MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Dalam suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, para Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perguruan Tinggi Negeri (PTN) se-Jawa Timur menggelar kegiatan rutin bertajuk Ladies Program Paguyuban Rektor, Jumat (26/6). Kali ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang didapuk sebagai tuan rumah dengan pelaksanaan kegiatan yang dipusatkan di Kota Batu.
Ketua DWP UIN Malang, Dra. Hj. Shofiyah Zainuddin, menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mempererat jalinan silaturahmi antaranggota DWP di lingkungan PTN Jawa Timur. “Ini bukan sekadar temu rutin, tapi momen penting untuk merawat kekompakan dan membangun sinergi antar pengurus DWP, khususnya di lingkungan PTKIN,” ungkapnya.
Acara ini tak hanya diisi dengan sesi ramah tamah, namun juga dilengkapi dengan forum diskusi antar Ketua DWP PTKIN yang membahas program kerja dan strategi penguatan peran DWP dalam mendukung kemajuan perguruan tinggi.
Menariknya, kegiatan ini juga dibumbui dengan petualangan seru dalam agenda off-road menyusuri keindahan alam Coban Talun dan kawasan Brakseng. Rute menantang yang dipenuhi pemandangan pegunungan hijau tersebut memberikan sensasi kebersamaan yang tak terlupakan bagi para peserta.
“Melalui kegiatan di alam terbuka ini, kami ingin menguatkan rasa solidaritas dan kekeluargaan antar sesama anggota. Semangat ini diharapkan bisa menular ke dalam program-program kerja yang lebih produktif dan inspiratif,” tambah Shofiyah.
Dengan berakhirnya rangkaian acara Ladies Program ini, para peserta membawa pulang semangat baru untuk terus berkontribusi dalam memajukan DWP di masing-masing kampus. Kebersamaan yang terjalin di Kota Batu ini pun menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi dan persahabatan adalah kunci utama dalam membangun organisasi yang kuat dan harmonis.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Suasana siang hari di Gedung Graha Pancasila Amongtani Kota Batu di Jl. Panglima Sudirman No. 234, Sisir, Kec. Batu, Kota Batu, Jawa Timur menjadi saksi komitmen bersejarah dari para pemimpin perguruan tinggi negeri dan keagamaan Islam di Jawa Timur dengan pemerintah kota Batu. Sebanyak 16 rektor PTN dan PTKIN se-Jatim bersama Wali Kota Batu menandatangani Komitmen Hijau Berkelanjutan sebagai bagian dari Rapat Kerja Paguyuban Rektor PTN-PTKIN se-Jawa Timur. Kamis, 26 Juni 2025.
Mengusung tema “Peran Strategis Perguruan Tinggi dalam Program SDGs”, pertemuan ini menandai babak baru kolaborasi antarperguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam sambutannya, Rektor UIN Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA selaku tuan rumah menyampaikan ucapan terima kasih atas sambutan hangatnya kepada Walikota dan Wakil Walikota Batu.
Kegiatan forum rektor ini menjadi rutinitas untuk menjalin silaturahmi dan sinergi guna kemajuan perguruan tinggi negeri di wilayah provinsi Jawa Timur.
Tentunya, tambah beliau, kegiatan MoU dengan pihak Walikota Batu ini mencakup kegiatan tri dharma yang bisa berdampak kepada masyarakat secara langsung melalui program pengabdian kepada masyarakat.
Prof Zainuddin menegaskan bahwa kampus bukan hanya pusat ilmu, tapi juga harus menjadi pionir dalam perubahan sosial dan lingkungan.
Sementara itu, Ketua Paguyuban, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes turut menyoroti agar para pimpinan bisa mengoptimalkan SDM di jajarannya masing-masing. "Saya yakin dalam menyikapi era demokrasi ini kita bisa mengambil sikap positif sebagai bentuk ikhtiar kita bersama," ucapnya penuh yakin.
Senada dengan itu, Wali Kota Batu, Nurochman, S.H., M.H., menegaskan komitmen pemerintah kota untuk bersinergi dengan dunia akademik. “Kota Batu sangat terbuka untuk menjadi laboratorium hidup, tempat pengembangan teknologi ramah lingkungan bersama para akademisi,” katanya.
Program terbaru Kota Batu, tambah beliau berfokus pada pembangunan berkelanjutan dengan prioritas pada sektor agro-kreatif. Diantaranya Program Ekonomi Kreatif yaitu Botanical Garden Spiritual, pengembangan taman botani dengan sentuhan spiritual.
Batu yang wilayahnya kecil ini ingin memberikan perhatian kepada petani di kota Batu. Pemerintah Kota Batu juga berencana untuk memperkuat pemerintahan desa dan kelurahan dengan alokasi dana sebesar Rp 5 miliar untuk mendukung otonomi daerah yang lebih kuat. Program-program ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memperkuat daya saing Kota Batu di tingkat nasional.
Isi komitmen yang ditandatangani mencakup enam poin utama, antara lain mendukung percepatan pencapaian SDGs di Indonesia, integrasi prinsip SDGs dalam kebijakan, kurikulum, riset, dan pengabdian masyarakat, Transformasi kampus dan kota menjadi pusat inovasi hijau, Pengurangan jejak karbon dan efisiensi energi, Penguatan kolaborasi lintas sektor melalui skema pentahelix, Edukasi publik dan pelibatan generasi muda dalam pelestarian lingkungan.
Para rektor yang hadir berasal dari berbagai perguruan tinggi ternama di Jawa Timur, termasuk Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), hingga Universitas Islam Negeri (UIN) dari Surabaya, Jember, Tulungagung, Kediri, Ponorogo, dan Madura.
Komitmen bersama ini menjadi bukti bahwa isu lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan juga dunia pendidikan tinggi. Selain deklarasi bersama, rapat kerja ini juga membahas langkah-langkah konkret dalam mendukung agenda hijau, termasuk kolaborasi riset, pertukaran teknologi hijau, hingga penguatan jejaring pengabdian masyarakat berbasis lingkungan.
Dengan ditandatanganinya komitmen ini, para rektor dan pemerintah daerah berharap gerakan hijau tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi menyala di setiap ruang kelas, laboratorium, hingga hati para mahasiswa sebagai agen perubahan masa depan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Suasana penuh semangat kolaboratif mewarnai pertemuan Paguyuban Rektor PTN se-Jawa Timur yang digelar di Kampus 3 UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Rabu, 25 Juni 2025. Forum bergengsi ini tak sekadar menjadi ajang temu pimpinan perguruan tinggi, namun juga panggung untuk berbagi pengalaman, menguatkan sinergi, dan menyusun langkah konkret memajukan pendidikan tinggi di Jawa Timur.
Rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, menyampaikan bahwa UIN Malang terus berkomitmen untuk maju bersama dengan kampus-kampus lain. “Kami banyak belajar dari kampus-kampus besar seperti UB, Unesa, dan lainnya. UIN tidak pamer, tapi ingin bersyukur atas nikmat yang Allah berikan,” ujarnya merendah.
Dalam sambutannya, Prof. Zainuddin juga memaparkan perkembangan pesat kampus yang dipimpinnya. Saat ini, UIN Malang memiliki tiga kampus dan empat lokasi tanah pengembangan. Kampus I berada di Jl. Gajayana Kota Malang, Kampus II dan III berada di Kota Batu, dengan Kampus III berdiri megah di atas lahan seluas 120 hektar. “Sebanyak 20 persen dari area Kampus III telah ditetapkan sebagai hutan kampus, hasil kerja sama dengan Pemerintah Kota Batu,” ungkapnya.
Pembangunan Kampus III pun kini telah mencapai 97 persen, dengan dukungan pembiayaan dari Saudi Fund for Development (SFD). Dalam hal pengembangan akademik, UIN Malang kini memiliki tujuh fakultas dan 58 program studi, yang mencerminkan integrasi antara ilmu agama dan ilmu umum. “Ini bentuk nyata dari semangat keilmuan integratif yang menjadi ciri khas kampus Ulul Albab ini,” tegasnya.
Ke depan, UIN Malang juga menargetkan pembangunan Rumah Sehat Pendidikan (RSP) sebagai bagian dari penguatan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, sekaligus memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat luas.
Prof. Zainuddin turut menyoroti keunggulan sistem pembinaan karakter mahasiswa melalui program tinggal di ma’had selama satu tahun pertama. “Setiap kampus dilengkapi ma’had yang dikelola oleh dewan kiai, murobbi, dan musyrif,” jelasnya.
Sebagai kampus inklusif, UIN Malang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat, tanpa membedakan latar belakang suku, ras, maupun agama. Bahkan, kampus ini telah menjadi rumah bagi ratusan mahasiswa asing. “Tahun 2024 lalu, ada mahasiswa dari Los Angeles, Amerika Serikat, dan saat ini tercatat lebih dari 400 mahasiswa asing yang kuliah di sini,” tambahnya.
Ketua Paguyuban Rektor PTN se-Jatim, Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes. yang juga Rektor Unesa, menyampaikan apresiasinya atas sambutan hangat UIN Malang. Ia menekankan bahwa pertemuan ini bukan sekadar seremoni, tapi harus mampu menghasilkan langkah nyata. “Ini komitmen kita bersama untuk memajukan PTN di Jawa Timur. Kita ingin mendorong kolaborasi kurikulum, riset bersama, dan program double degree dengan PTN luar negeri,” tegasnya.
Pertemuan ditutup dengan penyampaian visi paguyuban: bersama bisa, bekerja sama menyiapkan generasi unggul. Tak lupa, Prof. Nurhasan membacakan pantun yang mengundang senyum para hadirin:
“Manuk emprit mabur ning alas,
Seng dikejar ora ketangkep,
UIN Malang jadi harapan,
Tempat tumbuh iman dan ilmuwan.”
Pertemuan ini membuktikan bahwa sinergi dan semangat saling belajar antar perguruan tinggi menjadi kunci kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.
UIN MALANG-Sebanyak 83 mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang akan melaksanakan Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) berbagai kategori mulai akhir Juni hingga awal Agustus 2025. Untuk melepas dan meresmikan awal program di liburan semester genap ini, peserta KKM berkumpul di depan Gedung Rektorat UIN Malang, Rabu (25/6). KKM kali ini juga diikuti oleh 23 mahasiswa UIN Mataram.
Dr. H. Isroqunnajah, Wakil Rektor Bidang Kerjasama dan Pengembangan Lembaga, hadir menyampaikan pesan dan meresmikan keberangkatan mahasiswa. Baginya, pelaksanaan KKM adalah upaya nyata untuk dekat dengan masyarakat. Berbaur dengan masyarakat membuat kita mampu mempelajari beragam karakter serta berinteraksi. “Nanti hal-hal seperti ini bisa dipakai pasca lulus saat kalian kembali ke masyarakat,” imbuhnya.
Gus Is, sapaan akrab WR 4, menambahkan bahwa KKM adalah momen mempertaruhkan keilmuan dari masing-masing fakultas. Segala ilmu yang dipelajari saat kuliah bisa diaplikasikan saat di tengah masyarakat, di samping juga mengambil ilmu saat KKM. “Sehingga setelah wisuda, ilmu 40 hari bukan sia-sia. KKM pun akhirnya bukan sekadar untuk memenuhi SKS saja,” jelas WR 4.
Sementara itu, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat, Dr. H. Syaiful Mustofa, MA., M.Pd. menginfokan, ada beberapa kategori KKM yang dilaksanakan serentak pada periode ini. Yaitu, KKM Reguler di Desa Kayu Kebek, Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Lokasi ini dipilih oleh Bupati Kabupaten Pasuruan sebagai Kampung Moderasi Beragama karena tak hanya ditinggali oleh Muslim, namun juga penganut Agama Hindu yang menjadi bagian dari Suku Tengger; KKM Mandiri Integrasi yang dilaksanakan di berbagai area di Kabupaten Malang; KKM Kolaborasi Nusantara di Kulon Progo, Yogyakarta; KKM Kolaborasi Internasional di Nagasaki, Jepang; serta Program MBKM dalam bentuk Asistensi Mengajar di seluruh Jawa Timur.
Syaiful melanjutkan, ada dua program yang harus dilakukan saat KKM, yakni Proker Keagamaan dan Proker Kemasyarakatan. Proker Keagamaan ialah kegiatan yang berpusat di masjid dan majelis ta’lim seperti sholat jama’ah dan 1 Day 1 Juz. Sedangkan Proker Kemasyarakatan berpusat di balai desa yang programnya sesuai dengan keilmuan di prodi masing-masing.
Pada saat peresmian, turut hadir pula Dr. Emawati, M.Ag., Kepala Pusat Penelitian UIN Mataram mengantarkan mahasiswa kampusnya yang berkolaborasi Program KKM dengan UIN Malang. Ia berharap ke-23 mahasiswanya dapat berinteraksi dan berkolaborasi dengan teman-teman KKM-nya, serta berbaur dengan masyarakat. Ia pun berpesan agar para peserta KKM dapat menjaga komitmen dan integritas yang sudah ditanamkan di kampus. Sehingga nantinya, mahasiswa dapat menjaga norma serta akhlaknya saat berinteraksi di tengah masyarakat tempat KKM.
Ketua LP2M UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Agus Maimun, M.Pd. turut hadir dan mengantarkan mahasiswa ke tempat KKM Reguler. Tak hanya itu, hadir pula beberapa DPL (Dosen Pendamping Lapangan) yang nantinya akan membimbing mahasiswa KKM selama 40 hari. (nd)
HUMAS UIN MALANG - Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (DEMA-U) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sukses menggelar kegiatan Upgrading dan Rapat Kerja (Raker) pada Sabtu-Minggu, 21-22 Juni 2025 di Masjid Joglo Arjuno Al-Muhajirin, Karangploso, Malang. Dengan tema "Dari DEMA, Untuk Menjadi Keluarga", kegiatan ini diikuti oleh seluruh jajaran pengurus kabinet Bharatayhuda.
Rapat kerja yang dipandu langsung oleh Presiden DEMA-U, Muamar Sidiq, dan Wakil Presiden DEMA-U, M. Rizqi Ramadhan, berlangsung interaktif dan dinamis. Masing-masing menteri dari sembilan kementerian memaparkan program kerja yang telah dirancang secara sistematis dan strategis. Diskusi berjalan dengan semangat kolaboratif, di mana setiap gagasan diuji secara argumentatif dan ditanggapi dengan terbuka.
Muamar Sidiq menekankan bahwa fokus utama DEMA-U adalah menciptakan kebermanfaatan nyata bagi mahasiswa. Ia mendorong seluruh pengurus untuk tidak membatasi ide dan kreativitas dalam berorganisasi dan mengusung semangat "Dari DEMA, untuk menjadi keluarga" sebagai bentuk pendekatan baru dalam membangun solidaritas internal.
Wakil Presiden DEMA-U, M. Rizqi Ramadhan, menyampaikan bahwa program-program kerja yang telah disusun diharapkan mampu menjawab kebutuhan mahasiswa secara nyata dan relevan. Menteri Agama DEMA-U, Azka Elmirza Fajri, juga menekankan bahwa agenda ini merupakan ruang pembelajaran dan proses bertumbuh bersama untuk menyatukan kekuatan dalam menghadirkan kebermanfaatan nyata bagi mahasiswa.
Kegiatan ditutup dengan sesi api unggun dan bonding, serta fun games yang membangun kebersamaan dan kerja sama tim. Dengan semangat kolektif yang telah terbangun, para pengurus DEMA-U berharap dapat mengawal satu periode kepengurusan ke depan dengan lebih siap, solid, dan berdampak nyata bagi civitas akademika UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Kontributor: Sofia Rosa Trisnawati & Muhammad Kifah Abdan Syakuro
Editor: Edy Hyto
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY— Konferensi perdana Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) 2025 yang digelar di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang semakin semarak dengan kehadiran Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis) Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Phil. H. Syahiron Syamsuddin, MA. Dalam forum strategis ini, Prof. Syahiron memberikan arahan penting terkait masa depan layanan perpustakaan di lingkungan PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri), Selasa, 24 Juni 2025.
Dalam sambutannya, Prof. Syahiron mengawali dengan pesan ringan namun bermakna kepada para pustakawan. "Bekerjalah dengan serius, tapi jangan lupa menyelipkan guyonan untuk mengendurkan urat-urat syaraf. Ini nasihat sederhana untuk menghindari struk," selorohnya yang disambut tawa hangat peserta konferensi.
Ia mengakui bahwa mengelola perpustakaan bukan perkara mudah. Mulai dari penataan koleksi hingga pembaruan sistem layanan membutuhkan kecermatan dan konsistensi. Oleh karena itu, Kementerian Agama menempatkan digitalisasi layanan sebagai salah satu program prioritas di tahun 2025.
"Digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan. Kini Kemenag telah mengatur sistem magang nasional di PTKIN yang bisa diakses mahasiswa secara online. Ini untuk mempermudah proses dan memastikan sinergi antar-PTKIN," jelasnya.
Lebih lanjut, Prof. Syahiron menekankan pentingnya integrasi sistem informasi antar perpustakaan PTKIN agar koleksi buku dan layanan bisa saling melengkapi. Ia menyoroti fakta bahwa masih banyak perpustakaan yang lambat melakukan pembaruan koleksi, bahkan ironisnya, dosen sendiri seringkali belum mengakses koleksi terbaru yang telah tersedia.
Berangkat dari pengalamannya saat menempuh studi di Jerman, Prof. Syahiron mengungkapkan kekagumannya pada sistem perpustakaan yang serba terintegrasi dan user-friendly. “Saya berharap pustakawan di Indonesia bisa mengembangkan sistem layanan yang mudah diakses dengan koleksi yang lengkap dan relevan,” tegasnya.
Dalam penutupnya, ia menyuarakan harapan besar agar perpustakaan di lingkungan PTKIN menjadi pusat informasi modern yang terkoneksi secara nasional. “Kita butuh perpustakaan yang tidak hanya menyimpan ilmu, tapi juga menyebarkannya dengan cerdas dan cepat,” pungkasnya.
Konferensi APPTIS 2025 ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran strategis perpustakaan dalam mendukung transformasi digital di dunia pendidikan tinggi Islam Indonesia.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY – Perpustakaan Pusat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mencetak sejarah baru dengan menjadi tuan rumah The 1st Annual Conference of APPTIS 2025. Kegiatan bergengsi ini berlangsung selama tiga hari, mulai 23 hingga 25 Juni 2025, dan dirangkaikan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas), Seminar Nasional, Workshop Nasional, serta Call for Papers dari para peneliti di bidang perpustakaan dan informasi.
Konferensi perdana Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) ini mengangkat tema "Masa Depan Perpustakaan Perguruan Tinggi di Tengah Efisiensi Anggaran: Adaptasi, Inovasi, dan Kolaborasi"—sebuah refleksi atas tantangan yang kini dihadapi dunia perpustakaan dalam menghadapi era digital dan perubahan kebijakan anggaran pendidikan tinggi.
Ketua APPTIS, Mufid, S.Ag., S.S., M.Hum., yang juga menjabat sebagai Kepala Perpustakaan Pusat UIN Maliki Malang, menjelaskan bahwa konferensi ini merupakan momentum strategis untuk menyatukan langkah dan visi seluruh perpustakaan perguruan tinggi Islam di Indonesia. “Kami ingin mendorong inovasi layanan, memperkuat kolaborasi antar lembaga, dan menyusun strategi cerdas dalam pengelolaan sumber daya yang lebih efisien,” ungkapnya.
Untuk mendorong penelitian para pustakawan di lingkungan PTKIN, dalam kesempatan konferensi ini juga akan diambil tiga pemakalah yang terbaik untuk diberikan penghargaan.
Ada penguatan kelembagaan, peningkatan layanan dan rekognisi. Utk penguatan kelembagaan pengusulan formasi pustakawan, kedua peningkatan kompetensi pustakawan melalui TOT atau pelatihan penggunaan research tools dengan harapan pustakawan mampu menjadi mitra bagi para dosen dan peneliti, pada peningkatan rekognisi, APPTIS mendorong para pustakawan untuk aktif perannya dikancah nasional maupun internasional.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari berbagai kalangan strategis, antara lain Direktur Diktis Kemenag RI Prof. Dr. Phil. H. Syahiron Syamsuddin, MA, Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, Kepala Biro SDM Sekjen Kemenag RI Dr. H. Wawan Djunaidi, MA, Kepala Subdirektorat Ketenagaan Diktis Kemenag RI Muhammad Aziz Hakim, M.Hum, Koordinator Bidang dan Sosialisasi Jabatan Fungsional Pustakawan Perpustakaan Pusat Yudho Widiatmono, S.Kom, dan Presiden SLA Asia (Special Libraries Association) Dr. Labibah Zain, M.LIS .
Antusiasme peserta terlihat tinggi dari kalangan pustakawan PTKIN se Indonesia, dosen, peneliti, maupun mahasiswa. Mereka tidak hanya datang untuk menyimak materi, tetapi juga aktif berdiskusi dan menjalin jejaring kolaborasi nasional demi kemajuan dunia perpustakaan Islam di tanah air.
Dengan terobosan ini, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang melalui Perpustakaan Pusatnya berhasil menunjukkan komitmen nyata dalam mendorong profesionalisme pustakawan serta mengangkat eksistensi perpustakaan sebagai pusat ilmu dan inovasi di tengah tantangan era transformasi digital.
HUMAS UIN MALANG - Malam puncak Muwada'ah (perpisahan) Dinantara Mahad Kampus 3 UIN Malang resmi digelar dengan penuh kemeriahan dan kenangan indah. Acara perdana ini dilaksanakan di belakang Mabna Rabiah Al-Adawiyah (22/6/25).
Acara yang megah dengan dekorasi yang indah ini dihadiri oleh kurang lebih 1000 mahasantri Mahad Kampus 3. Mereka sangat antusias dan menikmati setiap tampilan memukau dari perwakilan mahasantri yang mengikuti tes sebelumnya. Tak hanya mahasantri, seluruh pengasuh dan Murobbi/ah juga turt hadir menyaksikan dari awal acara hingga acara selesai.
Beberapa penampilan yang indah diantaranya, hadroh, parade qiroah, tari saman, tari tradisional dan kreasi, duet maut, pop solo, diva, dance, paduan suara, gymsalkom, drama, dan masih banyak lagi lainnya.
"Saya sangat senang dan bangga bisa menjadi salah satu artis band di Muwada'ah kampus 3 kemarin. Pengalaman tampil di depan teman-teman dan civitas kampus sangat berkesan dan tidak terlupakan. Antusiasme penonton yang ikut nyanyi bareng membuat capek latihan terbayar lunas. Saya mengucapkan terima kasih kepada panitia atas kesempatan dan kepercayaan ini. Semoga ke depan saya bisa terus berkarya dan menghibur lewat musik," jelas Bayu, artis gitaris Band.
Dibalik suksesnya acara ini, ada panitia yang rela meluangkan waktu untuk bisa memberikan yang terbaik.
"Menjadi panitia Iteam, otak aga bingung tentang konsep videonya bagaimana, belum lagi menyesuaikan dengan talent agar bisa take video untuk transisi penampilan. Tapi pas sekalinya dapat konsep, bakalan lebih enak dan bagus," jelas Ardhan, salah satu panitia Iteam.
Malam puncak Muwada'ah ini menjadi akhir dari perjalanan mahasantri selama satu tahun di Mahad Kampus 3. Semoga kebersamaan selama satu tahun ini penuh makna dan dapat dikenang sepanjang masa.
Reporter: Edy Hyto