GEMA-Hari ini, Workshop Tata Kelola Jurnal yang diinisiasi Jurnal Ulul Albab sampai pada hari ketiga, Jumat (5/10). Pelatihan yang dilakukan selama tiga hari ini dilaksanakan di Rumah Jurnal Perpustakaan UIN Maliki Malang. Sebagai akhir pelatihan, Prof. Al Makin ditunjuk untuk memberikan materi pamungkas.
“Untuk menulis jurnal tidak perlu orang cerdas!” tegas lulusan McGill University Canada ini. Menurutnya, seorang penulis jurnal tidak membutuhkan kecerdasan. Syarat untuk menulis jurnal ada tiga. Ketiga hal inilah yang menjadi dasar bagi seorang penulis sekaligus ilmuan. Tiga syarat ini adalah sabar, ikhlas, dan tawakkal. “Berbekal tiga hal inilah yang akan menjadikan penulis hebat,” tutur lulusan Ph.D Universitat Heidelberg German ini.
“Menulis jurnal memiliki dua hal penting, riset dan literatur,” lanjutnya. Sayangnya, dalam jurnal yang telah terakreditasi Sinta, kedua hal ini kurang diperhatikan. Riset dapat berupa kajian perpustakaan, manuskrip, arkeologi, lapangan, atau berupa dokumen. Begitu pula literatur, literatur terbagi menjadi dua, primer dan sekunder. Literatur primer berseumber dari data penelitian. Sedangkan literatur sekunder berasal dari jurnal dan buku ter-update. (nhl)
GEMA-Workshop Tata Kelola Jurnal dilanjutkan dengan assessment tata kelola jurnal. Materi yang akan mendampingi setiap jurnal untuk melakukan perbaikan ini akan diisi oleh Khoirul Hidayah. Editor in Chief Jurnal Ulul Albab UIN Malang ini akan mengawali materi pada hari kedua ini, Kamis (4/10).
“Konsistensi pengelola adalah hal utama untuk mengajukan akreditasi,” terang Khoirul. Dosen Fakultas Syariah ini menegaskan bahwa konsistensi pengelola dalam menyajikan jurnalnya perlu diperhatikan. Konsistensi ini meliputi banyak aspek, seperti jenis font, ukuran font, pilihan layout dan template. Sehingga setiap jurnal yang akan dipublikasikan memiliki sebuah standar baku yang seragam. Pengelola diharapkan untuk dapat mematuhi aturan ini saat menerima naskah. Akhirnya, setiap jurnal yang diterbitkan akan sesuai dan seragamtidak berubah-ubah.
“Terdapat sebuah kasus menarik, bahwa pernah ada seorang author yang mengirimkan naskahnya ke beberapa jurnal,” jelasnya mencontohkan. Di sela materinya, Wakil Dekan 2 Fakultas Syariah ini memberikan contoh nyata. Jika terdapat masalah seperti ini, maka konsistensi pengelola dalam melakukan review perlu ditingkatkan. “Jika pengelola telah konsisten dengan tata kelolanya, masalah demikian dapat dihindari,” terang penulis yang telah ber-ID Scopus ini. (nhl)
GEMA-Workshop tata kelola jurnal berlanjut pada sesi dua. Pelatihan yang diinisiasi oleh Jurnal Ulul Albab berlangsung selama tiga hari, Rabu-Jumat (3-5/10). Setelah materi pertama tentang Tata Kelola Jurnal, materi kedua adalah tips untuk menuju jurnal internasional. Muhammad Nida’ Fadlan dipercaya untuk mengisi materi ini.
“Azyumardi Azra merupakan pendiri dari Jurnal Studia Islamika,” buka Nida’ bercerita. Asisten Editor Studia Islamika ini mengawali materinya dengan sejarah berdirinya jurnal terindeks Scopus ini. Jurnal ini diawali dengan sebuah semangat dan niat yang spesifik. Azyumardi mendirikan jurnal ini sepulang dari pendidikan Amerika. Pasalnya, akademisi muslim asal Indonesia ini tidak menemukan satu pun referensi kajian Islam Indonesia kala itu. “Kita ingin mempromosikan khazanah Islam di nusantara indonesia dan asia tenggara,” jelasnya.
Menurut Nida’, terdapat lima hal penting yang harus diperhatikan. “Untuk menuju jurnal terindeks Scopus diperlukan setidaknya lima hal,” terang lulusan Master of Philology di Universitas Indonesia. Lima hal tersebut meliputi journal policy, quality of articles content, journal and the editors standing, publishing regularity, dan online availability. “Akhirnya dengan adanya Jurnal Studi Islamika ini dapat mempromosikan Islam Nusantara ke kancah dunia,” tegasnya. (nhl)
GEMA-Jurnal Ulul Albab dan El Harakah menyelenggarakan workshop tata kelola jurnal, Rabu (3/10). Kedua jurnal UIN Malang ini menyiapkan rangkaian agar jurnal dapat terindek scopus. Selain itu, gawe yang melibatkan pengelola jurnal nasional ini juga akan mengagendakan clinic of academic writing.
Acara ini dibuka langsung oleh Tutik Hamidah Ketua LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim. Dalam sambutannya, Tutik menyampaikan tentang permasalahan tentang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tri Dharma yang mencakup tiga hal penting dalam perguruan tinggi ini menjadi bermasalah. Menurutnya, dari pengajaran dan penelitian, pengabdian adalah bagian yang belum terjamah dengan maksimal. “Seharusnya, peran jurnal tidak hanya berhenti pada tataran penelitian tapi juga pada aspek pengabdian masyarakat,” ujarnya. Sehingga tiga aspek Tri Dharma dalam jurnal ini akan saling memperkaya satu sama lain.
Dalam acara yang diselenggarakan di Rumah Jurnal UIN Maulana Malik Ibrahim, Tutik juga memberikan harapannya. “Dengan diselenggarakan workshop ini dapat meningkatkan kualitas jurnal masing-masing,” tambah dosen Fakultas Syariah ini. Sehingga Tri Dharma Perhuruan Tingga dapat saling memperkuat antara satu sama lain. (nhl)
Kami informasikan bahwa dokumentasi dan foto pengukuhan wisuda uin malang periode 3 tahun 2018 dapat di download di link berikut ini:
GEMA-Keluarga Besar Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP)melaksanakan agenda Serah Terima Jabatan Tahun 2017-2018.Sertijab ini dilaksanakan di Mini Hall Rumah Singgah Lt.3 Pascasarjana UIN Malang, Jumat (28/09).Rangkaian acara ini dihadiri oleh Dr.Syuhada’, Agung Sedayu reviewer Beasiswa LPDP, pengurus LPDP UIN Malang dan beberapa tamu undangan lainnya.
Seusai kepengurusan periode 2017-2018 kumpulanmahasiswapenerima beasiswa LPDP melaksanakan Serah Terima Jabatan kepada Pengurus Baru. Sertijab tersebut ditandai dengan tanda tangan berita acara penyerahan jabatan dari Ahmad Faiz Sholeh Lurah Lama kepada M. Ali Machrus Lurah Baru.
Dalam sambutannya, Ahmad Faiz Sholeh menuturkan, pergantian pengurus ini, semoga dapat menjadikan Keluarga Besar LPDP UIN Malang bertambah lebih baik.“Dapatmerealisasikan proker-prokernya, dan mampu bersinergi dengan kampus-kampus lain,” ujar mahasiswa MPBA ini.
Selanjutnya, Syuhada’ yang hadir mewakili Rektor UIN Malang juga turut menyampaikan harapannya. “Jadikan Beasiswa ini sebagai jembatan untuk mengabdikan diri kepada negeri atas ilmu yang telah didapatkan,” tutur Kaprodi S3 Pendidika Bahasa Arab ini. Baginya, niat yang kuat tidak menjadikan kekurangan sebagai penghalang.(syf/nhl)
GEMA-Materi workshop pelatihan jurnal dilanjutkan dengan materi tentang Tips Menulis Jurnal. Pelatihan sehari inimerupakan kerjasama antara UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dengan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Jumat (29/9). Pelatihan ini sampai pada materi terakhir yang diberikan oleh Ratno Lukito. Sesi yang sekaligus sebagai materi penutup ini berlangsung hangat. Materi yang diselingi dengan goyonan menambah rileks suasana pelatihan.
Guru Besar Ilmu Hukum UIN Sunan Kalijaga ini mengulas unsur-unsur pokok dalam sebuah jurnal. “Terdapat lima hal penting yang harus diperhatikan,” jelas Prof. Ratno. Guru Besar yang telah menulis diberbagai jurnal internasional ini menyebutnya sebagai Pancasila Jurnal. Kelima hal pokok inilah yang menjadikan jurnal berbeda dengan karya tulis lainnya, seperti skripsi ataupun tesis.
Poin pertama adalah background discourse.Poin ini merupakan latar ilmiah dari topik riset yang akan dikemukakan. Kedua, research question yang akan meng-guide arah dari sebuah riset. Selanjutnya adalah theoritical framework, resource overview, dan yang terakhir adalah method of study. “Jika pancasila jurnal ini diperhatikan dengan baik maka akan didapatkan jurnal yang berkualitas” jelasnya. (nhl)