GEMA-Keluarga Besar Mahasiswa Bidikmisi (KBMB) menyelenggarakan agenda sambut mahasiswa baru bidikmisi di Ged. Rektorat Lantai 5 UIN Malang, (15/9). Taaruf Mahasiswa Bidikmisi ini merupakan agenda sosialisasi kepada 183 mahasiswa baru dari berbagai jurusan yang dibina oleh kemahasiswaan dan di hadiri oleh Prof.Abdul Haris,M.Ag selaku Rektor UIN Malang, Gus Isyroqunnajah (Wakil Rektor 3), Bagian Kemahasiswaan, Pembimbing KBMB, dan alumni KBMB. Dalam sambutannya Bp Prof Abd. Haris, M.Ag memotivasi para peserta. “Restasi tidak hanya diukur melalui nominal yang didapat, akan tetapi berprestasilah di segala bidang kehidupan kalian.” yang artinya memaksimalkan ilmu yang dimiliki agar bisa memberikan manfaat kepada masyarakat secara luas. “Saya berharap dengan adanya ta’aruf mahasiswa bidikmisi ini dapat membantu mahasiswa baru dalam menjalankan amanah yang akan diemban selama 8 semester, melalui proker yang telah disampaikan,” ujar M Gus Ahlu Naja KBMB semester 3 Jurusan PAI. Dika Frantiko Ketua Pelaksana Ta’aruf Mahasiswa Bidikmisi pun menuturkan, dan pula dengan ada agenda-agenda KBMB dapat menambah kerukunan dan komunikasi, sebab kita adalah satu keluarga. Seusai sambutan yang disampaikan oleh Pak Rektor di lanjutkan dengan pemotongan pita sebagai tanda simbiolik bahwa resmi dibukanya Pembukaan Ta’aruf Mahasiswa Bidikmisi. (syf)
GEMA-Unit Turots Fakultas Syariah UIN Maulana Malik Ibrahim Malang putuskan hasil rumusan permasalahan Hukum Keluarga dalam Hillul Masail Al Muashirah (HMM), Sabtu (15/9). Acara yang diadakan di halaqah mahad putra ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Syariah, Himpunan Alumni Mahad, dan dibuka untuk umum. Acara rutin bulanan Unit Turost kali ini membahas tentang suatu kejadian nyata yang dialami oleh subyek Hukum Keluarga di daerah Aceh. Seorang dokter sebagai istri memiliki empat anak, suatu ketika istri selingkuh dengan laki-laki. Suami dari istri tersebut mengucapkan kalimat talak Thollaktuki sebanyak tiga kali. Kemudian istri tadi menikah sirri dengan selingkuhanya. Agar pernikahan sirri dapat diakui oleh negara ia meminta cerai dari suami sahnya di pengadilan. Tetapi suaminya tidak menghendaki perceraian tersebut. Akhirnya hakim pengadilan menjatuhkan talak raj’i terhadap keduanya. Selesai putusan persidangan oleh hakim suami sah tersebut menyetubuhi istrinya. Maskipun ia telah mengucapkan talak ba’in terhadap istrinya. Setelah dimusyawarahkan dan dirumuskan masalah dari kejadian ini, perumus dan musohih yaitu Ahmad Izzuddin, M.HI dan Ahmad Samthon, M.HI. terdapat tiga point dalam perumusan masalah ini yaitu, pertama talak yang terjadi pada istri adalah talak ba’in karena hakim tidak dapat menjatuhkan talak raj’i jika suami sudah menjatuhkan talak ba’in terhadap istrinya. Kedua, jika talak sudah jatuh secara syar’i dan masa tunggunya sudah habis, maka nikah sirrinya dihukumi sah secara agama. Dengan syarat nikah sirrinya sesuai dengan syarat dan rukun yang sudah ditetapkan agama. Ketiga, perbuatan suami dalam menyetubuhi istrinya termasuk perzinahan karena suami telah menjatuhkan talak ba’in dan istri belum bercerai degan istri barunya. Perumus menambahkan solusi melihat kasus seperti ini sering terjadi dalam Pengadilan Agama. Hakim harus mengklarifikasi lebih dalam saat proses persidangan.(ofi)
GEMA-Sukarabic Festival, yang diadakan oleh Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta, Senin-Rabu (9-12/9). Festival tingkat nasional ini diikuti oleh seluruh Universitas di Indonesia, bahkan tahun ini Universitas Sains Islam Malasysia USIM turut menjadi peserta. Termasuk delegasi dari UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Acara yang diadakan oleh Himpunan Jurusan Bahasa dan Sastra Arab UIN Sunan Kalijaga ini meliputi banyak bidang lomba. Seperti Pidato Bahasa Arab, Esai Bahasa Arab, Debat Bahasa Arab, Puisi Bahasa Arab, MQK Alfiyah Ibnu Malik dan perlombaan yang berkaitan dengan seni seperti Kaligrafi, Eksebisi Nadzm Alfiyah dan Ghina Arabi atau Pop Arab. Kegiatan festival ini diadakan selama empat hari lamanya. Juara umum Festival Sukarabic tahun ini berhasil direbut oleh Mahasiswa UIN Maliki. Dengan perolehan juara sebagai berikut. Juara 1 Khitobah oleh Hasna’i masruhani, Juara 3 Khitobah oleh Siti Khafidhotus Sa’baniyah, kedua mahasiswa tersebut perwakilan dari Al-Kindy Pendidikan Bahasa Arab. Juara 1 Ghina Arabi oleh Hadi Asrori perwakilan dari UKM Seni Religius. Perwakilan dari El-Jidal Bahasa dan Sastra, menjadi Afdholul Mutanadzir oleh Aad Nur Sayyidus Suhur Baking dan Mar’atun Nailur Rif’ah. Perolehan hasil menjadi juara umum bukan hal yang mudah, perlu persiapan yang matang dan mentalitas tinggi. “Menjadi pribadi yang dapat memberikan manfaat dan selalu memberikan hal terbaik untuk kampus Maliki.” Harapan Hadi Asrori, Juara 1 Ghina Arabi di Sukarabic Festival.(ofi)
GEMA-Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M), mengadakan seminar international di Aula Fakultas Humaniora Lt.3, Jumat (14/9). LP2M mengundang tamu istimewa yakni, Dr. Shirley Ann Baker Alliant International University, USA dan Dr. Dorothee Schulze University of Cologne German sebagai narasumber. Acara ini diikuti oleh 20 delegasi mahasiswa reguler atau International Class Program (ICP) dari setiap fakultas. Shirley menjelaskan bahwa terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan mahasiswa yang ingin kuliah di luar negeri. Hal pertama yang harus didahulukan adalah kesuksesan akademis, seperti aktif dalam perkuliahan, bekerja dengan kelompok, dan memiliki komunikasi baik dengan Dosen dan Profesor. Hal yang tidak kalah penting juga paparnya adalah pengalaman pribadi. Menurut doktor lulusan Amerika ini, penglaman adalah hal yang mahal. Seperti bersosialisasi dengan penduduk asing, berlibur ke tempat bersejarah, dan memahami adat kebiasaan warga negara asing. “Keseimbangan menjadi hal utama melihat tujuan ke luar negeri adalah untuk belajar.” Tegasnya dalam seminar tersebut. Kesempatan juga menjadi hal yang tidak boleh ditingglakan di luar negeri, seperti meningkatkan kemampuan dalam berbahasa, penelitian, dan membentuk jaringan untuk ke depanya. Mahasiswa harus dapat memaksimalkan tiga hal untuk dapat meraih kesuksesan. Tiga hal tersebut adalah science, knowledge, dan experiences.(ofi)
GEMA-Pembekalan mekanisme dan pemasaran jadwal program baca kitab dan tahfidz bagi mahasiswa Fakultas Syariah dilangsungkan di Ged. D Lt. 2, Minggu (16/9). Kegiatan khusus bagi Fakultas Syariah ini, dibuka langsung oleh Ketua Unit Turots dan Tahfidz Fakultas Syariah Ustadz Abdul Rozaq. Pembekalan yang disampaikan oleh Ustadz Muhammad itu memiliki misi untuk mencetak lulusan Fakultas Syariah menjadi seorang yang ahli dalam membaca kitab ataupun ahli dalam menghafal al-Qur’an. Program Fakultas yang bekerja sama dengan PKPBA dalam tenaga pengajarnya ini menggunakan model pembelajaran bertingkat. Terdapat level tertentu yang ditetapkan oleh pihak penyelenggara. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat memberikan keefektifan dalam setiap pertemuannya. Mulai dari level satu yang mempelajari ilmu ilmu dasar seperti nahwu shorof, Kemudian di level 2, pembelajaran mulai dipusatkan kepada kitab dari masing masing jurusan. Untuk Syariah adalah Hidayatul Mujtahid, sedangkan untuk IAT menggunakan Tafsir Jalalain. Kedua level ini masih menggunakan model Passive learning. Karenanya, dosen masih menjadi pusat dari kegiatan pembelajaran. Sedangkan untuk level 3, metode yang diguunakan ialah active learning. Pada tingkatan ini, mahasiswa dituntut untuk menjadi pemeran utama dalam pembelajaran. Fungsi dosen terbatas sebagai korektor saja. “Memang kami sengaja membedakan pada level 3, dikarenakan adanya harapan penuh terhadap mereka agar selain mengikuti pembelajaran dikelas, mahasiswa juga turut berpartisipasi dalam perlombaan,” Ungkap salah satu dosen pengajar yang enggan disebut namanya itu. (aqa)
MALIKI FESTIVAL adalah bentuk promosi 16 UKM yang ada di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang yang dikemas dalam sebuat kegiatan festival dalam rangka memperkenalkan UKM dan menarik minat bakat dari setiap mahasiswa.
PENJELASAN: Juniardi menjelaskan Augmented Reality kepada pengunjung di stan UIN Malang
GEMA-Fakultas Sains dan Teknologi tak pernah absen menjadi peserta pameran pendidikan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2018. Bertempat di kampus IAIN Datokarama, Kota Palu, Sulawesi Tengah, perwakilan Fakultas Saintek kembali mempresentasikan karyanya kepada pengunjung (17-20/9). Perwakilan tim robotika, Juniardi Nur Fadila membawa mesin pencetak tiga dimensi, drone rakitan, juga Augmented Reality. Tim Jurusan Fisika, Aulia, membawa lidah elektronik, sedangkan tim Jurusan Biologi, Safira, membawa Oshibana (kreasi bunga kering), minuman dari bunga, dan lainnya. Para pengunjung tak hanya sekadar melihat karya-karya yang dipamerkan, namun juga meminta tim Saintek untuk menjelaskan karya yang terbilang baru tersebut. Seorang pengunjung bahkan rela menunggu hasil cetakan tiga dimensi. “Mumpung bisa lihat prosesnya langsung, kalau tidak ada pameran begini, tidak mungkin bisa lihat,” tuturnya. Tak hanya meladeni pengunjung kalangan mahasiswa, Juniardi bahkan menjelaskan karya komunitasnya ke siswa sekolah dasar yang berkunjung untuk studi lapangan pelajaran Bahasa Inggris. “If you shoot this picture, there is an explanation about it automatically,” jelasnya. (nd)
PAMERAN: Tim UIN Press sibuk melayani rombongan mahasiswa IAIN Palu yang memburu referensi di stan UIN Malang di AICIS 2018
GEMA-Pameran pendidikan Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS) 2018 diadakan di Kota Palu, Propinsi Sulawesi Tengah. Tim UIN Malang juga turut berpartisipasi membuka stan yang bertempat di IAIN Datokarama, Palu (17-20/9). Selain karya mahasiswa, buku-buku terbitan UIN Press masih menjadi salah satu daya tarik stan Kampus Ulul Albab. Menurut pantauan Gema, sebelum stan benar-benar siap, sudah banyak pengunjung yang berkerumun untuk melihat buku-buku yang tengah ditata. Tim UIN Press pun mulai mempromosikan buku-buku dengan beragam tema tersebut. Tak sampai sejam, sudah puluhan buku yang terjual. Muhammad Karim, staf UIN Press, menyatakan, khusus untuk pameran AICIS 2018, pihaknya memberi diskon untuk seluruh buku. Diskonnya pun tak tanggung-tanggung, hingga 50%. “Untuk mahasiswa IAIN Palu, saya kasih diskon yang lebih banyak lagi karena mereka butuh untuk referensi kuliah,” promonya. Di antara sekian banyak mahasiswa yang berkunjung, tampak pula mahasiswa baru IAIN Kota Palu yang membeli buku sesuai jurusannya. “Saya mahasiswa baru Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, jadi saya butuh buku-buku untuk memperdalam kemampuan berbahasa Arab,” tutur Ramlan. Sore hari, sebelum stan UIN Malang ditutup, tersisa sekitar 40 eksemplar buku yang akan dijual lagi keesokan harinya. (nd)