MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang periode 2021–2025 menggelar kegiatan “Pisah Kenang” dengan melakukan kunjungan edukatif dan kebudayaan ke sejumlah destinasi bersejarah di Yogyakarta dan Solo, pada 19 hingga 21 Juli 2025. Agenda ini menjadi penutup masa kepengurusan sekaligus ajang mempererat solidaritas antaranggota DWP sebelum berganti estafet kepemimpinan. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh pengurus DWP UIN Maliki Malang. Mereka mengunjungi beberapa lokasi ikonik seperti Keraton Surakarta dan destinasi edukatif lain di Solo yang menyimpan nilai sejarah, seni, dan budaya. Menurut Ketua DWP UIN Maliki Malang, Dra. Hj. Shofiyah Zainuddin, rihlah ini merupakan bentuk penghargaan atas kebersamaan yang telah terjalin selama empat tahun terakhir, sekaligus momen menyambut kepengurusan baru yang akan datang. “Saya berharap nanti setelah kepengurusan saya saat ini, bisa dilanjutkan oleh ketua DWP yang mampu menjadi jembatan bagi kesinambungan program ke depan. Terlebih, untuk ibu-ibu yang lainnya agar tetap terus memberikan dukungan kepada ketua DWP terbaru,” ujar Ibu Shofiyah saat diwawancarai di sela-sela kegiatan. Ia juga menambahkan bahwa rihlah ini tidak sekadar kegiatan rekreatif, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam membangun rasa kebersamaan dan kekompakan antaranggota. “Rihlah ini harapannya bisa menumbuhkan rasa kekeluargaan, kekompakan, terlebih juga terkait semangat untuk terus saling mendukung,” tambahnya. Selama tiga hari berturut-turut, rombongan pengurus DWP melakukan kunjungan ke berbagai tempat edukatif dan bersejarah. Di Solo, mereka mengunjungi Keraton Surakarta sebagai simbol budaya Jawa dan pusat pemerintahan Kesultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. Selain itu, mereka juga menyambangi Taman Sari, bekas taman kerajaan yang menyimpan jejak kejayaan arsitektur dan fungsi sosial budaya di masa lalu. Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Yogyakarta, di mana rombongan DWP UIN Maliki mengunjungi kawasan batik Laweyan serta museum-museum edukatif yang memperkenalkan warisan budaya lokal. Tak hanya menikmati wisata sejarah, para peserta juga diajak untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan dan kontribusi perempuan dalam membangun pendidikan, keluarga, dan masyarakat. Hal ini sejalan dengan visi Dharma Wanita sebagai mitra strategis dalam mendukung pengembangan kualitas SDM, khususnya di lingkungan UIN Maliki Malang. Dharma Wanita Persatuan merupakan organisasi yang menghimpun istri-istri pegawai ASN, dosen, dan tenaga kependidikan. Peran DWP tidak hanya terbatas pada kegiatan sosial, tetapi juga sebagai bagian dari penguatan karakter dan kesejahteraan keluarga akademik. Melalui kegiatan seperti ini, DWP ingin menegaskan pentingnya regenerasi perempuan aktif yang memiliki semangat belajar, kepedulian sosial, serta kemauan berorganisasi secara kolektif. Harapannya, kepengurusan DWP ke depan dapat meneruskan legacy organisasi dengan inovasi dan semangat yang terus menyala. Kegiatan rihlah ini disambut antusias oleh seluruh anggota. Mereka mengungkapkan rasa bahagia bisa menjalin relasi lebih erat dengan sesama anggota, sembari mendapatkan pengetahuan baru dari lokasi-lokasi bersejarah yang dikunjungi. Bagi banyak peserta, kunjungan ini bukan hanya menambah wawasan sejarah, tetapi juga menjadi momen untuk mempererat rasa solidaritas yang selama ini tumbuh dalam kegiatan-kegiatan DWP. Pisah kenang yang dikemas dalam bentuk kunjungan edukatif ini bukan sekadar perpisahan, melainkan titik tolak baru untuk membangun semangat regenerasi dan kesinambungan dalam organisasi. Dengan semangat kebersamaan, harapannya, kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi nyata DWP UIN Maliki Malang dalam mendukung peran perempuan dalam ranah sosial, edukatif, dan kebudayaan secara luas. (nf/*)
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Wisuda ke-87 Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang menjadi momen tak terlupakan bagi ratusan wisudawan. Betapa tidak, pasangan artis papan atas Indonesia, Anang Hermansyah dan Ashanty, hadir langsung di tengah-tengah kemeriahan prosesi yang digelar penuh khidmat namun tetap hangat pada Sabtu (19/7/2025).
Kehadiran mereka sontak membuat suasana auditorium pecah oleh riuh tepuk tangan dan sorak sorai. Namun bukan sekadar hadir, Anang juga membawa kabar mengejutkan, ia menyatakan kesediaannya untuk menjadi Ambassador UIN Malang.
"Saya datang ke sini karena ajakan Abah Arum Sabil—ayah mertua saya—yang juga Dewan Pengawas BLU UIN Malang. Beliau ingin saya turut menggaungkan nama besar UIN Maliki ke penjuru Indonesia," ujar Anang blak-blakan di hadapan para wisudawan.
Lebih dari itu, Anang juga menitipkan pesan khusus kepada para lulusan, baik sarjana maupun pascasarjana, agar langsung berkiprah di masyarakat sesuai bidang keilmuan masing-masing. Ia menyinggung betapa pentingnya peran generasi intelektual di era yang sudah bersentuhan erat dengan kecerdasan buatan (AI).
"Kita sudah mulai bercengkerama dengan AI. Betapa hebatnya zaman sekarang. Para cendekiawan seperti kalian harus menyambutnya dengan keunggulan berpikir dan ilmu pengetahuan," pesannya penuh semangat.
Tak tanggung-tanggung, Anang juga membuka diri untuk menjadi tempat konsultasi bagi siapa pun yang ingin berkarya, terutama di dunia kreatif dan hiburan.
"Menjadi superstar itu bisa untuk siapa saja. Yang penting ada niat kuat. Saya siap membantu tanpa meminta bayaran sepeser pun, karena saya ingin jadi bagian dari keluarga besar UIN Maliki Malang," tegasnya, disambut tepuk tangan meriah.
Sementara itu, Ashanty yang tampil anggun mendampingi suaminya, juga tak ketinggalan memberi semangat. Ia mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan secara spontan mengajak ratusan peserta wisuda untuk bernyanyi bersama dua lagu penuh keceriaan.
Suasana auditorium pun berubah menjadi hangat, emosional, dan meriah—menjadi kenangan indah bagi seluruh hadirin yang menyaksikan langsung momen spesial tersebut.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Suasana Wisuda ke-87 Periode III Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang berubah meriah dan penuh sorak sorai ketika dua artis papan atas Indonesia, Anang Hermansyah dan Ashanty, hadir langsung di tengah ribuan hadirin. Momen ini bukan hanya menjadi kejutan menyenangkan, tapi juga suntikan semangat bagi sekitar 800 wisudawan yang tengah merayakan puncak perjuangan akademiknya. Sabtu, 19 Juli 2025.
Tepat pukul 10.00 WIB, pasangan selebriti ini tiba di Kampus I UIN Malang, Jalan Gajayana No. 50. Kehadiran mereka disambut hangat oleh jajaran pimpinan kampus, di antaranya Wakil Rektor II Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si., Wakil Rektor IV Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag., serta Ketua DWP Dra. Hj. Shofiyah Zainuddin. Setelah ramah tamah di ruang Rektor, Anang dan Ashanty menuju Gedung Sport Center, tempat prosesi wisuda berlangsung.Ribuan mata langsung tertuju pada pasangan ini, disambut hangat oleh para wisudawan dan keluarga. Kehadiran mereka tidak sekadar tampil, tetapi juga memberikan motivasi dan inspirasi. Anang bahkan mengungkapkan kekagumannya terhadap pesatnya perkembangan UIN Malang, terutama pembangunan Kampus III yang berdiri megah di atas lahan seluas 120 hektar.
“Luar biasa! Saya sangat kagum melihat progres pembangunan UIN Malang. Gedung-gedungnya megah dan tertata rapi. Saya yakin UIN Malang akan menjadi kampus unggulan bertaraf internasional,” ujar Anang, penuh semangat.
Sementara itu, dalam laporan akademik yang disampaikan Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. Hj. Umi Sumbulah, M.Ag., terungkap bahwa total 800 lulusan diwisuda dalam momen istimewa ini, dengan rincian 658 lulusan Program Sarjana, 2 lulusan Program Profesi, 116 lulusan Program Magister, 24 lulusan Program Doktor.Menariknya, dominasi perempuan begitu nyata, dengan 64,6% lulusan adalah wisudawati (517 orang). Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan menjadi penyumbang lulusan terbanyak (204 orang), disusul Fakultas Syariah dan Fakultas Ekonomi.
Prestasi akademik para wisudawan pun tak kalah membanggakan. Dari Program Sarjana, 91,9% lulus dengan predikat cumlaude, dengan IPK rata-rata 3,74. Bahkan, tiga lulusan berhasil meraih IPK nyaris sempurna yaitu ananda Imam Syarifudin (Magister Al-Ahwal Al-Syakhsiyyah): IPK 4.00, Ahmad Muzakki (Doktor Studi Islam): IPK 4.00, Nanda Lia Roiya Maula (Sarjana Hukum Keluarga Islam): IPK 3.99Sebagian besar lulusan Sarjana menuntaskan studi dalam 8 semester, sementara Program Magister terbanyak dalam 4 semester. Program Doktor menunjukkan efektivitas studi dengan mayoritas menyelesaikan antara 6 hingga 8 semester.Dalam pidatonya, Prof. Umi menyampaikan bahwa momen wisuda yang bertepatan dengan bulan Muharam menjadi simbol harapan dan doa agar para lulusan menapaki masa depan yang berkah dan gemilang.“Bagi yang belum bekerja, semoga segera mendapat pekerjaan terbaik. Yang telah bekerja, teruslah mengabdi. Yang berwirausaha, semoga membuka lapangan kerja seluas-luasnya. Dan yang ingin studi lanjut, jangan ragu. Banyak beasiswa menanti, dan kami tentu bangga jika Anda kembali ke UIN Maliki,” tutur Prof. Umi dengan semangat.Ia menutup laporannya dengan ucapan selamat dan permohonan kepada Rektor untuk mewisuda secara resmi seluruh lulusan, menandai akhir perjalanan akademik mereka di kampus Ulul Albab ini.Tak hanya menghadirkan prestasi akademik, Wisuda ke-87 UIN Malang kali ini menjadi panggung inspiratif berkat hadirnya tokoh publik nasional seperti Anang dan Ashanty. Semangat, harapan, dan kemegahan berpadu, menciptakan atmosfer penuh kebanggaan.UIN Maulana Malik Ibrahim Malang kembali membuktikan diri sebagai kampus religius, unggul, dan berkelas dunia—tempat lahirnya generasi intelektual yang siap menerangi bangsa dan agama.Reporter: Tim Humas UIN Maliki Malang
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Sebanyak 38 kelompok Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Desa Cendono, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Pasuruan mendapat angin segar dalam pengembangan bisnis mereka. Tim Fakultas Ekonomi (FE) Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN) Malang hadir langsung memberikan pendampingan penyusunan profiling bisnis sebagai langkah strategis di era digital. (17/7/2025).
Kegiatan pendampingan ini merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat yang dikemas secara sistematis dan menyeluruh. Tujuannya jelas: meningkatkan daya saing UMKM lokal melalui pemahaman terhadap target pasar, tren industri, hingga strategi pengembangan produk. “Profil bisnis bukan sekadar dokumen, tetapi cerminan identitas dan kekuatan UMKM. Di era digital ini, keberadaan profil yang menarik dan informatif sangat menentukan arah pertumbuhan usaha,” tegas Dr. H. Misbahul Munir, Lc., M.E.I., Dekan Fakultas Ekonomi UIN Malang.
Tak hanya memberi pelatihan, momentum bersejarah ini juga ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Fakultas Ekonomi UIN Malang dan Pemerintah Desa Cendono. PKS ini ditandatangani langsung oleh Dr. Misbahul Munir dan Kepala Desa Cendono, Sanari. Kerja sama ini akan berlangsung selama tiga tahun dan melibatkan dosen, mahasiswa, UMKM binaan, hingga instansi pemerintah. Sri Andriani, SE, M.Si., selaku Koordinator Laboratorium Pengabdian Masyarakat Fakultas Ekonomi UIN Malang menegaskan, “Kami ingin Desa Cendono menjadi role model dalam pemberdayaan ekonomi lokal berbasis UMKM.”
Desa Cendono sendiri memiliki pesona alam luar biasa. Terletak di lereng Gunung Arjuno dengan udara sejuk dan panorama hijau yang memukau, desa ini memiliki potensi wisata dan produk lokal yang besar. Kini, dengan status sebagai desa binaan Fakultas Ekonomi UIN Malang, geliat ekonomi berbasis komunitas mulai tumbuh lebih strategis. Dua narasumber utama dalam pelatihan, Dr. Yuliati, M.SA. dan Dr. Esy Nur Aisyah, MM., mengajak peserta untuk aktif merancang profil bisnis yang efektif. Mereka menekankan bahwa profil yang baik tidak hanya memperkuat identitas dan kepercayaan konsumen, tetapi juga membuka pintu kolaborasi dan peluang pasar yang lebih luas.
Melalui kolaborasi ini, Fakultas Ekonomi UIN Malang menegaskan komitmennya dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Sinergi antara akademisi dan pelaku usaha akar rumput diharapkan mampu menciptakan transformasi nyata bagi UMKM desa. “Profil bisnis yang baik adalah awal dari pertumbuhan yang berkelanjutan,” pungkas Dr. Misbahul Munir.
HUMAS UIN MALANG — UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menerima kunjungan studi banding dari Tim Sahabat Kampus Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) pada Jumat (11/7), yang berlangsung di lantai 3 Gedung Rektorat.
Kegiatan ini menjadi ajang silaturahim sekaligus diskusi intensif seputar dunia media sosial, jurnalistik kampus, podcast, fotografi, hingga content creation. Rombongan dari UINSA disambut langsung oleh Ketua Humas UIN Malang, Bapak Fatkhul Ulum, S.Pd.I., beserta tim humas kampus.
"Selamat datang Tim Media Sosial Fakultas Adab dan Humaniora UINSA di kampus UIN Malang. Semoga pertemuan ini menjadi titik awal kolaborasi positif antar kedua institusi," ujar Pak Ulum dalam sambutan pembuka.
Sementara itu, Dr. Muhammad Khodafi, M.Si., selaku Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama UINSA, menyampaikan bahwa kunjungan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahim serta melaksanakan Forum Group Discussion (FGD) yang fokus pada pengembangan tim media kampus.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi, saling berbagi pengalaman serta strategi dalam pengelolaan media digital kampus. Di akhir acara, sesi tanya jawab menjadi momentum pertukaran ide dan inspirasi antarkedua tim.
Kegiatan ini tidak hanya memperkaya wawasan para peserta, namun juga membuka peluang sinergi di masa depan antar dua perguruan tinggi Islam negeri dalam bidang komunikasi dan media kreatif.
UIN MALANG-Sosialisasi Sertifikasi Halal bagi Usaha Mikro dan Kecil (UMK) digelar di Balai Desa Sidoluhur, Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang, Jumat (11/7). Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Kelompok Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dan Halal Center UIN Malang. Acara dimulai pukul 10.00 WIB dan disambut antusias oleh para pelaku usaha dari berbagai dusun di Desa Sidoluhur. Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan pemahaman tentang pentingnya sertifikasi halal dan mendampingi UMK dalam proses pengajuan sertifikasi melalui sistem digital SiHalal. Kegiatan dibuka secara resmi oleh perwakilan Pemerintah Desa Sidoluhur yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi mahasiswa KKM dan Halal Center UIN Malang dalam memberdayakan pelaku usaha lokal.
Dalam sesi pemaparan, Ahmad Ghanaim Fasya, M.Si, hadir sebagai narasumber utama dan menyampaikan materi terkait urgensi sertifikasi halal dalam meningkatkan daya saing produk. Ia juga menjelaskan kebijakan terbaru dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Materi kedua dibawakan oleh Evi Nurus Suroiyah, S.S., M.Pd., yang menekankan pentingnya kesadaran halal sebagai nilai tambah dalam membangun kepercayaan konsumen. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif, Evi berhasil membangun diskusi interaktif dengan peserta. Hadir pula para Youth Halal Agent yang memandu teknis proses pendaftaran sertifikasi halal secara digital, serta membantu pelaku usaha dalam membuat akun Nomor Induk Berusaha (NIB) dan akun SiHalal. Mereka juga mempersiapkan pelaku UMK untuk proses pengajuan yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 14 Juli 2025. Kegiatan berlangsung lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Banyak di antara mereka mengaku lebih memahami pentingnya legalitas halal dalam meningkatkan kualitas dan kepercayaan terhadap produk mereka di pasar.
MALIKI SILAMIC UNIVERSITY – Dalam rangka memperkuat kinerja tim media sosial kampus, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Sunan Ampel Surabaya (UINSA) melakukan kunjungan studi tiru ke Tim Humas UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Rombongan yang berjumlah 12 orang ini dipimpin langsung oleh Wakil Dekan Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Dr. Muhammad Khodafi, M.Si., serta didampingi Koordinator Pengelola Layanan Akademik, M. Bikin Torin, S.Fil.I. Jumat, 11 Juli 2025. Kunjungan tersebut disambut hangat oleh Koordinator Humas UIN Maliki Malang, M. Fathul Ulum, di ruang media kampus. Dalam sambutannya, Dr. Khodafi menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Jadi UINSA ke-61. Ia menegaskan bahwa selain menjalin silaturahmi, timnya juga ingin menggali sejarah berdirinya UIN Malang yang memiliki keterkaitan erat dengan UINSA. “Di hari ulang tahun UINSA ke-61 ini, kami ditugasi pimpinan untuk menggali sejarah UIN Malang yang dahulu merupakan bagian dari UINSA, sekaligus mengenalkan kepada tim media kami bagaimana pengelolaan konten kreatif yang inspiratif dan sesuai visi institusi,” ujarnya. Lebih dari sekadar kunjungan, rombongan juga mengamati langsung proses produksi konten digital di studio podcast UIN Malang. Mereka tertarik pada berbagai strategi kreatif yang diterapkan tim humas dalam menyajikan informasi kampus secara menarik di media sosial. Fathul Ulum, dalam kesempatan tersebut, turut mengajak tim UINSA untuk terus memperkuat kolaborasi antarlembaga, khususnya dalam bidang pengelolaan media. Ia juga membagikan kisah pribadinya sebagai alumni UIN Malang yang menyaksikan langsung transformasi kampus ini sejak masih menjadi Fakultas Tarbiyah cabang IAIN Sunan Ampel Surabaya. “Saya menjadi saksi sejarah transformasi UIN Malang dari IAIN cabang hingga menjadi kampus mandiri dan besar seperti sekarang. Hubungan historis ini menjadi landasan kuat untuk terus bersinergi,” ungkapnya penuh semangat. Kegiatan ditutup dengan sesi tanya jawab interaktif dan tur singkat ke studio podcast, di mana tim UINSA berkesempatan melihat langsung proses produksi konten yang profesional dan inspiratif. Kunjungan ini diharapkan menjadi awal dari kolaborasi yang lebih erat antara dua perguruan tinggi Islam terkemuka di Jawa Timur, terutama dalam membangun media kampus yang produktif, kreatif, dan berdampak.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY –Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar kegiatan kolaboratif bertajuk "Menghidupkan Kesadaran Generasi Muda demi Terwujudnya Pergaulan Sehat", Kamis (10/7/2025). Kegiatan ini dihelat di Home Theater Fakultas Humaniora dan menghadirkan Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, sebagai narasumber utama.
Turut hadir dalam acara ini Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, Dr. H. Isroqunnajah, M.Ag, Ketua PSGA Dr. Istiadah, serta ratusan sivitas akademika UIN Maliki Malang. Kegiatan ini juga merupakan bentuk sinergi antara PSGA dengan Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi anak-anak di Kota Malang. Berdasarkan data dari Dinas Perlindungan Anak, saat ini tercatat ada 92 kasus yang melibatkan anak sebagai korban. “Kasus-kasus ini mencakup pelecehan seksual, persoalan ekonomi, keluarga, bahkan isu-isu keagamaan yang holistik,” ungkapnya.
Ali menekankan pentingnya pendekatan yang komprehensif dalam menangani persoalan anak. Ia menyarankan agar dilakukan riset mendalam guna memahami akar permasalahan di lapangan dan menemukan solusi yang tepat. “Masalah keluarga, di mana anak menjadi bagian penting di dalamnya, membutuhkan sinergi dari banyak pihak, termasuk KUA,” tegasnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pembatasan usia pernikahan yang diberlakukan pemerintah bertujuan untuk memastikan kematangan emosional calon pasangan, demi mencegah konflik dan perceraian yang bisa berdampak buruk bagi anak-anak. “Kita semua ingin membentuk keluarga yang sakinah, dan ini perlu dimulai dari kesiapan yang matang,” tambahnya.
Wakil Wali Kota juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk aktif mengawal dan mendukung program-program perlindungan anak dan keluarga yang dicanangkan oleh Pemerintah Kota Malang. Menurutnya, hak atas rasa aman dan perlindungan harus menjadi tanggung jawab bersama.
Acara peringatan Hari Anak ini secara resmi dibuka oleh Ali Muthohirin dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama serta pemutaran film pendek karya mahasiswa Fakultas Humaniora yang mengangkat tema seputar kehidupan dan perlindungan anak.
Melalui kegiatan ini, PSGA UIN Maliki Malang berharap dapat meningkatkan kesadaran publik, khususnya generasi muda, akan pentingnya menjaga pergaulan yang sehat serta membangun lingkungan yang ramah anak. Sebuah langkah nyata untuk mewujudkan masa depan bangsa yang lebih baik dan beradab.