurutnya masih perlu untuk terus dikenalkan ke ranah publik, termasuk prestasi-prestasi mahasiswa dan lembaganya serta core value masing-masing PTKIN.(*)
HUMAS - Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Jhepret Club Fotografi telah tuntas melaksanakan salah satu agenda pentingnya, yakni pengambilan Nomor Anggota (NA) yang diikuti oleh 13 ALD DIFOTO XXIII. Kegiatan itu berlangsung selama dua hari Kamis-Jumat (2-3/2) dan berlokasi di Villa Bukit Tlekung, Kota Batu.Sabtu(4/2)
Serangkaian acaranya meliputi pelatihan lighting, games, api unggun, dan puncaknya yaitu jalan-jalan malam. Saat itu, kegiatan sempat tertunda oleh hujan yang tidak begitu deras, namun peserta tetap antusias mengikuti dan pengurus untuk tetap melangsungkan kegiatan tersebut. Esoknya pagi dilanjut dengan prosesi pembaiatan ALD yang berlangsung dengan penuh khidmat sampai pada agenda berikutnya pun berjalan lancar dan sukses.
Perlu diketahui bahwa pengambilan nomor anggota itu merupakan tahap dimana ALD telah menyelesaikan tugas wajib satu periode pendidikan di UKM. Pengambilan nomor anggota kali ini dihadiri oleh seluruh ALD, para pengurus, hingga senior UKM Jhepret Club yang turut mengikuti acaranya hingga usai.(ah/*)
HUMAS-Saat ini Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) diminta menjadi garda terdepan dalam seluruh komunikasi publik dalam agenda Seleksi Prestasi Akademik Nasional–Ujian Masuk (SPAN-UM) PTKIN. Disamping itu, PTKIN juga diminta untuk memastikan prosedur pendaftaran SPAN UM PTKIN dibuat dengan jelas. Akses aplikasi bagi para pendaftar juga dikemas menarik dan mudah diakses. Hal itu disampaikan Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik, Wibowo Prasetyo di hadapan para Humas PTKIN dalam Sosialisasi SPAN-UM PTKIN di Samarinda.Kamis(2/2)
Hadir dalam giat saat itu, Ketua Forum Pimpinan PTKN Prof Mahmud, Sekretaris Dr Syarif, Bendahara Forum Prof Zainal Muskim, Bendahara PMB Prof Nyayu Khodijah, Rektor UIN SI Samarinda Prof Mukhamad Ilyasin dan Kepala Biro HDI Akhmad Fauzin.
Pada kesempatan itu, poin pertama yang disampaikan oleh Wibowo sapaan akrabnya itu terkait upaya mensosialisaikan prosedur pendaftaran agar dilakukan dengan jelas dan baik, melalui berbagai konten. "Kampus tidak hanya membuat rilis semata, tapi juga membuat konten kreatif, meme menarik, dan desain yang apik, "terangnya.
Poin kedua, memastikan stakeholders untuk mendapat pengalaman akan kemudahan akses informasi dan aplikasi. Dalam hal ini pihak kampus diminta agar menyiapkan infrastruktur dengan aplikasi yang baik sehingga calon mahasiswa tidak kesulitan mengakses informasi SPAN-UM PTKIN.
Poin ketiga, melakukan kampanye berbasis testimoni dari mahasiswa ataupun para alumni. Pendekatan itu, menurut stafsus Menag akan lebih menarik minat calon mahasiswa. Ditambahkan juga untuk para pimpinan PTKIN mesti harus memposisikan dirinya sebagai Humas dengan mempublikasikan testimoni tentang keunggulan kampus masing-masing.
Terakhir, poin keempat yang tidak kalah penting adalah sinergi dengan media mainstrem dan media massa. Kampus perlu memanfaatkan semua platform media sosial yang ada dalam proses sosialisasi, termasuk dengan melibatkan pada influencer dan tokoh penting.
Sebagai informasi bahwa pendaftaran SPAN-UM PTKIN telah dirilis oleh Menag Yaqut Cholil Qoumas pada 20 Januari 2023. Bersama itu, dibuka fase pendaftaran SPAN PTKIN bagi sekolah/madrasah/pesantren hingga 13 Februari 2023 mendatang. Fase pendaftaran siswa akan dibuka mulai 16 Februari sampai 4 Maret 2023. Hasil SPAN PTKIN akan diumumkan pada 3 April 2023. Seluruh proses pendaftaran dan pengumuman dilakukan secara online melalui laman https://span.ptkin.ac.id dan tidak dikenakan biaya.(ptt/*)
HUMAS-Staf Khusus Menteri Agama Bidang Media dan Komunikasi Publik Wibowo Prasetyo meminta Humas Perguruan Tinggi Kegamaan Islam Negeri (PTKIN) menjadi garda terdepan dalam seluruh komunikasi publik dalam agenda Seleksi Prestasi Akademik Nasional – Ujian Masuk (SPAN-UM) PTKIN. Kamis, (02/02).
Wibowo Prasetyo menyampaikan sebuah pesan dalam Sosialisasi SPAN-UM PTKIN di Samarinda yaitu meminta PTKIN untuk memastikan prosedur pendaftaran SPAN-UM PTKIN dibuat dengan jelas. Akses aplikasi bagi para pendaftar juga dikemas menarik dan mudah diakses.
Pendaftaran SPAN-UM PTKIN telah dirilis oleh menag Yaqut Cholil Qoumas pada 20 Januari 2023. Bersama itu, dibuka fase pendaftaran SPAN PTKIN bagi sekolah/madrasah/pesantren hingga 13 Februari 2023 mendatang. Fase pendaftaran siswa akan dibuka mulai 16 Februari sampai 4 Maret 2023. Hasil SPAN PTKIN akan diumumkan pada 3 April 2023. Seluruh proses pendaftaran dan pengumuman dilakukan secara online melalui laman https://span.ptkin.ac.id dan tidak dikenakan biaya.
“Pertama, sosialisaikan prosedur pendaftaran dengan jelas dan baik, melalui berbagai konten. Kampus tidak hanya membuat rilis semata, tapi juga membuat konten kreatif, meme menarik, dan desain yang apik,” terang Wibowo.
“Kedua, pastikan stakeholders mendapat pengalaman akan kemudahan akses informasi dan aplikasi. Kampus agar menyiapkan infrastruktur dengan aplikasi yang baik. Calon mahasiswa tidak kesulitan mengakses informasi SPAN-UM PTKIN,” sambungnya.
Hal ketiga yang penting dalam sosialiasi, kata Wibowo, melakukan kampanye berbasis testimoni mahasiswa atau para alumni. Pendekatan ini akan lebih menarik minat calon mahasiswa. “Para pimpinan PTKIN juga harus memposisikan dirinya sebagai Humas dengan mempublikasikan testimoni tentang keunggulan kampus masing-masing,” tuturnya.
Pendekatan keempat yang tidak kalah penting adalah sinergi dengan media mainstrem dan media massa. Kampus perlu memanfaatkan semua platform media sosial yang ada dalam proses sosialisasi, termasuk dengan melibatkan pada influencer dan tokoh penting.
Hal senada disampaikan Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Ahmad Zainul Hamdi. Menurutnya, divisi humas mempunyai peran penting dalam mengangkat citra lembaga. Untuk itu, Guru Besar UIN Sunan Ampel Surabaya ini meminta Humas PTKIN membuat kemasan sosialisasi yang menarik agar masyarakat semakin tertarik memilih UIN/IAIN/STAIN.
“Kita mempunyai kekhasan. Lingkungan belajar kita adalah lingkungan yang dipenuhi dengan akhlak. Itu adalah keunggulan yang terus menerus kita gaungkan,” tambahnya.
Selain itu, Ketua PMB PTKIN 2023, Prof Dr Imam Taufiq, MAg mendorong optimalisasi peran kerja humas PTKIN untuk meningkatkan brand awareness PTKIN lewat konten-konten kreatif.
"Kita perlu tingkatkan brand awareness PTKIN lewat konten-konten kreatif, kolaborasi humas PTKIN akan sangat berperan dalam hal ini." Ujar Prof Imam, yang juga Rektor UIN Walisongo Semarang ini.
Hadir dalam giat ini, Ketua Forum Pimpinan PTKN Prof Mahmud, Sekretaris Dr Syarif, Bendahara Forum Prof Zainal Muskim, Bendahara PMB Prof Nyayu Khodijah, Rektor UIN SI Samarinda Prof Mukhamad Ilyasin dan Kepala Biro HDI Akhmad Fauzin. (sm)
HUMAS-Pencapaian gemilang kembali diraih mahasiswa-mahasiswa berprestasi UIN Malang dari program studi Bahasa dan Sastra Arab (BSA). Ajang 2ndArab Asian Arabic Debate Championship (AADC) di Oman menjadi salah satu kompetisi paling bersejarah bagi komunitas El Jidal BSA UIN Malang yang telah memberangkatkan empat delegasi untuk berpartisipasi pada ajang tersebut. Keempat mahasiswa itu ialah Ahmad Zaimul Umam, M. Husain Rifa’i, Betty Ayunda Wulandari, dan Ummi Hasanah.Kabar gembira akhirnya didapatkan setelah beberapa kegiatan AADC di Muscat selesai digelar, tim dari UIN Malang berhasil membawa pulang medali perak setelah berhasil menyingkirkan 40 tim dari 18 negara yang turut berpartisipasi pada Kamis, (2/2). Selain itu, beberapa juara yang berhasil diraih tim El Jidal UIN Malang ialah Best Speaker 3 dan Best Speaker 1 pada kategori non native.
Pencapaian tersebut merupakan hal yang luar biasa dan patut dibanggakan. Mahasiswa UIN Malang berhasil membawa nama baik kampus serta mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Momen bersejarah untuk pertama kalinya Indonesia berhasil meraih juara dua ajang debat bahasa Arab yang diselenggarakan AADC pada tahun kedua ini. Tak hanya itu, UIN Malang merupakan kandidat dari Indonesia yang berhasil meraih pencapaian tersebut dan membawa pulang medali perak ke tanah air. Hal tersebut juga diungkapkan oleh pelatih El Jidal, Aad Baking, “Ini merupakan pencapaian pertama yang sangat gemilang dari delegasi debat bahasa Arab dari Indonesia. Dan yang membanggakan lagi, UIN Malang berhasil membawa pulang medali perak untuk Indonesia,” ungkapnya dengan penuh haru.
Capaian ini tentunya tak lepas dari dukungan para pelatih ElJidal yang senantiasa menyertai dan terus melatih, berproses, serta belajar lebih baik waktu demi waktu. Selain itu peran sosok pembina ElJidal, Ustadz Anwar Mas'ady, menjadi sorotan publik karena keuletan dan kegigihan beliau dalam menemani teman-teman ElJidal berlatih. Tak lupa pula tim debat dari UIN Malang juga mengucapkan syukur, terima kasih, bangga, dan haru atas pencapaiannya.
"Kami mengucapkan terima kasih yang mendalam atas dukungan, doa serta bimbingannya kepada seluruh kakak pelatih El-Jidal, khususnya untuk Mas Arja, Mas Nandang, Mas Aad, Mas Ozik, Mbak Rifah, Mbak Arina, Mas Umam dan tentunya juga dari Ustadz Anwar beserta jajaran Dekanat Fakultas serta teman-teman seluruhnya yang tidak dapat kami ucapkan satu per satu", tambah Presiden El-Jidal periode 2022-2023, M. Husain Rifa'i. (Na/Fer)
Pewarta: Ihwanarotama Bela Indriasandi Editor: Ferika Sandra
HUMAS-Pendidikan adalah pembelajaran pengetahuan yang akan diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Generasi penerus ini nantinya yang akan membawa banyak perubahan baik di lingkungan keluarga, masyarakat, maupun Internasional. Untuk mewujudkan generasi yang berkualitas, Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang) membuka pintu selebar-lebarnya kepada mahasiswa untuk melangkah jauh ke ranah Internasional. Dalam hal ini, UIN Maliki Malang melakukan kerjasama dengan salah satu yayasan di Thailand yang menaungi banyak sekolah utamanya sekolah Islam. Yayasan Al-Hidayah Waqaf Foundation For Education and Social Development atau dikenal dengan Yayasan Al-Hidayah Foundation berada di 390 M. 7, Thacang, Bangklam, Songkhla. Rabu(1/2)
Kedua belah pihak sepakat untuk menandatangani jalinan kerjasama yang saling menguntungkan dan banyak manfaatnya bagi keduanya. Dari UIN Maliki Malang ada Prof. Dr. M. Zainuddin, MA selaku rektor dan Prof. Dr. Agus Maimun, M. Pd selaku ketua LP2M (Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat sebagai perwakilan MoU (Momerandum Of Understanding). Sedangkan dari Yayasan Al-Hidayah Foundation ada Ustadz Adul Meatam sebagai Ketua Yayasan dan Ustadz Aserri Baobenmad sebagai wakil ketua yayasan.
Wujud dari kerjasama dengan tujuan mulia ini misalnya: pertukaran mahasiswa, akademisi, dan staf-staf administrasi, kemudian penelitian bersama, pertukaran publikasi, laporan akademik dan informasi. Selain itu, berbagi dalam kegiatan maupun program dalam kepentingan bersama. Dengan kerjasama ini, Ketua LP2M berharap agar mahasiswa mampu menggali ilmu yang lebih luas dan semoga kerjasama ini membawa manfaat serta barokah bagi kita semua.
"Kerjasama ini merupakan suatu yang bisa membantu meningkatkan hubungan dan juga membantu dalam meningkatkan pendidikan yang ada di Thailand sendiri. Karena banyak faktor yang mempengaruhi pendidikan di Thailand seperti mindset orangtua dan pergaulan. Harapannya dengan kerjasama ini membantu meningkatkan minat belajar dan kualitas pendidikan untuk keduanya. "Ungkap Ustadz Adul Meatam.(**)
HUMAS-Empat mahasiswa UIN Malang terpilih untuk mewakili Indonesia dalam ajang 2ndAsian Arabic Debate Championship (AADC) di Oman pada Jum’at (27/1). Keempatnya merupakan mahasiswa prodi Bahasa dan Sastra Arab yaitu adalah Ahmad Zaimul Umam, M. Husain Rifa’i, Betty Ayunda Wulandari, dan Ummi Hasanah. AADC kedua yang diselenggarakan oleh Qatar Debate Center tahun ini digelar di kota Muscat, Oman dengan diikuti oleh 42 tim dari negara-negara Asia muali tanggal 26 Januari hingga 3 Februari 2023. Ajang tersebut merupakan penyelanggaraan kedua setelah gelaran pertama berhasil dilaksanakan di Malaysia pada tahun 2020.
UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menjadi salah satu wakil terpilih dari Indonesia bersama dua kampus Islam lainnya yaituUIN Syarif Hidyatullah Jakarta dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Di bawah asuhan Ustadz Anwar Mas'ady selaku pembimbing komunitas debat El Jidal BSA UIN Maliki Malang, tim delegasi ini optimis dan siap bertanding pada ajang debat bergengsi tersebut. Acara yang diikuti oleh lebih dari 320 peserta dari 17 negara yaitu Indonesia, Qatar, Australia, Azerbaijan, India, Irak, Yordania, Kuwait, Lebanon, Malaysia, Pakistan, Palestina, Arab Saudi, Korea Selatan, Thailand, Yaman, dan Vietnam.
Persiapan matang telah dilakukan oleh tim delegasi dari komunitas debat El Jidal untuk melakukan yang terbaik saat perlombaan berlangsung. Mereka berharap dapat memberikan hasil terbaik nantinya untuk Indonesia khususnya kampus UIN Maliki Malang tercinta. “Kami meminta dukungan dan do’anya dari teman-teman semua agar dapat mengharumkan nama kampus dan Indonesia dengan pencapaian juara,”tutur ketua tim delegasi, M. Husain Rifa’i. (Na/Fer)
Pewarta: Ihawanarotama Bela Indriasandi Editor: Ferika Sandra
HUMAS-Lagi! Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang(UIN Maliki Malang) mendapatkan kunjungan kerja dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI). Kali ini, kampus Islam berlogo Ulul Albab di Kota Malang dikunjungi oleh Sekretariat Komisi 8 DPR RI. Beranggotakan sekitar tujuh orang dan salah satunya adalah Kabag dari Kemenag Kota Batu, tim rombongan yang dipimpin oleh Dr. Agus Susanto,MA disambut langsung Ketua Senat UIN Maliki Malang, Prof. Muhtadi Ridwan,M.Ag, didampingi Kabiro AAKK, Koordinator Humas bagian kerjasama dan pihak terkait lainnya. Agenda berpusat di Ruang Senat Lt. 4, Gedung Rektorat DR. (HC). RI. Soekarno.Selasa(31/1)
Tujuan kunjungan kerja tersebut yang pertama sebagai ajang bersilaturahmi dan yang tidak kalah penting tujuan lainnya yakni untuk menjaga jalinan kerjasama dan komunikasi antar kedua lembaga sekaligus mengetahui berbagai perkembangan lembaga yang menjadi mitra dari Komisi 8 itu. Seperti halnya yang disampaikan oleh Agus Susanto sebagai pengantar pembahasan inti dari kunjungan kerja di wilayah Malang Raya itu bahwa tim sekretariat ingin terjun langsung mengetahui perkembangan para mitra kerjasama terutama kali ini berkaitan dengan kampus UIN Maliki Malang yang termasuk bagian dari PTKIN tertua dan memiliki nominasi terbaik.
Pembahasan inti agenda tersebut diawali oleh Prof.Muhtadi yang pada kesempatan itu berbicara tentang sejarah berdirinya UIN Maulana Malik Ibrahim Malang hingga perkembangannya sampai saat ini. Dijelaskannya oleh Abah Muhtadi sapaan akrabnya itu secara detail mulai fase awal, berbagai evolusi dan juga distingsinya. Sedangkan menyinggung adanya kerjasama Saudi Found For Development (SFD), di dalam salah satu poin MoU-nya menyebutkan untuk kampus ini diminta menargetkan jumlah mahasiswanya mencapai 25 ribu pada akhir tahun 2024 nanti. Lanjut, terkait distingsinya disampaikan bahwa di UIN Maliki Malang memiliki asrama atau pondok pesantren mahasiswa yang disebut Ma'had Al-'Aly. Kedua, pembelajaran intensif bahasa Arab yang dikelola melalui Pusat Pengembangan Bahasa(P2B) dan ketiga adanya Hai'ah Tahfidzul Qur'an (HTQ) sebagai wadah mahasiswa berprestasi penghafal al-Quran.
Lanjut, pemaparan materi dari kunjungan kerja oleh Dr. Agus Susanto yang dipandu oleh Kabiro AAKK UIN Maliki Malang, Dr. Barnoto, M.Pd.I. Bersyukur, acara tersebut berjalan lancar dan penuh antusias saling tanya jawab memberikan solusi bahkan tim rombongan sekretariat Komisi 8 tersebut siap menampung aspirasi, gagasan dsb di bidang akademik. Terakhir pada penutupan agenda itu diadakan prosesi penyerahan cindera mata sekaligus foto bersama.(ptt)
HUMAS–UIN Maulana Malik Ibrahim Malang selenggarakan Focus Group Discussion bertema Pengembangan Kelembagaan Kolaborasi Internasional di Kerajaan Arab Saudi bersama Dr. H. Abdul Aziz Ahmad, Duta Besar LBBP RI untuk Kerajaan Arab Saudi dan Badrus Sholeh,Ph.D Atase Pendidikan dan Kebudayaan(Atdikbud) di Aula Lt. 5, Gedung Rektorat DR. (HC). Ir. Soekarno. Turut hadir saat acara, rektor UIN Maliki Malang, Prof. M. Zainuddin,MA berserta para wakilnya, para dekanat dan wakilnya, pera Kepala Jurusan(Kajur), Direktur pusat bahasa, Prof. Dr Abdul Hamid, para dosen dan sivitas akademika UIN Maliki Malang.Selasa(31/1)
Pada acara tersebut, tampil sebagai pemateri pertama Dr. H. Abdul Aziz Ahmad, MA duta besar LBBP RI untuk Kerajaan Arab Saudi yang menjelaskan Hubungan Bilateral pendidikan, sosial dan budaya Indonesia – Saudi Arabia, “UIN Maliki Malang ini bukan UIN yang baru buat saya, karena sejak 2002-2005 ketika saya menjabat sebagai direktur Mapenda juga sudah bekerja sama dengan kampus ini untuk pengembangan bahasa Arab, kami memang saat itu berupaya agar guru madrasah itu ditingkatkan skill bahasanya di UIN Maliki Malang, mudah-mudahan tetap berlanjut, "Jelasnya.
Selain itu, pemegang jabatan di Arab Saudi ini menyatakan bahwa sering kali dari diri kita tidak menyadari bahwa Bahasa Indonesia adalah bahasa internasional untuk wilayah Nusantara. Menurutnya Bahasa Indonesia secara linguistik merupakan bahasa yang dipakai orang muslim terbesar di dunia sehingga dalam hal ini harus didorong menjadi bahasa peradaban.
“Menariknya konsep peradaban punya banyak teori, dan itu perlu pendalaman supaya bahasa Indonesia menjadi bahasa peradaban. Kalau dari kita berharap pengembangan kemanusiaan kedepan dari masyarakat Arab, ingin saya tekankan bahwa kita harus berlomba-lomba untuk mengembangkan bahasa selain bahasa Arab untuk mendukung peradaban, "tegasnya.
Salah satu ciri bangsa maju adalah bahasanya dipakai oleh peradaban umat manusia, sesuai konsep peradaban yang diilhami oleh pemikir Islam Ibnu Khaldun, peradaban tidak akan lepas dari pemaksaan dan penguasaan, “Mari kita bekerja keras menajdikan bahasa Indonesia sebagai bahasa peradaban, kita harus berlomba - lomba dengan aspek dunia keseluruhan, terpenting bagaimana kita mengembangkan sisi baik untuk mengendalikan sisi buruknya.” Terang Dubes LBBP RI ini.
Selanjutnya, bila dikaitkan dengan rapat kerja sama bilateral dengan Saudi jadikan UIN Malang berpedoman pada pengembangkan pemikiran ekonomi yang basisnya anti riba dan anti monopoli, kapitalisme yang anti riba anti monopoli. Membangun peradaban disamping akan menghadapi peradaban lain, memerlukan kerja sama dengan peradaban lain. Saling memberi kontribusi, saling berdampingan dan saling membantu.
Sementara itu, Atdikbud, Badrus Sholeh,Ph.D menyampaikan bahwa UIN Maliki Malang punya kesempatan sangat besar dalam menjalin kerja sama internasional dengan kampus-kampus terbaik di Arab Saudi.
"Arab Saudi mengapreasi kontribusi pengembangan kampus dari Indonesia, dosen dan mahasiswa bekerja lebih keras, mari sama-sama mendesain kerja sama dengan Arab Saudi, kami akan mengawal semua prosesnya dengan sepenuhnya 100%, "jelasnya.
Selanjutnya laki-laki pemegang jabatan Atdikbud ini juga menyebutkan bahwa ada tiga hal yang menjadi ranking terbesar dalam pengembangan kampus di Arab Saudi, pertama sitasi internasional, penelitian, dan kolaborasi internasional. Ketiga hal itu menjadi kesempatan untuk UIN Maliki Malang untuk berkerja sama dengan kampus di Arab Saudi karena kampus di Arab Saudi didorong untuk bekerja sama Internasional di semua bidang.
Selain itu, peluang beasiswa dibuka mulai dari S1 hingga S3 untuk semua program studi, diketahui terdapat 25 kampus buka beasiswa 500 kuota per tahun untuk orang Indonesia. Bidang yang saat ini masih menjadi prioritas bagi mahasiswa Arab Saudi adalah Fakultas Kesehatan dan Kedokteran, Sulaiman Al-Rajhi University kampus swasta yang berada di Al Bukayriyah, Al Qassim Arab Saudi sudah memberi 10 mahasiswa untuk program studi kedokteran termasuk diantaranya cucu KH. Ahmad Dahlan yang setelah lulus S1 diminta untuk bekerja di Qatar.
Diketaui tiga ribu mahasiswa Indonesia di Arab Saudi dan 85% dari diantaranya adalah belajar Studi Islam dan Bahasa Arab, 10% lainnya belajar Sains dan Teknologi, lebih dari itu tiga puluh dosen dari Indonesia mengajar teknik juga ilmu ekonomi dan terdapat delapan puluh peneliti berasal dari Indonesia. Kolaborasi dari tiga negara muslim terbesar di dunia yakni Arab Saudi, Indonesia dan Turki diharapkan mampu wujudkan dunia muslim yang maju. Dengan dijalinnya kerja sama antara Arab Saudi dengan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sebagai wujud bahwa Arab Saudi adalah negara yang memiliki kualitas di atas rata-rata dunia.(iwa/*)