GEMA-Da’i muda kondang, Rian Adjie Prasetya berbicara cinta untuk seseorang yang beranjak remaja. Ia diundang dalam seminar yang digagas UPKM Jam’iyah Dakwah wa al Fan al Islamiyah (JDFI) di Auditorium Fakultas Saintek Lt. 4, Ahad (17/3). Menurutnya, rasa cinta memang tidak bisa dihindari setiap manusia karena itu fitrah. Namun, tidak semua bisa memenej rasa itu dengan baik. Ia mengibaratkan rasa cinta dengan sebuah ponsel. Akan menjadi anugerah jika ponsel bisa dimanfaatkan secara positif. “Dan jadi musibah jika salah digunakan. Tergantung penggunanya,” imbuh Gus Rian, sapaan akrabnya. Penyampaiannya yang diselingi lelucon pada seminar bertema Mendekap Khitbah dengan Cinta yang Lillah tersebut menghibur peserta. Ia juga mengingatkan bahwa akan banyak yang lalai karena cinta. Akibatnya, banyak hal yang terbengkalai. Khusus bagi pencari ilmu, ia melanjutkan, harus selalu mengingatkan diri sendiri. Bahwa fokus yang dijadikan prioritas adalah belajar sebagai ibadah kepada Sang Pencipta. “Bukan malah sibuk cari jodoh. Jangan khawatir, jodoh sudah pasti ada dan diatur untuk setiap orang,” lanjut siswa MAN 1 Jombang itu. Dalam al Quran, masih kata Gus Rian, Allah menjanjikan pasangan untuk setiap hamba-Nya. Wanita yang baik untuk pria yang baik dan begitu pula sebaliknya. “Yang perlu jadi fokus kita adalah menjaga diri, dekati Pencipta,” lugasnya. (syf/nd)
POSE BERSAMA: Para Pimpinan beserta penerima beasiswa foto bersama usai penyerahan beasiswa dari BRI secara simbolik, Selasa (19/3).
GEMA-PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk Cabang Malang Martadinata menggelontor beasiswa untuk 35 mahasantri Mahad al Jamiah al Aly Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki, Red), program beasiswa ini merupakan program corporate social responsibility (CSR) BRI, Selasa (19/3). Beasiswa pendidikan BRI Peduli itu sebesar Rp 175 juta untuk 35 mahasantri Mahad al Jamiah al Aly yang terdiri dari berbagai fakultas. Rektor UIN Maliki Prof. Dr. Abd. Haris, M.Ag menegaskan bahwa bantuan beasiswa BRI Peduli ini diharapkan bisa membantu para mahasiswa dalam menempuh studinya di UIN Maliki. Selain itu, para mahasantri yang mendapatkan beasiswa ini diambil melalui proses seleksi yang ketat. “Insyaallah mereka yang terpilih mendapatkan beasiswa sudah tepat sasaran,” paparnya. Selain itu, kata dia, 35 mahasantri ini juga memiliki tangungjawab untuk belajar memperdalam ilmu agama melalui kajian kitab kuning yang dibimbing langsung oleh mudirul mahad al Jamiah al Aly KH. A. Muzaki. “Dengan program pendidikan mahad ini diharapkan lulusannya bisa menguasai kitab kuning, serta siap menjadi pemimpin di tengah masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Pimpinan BRI Cabang Malang M. Zulham Salahuddin berharap agar bantuan ini bisa memberikan manfaat bagi para mahasantri dan UIN Maliki Malang. Dia juga berharap kerjasama antara BRI dengan UIN Maliki Malang tidak hanya berhenti disini saja, namun apa yang menjadi kebutuhan UIN Maliki ke depan pihak BRI akan siap mendukung. Misalnya saja persoalan pembiayaan pembangunan kampus III UIN Maliki Malang di Kota Batu, Jika UIN Maliki Malang berkenan BRI untuk memberikan bantuan pinjaman dana kepada kontraktor maka BRI siap mendukung proses pembangunan gedung tersebut. “Yang penting pinjaman yang diajukan sesuai dengan aturan yang berlaku di BRI,” paparnya. Untuk itu bagi penerima beasiswa diharuskan menjaga prestasi terutama IPK. “Kami ucapkan terima kasih kepada UIN Maliki Malang karena telah menjalin kerja sama yang baik dengan kami, kedepan kami berharap kerjasama ini bisa terus meningkat. Bahkan tidak hanya beasiswa namun juga sarana dan prasarana yang menjadi kebutuhan, kami siap membantu untuk meningkatkan kerjasama BRI dan UIN Maliki Malang,” terangnya.
GEMA-Jam’iyah Dakwah wa al Fann al Islamy (JDFI) Pusat Mahad Al Jamiah (PMJ) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar Musabaqoh Funuun Islamiyah (MUFI) ke-5. Kompetisi seni Islami tingkat nasional ini diikuti oleh 246 kontingen dengan jumlah 873 peserta. Secara resmi acar dibuka di Home Theatre Fakultas Humaniora. Direktur PMJ Dr. Ahmad Muzakki memberi sambutan pembuka di hadapan seluruh peserta, pengasuh, dan pengurus PMJ. Ia menekankan, selain berkompetisi, pihaknya ingin agar MUFI menjadi ajang silaturahim tahunan. Dengan tujuan mulia tersebut, makan persaingan sehat akan tercapai. “Karena kita di sini tidak hanya bersaing, tapi juga berbagi ilmu tentang seni untuk meningkatkan prestasi,” imbuhnya. Muzakki melanjutkan, MUFI rutin diadakan setiap tahunnya dengan membawa misi pelestarian warisan leluhur. Seluruh kategori lomba yang diadakan menjadi wujud dijaganya kearifan lokal di nusantara. “Di sini kita buktikan kalau seni bisa jadi sarana dakwah Islam yang baik di Indonesia,” tegasnya. (kh/nd)
Deretan sejarah UIN Maulana Malik Ibrahim untuk menyambut APT Tahun 2019, Kamis (15/3).
GEMA-Pemandangan baru tersaji di lantai Gedung Rektorrat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sejak Selasa (12/3). Jajaran foto berukuran besar terpajang sepanjang ruang lobi. Persiapan ini adalah untuk menyambut kedatangan asesor yang akan melakukan asesmen lapangan di UIN Maulana Malik Ibrahim, Kamis (15/3). Foto yang berjajar rapi ini menyajikan kejadian-kejadian penting yang telah berlangsung selama perjalanan panjang UIN Malang. Perguruan tinggi Islam di Malang ini menyiapkan napak tilas tersebut dalam bentuk poster yang dibingkai dan dirangkai dengan rapi sepanjang Gedung Rektorat Lt. 1. Kampus yang bertransformasi menjadi UIN di tahun 2009 ini memiliki sejarah prestasi yang sangat membanggakan. Tidak hanya dalam segi pengembangan akademis namun juga non akademis bagi mahasiswanya. Tak heran jika setiap tahunnya kampus ini menorehkan beragam jenis penghargaan baik dari dosen, mahasiswa, ataupun tenaga kependidikannya. Terlebih dengan semboyan Ulul Albabnya, kampus hijau berhasil mengintegrasikan kekuatan dzikir, fikir, dan amal sholeh dalam pembentukan karakter setiap mahasiswanya. Tentu hal tersebut juga berkat kerja keras dari seluruh sivitas akademis dari UIN Malang sendiri. Semoga rangkaian Akreditasi Perguruan Tinggi (APT) yang akan menentukan nasib kampus selama lima tahun ke depan ini dapat berjalan lancar dan mendapat hasil maksimal. (aqa/nhl)
Budi Nurani Ruchjana salah satu asesor dari Tim Asesmen Lapangan Akreditasi Perguruan Tingga saat meninjau langsung stand kaligrafi, Kamis (15/3).
GEMA-Bertepatan dengan agenda Asesmen Lapangan Reakreditasi Perguruan Tinggi, UIN Malang menyiapkan berbagai agenda untuk menyambut kedatangan tim Asesor, Kamis (15/3). Asosiasi Kaligrafi UIN Malang (Aferin), salah satu komunitas mahasiswa yang turut menyambut agenda ini dengan bangga untuk memamerkan hasil karya dari anggotanya di Gedung Rektorat Lt. 5 bersamaan dengan booth UIN Maliki Press. Komunitas kaligrafi yang menerapkan sistem sanad dalam pembelajarannya ini terbentuk sejak 2015. Mulanya, pengajar khot yang dimiliki oleh Aferin masih satu. Hal itu dikatakan Rini Yulia Maulida sala satu inisiator terbentuknya komunitas Aferin pada tim Gema. Mahasiswi Teknik Arsitektur tersebut berharap agar ke depannya dapat menghasilkan para anggota juga dapat medapatkan ijazah resmi yang dapat digunakan sebagai lisensi untuk mengajar khot. Prestasi yang ditorehkan Aferin sudah tidak bisa diragukan kembali, karenanya perkumpulan mahasiswa pecinta seni kaligrafi ini juga pernah menggelar pameran khot di Dubai. Tidak hanya itu, awal tahun 2019 dua anggota Aferin berhasil meraih penghargaan kejuaran kategori Khot Diwani dan Khot Riq’ah di Singapura. “Untuk semua saja yang sedang atau ingin menekuni bidang seni kaligrafi, saya harap dapat memiliki kesabaran tingkat tinggi dalam setiap proses pembelajarannya,” pesan mahasiswi lulusan Sekolah Kaligrafi Al Quran (SAKAL) Jombang ini. (aqa/nhl)
GEMA-Dosen dan karyawan UIN Malang yang telah membayar pajak penghasilan wajib melapor dengan cara mengisi Surat Pemberitahuan Tahunan (SPT). Tax Center Fakultas Ekonomi (FE) membuka jasa pelayanan isi bareng SPT untuk PPh 21 tahun 2018. Acara tahunan ini terselenggara di Laboratorium Statistik FE, Rabu-Kamis (13-14/3). Ketua Pelaksana Sulis Rochayatun mengatakan tahun ini waktu pengisian dipersingkat menjadi dua hari agar Wajib Pajak tidak menunda seperti tahun sebelumnya. “Seperti yang kami prediksi, hari pertama jumlah Wajib Pajak (WP) membeludak dibanding hari kedua,” jelasnya. Pasalnya jumlah WP yang datang di hari pertama mencapai 400 lebih, sedangkan hari kedua hanya sekitar 50 orang. Kendala yang banyak terjadi saat pengisian SPT adalah WP lupa password untuk masuk ke akun pengisian e-filing di laman DJP online. Mahasiswa yang bertugas melayani dan WP memandu mereka untuk masuk ke e-mail yang digunakan untuk mendaftar e-filing. “Sebelumnya harus memasukkan kode e-fin terlebih dahulu, baru kita buka e-mail,” jelas Zulasfi, salah satu relawan Tax Center. Setelah itu, akan ada kotak masuk yang menuntun WP untuk mengganti password akun. “Sebaiknya password akun DJP disamakan dengan password e-mail, agar tidak lupa,” tegas Sulis. Tidak sedikit juga WP yang lupa kode e-fin, e-mail, dan password. “Kalau sudah begini, WP harus mengurus langsung ke kantor DJP,” pungkas pembina Tax Center tersebut. (ir/nd)
GEMA-Komunitas mahasiswa di UIN Malang selalu berkembang. Tak hanya yang tergabung dalam OMIK yang biasa disebut Unit Kegiatan Mahasiswa, namun ada juga yang bernaung dalam fakultas maupun jurusan. Seperti El-Farabi yang ada dalam asuhan Fakultas Humaniora. Meski tergolong baru, komunitas musik tersebut sudah kerap kali diundang dalam beberapa acara. Dibentuk pada awal 2018, anggota komunitas ini tergolong rutin latihan setiap minggunya. Beberapa mahasiswa tentu sudah tidak asing dengan alunan-alunan musik yang sering terdengar di gedung Fakultas Humaniora. Menurut Dr. Siti Masitoh, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, anggota El-Farabi sudah sering mendapat undangan untuk perform. “Untuk saat ini masih di Kotamadya dan Kabupaten Malang,” imbuhnya. Untuk mengenalkan komunitas ini pada khalayak, Masitoh menyatakan akan mengadakan acara rilis. “Kami rencanakan pada 19 Maret ini,” ujarnya berbagi informasi. Dalam acara launching tersebut, panitia mengemasnya dalam Apresiasi Seni dan Budaya. Kegiatan tersebut, lanjutnya, juga sekaligus meramaikan Hari Musik Nasional yang diperingati di Bulan Maret, tepatnya setiap 9 Maret. Tak hanya diisi dengan performance anggota El-Farabi, beberapa dosen Fakultas Humaniora juga akan turut serta mempersembahkan tarian, vokal, dan deklamasi puisi. (nd)
GEMA-Sesi akhir asesmen lapangan, seluruh asesor Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi (BAN-PT) beserta jajaran pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan (tendik) UIN Malang berkumpul di Ruang Senat Rektorat Lt. 4, Kamis (14/3). Dalam kesempatan itu, para asesor menyampaikan hasil wawancara dengan dosen, tendik, mahasiswa, alumni, serta pengguna jasa. Dimulai dengan Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D. yang menyimpulkan hasil wawancara dengan mahasiswa dan alumni UIN Malang. Ada beberapa hal yang menjadi sorotan alumni. Utamanya terkait fisik UIN Malang yang semakin hari semakin megah dibanding beberapa tahun sebelumnya. Alumni pun, menurut Prof. Marwan, memberikan saran untuk dicatat pihak kampus. Mereka ingin agar pihak UIN Malang, terkhusus para dosen, agar lebih melebarkan sayap keilmuannya. “Keilmuan dosen tidak bisa diragukan lagi, cuma dirasa kurang speak up ke luar kampus atau bahkan di kancah nasional,” jelasnya. Selanjutnya, Prof. Dr. Budi Nurani R., M.Si. menyampaikan garis besar informasi yang didapat ketika berdiskusi dengan dosen, tendik, dan pengguna jasa. Beberapa catatan disampaikan oleh dosen dan tendik terkait hal yang dapat memotivasi kinerja dan keilmuan. “Mereka ingin ada sebuah bentuk penghargaan yang dapat dijadikan motivasi untuk berkembang lagi,” tutur wanita berkacamata tersebut. Sementara itu, dari sisi pengguna jasa lulusan UIN Malang, Prof. Budi menyoroti beberapa hal yang cukup unik. “Seluruh pengguna jasa menyatakan bahwa lulusan UIN Malang memang cukup menonjol khususnya dalam perilaku,” ia melanjutkan, “Bahkan mereka jadi penggerak di lingkungan kerjanya untuk mengadakan kegiatan religius.” Sebelum mengakhiri sesi, Rektor UIN Malang Prof. Dr. Abdul Haris, M.Ag. menyampaikan apresiasi atas kunjungan keempat asesor yang ditunjuk BAN-PT. Ia berharap, agar momen asesmen ini menjadi bahan evaluasi bagi institusinya agar semakin berkembang dan membangun imej positif. Ia pun tak lupa mendeklamasikan syair yang ia buat hari itu yang ditujukan khusus untuk keempat asesor. Selama sehari, keempat asesor yang diutus BAN-PT melakukan tugasnya dalam tahapan asesmen lapangan. Tahapan ini adalah tahap kedua dari rangkaian reakreditasi universitas yang diajukan UIN Malang. Untuk kepentingan tersebut, pihak kampus memajang pameran UIN Malang dari masa ke masa di lt. 1 Gedung Rektorat. Selain itu, di lt. 4, setiap fakultas memajang produknya di stan yang dipersiapkan panitia. Sedangkan di lt. 5, beberapa karya kaligrafi juga terpampang. UIN Maliki Press juga nampak membangun stan untuk memajang buku-buku terbitan sivitas akademik UIN Malang. (nd)
GEMA-Dalam salah satu sesi audiensi saat asesmen lapangan, Prof. Marwan Asri, M.B.A., Ph.D. memeriksa Road Map Pembangunan UIN Malang 2005-2030, Kamis (14/3). Menilik kelima tahapan yang tertera, UIN Malang pada 2019 ini berada di tahap tiga, yakni regional recognition and reputation. Pada tahap ketiga tersebut, UIN Malang menarget pembangunan imej di skala regional dari 2016 hingga 2020. Faktanya, menurut data yang terkumpul, UIN Malang bahkan sudah mulai menjajaki tahap keempat. Yaitu tahap international recognition and reputation. “Ini berarti UIN Malang sudah bisa dikatakan melangkah ke tahap yang lebih tinggi dibanding targetnya. Itu tentu pencapaian yang bagus,” pujinya disambut tepuk tangan hadirin di Aula Rektorat Lt. 5. Fakta ini didasarkan pada data statistik penerimaan mahasiswa asing yang tidak hanya berasal dari skala Benua Asia. “Dari 29 asal negara mahasiswa asing ini, bahkan sudah sampai ke Benua Afrika. Ini berarti sudah bukan sekadar skala regional lagi,” tambah Prof. Marwan. Ditambah lagi, menurut data yang didapatkan oleh tim asesor, UIN Malang rutin menerima students exchange. Juga, menjadi tuan rumah bagi mahasiswa dari Benua Australia yang mengikuti In-Country Program di Fakultas Humaniora yang fokus pada pembelajaran bahasa dan budaya Indonesia. Prestasi ini, tentu menjadi poin plus bagi UIN Malang. Kampus di Jalan Gajayana ini selalu giat berbenah dan mengembangkan setiap aspek di lingkungannya. Hasil akreditasi yang memuaskan tentu sangat diharapkan seluruh sivitas akademik UIN Malang agar bisa menuju tahapan menuju World Class University. (nd)