GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) memulai pembekalan para calon profesor di lingkungan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Senin (21/9). Sebanyak 20 dosen bergelar doktor masuk dalam gelombang pertama Bimtek Penulisan Artikel Jurnal Bereputasi Internasional. Sebelum dikirim ke Yogyakarta untuk dilatih lebih intensif lagi, mereka mendapatkan materi awal di kampus. Guru besar dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Prof. Dr. Irwan Abdullah pun didatangkan.
Selama seminggu nantinya di Yogyakarta, Prof. Irwan menegaskan, seluruh calon profesor harus siap menyusun dua artikel ilmiah sekaligus. Pada prosesnya, mereka harus menghasilkan setidaknya satu artikel yang siap dikirimkan ke jurnal Scopus. “Tidak boleh pulang kalau artikelnya belum selesai,” tegas Guru Besar Bidang Ilmu Antropologi tersebut.
Menurutnya, menulis adalah proses sistematis. Ia tidak bisa dilakukan dengan terburu-buru atau instan. Ada beberapa proses yang harus dilalui sebelum sebuah artikel itu dikatakan jadi. Bahkan ditolak oleh redaktur jurnal pun adalah proses. “Tidak boleh malu kalau artikelnya ditolak, apalagi putus asa dan berhenti menulis,” pesannya.
Ia mengungkapkan, ada satu hal krusial yang membuat sebuah artikel ditolak oleh jurnal terindeks Scopus. Yakni, tidak adanya transparansi data. “Data sendiri setidaknya ada tiga, tergantung mana yang kita tulis di metode penelitian,”ujar Prof. Irwan.
Ia memaparkan lebih lanjut tentang tiga data itu. Pertama, penulis lupa menuliskan hasil wawancara dalam kutipan di bodi artikel. Kedua, hasil observasi langsung tidak dimasukkan, entah itu berupa foto atau narasi. Terakhir, apa yang dibaca dalam sumber rujukan tidak dikutip dalam artikel kita. “Kalau hal-hal ini tidak ditulis, artikel akan dikira hasil karangan,” jelasnya. (nd)
GEMA-Rangkaian Bimbingan Teknis Penulisan Artikel Jurnal Bereputasi Internasional yang diselenggarakan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) UIN Malang dimulai. Sebagai permulaan, Prof. Dr. Irwan Abdullah dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mempersiapkan calon guru besar untuk mulai merumuskan topik yang akan dibahas dalam artikel ilmiah, Senin (21/9). Workshop yang bertempat di Ruang Meeting Gedung Rektorat lt.3 dilaksanakan hingga sore hari.
Prof. Irwan mengatakan, untuk memulai menulis memang membutuhkan usaha yang sangat luar biasa. Pasalnya, tidak gampang menata niat apalagi merealisasikannya. Namun, bukan berarti kita tetap santai dan akhirnya tidak menghasilkan karya ilmiah.
Untuk mulai menghapus rasa malas, Prof. Irwan menyarankan agar ada hal yang harus dibiasakan, yakni menulis beberapa paragraf. “Kalau saya ajarkan ke mahasiswa, setiap pagi tulis satu paragraf. Itu sudah dapat sekitar 150 kata,” tuturnya. Jika dibiasakan, maka dalam sebulan, ada sekitar 4.000 kata yang akan terkumpul. “4.000-an kata itu sudah jumlah ideal bagi sebuah artikel ilmiah di jurnal terindeks Scopus,” lanjutnya.
Jika, masih kata Prof. Irwan, dalam sebulan seorang dosen bisa menghasilkan satu artikel, maka dalam setahun total 10 artikel. “Kalau ada banyak artikel begini kan kita tidak bingung misal satu atau dua artikel ditolak oleh redaktur jurnal,” ujar Guru Besar Ilmu Antropologi. (nd)
GEMA-Memasuki hari ke-7 rangkaian kegiatan SKB CPNS tahun 2019 di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Tim panitia seleksi UIN Maliki mendapat kunjungan langsung dari Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI. Berlokasi di Gedung B kampus 1 UIN Maliki Malang, tamu agung dari Irjend Kemenag tersebut mendapat sambutan yang ramah oleh rektor yang didampingi oleh Kepala Biro(Kabiro) AUPK, Kepala OKH serta Kepala Bagian(Kabag) Umum UIN Maliki Malang. Minggu(20/9)
Tujuan dari kunjungan perwakilan Irjend Kemenag pusat ini adalah untuk melakukan monitoring dan evaluasi secara langsung di lokasi pelaksanaan SKB CPNS 2019 di UIN Maliki Malang. Menurut Halilur Rohman begitu sapaan akrabnya, mengatakan bahwa ia bersyukur karena pelaksanaan tes SKB CPNS di UIN Maliki Malang sudah berjalan seperti prosedur yang ditetapkan. “Alhamdulillah, kami telah memantau langsung tes wawancara dari SKB CPNS di kampus UIN Malang, para panitianya semua sigap dan tesnya berjalan dengan baik,”ungkapnya. Kemudian ia juga berharap semoga tes CPNS di Malang Raya umumnya bisa berjalan dengan lancar dan sukses. Khusus di UIN Maliki Malang, ia berharap semoga dari tes CPNS kali ini bisa mendapatkan para staf dan dosen baru yang berkualitas sehingga mampu mendukung terwujudnya visi misi dari UIN Maliki Malang.
Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. H. Abdul Haris, M.Ag, dalam kesempatan yang sama menambahkan bahwa pelaksanaan tes CPNS kali ini memang dilakukan sesuai dengan kriteria aturan yang berlaku dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan covid-19. Hal senada pun juga ia ungkapkan bahwa harapan dari pelaksanaan tes CPNS ini bisa berjalan dengan baik dan lancar. Kemudian bisa mendapatkan para pegawai dan tenaga pendidik yang memiliki skill serta kompetensi yang sesuai dan dibutuhkan oleh UIN Maliki Malang. “Semoga semuanya aman dan tesnya berjalan dengan sukses,”pungkasnya.(ptt)
GEMA-Tahapan pelaksanaan Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) CPNS Kementerian Agama formasi tahun 2019 memasuki tahap kedua yaitu Psikotes. Peserta yang sebelumnya berjumlah 114 menjadi 112 peserta dikarenakan dua peserta tidak hadir tanpa ada konfirmasi pada panitia, Jumat (18/9). Sebelum memasuki tempat ujian Psikotes, seluruh peserta harus melalui prosedur kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah untuk meminimalisir penyebaran Covid-19 (Corona Virus Disease). Seperti, pengecekan suhu tubuh dan menggunakan hand sanitizer.
Kepala Organisasi Kepegawaian dan Hukum (OKH) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Umihanik menjelaskan bahwa pelaksanaan Ujian Psikotes untuk CPNS ini serentak dilakukan di seluruh Indonesia. Panitia lokal yang mendapat mandat sebagai tempat tes harus menyiapkan segala kebutuhan demi menunjang kelancaran ujian. Tidak seperti tahun sebelumnya, Psikotes dilaksanakan menggunakan sistem Computer Assisted Test-Badan Kepegawaian Negara (CAT-BKN). "Semua sudah kami persiapkan agar berjalan lancar," tambahnya.
Bobot tahap SKB, lanjut Umihanik, terbagi menjadi 3, yakni Psikotes 30%, Praktik Kerja 35%, dan Wawancara 35%. Tes wawancara sendiri akan dilaksanakan selama tiga hari pada 19-21/9. Tes wawancara bertempat di Gedung Perkuliahan B UIN Malang dan dibagi menjadi tiga gelombang. "Setiap penguji bertanggung jawab mewawancarai 37 orang setiap harinya," jelasnya.
Ia menambahka, kelulusan peserta merupakan hasil kerja peserta itu sendiri. Penilaian dilakukan secara transparan dan tidak ada permainan apalagi praktik nepotisme. "Kelulusan tahap SKB CPNS ditentukan dari hasil akumulasi nilai yang sudah ditentukan panitia pusat," terangnya. (aj/nd)
GEMA-Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag. menegaskan bahwa rencana strategis yang telah dirumuskan dalam RIP (Rencana Induk Pengembangan) harus diketahui seluruh pimpinan. Hal ini ia tuturkan pasca presentasi oleh Koordinator Tim Perumus RIP di Ruang Rektor, Rabu (16/9). Dalam membuat renstra di tingkat fakultas dan juga prodi, ia tidak ingin ada yang melenceng dari RIP yang nantinya akan disahkan bersama anggota senat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Rektor melanjutkan, meski telah dirumuskan, tim harus memberi celah beberapa persen untuk perubahan. “Walau sudah ada rujukan, bisa jadi nanti ada hal-hal yang tidak bisa kita prediksi,” lanjutnya. Ini perlu diantisipasi sejak awal karena segala sesuatu akan mengalami perkembangan. Karena itu, review berkala pasti akan dilakukan. “Perubahan di pertengahan bukan berarti rumusan kita jelek, tapi itu proses penyempurnaan,” lugas Prof. Haris.
Ketua Senat UIN Malang Prof. Dr. A. Muhtadi Ridwan, M.Ag. menambahkan, RIP ini nantinya juga akan dipaparkan dalam forum senat. Ia berharap akan ada masukan positif dari anggota senat demi kebaikan kampus. “Tidak boleh ada yang tidak tahu mengenai dokumen ini,” tegasnya. (nd)
GEMA-Bertempat di Ruang Rektor Gedung Rektorat lt. 1, rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengesahkan Tim Perumus RIP (Rencana Induk Pengembangan) Periode 2021-2045, Rabu (16/9). Penandatanganan tersebut disaksikan oleh petinggi kampus hingga dekan di semua fakultas. Sebelumnya, Koordinator Tim Perumus RIP Slamet Ph.D. mempresentasikan rumusan rencana strategis fase 1 (tahun 2021-2025).
Ia menuturkan, timnya telah merencanakan secara matang apa saja yang harus dilakukan setiap tahunnya. Output yang diharapkan di setiap tahun pun ditarget sejak awal baik itu dalam bentuk kegiatan maupun dokumen. Setiap tahun, akan ada evaluasi bersama para pimpinan. “Syukur-syukur kalau kita bisa mencapai target fase satu di pertengahan,” harapnya. Untuk itu, segala data harus dikumpulkan untuk keperluan evaluasi. “Jika tidak ada yang bisa dievaluasi, berarti ada data yang kurang,” papar Slamet. (nd)