HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pencak Silat Pagar Nusa UIN Malang mengikuti ajang olahraga bergengsi tingkat provinsi, yaitu Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPROV) ke-3. Ajang kompetisi ini diselenggarakan dengan meriah di Universitas Surabaya. Sebanyak lima orang mahasiswa dengan penuh semangat dan kebanggaan merupakan delegasi dari UKM tersebut. Mereka telah mempersiapkan diri secara intensif untuk mengharumkan nama almamater, kejuaraan ini berlangsung selama 4 hari, dimulai pada tanggal 31 Mei hingga 3 Juni 2025.Ajang kompetisi tersebut diikuti oleh 32 perguruan tinggi ternama dari berbagai penjuru provinsi jawa timur, menjadikannya sebagai salah satu event olahraga mahasiswa yang paling kompetitif dan bergengsi tahun ini. Ditengah persaingan yang begitu ketat, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan menempati peringkat ke-6 dari 32 perguruan tinggi se-jawa timur. Prestasi ini semakin membanggakan karena mereka berhasil membawa pulang satu medali emas dan satu medali perunggu dari cabang olahraga pencak silat. Pencapaian ini tentu bukan sekadar angka, melainkan menjadi bukti nyata semangat juang, kerja keras, dan dedikasi tinggi dari para atlet muda UIN Malang. Ini juga menjadi langkah awal yang sangat menjanjikan dalam upaya memperkuat eksistensi kampus dalam dunia olahraga mahasiswa di tingkat provinsi, sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat.
“Sebelum berangkat menuju ajang POMPROV, kami menjalani sesi pelatihan khusus yang sudah disusun langsung oleh pelatih yaitu latihan intensif selama dua jam setiap kali pertemuan. Selain itu, kami juga tetap meluangkan waktu untuk latihan mandiri, meskipun tidak terlalu lama karena padatnya aktivitas. Usai sesi timbang badan, kami melakukan pemanasan ringan selama sekitar 30 menit hingga satu jam, lalu sarapan pagi sebelum benar-benar bersiap untuk pertandingan. Pertandingannya cukup menantang, karena untuk bisa melaju ke babak final, setiap atlet harus menghadapi hingga lima kali pertandingan. Alhamdulillah, hasil kerja keras kami tidak sia-sia. Dari lima delegasi yang berangkat, dua atlet berhasil meraih prestasi dan menyumbangkan medali emas dari kategori tanding kelas D putra dan medali perunggu dari kategori tanding kelas B putra. Semua ini menjadi pengalaman berharga buat kami ,” ungkap Rahmat, salah satu atlet peraih medali.
HUMAS UIN MALANG – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Indonesia 2025, Korps PMII Putri (Kopri) Jawa Timur menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Gerakan Sedekah Pohon Asoka” yang dikemas dalam bentuk seminar lingkungan hidup dan aksi tanam pohon. Acara berlangsung pada Rabu, (4/6), bertempat di ruang Microteaching Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK), Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang.
Mengusung tema besar "Perempuan, Budaya, dan Alam", kegiatan ini menjadi ruang temu gagasan antara aktivis lingkungan, akademisi, seniman, dan pejabat pemerintah. Empat narasumber dari lintas bidang hadir memberikan perspektif tentang peran strategis perempuan dalam pelestarian lingkungan.
Ketua Lesbumi NU Kota Malang, Fathul H. Pranatapraja, membuka sesi seminar dengan materi “Kepemimpinan: Lestari Alam melalui Kebudayaan”. Ia menekankan pentingnya menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal sebagai landasan pelestarian lingkungan serta menjadikan seni budaya sebagai media edukasi masyarakat yang inklusif.
Dilanjutkan oleh Wakil Rektor Bidang AUPK UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si, yang memaparkan topik “Kepemimpinan Spiritual: Paradigma Baru dalam Menghadapi Era Disrupsi”. Dalam pemaparannya, ia mengajak generasi muda untuk membumikan konsep ecotheology, sebuah gagasan yang menggabungkan kesadaran ekologis dan spiritual sebagaimana digaungkan oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. H. Nasaruddin Umar.
Sesi ketiga diisi oleh Aquarina Kharisma Sari, penulis dan aktivis gender, dengan materi “Anti-Feminisme: Ideologi Keibuan dalam Politik Nusantara”. Ia mengajak peserta untuk melihat peran keibuan sebagai kekuatan ideologis yang dapat memperkuat narasi perempuan dalam ruang publik, khususnya dalam perjuangan menjaga lingkungan hidup.
Sebagai pemateri terakhir, Dr. Ir. Jumadi, M.MT, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, menyampaikan materi “Deforestasi dan Peran Strategis Masyarakat Adat dalam Kelestarian Hutan”. Ia menekankan pentingnya melibatkan masyarakat adat sebagai aktor utama dalam pelestarian hutan, karena kearifan lokal mereka terbukti efektif menjaga ekosistem.
Kegiatan ini dihadiri puluhan peserta dari kalangan mahasiswa, akademisi, dan pegiat lingkungan. Ketua Kopri PKC PMII Jawa Timur, Zumrotun Nafisah, dalam sambutannya menegaskan bahwa gerakan ini adalah bentuk nyata keterlibatan perempuan dalam isu-isu ekologis yang seringkali terabaikan.
“Kopri Jatim memiliki misi besar untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan dalam berbagai sektor, termasuk lingkungan. Sedekah pohon bukan hanya simbol, tetapi juga ajakan untuk bertindak,” ujarnya.
Usai seminar, peserta melanjutkan kegiatan dengan aksi simbolik penanaman pohon Asoka di area kampus UIN Malang. Aksi ini menjadi bukti bahwa langkah kecil bisa bermakna besar, terutama jika dilakukan dengan semangat cinta terhadap bumi.
Dengan menyatukan semangat perempuan, budaya, dan alam, PMII Kopri Jatim menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa mampu menjadi motor perubahan menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.
MALIKI ISLAMIC UNIVERSITY — Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang resmi memperkenalkan branding barunya dalam sebuah acara sosialisasi yang dihadiri oleh Rektor Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, para wakil rektor, dekan, kepala lembaga, dan pimpinan unit serta UPT. Acara ini menjadi momentum penting dalam langkah strategis kampus menuju penguatan citra global sebagai Maliki Islamic University Malang Indonesia dengan tagline "The Ulul Albab Journey: Faith, Knowledge, and Global Leadership." Branding baru ini merupakan hasil riset mendalam selama dua tahun yang dilakukan oleh ETNOMARK Consulting di bawah kepemimpinan pakar branding terkemuka, Prof. Amalia E Maulana, Ph.D. atau yang akrab disapa Prof. Amel. Dalam pemaparannya, Prof. Amel menekankan bahwa branding ini tidak hanya soal perubahan nama, tetapi komitmen kolektif dari seluruh elemen kampus. Selasa, 3 Juni 2025.
“Branding bukan sekadar tampilan luar, tetapi transformasi jati diri. UIN Maliki adalah satu-satunya universitas Islam yang mampu mencetak lulusan Ulul Albab—beriman, berilmu, dan siap memimpin dunia,” ujarnya tegas. Ia juga menambahkan bahwa untuk mewujudkan visi besar ini, kurikulum UIN Maliki harus terus dikembangkan agar mampu bersaing di level internasional. Seluruh jajaran kampus, termasuk tim admisi, perlu menyesuaikan diri dengan arah baru ini agar pesan branding tersampaikan dengan utuh dan konsisten. Senada dengan hal tersebut, Ketua Senat UIN Maliki Malang, Prof. Dr. Hj. Mufidah, Ch, M.Ag, menyambut positif rebranding ini dan mendorong adanya buku pedoman resmi. “Agar mahasiswa dan sivitas akademika memahami kapan dan bagaimana menggunakan logo resmi maupun logo branding,” tuturnya.
Rektor UIN Maliki, Prof. Zainuddin, dalam sambutannya menegaskan bahwa rebranding ini adalah hal yang lazim dilakukan oleh banyak kampus besar di Indonesia, termasuk IPB. Ia memastikan bahwa secara legalitas, administrasi kedinasan tetap berjalan seperti biasa. “Ini bukan perubahan esensi atau regulasi, melainkan strategi pemasaran dan positioning yang lebih kuat,” jelasnya. Sementara itu, Prof. Slamet, menilai rebranding ini sebagai langkah strategis untuk mempertahankan eksistensi dan keunggulan UIN Maliki di tengah ketatnya persaingan global. “Itu analisis pribadi saya,” ungkapnya. Dengan semangat baru dan identitas global yang lebih kuat, UIN Maliki Malang siap melanjutkan perjalanannya sebagai kampus peradaban yang unggul di tingkat dunia.
HUMAS UIN MALANG — Untuk mendukung mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi secara efektif, efisien, dan tepat waktu, Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Penulisan Skripsi pada Selasa, (3/6). Bertempat di Aula Microteaching, kegiatan ini dihadiri oleh para dosen TBI serta mahasiswa semester akhir yang tengah mempersiapkan tugas akhir mereka.
Acara dibuka secara resmi oleh Prof. Dr. H. Langgeng Budianto, M.Pd, selaku Ketua Program Studi TBI. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan harapan besar agar mahasiswa dapat mempersiapkan diri secara akademik dan mental, serta mampu menghasilkan karya ilmiah yang layak terbit.
“Harapan kami bulan April kalian semua sudah siap menghadapi ujian skripsi ataupun penulisan artikel ilmiah yang bisa diterbitkan di jurnal Sinta 2,” ungkap Prof. Langgeng dengan penuh semangat.
Materi pertama disampaikan oleh Wahyu Indah Mala Rohmana, M.Pd, yang menyoroti pentingnya penggunaan aplikasi reference manager seperti Mendeley dan Zotero dalam penulisan akademik. Menurutnya, penggunaan reference manager bukan hanya sekadar alat bantu teknis, tetapi juga bagian dari penerapan etika akademik yang baik. Aplikasi ini berperan penting dalam mencegah plagiarisme melalui sistem kutipan otomatis, memudahkan penyusunan bibliografi sesuai standar internasional (seperti APA dan MLA), mempercepat pencarian referensi, serta memungkinkan kolaborasi dan berbagi sumber dengan tim riset atau pembimbing.
Sesi selanjutnya diisi oleh Evynurul Laily Zen, S.S., M.A., Ph.D, dengan topik menarik bertajuk “Skripsi Efektif Tanpa Overthinking.” Dalam penyampaiannya, Dr. Evy menekankan pentingnya strategi penyusunan skripsi yang terstruktur dan terencana. Ia mengajak mahasiswa untuk segera memulai, mengatur waktu secara disiplin, dan mengatasi kebiasaan overthinking maupun prokrastinasi.
“Kalau bisa cepat, ngapain lambat? Yuk kupas tuntas!” serunya, membakar semangat peserta.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Prodi Tadris Bahasa Inggris dalam membimbing mahasiswa tidak hanya dalam aspek teknis penulisan akademik, tetapi juga dalam membangun kesiapan mental, etos kerja, dan penguasaan teknologi penunjang. Diharapkan, dengan pembekalan yang komprehensif ini, mahasiswa TBI dapat menyelesaikan skripsi secara lancar, tepat waktu, serta menghasilkan karya ilmiah yang berkualitas dan siap dipublikasikan.
HUMAS UIN MALANG — Rektor UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, MA, melakukan audiensi strategis bersama Wali Kota Batu, Nurochman, dan Wakil Wali Kota, Heli Suyanto, untuk membahas sinergi pengelolaan hutan kampus sebagai bagian dari pembangunan kampus hijau berkelanjutan. Pertemuan ini turut melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kota Batu dan digelar pada Selasa, 3 Juni 2025.
Mengawali audiensi, Wakil Rektor II Prof. Dr. Hj. Ilfi Nurdiana, M.Si., selaku moderator menyampaikan bahwa UIN Malang saat ini mengelola lahan seluas 20 hektar yang dimanfaatkan sebagai hutan kampus atau ruang terbuka hijau. “Keberlanjutannya tentu memerlukan sinergi lintas sektor,” ujarnya.
Dalam upaya penghijauan, UIN Malang telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama dan Dinas Kehutanan dalam program penanaman pohon matoa. “Insyaallah akan didukung dengan 1.000 pohon matoa,” tambahnya. Selain itu, dari total 120 hektar lahan di Kampus III, sebagian dimanfaatkan untuk kerja sama ketahanan pangan bersama TNI dan Polri.
Prof. Zainuddin menyampaikan bahwa UIN Malang merupakan satu-satunya perguruan tinggi negeri di wilayah Kota Batu. Kampus III yang saat ini tengah dibangun di atas lahan seluas 120 hektar, didukung oleh Saudi Fund for Development (SFD), akan memiliki konsep arsitektur unik yang membentuk lafaz “Basmalah” saat pembangunan rampung sepenuhnya.
“Kami berharap sinergi dengan Pemkot Batu dan Dinas Lingkungan Hidup dapat terus dibangun, demi terwujudnya edupark dan green campus yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat luas,” ujar Prof. Zainuddin.
Lebih lanjut, ia menjelaskan keunikan UIN Malang sebagai kampus integratif berbasis pesantren dan akademik. Mahasiswa baru diwajibkan tinggal di ma’had sebagai bentuk pembinaan karakter dan spiritual. “Bahkan, banyak orang tua mahasiswa yang berharap anaknya bisa tinggal di ma’had selama empat tahun penuh,” paparnya.
UIN Malang juga dikenal sebagai kampus inklusif dengan mahasiswa dari berbagai latar belakang agama. “Alhamdulillah, saat ini ada lebih dari 400 mahasiswa asing yang belajar di sini,” imbuhnya.
Wali Kota Batu, Nurochman, menyambut baik keberadaan UIN Malang di Kota Batu. “Kami sangat mengapresiasi, kampus ini bukan hanya megah secara fisik, tapi juga menghadirkan semangat kolaborasi dan visi besar untuk pendidikan serta lingkungan,” ucapnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan Kampus III sejalan dengan program Pemkot Batu untuk mencetak 1.000 sarjana dari putra-putri daerah. Kerja sama dengan UIN Malang dianggap sebagai langkah strategis yang akan mendorong pengembangan kota berbasis riset dan inovasi.
“Kami juga melihat potensi hutan kampus ini untuk dikembangkan sebagai ruang terbuka hijau sekaligus destinasi wisata edukatif, agar masyarakat terutama generasi muda bisa lebih dekat dengan alam dan mengurangi ketergantungan pada gawai,” harapnya.
Terkait aksesibilitas, Nurochman menegaskan bahwa perbaikan jalan menuju Kampus III menjadi prioritas pemerintah. “Kami ingin sebelum peresmian kampus oleh Presiden, kondisi jalan sudah nyaman dan aman untuk dilalui,” tutupnya.
HUMAS UIN MALANG - Mahad Aljamiah UIN Malang menggelar kegiatan Mujahadah Kubro di Gedung ITC Kampus 3 pada Senin, 2 Juni 2025. Kegiatan ini menjadi wadah bagi mahasantri untuk meningkatkan kualitas spiritual dan akademik mereka. Selain Mujahadah, acara ini juga dimeriahkan dengan Wisuda Juz 30 dan Nadom Qomi' Atfughyan.
Sebanyak 448 mahasantri turut serta dalam wisuda ini, dengan rincian 235 wisudawan Juz Amma (29 putra dan 206 putri) dan 213 wisudawan Nadhom (22 putra dan 191 putri).
Dalam sambutannya, Mudir Mahad Aljamiah, Kyai Izzuddin, M.Hi, menekankan pentingnya kegiatan di Mahad sebagai filter bagi mahasantri. "Momen mujahadah ini, mari lebih dewasa dalam bersikap. Ketika kuliah, apapun yang terjadi, suka tidak suka, harus tetap suka. Karena minat kuliah semakin lama, semakin menurun. Jadi bersyukurlah kalian diberikan kesempatan menuntut ilmu," ujarnya.
Gus Ahmad Faiz Wildan, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Malang, juga memberikan sambutan yang inspiratif. "Dengan adanya mahad ini, menjadi suatu pembeda antara UIN Malang dengan kampus lainnya. Kalian adalah angkatan pertama di Kampus 3, dan kalian telah mencetak hal baik sebagai generasi pertama," katanya.
Kegiatan Mujahadah ini diharapkan dapat menjadi refleksi diri bagi mahasantri untuk meningkatkan kualitas spiritual dan akademik mereka. Dengan demikian, mereka dapat menjadi generasi yang lebih baik dan membawa dampak positif bagi masyarakat.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, kembali menggelar kegiatan praktikum mata kuliah Lab. Perbankan II. Kegiatan ini dilaksanakan di Laboratorium Mini Bank, Gedung Fakultas Ekonomi, dengan pendampingan dari Asisten Laboratorium (Aslab). Praktikum ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Perbankan Syariah dan difokuskan pada materi mengenai Standar Kualitas Uang Rupiah, baik uang kertas maupun uang logam. Materi disampaikan menggunakan presentasi PowerPoint yang ditampilkan di kelas dan dijelaskan langsung oleh aslab yang bertugas. Rabu, 12 Maret 2025.
Materi praktikum mencakup lima pokok bahasan utama, yaitu: pengertian uang, standar kualitas uang kertas, standar kualitas uang logam, kriteria uang layak edar (ULE), serta kriteria uang tidak layak edar (UTLE). Mahasiswa diajak memahami perbedaan antara uang layak dan tidak layak edar berdasarkan berbagai indikator, seperti adanya sobekan, lubang, perubahan warna, ukuran, maupun kondisi fisik lainnya. Selain itu, dijelaskan pula kategori uang tidak layak edar, seperti uang lusuh, cacat, rusak, atau uang yang telah dicabut dan ditarik dari peredaran. Contoh nyata uang layak dan tidak layak edar turut diperlihatkan untuk memperkuat pemahaman mahasiswa.
Tujuan dari kegiatan ini adalah agar mahasiswa mampu menjelaskan dan mengidentifikasi standar kualitas uang rupiah dengan baik, khususnya dalam konteks operasional perbankan yang menuntut ketelitian dan pemahaman atas fisik uang. Indikator pencapaian yang diharapkan adalah mahasiswa dapat membedakan secara tepat antara uang yang masih layak diedarkan dan yang harus ditarik dari peredaran, baik dalam bentuk uang kertas maupun logam.
Kegiatan ini mendapat respon positif dari peserta. Alif Ahmad Sulthoni Putra Rofiqi, mahasiswa kelas B, menyampaikan bahwa “materi ini sangat aplikatif dan penting untuk dipahami sejak dini. Ia merasa penjelasan yang diberikan aslab sangat membantu, terutama karena disertai contoh langsung”. Senada dengan itu, Muhammad Akmal At-Thariq selaku aslab menyampaikan bahwa “kami berusaha menyampaikan materi ini dengan interaktif, karena topik ini berkaitan langsung dengan dunia kerja perbankan. Mahasiswa juga cukup antusias dan aktif bertanya”. Qurrota A’yun, aslab lainnya yang juga bertugas, menambahkan bahwa “Penting bagi mahasiswa untuk memahami bagaimana membedakan uang yang masih layak diedarkan dan yang tidak. Materi ini bukan hanya teori, tapi sangat aplikatif dan dibutuhkan di dunia kerja perbankan bahkan juga dibutuhkan dalam kegiatan sehari-hari”.
Guntur Kusuma Wardana, S.E., M.M., selaku pengampu mata kuliah Lab. Perbankan II, juga memberikan tanggapannya terkait kegiatan ini. Ia menyatakan, “Pemahaman terhadap standar kualitas uang rupiah merupakan salah satu kompetensi dasar yang harus dimiliki oleh mahasiswa perbankan. Praktikum ini menjadi wadah penting untuk mengasah kemampuan analisis mahasiswa terhadap fisik uang, yang nantinya akan sangat berguna dalam operasional bank, khususnya saat menangani transaksi tunai. Saya mengapresiasi antusiasme mahasiswa dan peran aktif aslab dalam menyampaikan materi secara menarik dan aplikatif.”
Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan lancar dan interaktif. Praktikum ini tidak hanya memperkuat pemahaman teori, tetapi juga memberikan gambaran nyata tentang pentingnya mengenali kualitas uang dalam proses operasional bank, sehingga mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan di dunia kerja perbankan yang sesungguhnya.
HUMAS UIN MALANG – Suasana semarak memenuhi Home Theater Fakultas Humaniora UIN Maulana Malik Ibrahim Malang pada Senin (2/6) siang. Ruangan itu menjadi saksi hadirnya semangat, kreativitas, dan keberanian mahasiswa dalam acara bertajuk "Voice of Expression" sebuah pertunjukan final project dari mata kuliah Public Speaking semester 4, yang digagas oleh mahasiswa Tadris Bahasa Inggris (TBI) kelas A dan B angkatan 2023.
Acara dimulai tepat pukul 13.00 WIB dan menghadirkan rangkaian pertunjukan yang kaya warna, mulai dari musikalisasi puisi, pidato bertema inspiratif, hingga drama dan storytelling yang dibawakan penuh penghayatan. Setiap penampilan dirancang sebagai bentuk ekspresi orisinal dari mahasiswa, yang selama satu semester telah mengasah keterampilan berbicara di depan umum.
“Voice of Expression” bukan sekadar pentas seni. Acara ini menjadi ruang ekspresi sekaligus laboratorium kreatif, di mana mahasiswa menerjemahkan teori public speaking ke dalam aksi nyata di panggung. Para mahasiswa tampil percaya diri, menggabungkan keterampilan vokal, ekspresi wajah, gestur tubuh, hingga kemampuan berimprovisasi.
Penonton yang hadir, terdiri dari para dosen Tadris Bahasa Inggris dan puluhan mahasiswa lintas angkatan, memberikan sambutan hangat dan antusias. Tepuk tangan meriah dan sorakan dukungan terdengar selepas setiap penampilan, menandakan tingginya apresiasi terhadap kerja keras para performer.
Kamelia salah satu mahasiswa TBI kelas ICP angkatan 2023 menggambarkan acara ini dengan singkat namun penuh makna: "One word for this event: excellent."
Acara yang dipandu oleh panitia internal mahasiswa ini berlangsung lancar, tertib, dan sangat meriah. Atmosfer hangat antara penampil dan penonton menciptakan suasana akrab, seolah mengaburkan batas antara pembelajaran formal dan hiburan edukatif. Tidak sedikit penonton yang mengaku terinspirasi dan tersentuh oleh pesan yang disampaikan melalui setiap aksi panggung.
“Ini lebih dari sekadar tugas akhir. Ini adalah panggung ekspresi diri,” ujar Farel salah satu mahasiswa panitia.
Dengan terlaksananya “Voice of Expression”, mahasiswa TBI UIN Malang menunjukkan bahwa proses belajar tidak selalu harus berada di dalam kelas. Terkadang, ruang belajar terbaik justru ada di atas panggung, di hadapan penonton yang memberikan tepuk tangan tulus.
HUMAS UIN MALANG — Suasana hangat penuh keakraban mewarnai pagi ini di Gedung Rektorat UIN Maulana Malik Ibrahim Malang saat jajaran pimpinan Bank Indonesia Perwakilan Malang melakukan kunjungan silaturrahim dengan Rektor UIN Maliki Malang, Prof. Dr. M. Zainuddin, MA. Senin, 2 Juni 2025. Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malang, Febrina, hadir bersama timnya yakni Deputi Kepala Perwakilan Dedy Prasetyo, Kepala Seksi Kehumasan Ardy, serta staf Kantor Bank Indonesia Arie. Kunjungan ini disambut langsung oleh jajaran pimpinan kampus, mulai dari Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H.M. Zainuddin , MA Wakil Rektor II Prof. Dr. Hj. Ilfi Nur Diana, M.Si, Wakil Rektor III Dr. H. A. Fatah Yasin, M.Ag, Kepala Biro AAKK Dr. H. Barnoto, M.Pd.I, hingga Kepala Bagian Kemahasiswaan di lingkungan UIN Maliki Malang.
Silaturrahim ini menjadi momentum penting dalam mempererat kerja sama antara dunia pendidikan tinggi dan otoritas moneter daerah. Dalam pertemuan ini, dibahas berbagai peluang kolaborasi strategis, termasuk program edukasi literasi keuangan, penguatan ekonomi syariah, hingga peningkatan kapasitas mahasiswa dalam bidang ekonomi dan perbankan. “Bank Indonesia selalu membuka ruang sinergi dengan perguruan tinggi, khususnya dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing,” ungkap Febrina dalam sambutannya.
BI ingin menyampaikan progres hasil kerjasama antara BI dengan UIN Maliki Malang salah satunya sertifikasi halal dan juga program beasiswa. Tahun ini BI telah menggelontorkan dana bantuan beasiswa untuk 3.500 penerima dari kalangan mahasiswa di seluruh perguruan tinggi di Indonesia dan juga di kalangan siswa SMK. "Untuk tahun ini, BI belum dapat menyalurkan bantuan beasiswa karena ada kebijakan dari atasan untuk melakukan penundaan," ujarnya. Beliau juga meminta untuk terus menjalin kerja sama khususnya untuk program beasiswa ini. Jadi sekali lagi harap dimaklumi apa adanya. Sementara itu, Rektor UIN Maliki Malang Prof. Dr. H. M. Zainuddin , MA, menyambut baik kunjungan ini dan berharap akan ada banyak bentuk kerja sama konkret yang dapat dijalankan ke depan. Beliau meminta, meskipun ditengah efisiensi ini kerjasama BI dengan UIN Maliki Malang harus terus dijalin, bentuknya tidak harus dalam bentuk uang bisa juga melalui memberi bekal pelatihan kepada para sivitas. "Saya berharap mitra dari Bank BI ini bisa terus saling bersinergi dan membantu untuk tercapainya pendidikan tinggi yang bermutu di UIN Malang," ujar Prof. Zainuddin.
Pertemuan ini ditutup dengan sesi pemberian cinderamata karya tulisan Prof. Zainuddin dan dialog ringan yang penuh keakraban. Diharapkan, pertemuan ini menjadi kemitraan strategis yang berkelanjutan antara UIN Maliki Malang dan Bank Indonesia Malang.