Penjaringan Calon Dekan (Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Syari’ah, Fakultas Humaniora, Fakultas Ekonomi, Fakultas Psikologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan) dan Direktur Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Masa Jabatan 2021-2025
Dengan hormat, disampaikan bahwa dalam rangka menjalankan amanat Peraturan Menteri Agama No. 40 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2017 tentang Statuta Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, terkait dengan pengisian jabatan sebagai Dekan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Fakultas Syari’ah, Fakultas Humaniora, Fakultas Ekonomi, Fakultas Psikologi, Fakultas Sains dan Teknologi, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan) dan Direktur Pascasarjana Masa Jabatan 2021-2025, berikut kami sampaikan Petunjuk Teknis Penjaringan Calon sebagaimana terlampir. Informasi ini dapat juga didownload di www.uin-malang.ac.id. Kami berharap Bapak/Ibu yang berminat dan memenuhi persyaratan dapat berpartisipasi dalam penjaringan sebagaimana dimaksud.
Sumber: Achmad Nur Karim – Mahasiswa Jurusan Perbankan Syariah
GEMA-Meski pandemi Covid-19 membatasi sejumlah kegiatan perkuliahan dan kemahasiswaan di kampus, Jurusan Perbankan Syariah (PBS) tak kehilangan ide. Melalui tiga organisasi intra mahasiswa, yakni Sahabat Pendamping, El-Dinar Finance House, dan Komunitas Entrepreneur, PBS mengadakan kompetisi yang dilaksanakan secara daring dan bisa diikuti oleh mahasiswanya. Dua lomba yang digagas panitia ialah Kepenulisan Esai dan Penyusunan Proposal Bisnis (Business Plan).
Menurut Achmad Nur Karim, Ketua Panitia, perlombaan dilaksanakan sepanjang bulan Juli untuk mengisi kekosongan kegiatan selama liburan perkuliahan semester genap. Di mulai dari registrasi selama dua pekan (5-15/7), pengumpulan karya (15-25/7), penjurian oleh tim juri terpercaya di bidangnya (26/7), hingga presentasi karya plus pengumuman pemenang pada akhir bulan (31/7).
Ia melanjutkan, tema yang diusung panitia dalam PBS Competition 2021 ialah “Pengembangan Strategi Financial Technology sebagai Solusi di Tengah Pandemi”. Meski di masa terisolasi karena wabah Covid-19 dan juga liburan semester, antusias mahasiswa Jurusan PBS tetap memanas. “Ada 16 tim yang mendaftar, terdiri dari 9 tim di Lomba Esai dan 7 tim pada Lomba Business Plan,” jelas Karim, mahasiswa Jurusan PBS angkatan 2018 ini. 5 karya pada masing-masing cabang lomba diujikan kembali pada sesi final untuk mendapatkan tim yang layak bergelar juara.
Setelah melalui penilaian ketat, pihak juri pun mengumumkan pemenang. Untuk Lomba Esai, juara pertama diraih Tim Razali Ade Syahputra Hasibuan dan Dwi Rismayanti, juara kedua oleh Tim Teuku Ghufron T.S. dan juara ketiga oleh Tim Bella Ayu Rahmawati.
Sedangkan pada cabang Lomba Business Plan, pihak juri mengganjar Tim Yulistina Wulandari dan Sania Nabillah dengan posisi pertama. Juara kedua diraih oleh Tim Ikrima Hamda dan juara ketiga oleh Tim Muhammad Boy Ikhsan.
Karim menyatakan kepuasannya atas antusiasme mahasiswa Jurusan PBS dalam kompetisi tersebut. Ia berharap seluruh mahasiswa dapat memanfaatkan ajang tersebut untuk menjadi mahasiswa yang mumpuni di bidangnya. “Tak hanya itu, mahasiswa juga ikut serta memajukan visi-misi jurusan dan berkontribusi pada negeri melalui karya,” jelasnya. (nd)
GEMA-The newly-appointed rector of UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meets the media for the first time after his inauguration on July 28, 2021. The press conference was held in his office, The Rectorate Building 1st floor and was streamed live via the university’s official YouTube channel @uinmlg, Monday (2/8). He admits that his duty as a rector in the 2021-2025 period will be onerous. Abundance of homework and projects to improve the betterment of UIN Malang’s future is waiting along with his new career as a leader.
Entering the third period of the University Roadmap, his goal is to help the campus to get the international recognition. It is way difficult than to get the regional (ASEAN) recognition since the competitors are more challenging. To achieve the goals, the rector needs to ensure that all majors (study programs) are A-accredited by the trustworthy institution, such as BAN-PT and AUN-QA. To date, 46% of majors in UIN Maulana Malik Ibrahim Malang have been rewarded with A level. In the near future, Prof. Zainuddin is eager to advance the rest of the majors to get the similar score.
Doing the best of his ability is surely what he wants to do as the new leader of the Ulul Albab campus. He asks everyone to contribute in the development of UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. He reminds us not to expect compliments from other humans since it is fruitless. “Serve others with the best quality and don’t expect their praise. All praises belong only to Allah the Almighty,” said Prof. Zainuddin. (nd)
GEMA-Tidak butuh waktu lama bagi Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA untuk memulai agendanya menuju International Reputasion and recognation bagi UIN Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang. Buktinya usai prosesi Serah Terima Jabatan (Sertijab) tepatnya ba'da sholat Jumat, Rektor terpilih periode 2021-2025 itu langsung memulai tunaikan tugasnya. Prof. Zain begitu sapaan akrabnya hadir di Gedung Micro Teaching guna meresmikan Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam gagasan Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK). Jumat(30/7)
Prof. Zain adalah rektor terpilih dari keputusan Kementerian Agama (Kemenag) Republik lndonesia yang telah dilantik secara resmi di Jakarta pada Rabu(28/7). Ia menggantikan rektor sebelumnya, yakni Prof. Dr. Abd Haris, M. Ag yang telah tuntas memimpin kampus berlogo Ulul Albab itu selama satu periode(2017-2021).
Selanjutnya, Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam Indonesia yang digagas oleh Fakultas FITK UIN Maliki Malang itu secara simbolis diresmikan langsung oleh Prof. Zain didampingi oleh Dekan FITK UIN Maliki Malang, Dr. H. Agus Maimun, M. Pd dan Ketua Pengelola Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam Indonesia, Yhadi Firdiansyah M.Pd.
"Ini awal dari tugas saya, membuka Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam. Sebagai tugas pertama saya untuk melaunchingnya. Mudah-mudahan ini berkah," ucapnya.
Rektor yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Rektor bidang akademik itu mengatakan bahwa gagasan Laboratorium dan Museum Pendidikan Islam itu merupakan suatu hal yang besar dan mesti direalisasikan. "Saya menyakini, Inshaa Allah ini satu-satunya di Indonesia. Oleh karena itu perlu disiarkan atau diviralkan," ucapnya.
Prof. Zain berharap, museum itu nanti dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran dan khazanah bersama tentang berbagai sejarah pendidikan Islam di Indonesia. Ia pun begitu optimis dan semangat sebagai Rektor UIN Maliki Malang saat ini berkomitmen penuh memajukan kampus, sumber daya manusia (SDM) , dan infrastrukturnya seoptimal mungkin. "Kita semua sama-sama berharap semoga adanya museum Pendidikan Islam ini menjadi kiblat pembelajaran banyak orang," pungkasnya.(ptt)
(BIDANG AKADEMIK, BIDANG ADMINISTRASI UMUM, PERENCANAAN DAN KEUANGAN, BIDANG KEMAHASISWAAN, BIDANG KERJASAMA DAN PENGEMBANGAN LEMBAGA)
MASA JABATAN 2021-2025
Dengan hormat, disampaikan bahwa dalam rangka menjalankan amanat PMA No. 40 Tahun 2018 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Agama Nomor 15 Tahun 2017 tentang Statuta Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, terkait dengan pengisian jabatan: Wakil Rektor(Bidang Akademik, Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan, Bidang Kemahasiswaan, Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga) Masa Jabatan 2021-2025, berikut kami sampaikan Petunjuk Teknis Penjaringan Calon sebagaimana terlampir. Informasi ini dapat juga didownload di www.uin-malang.ac.id. Kami berharap Bapak/Ibu yang berminat dan memenuhi persyaratan dapat berpartisipasi dalam penjaringan sebagaimana dimaksud..
GEMA-Pasca acara Jumat rutinan istighosah dan doa bersama, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menghelat Serah Terima Jabatan dari Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. (Rektor periode 2017-2021) kepada Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. (Rektor periode 2021-2025). Acara berlangsung secara daring melalui kanal YouTube resmi UIN Malang dan aplikasi Zoom mengingat PPKM Darurat level 4 masih diberlakukan pemerintah, Jumat (30/7). Mengawali sambutan, Prof. Haris menuturkan kesannya selama menjabat. Ia menyaksikan banyak perubahan yang terjadi di UIN Malang dari beragam sisi, salah satunya peningkatan SDM. Ia sadar bahwa pencapaiannya sebagai pimpinan juga merupakan hasil gotong royong bersama dengan seluruh sivitas akademik kampus. Lebih lanjut ia berharap agar seluruh elemen UIN Malang, dari bawahan hingga atasan dapat melakukan perubahan sekecil apapun. "Terutama yang terkait dengan moralitas dan budi pekerti agar reputasi kampus ini menjadi lebih baik lagi," ujarnya. Mengawali awal masa jabatannya, Prof. Zainuddin mengapresiasi segala perkembangan kampus di bawah pimpinan rektor sebelumnya. Ia sadar, ia menjabat di masa yang sangat krusial. Yakni, dalam Roadmap periode ketiga (2021-2025). "Tugas saya untuk membawa perguruan tinggi menuju international recognition," jelasnya. Periode ini, masih kata Prof. Zain, akan sangat berat dan memerlukan kerja keras yang ekstra. Maka, ia berharap ada sinergi dan kohesivitas di dalam tubuh UIN Malang. "Semua pihak diharapkan perannya, dari pimpinan, staf, mahasiswa, hingga petugas kebersihan," tuturnya. Ia melanjutkan, seorang top leader tidak akan pernah sukses tanpa dukungan koleganya. Dengan semangat kerjasama, ia ingin agar UIN Maulana Malik Ibrahim Malang lebih maju dan berkembang. (nd)
GEMA-Kementerian Agama Republik Indonesia telah menetapkan pemimpin baru beberapa institusi pendidikan di bawah naungannya. Salah satunya ialah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Menurut fit and proper test, Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. terpilih untuk memimpin kampus pada periode 2021 hingga 2025, Rabu (28/7) Prof. Zainuddin akan meneruskan perjuangan rektor sebelumnya, Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. yang telah menunaikan tugasnya sejak 2017. Pelantikan rektor baru oleh Menteri Agama RI berlangsung di Jakarta pagi ini. Sementara, belum ada info resmi terkait serah terima jabatan di internal kampus. (nd)
GEMA-Menjadi salah satu narasumber dalam webinar Metodologi Rekonstruksi Pengkajian Islam, Prof. Dr. Tutik Hamidah, M.Ag. menyampaikan materi Model Kajian Islam, Senin (26/7). Ia mengawali materinya dengan membahas tentang al Quran dan juga keutamaan-keutamaannya. Ia lalu mengaitkannya dengan beberapa kandungan ayat yang bisa dibahas melalui beragam perspektif. Prof. Tutik menuturkan, meski pihak LP2M telah membuka kesempatan bagi peneliti interdisipliner, belum banyak kajian yang bisa dijadikan acuan. Maka, pihaknya ingin agar webinar ini menjadi salah satu media bagi peneliti Studi Islam untuk masuk ke ranah interdisipliner. Untuk mengawali penelitian, Prof. Tutik menyarankan agar calon peneliti lebih banyak mengkaji ayat al Quran dan juga sunnah Nabi Muhammad saw. Dalam kedua sumber hukum Islam tersebut, ada banyak hal yang bisa dikaitkan dengan problem kekinian. Ia juga mengingatkan bahwa menjadikan al Quran dan hadis sebagai rujukan penyelesaian masalah, harus melihat konteks. Prof. Tutik menjelaskan, saat ini jika suami ketahuan memukul istri, maka dapat dikenai sanksi kriminal. Padahal, ada ayat al Quran yang memperkenankan perbuatan tersebut. “Namun kita lihat lagi asbabun nuzulnya. Mengapa ayat tersebut sampai turun?” ujarnya. Menilik sejarah ayat, wanita di masa itu dikenal bertabiat keras kepala sehingga memperbolehkan suami untuk bertindak demikian. Dengan catatan, itu adalah pilihan terakhir setelah beberapa tindakan lain tidak berhasil. Bagaimana dengan masa sekarang? Karena kondisi yang tak lagi sama dengan zaman nabi, maka ada banyak problem yang harus dikaji ulang. Dengan demikian, penjelasan ayat al Quran yang dihadirkan saat ini merupakan cita rasa masyarakat modern. (nd)