GEMA-Kebanyakan Posyandu lebih fokus pada pemantauan Ibu dan balita. Namun, di Desa Gedog Kulon, Kecamatan Turen berbeda. Posyandu juga memberi pelayanan maksimal kepada orang lanjut usia (lansia). Karena menjadi salah satu jujugan lokasi UIN Mengabdi, kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 83 turut serta membantu perangkat desa dan pengurus Posyandu setempat untuk melayani warga, Jumat (3/12). Posyandu Balita bertempat di kantor desa sedangkan Posyandu Lansia bertempat di dua lokasi, yakni RW 04 dan RW 05. Pembagian dua lokasi ini karena menurut data desa jumlah Lansia sangat banyak. Posyandu Lansia dibuka lebih awal. Pasalnya, banyak warga lansia yang masih aktif beraktivitas di sawah. Untuk mengantisipasi jumlah kunjungan yang tidak sesuai target, maka Posyandu dibuka pukul 07.00 WIB. Waktu pelayanan Posyandu Lansia tidak sesingkat Posyandu Ibu hamil dan Balita. Ia dibuka hingga sore hari karena masih banyak warga lansia yang berangkat ke sawah sebelum pukul 07.00 WIB dan baru pulang saat memasuki waktu Salat Zuhur. Hanya saja, mulai siang hingga sore, warga lansia yang ingin memeriksa kesehatan datang langsung ke rumah kepala desa. Tidak di Posyandu. Bidan Posyandu Desa Gedog Kulon, Vinda menuturkan, pihak desa sangat memperhatikan kegiatan Posyandu Lansia. Urgensinya sama tinggi dengan Posyandu Balita karena angka kematian akibat penyakit yang lambat terdiagnosa. Posyandu Lansia rutin diadakan sebulan sekali untuk mengontrol kesehatan bayi dan lansia. Dengan terdiagnosanya penyakit sejak dini, anggota keluarga dapat memperhatikan asupan para lansia. Sehingga kesehatan mereka dapat terpantau. Posyandu bagi lansia memberikan berbagai pelayanan. Seperti pengukuran berat badan dan tekanan darah. "Dua halnini sangat mempengaruhi kesehatan para orang lansia," tutur Vinda. Beberapa lansia yang memiliki tekanan darah sangat tinggi akan diberikan obat oleh bidan. Jika dalam beberapa hari penyakit tersebut belum menunjukkan perkembangan positif, maka mereka akan diperiksa di Poli Kesehatan Desa untuk ditangani lebih lanjut. Selepas itu, para lansia juga diberi makanan ringan gratis. (*/nd) Sumber: Nuril Qomariyah - Peserta KKM Jurusan Fisika
GEMA-Rektor Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki, Red) Prof. Dr. Abd. Haris, M. Ag menjadi inspektur upacara peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama (Kemenag) ke-74. Peringatan HAB tahun ini mengangkat tema ‘Umat Rukun, Indonesia Maju’. Jumat (3/1).
Upacara dihadiri Seluruh Dosen dan Karyawan UIN Maliki Malang, serta para mahasiswa yang juga turut berperan sebagai petugas upacara. “Melalui peringatan Hari Amal Bakti Kementerian Agama yang ke-74, semua elmen masyarakat diajak kembali memperkuat Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dengan cara saling menjaga kerukunan dan keharmonisan antar umat beragama. Pasalnya, menjaga hak keberagamaan bagi setiap individu sudah dlindungi oleh undang-undang dasar 1945, yang termaktub dalam sila ketuhanan yang maha esa. “Untuk itu mari kita jaga bersama kerukunan umat beragama agar Indonesia menjadi lebih maju dan sejahtera,” ujar Prof. Haris membacakan sambutannya.
Sejalan dengan tema HAB hari ini, kata dia, menjaga kerukunan menjadi dasar bagi seluruh umat beragama. Tanpa ada kerukunan dan kedamaian sulit rasanya Indonesia bisa maju. Umat bersatu Indonesia maju perlu selalu dijaga bersama sehingga energi kebersamaan dan kerukunan sudah seyogyanya di junjung tinggi untuk semua kelompok dan golongan,” pungkasnya.
Di akhir pelaksanaan upacara, Rektor UIN Malang menyematkan tanda jasa dharma bakti atau setya lencana karya satya 10 tahun kepada lima pegawai PNS, yang terdiri dari dosen dan karyawan ASN di lingkungan UIN Maliki Malang. Selamat dan semoga terus produktif dan amanah dalam mengemban tugas dari negara.
GEMA-Beberapa pejabat baru dilantik rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang di Ruang Rektor, Gedung Rektorat lt. 1, Jumat (27/12). Pelantikan disaksikan secara langsung oleh para wakil rektor, dekan, dan direktur Pascasarjana. Penunjukan pejabat yang terdiri dari ketua dan sekretaris prodi ini menurut rektor sebagai bentuk efektivitas kepemimpinan. Mereka pun diharapkan dapat membawa prodinya semakin maju dan sesuai dengan visi-misi kampus. Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. mengingatkan bahwa zaman semakin maju yang berarti tantangan semakin beragam. "Tantangan sekarang ini benar-benar luar biasa," imbuhnya. Ia mencontohkan tantangan di wilayah perpustakaan. Di masa mendatang, tidak akan banyak orang yang mengunjungi perpustakaan. Pasalnya, lanjut Prof. Haris, akses internet yang makin luas memungkinkan orang untuk mendapatkan sumber buku dari dunia maya. Dimungkinkan juga, ruang perpustakaan tidak akan sebesar sekarang dan akan mengalami pengecilan. "Karena semua orang hanya butuh akses daring dan semua buku fisik akan bertransformasi menjadi e-book," jelasnya. Untuk menghadapi ini, pihak kampus berharap agar pimpinan baru Unit Perpustakaan Pusat semakin siaga dan selalu up-to-date. Mufid, M.Hum (Kepala Perpustakaan Pusat), Dr. Iin Tri Rahayu (Kaprodi Magister Psikologi), Dr. Abdul Malik Setiawan, M. Infect., Dis (Kaprodi Profesi Dokter), Dr. Zaenul Mahmudi, MA (Kaprodi Magister Al Ahwal Al Syakhsiyah), Nita Siti Mudawamah, M.IP (Sekprodi Perpustakaan dan Ilmu Informasi), Farid Samsu Hananto, MT (Sekprodi Jurusan Fisika), Iwal Reza Ahdi (Sekprodi Profesi Dokter), Dr. Mohammad Mahpur, M.Si (Sekprodi Magister Psikologi), dr. Ana Rahmawati (Sekprodi Pendidikan Dokter), R. Cecep Lukman Yasin, MA., Ph.D. (Sekprodi Magister Al Ahwal Al Syakhsiyah). (ptt/nd)
GEMA- Mengingat program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) ialah program wajib UIN Malang, Ketua Unit LP2M, Dr. Tutik Hamidah tak ingin mahasiswa menjalankannya sekadar menggugurkan kewajiban. Maka, pada pelepasan kegiatan yang dihelat di Lapangan Utama tersebut, ia meminta seluruh peserta KKM untuk kembali mengatur niat, Jumat (27/12). Menurutnya, ini terkait dengan ajaran Nabi saw. bahwa niat adalah pondasi terpenting dalam melakukan segala hal. "Niatkan untuk berbagi dan membantu masyarakat agar yang kalian lakukan mulia," tutur Ibu berkacamata tersebut. Selanjutnya, masih kata Tutik, niat yang mulia harus diikuti dengan realisasi atau kerja nyata. "Jalani semua proses KKM dengan baik," pesannya. Niat dan proses harus beriringan agar selaras dengan program KKM yang telah dirancang bersama anggota kelompoknya. Tak hanya itu, pihak kampus pun berharap agar mahasiswa UIN Malang menjaga nama baik almamater selama pelaksanaan KKM 2020. Mahasiswa harus ingat bahwa mereka tidak hanya membawa nama kampus, namun juga membawa identitas Islam sebagai agama mereka. "Jaga dan perhatikan akhlak kalian selama di tempat KKM," tegasnya. KKM periode ini dilaksanakan hingga 27 Januari 2020 di Kabupaten Malang dan Kota Batu. Jumlah desa tempat pelaksanaannya ialah 188. Menurut data Unit LP2M, jumlah mahasiswa peserta KKM yang diberangkatkan ialah 2973. Ada beberapa tugas utama yang harus dilakukan yakni program peta rintisan dakwah, program religiusitas, program seni, program usaha ekonomi kreatif dan wisata, serta program lingkungan hidup. Ketua Unit LP2M juga menambahkan bahwa sesuai amanah gubernur, Pemerintah Provinsi Jawa Timur menitipkan program Brantas Tuntas. Program ini ditujukan untuk merubah imej Sungai Brantas yang tercatat sebagai salah satu sungai terkotor di Indonesia. Program Brantas Tuntas meliputi pembersihan, penghijauan, dan edukasi masyarakat sekitar sungai. (nd)
BISMILLAH: Mahasiswa UIN Malang mengikuti pelepasan pelaksanaan KKM 2020 di Lapangan Utama kampus satu
GEMA-Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang resmi melepas peserta Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 2020 di Lapangan Utama, Jumat (27/12). Hal ini menandakan resmi dimulainya KKM yang merupakan program wajib bagi mahasiswa. KKM akan dilaksanakan hingga 27 Januari 2020 mendatang. Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menyampaikan bahwa sudah selayaknya mahasiswa yang merupakan bagian dari Perguruan Tinggi turut serta dalam membangun masyarakat. Hal ini tak hanya terkait dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi, namun juga sebagai wujud nilai kemanusiaan yang memberi manfaat bagi sekitarnya. "Sebelum bertitel sarjana, kalian sudah harus memberi sumbangsih untuk mengedukasi masyarakat," lugasnya. Sementara itu, Ketua Unit Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), Dr. Tutik Hamidah menambahkan, berkontribusi di masyarakat berarti seseorang membuktikan ia tidak abai dengan lingkungannya. Kesadaran seperti inilah yang coba dibangun oleh UIN Malang sebagai universitas berbasis Islam. Cara berkontribusi pada masyarakat, papar Tutik, bisa dilakukan dengan beragam cara. Seseorang dapat turut serta dalam kegiatan yang telah terprogram rutin di lingkungannya. Juga, membuat program yang belum ada yang tentunya bertujuan untuk peningkatan kualitas orang-orang di suatu area. (nd)