Daftar Kategori: Ulasan


WR 2: UIN MALANG TERBAIK
Iffatunnida Rabu, 14 Agustus 2019 . in Berita . 3189 views
2350_wr2.jpg

GEMA-Wakil Rektor Bidang Administrasi, Umum, Perencanaan, dan Keuangan (AUPK) Dr. Ilfi Nur Diana, M.Si. memaparkan segudang prestasi UIN Malang kepada mahasiswa baru. Hal tersebut disampaikan saat mengisi materi dalam Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di Gedung Sport Center, Rabu (14/8).
Beberapa prestasi terbaru UIN Malang yang dipaparkan antara lain menjadi pengelola badan layanan umum terbaik tingkat PTKIN. Selain itu kampus ini juga menyandang gelar juara satu sistem manajemen strategi. Dalam hal perpustakaan, UIN Malang berhasil meraih akreditasi A. Untuk peringkat universitas, kampus ulul albab meraih peringkat 1 PTKIN terbaik se-Indonesia menurut Uni Rank dan nomor 2 menurut Webometrics.
Wakil Rektor dua melanjutkan, ada lima program prioritas yang akan dicapai. Ruang kelas perkuliahan akan direvitalisasi. "2020 dicanangkan sudah bertaraf internasional, LCD diganti dengan smart tv," jelasnya. Pengembangan kampus tiga dan ruang kuliah bersama menjadi fokus pembangunan. Selain itu, modernisasi IT dan pengasrian lingkungan kampus juga terus ditingkatkan.
Dana pembangunan, lanjut Ilfi, tidak akan diambil dari Uang Kuliah Tunggal (UKT). "Untuk dana kami tidak akan mengambil dari UKT, kami minta doa kalian," tegasnya. Ia berpesan agar mahasiswa tidak mengeluh soal dana kuliah. "Berapapun itu harus ikhlas, ini rumah besar," tutur Ilfi. Mahasiswa juga tidak boleh hanya bangga namun juga mengukir prestasi. (ir/nd)

Reporter: M. Khairul Huda

Lebih Lanjut »
INTEGRASI CIRI SPESIAL KAMPUS HIJAU
Iffatunnida Rabu, 14 Agustus 2019 . in Berita . 991 views
2349_pbakday2.jpg

GEMA-Di hari kedua Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris M.Ag. mengenalkan visi-misi kampus kepada mahasiswa baru. Selain itu, rektor juga menceritakan sejarah kampus hijau. Tampak hadir pula empat wakil rektor pada acara yang diselenggarakan di Sport Center tersebut, Rabu (14/8).
Sebagai perguruan tinggi Islam negeri, papar Prof. Haris, UIN Malang memiliki visi terwujudnya pendidikan tinggi integratif dalam memadukan sains dan Islam di kancah global. Karena itu, kampus tidak ingin menjadi perguruan tinggi yang dikotomi. "Kita tidak akan memisahkan sains dan ajaran Islam," tegasnya.
Ayat al Quran pertama yang turun, lanjutnya, mengandung makna Islam sangat menjunjung tinggi sains. "Ayat selanjutnya menjelaskan sains tidak boleh kosong dari nilai-nilai agama," tutur rektor kelahiran Lamongan tersebut.
Untuk mewujudkan visi tersebut, setidaknya ada dua misi yang diprioritaskan. Pertama ialah mencetak sarjana yang berkarakter ulul albab. Lulusan kampus ini diharapkan bisa senantiasa mengaitkan segala sesuatu dengan Allah. Selain itu, mahasiswa harus berpikir tentang apa yang ada dan mungkin ada. "Karena sangat mungkin hal-hal yang menjadi objek itu tidak kasat mata," jelasnya.
Misi yang kedua, masih kata Prof. Haris, menghasilkan sains dan teknologi yang relevan dan berdaya saing tinggi. tidak hanya menggunakan dan mengadopsi saja, namun juga berinovasi. UIN Malang dalam mewujudkan integrasi sains dan Islam memadukan pola pendidikan pesantren dan perguruan tinggi. Pesantren mewujudkan adanya keagungan akhlak dan kedalaman spiritual. "Sedangkan perguruan tinggi memiliki karakteristik keluasan ilmu dan kematangan profesional," jelasnya menutup kuliah tamu. (ir/nd)

Reporter: M. Khairul Huda

Lebih Lanjut »
MOTIVASI WR 1 UIN MALANG UNTUK MAHASISWA BARU
Iffatunnida Rabu, 14 Agustus 2019 . in Berita . 1788 views
2345_pbak3.jpg

GEMA-Wakil Rektor Bidang Akademik UIN Malang Dr. M. Zainuddin, MA. memberikan motivasi belajar kepada seluruh mahasiswa baru di hari kedua Pengenalan Budaya Akademik Kampus (PBAK) 2019, Rabu (14/8). Memasuki babak baru sebagai mahasiswa, niat adalah hal utama yang harus diperbaiki. Karena menurutnya, niat lah yang menjadi awal segala perbuatan kita.
Niat yang tulus dan ikhlas, kata Zainuddin, akan mendapat ridho Allah. Apalagi jika niatnya adalah untuk ilmu. “Mahasiswa baru harus mulai memperbaiki niat untuk mencari dan mengajarkan ilmu hanya karena Allah,” tuturnya. Ia menambahkan, ilmu yang berkah, nantinya akan mendatangkan keberkahan bagi pencarinya. “Tidak cuma itu, ilmu itu nanti yang akan memberi manfaat bagi kalian, sehingga kelak kalian tidak akan risau harus mencari kerja dimana karena hakikatnya, pekerjaan lah yang akan mencari orang berilmu,” jelasnya.

2346_pbak4.jpg


Menjadi mahasiswa UIN Malang, masih kata Zainuddin, memiliki banyak kewajiban dan kemampuan. Setidaknya, ada empat hal dasar yang harus dikuasai. Yaitu, Bahasa Arab, Bahasa Inggris, al Quran, dan kitab kuning. “Untuk itu, selain niat, harus ada tekad,” lugasnya.
Tekad ini, menurutnya, akan menjadi modal seorang mahasiswa untuk tidak gampang menyerah. Apalagi malas-malasan. “Karena tekad juga lah yang akan memberi kalian semangat untuk mencetak prestasi selama kuliah,” ucap pria berkacamata ini.
Mengakhiri sambutan motivasinya, ia menjelaskan beberapa tipologi mahasiswa. Pertama, kreativitas intelektual. Yaitu mahasiswa yang moncer di bidang akademik. Kedua, kreativitas sosial. Yakni, mereka yang kurang di bidang akademik namun sangat baik berorganisasi. Ketiga, gabungan tipe pertama dan kedua artinya kedua bidang seimbang. “Saya tidak mau, mahasiswa baru 2019 menjadi tipe yang keempat, yaitu yang tidak memiliki kreativitas intelektual dan sosial,” pesannya. (ofi/nd)

Reporter: Ach. Basofi
Fotografer: Putut Wahyu H.

Lebih Lanjut »
TANAMKAN NILAI INI SAAT MENGAJAR BAHASA INDONESIA
Iffatunnida Rabu, 14 Agustus 2019 . in Berita . 863 views
2343_bipa1.jpg

GEMA-Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. M. Zainuddin mengungkapkan pendapatnya seputar pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA). Menurutnya, dalam pengajaran tersebut, nilai-nilai luhur Bangsa Indonesia juga harus disisipkan. Artinya, dosen tidak hanya sekadar mengajarkan kemampuan berbahasa tetapi juga kemampuan berbaur dalam budaya Indonesia. Hal ini ia sampaikan saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diadakan BIPA UIN Malang (13-14/8) di Ruang Pertemuan Gedung Rektorat Lt. 3.
Bimtek diselenggarakan bagi dosen program BIPA dan bekerjasama dengan Pusat Pengembangan Strategi dan Diplomasi Kebahasaan (PPSDK). Materi Bimtek berkisar pengembangan bahan ajar, media, dan evaluasi pengajaran BIPA yang sudah terlaksana di UIN Malang beberapa tahun.

2344_bipa2.jpg


Kepala PSSDK Emi Emilia, Ph.D. mengenalkan konsep bahan ajar yang dikembangkan instansinya. Ia juga membimbing peserta kegiatan untuk menyusun bahan ajar. Sementara itu, materi pembuatan dan pengembangan media ajar audio visual disampaikan Kepala Bidang Diplomasi Kebahasaan PPSDK Dony Setiawan, M.Pd. Dalam materinya, ia mengajarkan para dosen BIPA untuk memanfaatkan telepon pintar yang pasti dimiliki dan digandrungi mahasiswa. Materi terakhir yaitu pembuatan tes ke-BIPA-an yang disampaikan Ketua BIPA UIN Malang Dr. Dewi Chamidah.
Bimtek yang diselenggarakan selama dua hari ini diwajibkan bagi seluruh dosen pengajar program BIPA di UIN Malang. Pihak BIPA juga mengundang dosen program serupa dari kampus lain. Bahkan, ada beberapa dosen dari Vietnam dan Mesir. (nd)

Kontributor: M. Faruq & Rois Imron

Lebih Lanjut »
PBAK: AJAK MAHASISWA LEBIH MANDIRI
Abadi Wijaya Selasa, 13 Agustus 2019 . in Berita . 1536 views
2341_maba1.jpg

GEMA-Ribuan mahasiswa baru tahun akademik 2019 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang mengikuti apel pagi pembukaan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) di lapangan utama, Selasa (13/8). Kegiatan PBAK ini dijadwalkan akan berlangsung hingga Jumat mendatang.
Rektor beserta wakil dan seluruh Dekan Fakultas serta Dema Universitas tampak hadir mengikuti pembukaan PBAK. Dalam sambutannya Prof. Abd. Haris mengajak seluruh mahasiswa turut berperan aktif membangun bangsa ini, dengan cara menjadi generasi yang ulul albab. Sesuai dengan tema PBAK 2019 yaitu memperkuat nasionalisme dan kemandirian bangsa.
Sementara itu Wakil Rektor Bidang kemahasiswa Dr. Isroqunnajah membakar semangat peserta PBAK melalui rentean prestasi yang diraih UIN Maliki Malang. Mulai dari persoalan Akreditasi Perguruan Tinggi, Juara Umum Pionir, serta peranan aktif UIN Malang di kancah nasional dan internasional.
Usai apel, seluruh peserta juga diajak mengikuti kuliah tamu di gedung SC yang di hadiri langsung oleh Wali Kota Malang Sutiaji, dan Dirut Radar Malang Kurniawan Muhammad.

2342_maba2.jpg

 

Lebih Lanjut »
PBAK 2019: JANGAN HANYA JADI ULAMA
Iffatunnida Selasa, 13 Agustus 2019 . in Berita . 768 views
2340_pbak.jpg

GEMA-Kurang lebih 3500 mahasiswa baru UIN Malang mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), Selasa (13/8). Mengusung tema Memperkuat Nasionalisme dan Kemandirian Bangsa acara dibuka secara resmi oleh Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris M.Ag. Jajaran pimpinan rektorat hingga fakultas turut hadir di Lapangan Utama.
Menurut Rektor, tema PBAK menunjukkan tanggung jawab besar menjadi mahasiswa. "Jangan hanya menjadi ulama dan intelek saja, tapi juga seorang nasionalis," tegasnya. Rektor berpesan jangan sampai negeri Indonesia dipimpin oleh seorang yang tidak mengerti nasionalisme.
Ia melanjutkan menjadi mahasiswa UIN Malang berarti menjadi mahasiswa ulul albab. "Ciri-ciri ulul albab adalah senantiasa berpikir dan berzikir," tuturnya. Mahasiswa juga harus memiliki pola pikir bahwa tidak ada yang sia-sia diciptakan oleh Tuhan. Acara pembukaan ditutup dengan penyematan jas almamater dan selebrasi atlet PIONIR 2019 yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Dr. Isroqunnajah. (ir/nd)
Reporter: M. Khairul Huda
Fotografer: Ach. Basofi

Lebih Lanjut »
FAKTOR X UNTUK SUKSES DI ERA INDUSTRI 4.0
Iffatunnida Selasa, 13 Agustus 2019 . in Berita . 1115 views
2339_ceojp.jpg

GEMA-Era industri 4.0 menjadi topik utama materi Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) hari pertama, Selasa (13/8). Berlangsung di Aula Gedung Sport Center, materi dinarasumberi oleh Direktur Jawa Pos Kurniawan Muhammad.
Menurutnya, era ini ditandai dengan munculnya fenomena Social Machine dan Internet of Thing. "Mesin-mesin canggih berinteraksi satu sama lain layaknya manusia di sosial media," jelasnya. Kurniawan menambahkan, berdasarkan informasi dari International Data Corporation Indonesia, tiga tahun lagi 93 persen pekerjaan manusia akan tergantikan oleh mesin, hanya 7 persen yang bertahan. "Sudah ada mesin untuk konsultasi hukum dan pendeteksi kanker di Amerika dan Cina," tutur pria kelahiran 1973 tersebut. Sehingga, kebutuhan sumber daya manusia juga akan berkurang.
Kurniawan berpesan agar mampu bersaing di era ini mahasiswa harus senantiasa berikhtiar lahir dan batin. Ikhtiar batin dengan meningkatkan ketakwaan dan mencari keberkahan. Yaitu dengan bersyukur, amal saleh, dan berinteraksi dengan para ulama dan kiai. "Konsep berkah inilah yang tidak dipahami kaum barat, mereka menyebutnya faktor X," tegasnya. Ia menambahkan, Allah akan menjamin nasib orang bertakwa sehingga tidak bingung dengan perubahan yang muncul.
Ikhtiar lahir dimulai dari menemukan konsep diri. "Capailah apa yang orang tua harapkan melalui makna dari nama yang mereka berikan ke kalian," jelas lulusan UB itu. Kedua dengan menjadi mahasiswa yang brilian, yaitu cerdas, cerdik, dan cemerlang. Mahasiswa diharapkan bisa menguasai suatu ilmu dan tau kapan digunakan. Keahlian multitasking juga perlu diasah. "Selain itu, kalian juga harus terbiasa menyusun target dan mencapainya," jelas Kurniawan. (ir/nd)

Reporter: M. Khairul Huda

Fotografer: Ach. Basofi

Lebih Lanjut »
FAKULTAS SYARIAH: TEKNOLOGI INFORMASI SEBAGAI PENGEMBANGAN METODE BELAJAR
Abadi Wijaya Selasa, 13 Agustus 2019 . in Berita . 688 views
2337_kkni1.jpg

GEMA-Fakultas Syariah Universitas Islam Negeri Maulan Malik Ibrahim Malang menjadikan teknologi informasi sebagai pengembangan metode pembelajaran di Perguruan Tinggi. Kegiatan workshop Kurikulum Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) berlangsung selama dua hari. Kamis-Jumat, (8-9/8). Acara ini diadakan di Rumah Singgah Lt. 3 Pascasarjana UIN Maliki, dan diikuti oleh seluruh dosen Fakultas Syariah.
Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag menghimbau agar KKNI ini bisa menjadi dasar dalam mengembangkan metode pembelajaran. Saat ini, pembelajaran terus berkembang mencari formasi yang lebih tepat sasaran, sehingga dosen dan peserta didik memiliki kesempatan yang sama dalam mendapatkan dan menyampaikan informasi yang update.

2338_kkni2.jpg


Untuk menunjang pencapaian hal tersebut, penguasaan teknologi memiliki peran penting dalam proses pembelajaran khususnya pengembangan sistem metode pembelajaran KKNI ini. “KKNI ini bisa menjadi dasar dalam proses pengebangan dan evaluasi pembelajaran,” terangnya.
Orang nomor wahid di kampus Ulul Albab ini mendukung sepenuhnya program KKNI ini bisa terlaksana. “Jika program ini dilaksanakan maka, akan ada percepatan proses pembelajaran bagi mahasiswa,” tegasnya. Karena, tambah dia, luasnya cakupan mahasiswa dalam berinteraksi membuat informasi tidak satu arah dari dosennya saja.  “Semoga pola inovasi-inovasi baru akan memberikan dampak positif,” harapnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Syariah Dr. Saifullah, M. Hum berharap penuh kepada seluruh dosen Fakultas Syariah untuk dapat memanfaatkan secara optimal kegiatan workshop kurikulum KKNI tahun ini, “Semoga semua dosen Fakultas Syariah bisa banyak belajar dari workshop KKNI ini, utamanya dalam meningkatkan mutu pendidikan di kampus ini,” harapnya. (ofi/*)

Reporter: Basofi
Foto: Dok. Fakultas Syariah

Lebih Lanjut »
DUTA PTKIN INDONESIA MERIAHKAN ACARA MENPORA
Abadi Wijaya Rabu, 7 Agustus 2019 . in Berita . 507 views
2336_duta.jpg

GEMA-Acara Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Teknis Manajemen Promosi dan Pemasaran Industri Olahraga dapat berlangsung sangat meriah. Tak hanya dihadiri oleh pimpinan industry-industri olahraga, acara ini turut dihadiri oleh Duta PTKIN Indonesia Putra dan Putri.
Seperti yang disebutkan oleh Kadispora Sulawesi Selatan, Ibu Sri, kegiatan yang berlangsung di Makassar ini tak hanya menggalakkan kampanye hidup sehat, tetapi juga mengenalkan budaya Makassar.
“Ini merupakan apresiasi bagi Makassar sebagai tempat yang terpilih,” ujarnya. Tak hanya itu, Sri juga mengenalkan objek wisata di Makassar seperti Benteng Rotterdam dan Air Terjun Alami.
Agenda kemudian berlanjut dengan sambutan ketiga sekaligus pembukaan oleh Plh Deputi, yakni Ibu Yuni. Dalam agenda ini, Duta PTKIN Indonesia berperan sebagai pemandu lagu Indonesia Raya.
Berbeda dengan sambutan sebelumnya, Yuni lebih banyak menjelaskan tentang pentingnya menjaga kesehatan dalam sambutannya. Ia juga menyebutkan tentang target Kemenpora untuk menjadikan Indonesia tuan rumah dalam Sports Industy Road to Olympiade 2032.
“Saya ingin mengajak bahwa olahraga adalah dimulai dari keluarga, maka sudah kita dengar adanya Germas (Gerakan Masyarakat Sehat) dan Gelora (Gerakan Keluarga Berolahraga),” pungkas Yuni.
Selanjutnya, acara dipimpin oleh Pak Sandi. Kemudian, dilanjutkan dengan diskusi mengenai Tour Sepeda, Pencak Silat, Motocross, Golf, E-sport dan Extreme Sport. Di setiap diskusi, Duta PTKIN juga akan berperan dan menyumbang suara dalam diskusi tersebut.
Reporter: Fatimatuz Zahro

 

Lebih Lanjut »

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up