GEMA-Puluahn Musrif dan musrifah Ma'had al Jamia' Sunan Ampel Al Aly mendapatkan bantuan sembako dari badan Amil Zakat dan Wakaf El-Zawa Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang, Jumat (7/8). Para Musrif dan Musrifah yang masih tinggal di ma'had di era pandemi ini dinilai layak untuk mendapatkan bantuan sembako tersebut. Musrif dan musrifah yeng tersebar di 16 Mabna tersebut menurut Mudirul Ma'had KH. Muzakki dinilai layak mendapatkan bantuan sembako tersebut. "Mereka sejatinya masuk kategori asnaf fisabilillah," terang KH. Muzakki.
Sementara itu. Sekretaris El-Zawa Idrus Andy menjelaskan bahwa El-Zawa tidak hanya memberkan bantuan sembakonya hanya untuk kalangan musrif dan musrifah saja, atau bagi pengurus ma'had al Aly. Akan tetapi masyarakat yang terdampak Covid-19 di malang juga diberikan bantuan sembako. "Para mahasiswa asing yang tidak bisa pulang ke negaranya karena pandemi juga diberi bantuan sembako oleh El-Zawa," aterangnya.
GEMA-Pusat Pengembangan Bahasa (PPB) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melakukan lawatan akademik ke MTs Zainul Hasan, Genggong, Probolinggo, Kamis (6/8). Kunjungan tersebut merupakan follow-up dari penandatanganan nota kesepahaman antara kedua instansi pada Juli lalu (22/7). Dalam perjanjian tersebut, pihak MTs Zainul Hasan meminta bantuan PPB untuk meningkatkan beberapa hal terkait pembelajaran bahasa asing, khususnya Bahasa Arab dan Inggris. Direktur PPB UIN Malang, Dr. M. Abdul Hamid mengungkapkan, ada beberapa hal yang dilakukan sebagai bentuk kerjasama tersebut. Pertama, PPB memberi pendampingan pendirian intensif Bahasa Arab dan Inggris di MTs Zainul Hasan. Selanjutnya, PPB juga memberi pendampingan dalam proses pembuatan modul pembelajaran kedua bahasa asing. "Dan tentunya kami juga akan memberi pelatihan kepada para guru tentang strategi pembelajaran," jelasnya. Ia menambahkan, untuk mewujudkan semua itu pasti tak cukup dengan sekali lawatan. Namun, menyesuaikan situasi terkini, pihak PPB UIN Malang dan MTs Zainul Hasan Genggong akan berkomunikasi secara intens secara daring. "Proses selanjutnya berupa pendampingan dan supervisi persiapan bahan ajar berupa modul dan juga pelatihan para guru akan kami laksanakan online," tutur Hamid. (nd) Sumber: Makhi PKPBA
GEMA-Mempersiapkan SDM pengajar untuk kembali beraktivitas di tahun akademik baru yang dimulai akhir Agustus, PKPBA mengundang para dosen dalam workshop kurikulum, Rabu (5/8). Perubahan kurikulum menjadi bahasan utama karena situasi belajar yang tidak bisa dilakukan seperti biasa di area kampus. Pihak PKPBA memfokuskan para pengajar untuk memahami kurikulum yang juga secara khusus disesuaikan dengan sistem belajar daring. Menurut Direktur Pusat Pengembangan Bahasa, Dr. M. Abdul Hamid, workshop ini merupakan upaya dalam merespon kebijakan kebiasaan belajar baru yang dicanangkan pemerintah pusat. Pihaknya berharap, penyesuaian kurikulum dapat diterapkan dalam proses belajar-mengajar di semester depan tanpa kendala. "Meski banyak yang berubah, kami ingin target belajar tetap tercapai serta tidak membebani kedua pihak baik dosen maupun mahasiswa," jelasnya. Dr. Nur Kholid, narasumber workshop, menegaskan bahwa tak hanya kurikulum yang disesuaikan saat belajar jarak jauh. Target pembelajaran juga perlu disesuaikan dengan keadaan terkini. Pihak PPB selaku pemegang kebijakan pembelajaran bahasa asing harus memprediksi benar kendala-kendala yang mungkin terjadi saat proses belajar tanpa tatap muka nanti. Sehingga, sudah ada solusi yang disiapkan sejak awal untuk mengantisipasi dan meminimalisirnya. "Kita juga harus pastikan bahwa tidak ada ketimpangan antar mahasiswa sekelas dalam penguasaan materi," paparnya. Workshop yang dilaksanakan selama dua hari (5-6/8) ini dihelat secara luring (offline) dan daring (online). Hanya 25 dosen PKPBA yang hadir di Aula Gedung Pusat Bahasa lt. 3 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Sedangkan dosen lainnya menyaksikan workshop tersebut melalui aplikasi Zoom. Pasca acara, dosen memiliki panduan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran yang seragam. Sehingga nantinya tidak ada perbedaan materi ajar dalam prosesnya. (nd) Sumber: Makhi PKPBA
PENGUMUMAN NOMOR : 2706/Un.3/KP.01.4/08/2020 TENTANG
PENGUMUMAN HASIL AKHIR UJIAN SELEKSI PENERIMAAN TENAGA KONTRAK PROJECT MANAGEMENT UNIT (PMU) DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG TAHUN ANGGARAN 2020
GEMA-Saat memberikan sambutannya melalui teleconference di momen Yudisium Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Malang, Zainut Tauhid Sa'adi, Wakil Menteri Agama RI mengungkapkan rasa bangganya melihat calon dokter muda yang tetap semangat merampungkan studinya di tengah segala keterbatasan kondisi pandemi Covid-19, Kamis (6/8). Ia meminta mereka yang telah mengikrarkan Janji Dokter Muda untuk mulai menumbuhkan rasa tanggung jawab profesi. Zainut menambahkan, profesi dokter yang sering dianggap prestigius bagi masyarakat, sebenarnya menyimpan tanggung jawab yang berlapis. Tak hanya sebagai pribadi, tapi juga sebagai pengabdi masyarakat. "Ada amanah besar yang saudara emban dan harus dipertanggungjawabkan kepada sesama kolega dokter dan juga kepada pasien," lanjutnya. Karena itu, seorang calon dokter harus memahami ketentuan mengenai peraturan pelayanan kesehatan dan praktik profesi dokter serta menjalankannya dengan sepenuh hati. Ada hak dan kewajiban dokter serta pasien yang perlu dipahami secara mendalam. "Setelah itu, berikanlah pelayanan kesehatan sesuai standar medis," tuturnya. Meski penuh dengan segala resiko, Zainut mengungkapkan, profesi dokter juga memiliki perlindungan hukum yang resmi. Namun, hukum tersebut berlaku dengan syarat dan ketentuan. "Yang penting, pastikan bahwa yang saudara lakukan nantinya sebagai dokter sudah memenuhi operation standard," tegas Zainut Tauhid. (kh/nd)
GEMA-Dalam sambutannya di hadapan lulusan perdana Jurusan Pendidikan Kedokteran, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Malang, Rektor Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. memberikan pesan, Kamis (6/8). Nantinya, jika sudah bergelar dan berprofesi sebagai dokter, ia berharap lulusan UIN Malang tidak jumawa. Dengan Janji Dokter yang telah diucapkan, ada amanah umat yang besar yang dibebankan kepada dokter muda ini. Ia menambahkan, para dokter muda UIN Malang memiliki misi yang lebih penting dari sekadar mengumpulkan materi duniawi. "Sudah sepatutnya ada misi dakwah dan berjuang di jalan Allah dengan profesi dokter yang saudara pilih," tegasnya. Ia pun berharap agar dokter muda dari UIN Malang menjadi pionir bagi dokter jebolan kampus lain dalam menjalankan amanah yang dititipkan Allah dan umat manusia dengan setulus hati. (aj/nd)
GEMA-Meski pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease) belum berlalu, akan tetapi semangat untuk menyambut ulang tahun atau dies natalis Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibarhim Malang yang ke-59 tidak boleh surut. Penambahan usia kampus memang masih sekitar dua bulan lagi, tepatnya 22 Oktober 2020, namun Rektor Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag mengajak seluruh warga dan sivitas akademik untuk terus melakukan revolusi menyambut hari jadi kampus. “Meski di era pandemi, jangan sampai menyurutkan niat dan ketulusan hati untuk melakukan perubahan yang lebih baik untuk kampus tercinta ini,” ajaknya. Ia melanjutkan, kewajiban ASN untuk terus berupaya menjalankan tri dharma perguruan tinggi harus terus dilakukan. Saat ini, perubahan yang bisa dilakukan tidak hanya di bidang informasi dan teknologi saja, masyarakat saat ini memerlukan uluran tangan dari para akdemisi sebisa mungkin untuk melakukan inovasi melalu riset nyata. “Maka kami adakan program UIN Mengabdi 2020 agar para dosen terjun langsung ke masyarakat untuk survei sekaligus riset," ia pun melanjutkan,"Apa yang dibutuhkan masyarakat bisa dibantu untuk mencarikan solusinya sesuai disiplin keilmuan masing-masing." Selain itu, dalam renstra dan visi misi kampus, UIN Malang berencana menuju Smart Campus. Tentunya, tak hanya tenaga IT yang perlu disiapkan, teyapi juga SDM lain seperti dosen dan karyawan yang mumpuni serta smart. "Begitu besarnya tantangan kampus ini ke depan membuat para pimpinan dan sivitas akademik UIN Malang tidak bisa terlena dan duduk enjoy di kursi kerjanya masing-masing," papar Prof. Haris. Karena itu, ia menghimbau semua warga kampus harus terus berupaya meningkatkan etos kerjanya sesuai dengan tupoksinya serta tetap menjalankan protokol kesehatan saat bekerja. “Jadikan dies natalis sebagai momen penting untuk evaluasi sekaligus menjadikan UIN Malang semakin maju dan berdaya saing tinggi,” pungkasnya. (aj/nd)
GEMA-Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang meluluskan dokter muda angkatan pertama, Kamis (6/8). Kelulusan ditandai dengan deklarasi Janji Dokter Muda saat momen Yudisium yang dihelat di Kampus 3. Karena masa pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease), tak banyak yang bisa diundang di lokasi acara termasuk keluarga para lulusan dan narasumber yudisium. Hanya tiga perwakilan dokter muda yang hadir di lokasi yudisium untuk secara langsung mengikrarkan janji, sedangkan lainnya mengikuti secara daring. Konsep acara pun dibuat daring dan luring sehingga bisa disaksikan keluarga para lulusan dimana pun. Dekan FKIK, Prof. Dr. dr. Yuyun Yueniwati Prabowowati Wadjib, M.Kes., Sp.Rad sendiri yang memimpin perwakilan lulusan Jurusan Pendidikan Dokter untuk mengikrarkan janji. Meski dengan berbagai keterbatasan, ia bangga dengan optimis para mahasiswa yang tetap berjuang merampungkan studinya. Tak hanya ketiga dokter muda saja yang diyudisium, FKIK juga meluluskan tiga sarjana Jurusan Farmasi. Mereka lulus dengan IPK di atas 3,70. "Bersama dengan prestasi yang didapat, kami pun berharap para sarjana FKIK menjadi pribadi yang baik dan mengharumkan nama kampus nantinya," tuturnya. Pasca lulus, lanjut Prof. Yuyun, dokter muda telah mendaftarkan diri sebagai relawan untuk program gagasan pemerintah. Mereka akan ditugaskan di rumah sakit yang sudah bekerjasama dengan UIN Malang, yakni RS Tk. II dr. Soepraoen dan RSU Karsa Husada Batu. Para dokter muda akan menyumbangkan ilmunya untuk turut menangani pencegahan Covid-19. "Kami yakin, dengan ilmu yang sudah dipelajari selama kuliah, para dokter muda UIN Malang akan diterima oleh masyarakat," harap Prof. Yuyun.
Wakil Menteri Agama RI Zainut Tauhid Sa'adi turut mengucapkan selamat kepada UIN Maliki Malang yang telah meluluskan dokter mudanya. Sambutan disampaikan melalui aplikasi Zoom dan disaksikan para pimpinan kampus serta FKIK. (kh/aj/nd)
PENGUMUMAN NOMOR : 2682/Un.3/KP.01.4/08/2020 TENTANG
PENGUMUMAN HASIL UJIAN SELEKSI PENERIMAAN TENAGA KONTRAK PROJECT MANAGEMENT UNIT (PMU) DI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG TAHUN ANGGARAN 2020