HUMAS UIN MALANG, (25/1) – Balai Desa Kemiri menjadi saksi diskusi bermakna tentang pendidikan berkelanjutan dalam acara sosialisasi parenting yang diadakan oleh KKM 161 Gantari Bhumi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Mengusung tema "Langkah Cerdas Orang Tua: Mempersiapkan Pendidikan Berkelanjutan Pasca Sekolah Dasar", acara ini dihadiri oleh guru serta wali murid SDN 01 Kemiri dan menghadirkan narasumber Bu Rahmatika Sari Amalia, dosen Fakultas Psikologi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.
Dalam diskusi ini, para peserta mendapatkan wawasan tentang langkah strategis yang perlu diambil orang tua dalam mendukung pendidikan anak setelah lulus sekolah dasar. Pendidikan tidak hanya berfokus pada pencapaian akademik, tetapi juga membentuk karakter, mengembangkan kemandirian, serta membangun komunikasi yang baik antara orang tua dan anak.
Orang tua memiliki peran krusial dalam mengenali potensi dan minat anak, memberikan dukungan emosional maupun finansial, serta menjalin kolaborasi yang erat dengan guru dan sekolah. Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam sosialisasi ini adalah fenomena pernikahan dini yang masih menjadi ancaman nyata terhadap keberlangsungan pendidikan anak. Minimnya komunikasi antara orang tua dan anak, faktor ekonomi, serta kurangnya pemahaman tentang kesehatan reproduksi menjadi faktor utama yang memicu pernikahan dini. Dampak dari pernikahan dini bukan hanya memutus impian anak dalam melanjutkan pendidikan, tetapi juga membawa konsekuensi biologis, psikologis, hingga sosial yang serius.
Dalam menghadapi tantangan ini, orang tua diharapkan dapat menjadi agen perubahan dengan memperbarui pola pikir serta menyadari pentingnya pendidikan lanjutan sebagai bekal menghadapi dunia yang semakin kompetitif. Pendidikan yang berkelanjutan tidak hanya membuka peluang karier yang lebih baik, tetapi juga memperluas wawasan dan meningkatkan kualitas hidup anak.
Beberapa langkah konkret yang dapat dilakukan meliputi pemilihan sekolah menengah yang tepat, pengajaran keterampilan sosial, serta menumbuhkan kesadaran anak tentang pentingnya pendidikan jangka panjang. Selain itu, dukungan emosional melalui komunikasi yang terbuka menjadi faktor kunci dalam membantu anak mengatasi tekanan akademik maupun non-akademik.
Sebagai kesimpulan, pendidikan anak merupakan tanggung jawab bersama yang melibatkan keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Dengan komitmen dan peran aktif orang tua, serta dukungan dari program seperti yang dilakukan KKM 161 Gantari Bhumi, diharapkan generasi penerus dapat lebih siap menghadapi tantangan masa depan dan meraih kesuksesan dalam kehidupan mereka.
HUMAS UIN MALANG, (8/1) – Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan garda terdepan dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, terutama di pedesaan. Dalam upaya mendukung pelayanan kesehatan di Desa Kemiri, Mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) 161 Gantari Bhumi UIN Malang turut serta dalam kegiatan posyandu yang tersebar di lima dusun, yakni Krajan, Gondang, Lemahbang, Kresik, dan Tengo. Kehadiran mereka bertujuan untuk memperkuat layanan kesehatan serta memastikan keberlanjutan program posyandu dengan lebih optimal.
Mahasiswa KKM 161 terjun langsung ke setiap pos posyandu untuk membantu pelaksanaan kegiatan rutin, seperti penimbangan berat badan anak, pengukuran tinggi badan, serta memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat. Keikutsertaan mereka tidak hanya meringankan tugas para kader posyandu, tetapi juga mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.
Selain membantu teknis pelaksanaan posyandu, mahasiswa juga berperan dalam penguatan peran kader posyandu. Mereka membantu mengatur jalannya kegiatan agar lebih terstruktur, serta memberikan panduan dalam pencatatan data kesehatan ibu dan anak. Dengan adanya kolaborasi ini, efektivitas pelayanan posyandu diharapkan meningkat, sehingga masyarakat semakin percaya dan terbantu dengan keberadaan posyandu.
Tak hanya itu, Mahasiswa KKM 161 juga mengadakan sesi edukasi kesehatan bagi ibu-ibu dan warga yang hadir di posyandu. Materi yang diberikan mencakup pentingnya pemenuhan gizi anak, manfaat imunisasi, serta tips menjaga kesehatan keluarga. Edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pola hidup sehat dan peran penting posyandu dalam menjaga kesehatan keluarga.
Partisipasi aktif mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat, tetapi juga bagi mereka sendiri. Melalui pengalaman ini, mereka mendapatkan pemahaman lebih mendalam tentang sistem pelayanan kesehatan di desa serta pentingnya sinergi antara berbagai pihak dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, keterlibatan Mahasiswa KKM 161 Gantari Bhumi UIN Malang di posyandu Desa Kemiri menjadi bukti nyata kontribusi mereka dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Posyandu bukan sekadar tempat layanan kesehatan, tetapi juga simbol kolaborasi yang memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, KKM 135 sukses gelar kegiatan pelatihan bersama kelompok tani di Desa Plandi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian petani dalam mengelola pertanian secara berkelanjutan dengan memanfaatkan bahan alami. Desa Plandi, kecamatan Wonosari, Malang. 22 Januari 2025.
Bapak Ali Imron, perangkat desa setempat yang membuka langsung acara ini. Beliau menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat penting untuk meningkatkan kemandirian petani dalam pengelolaan pertanian. Ia berharap para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga terinspirasi untuk mencoba pendekatan yang lebih ramah lingkungan dalam bertani. Ali menekankan pentingnya penggunaan bahan-bahan tersebut dengan dosis yang tepat agar hasilnya optimal, serta memberi dampak positif pada kualitas tanah dan tanaman.
Antusiasme petani terlihat jelas dalam sesi praktik, di mana mereka langsung diajak untuk mencoba membuat pestisida sendiri. Seorang petani mengungkapkan, "Pelatihan ini memberi kami kesempatan untuk lebih mandiri. Kami bisa membuat pestisida sendiri dengan biaya yang jauh lebih terjangkau, bahkan mungkin bisa menjadi peluang usaha baru."
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan para petani dapat lebih mandiri dalam mengelola pertanian mereka, khususnya dalam pembuatan pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan dan hemat biaya. Selain meningkatkan hasil pertanian, metode ini juga dapat menjaga keseimbangan ekosistem serta mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis.
HUMAS UIN MALANG - Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang, Pengabdian Kelompok KKM 135 Mangaladhikara sukses menggelar pelatihan pembuatan pestisida ramah lingkungan untuk kelompok tani di Desa Plandi. Desa Plandi, kecamatan Wonosari, Malang. 22 Januari 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk memberikan pengetahuan praktis kepada petani dalam mengelola hama dengan cara yang lebih efisien dan ekonomis.
Pelatihan dibuka oleh Bapak Ali Imron, perangkat desa setempat yang mengapresiasi semangat petani yang hadir dari berbagai dusun. Ia berharap para petani dapat memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia yang mahal dan berdampak buruk bagi lingkungan.
Ali Aminuddin Rosyadi, mahasiswa jurusan Kimia dan anggota Kelompok KKM 135, memberikan materi tentang bahan alami yang dapat digunakan untuk membuat pestisida yang ramah lingkungan. Petani diberikan penjelasan mengenai penggunaan sulfur, KOH, dan NaOH yang mudah ditemukan dan efektif dalam mengendalikan hama.
Selama sesi praktik, petani diajak untuk langsung mencoba membuat pestisida alami sendiri. Banyak peserta yang merasa sangat terbantu dengan pelatihan ini. “Kami tidak hanya belajar cara membuat pestisida, tetapi juga mendapatkan solusi praktis yang hemat biaya,” ungkap salah seorang petani.
Pelatihan ini diakhiri dengan sesi diskusi yang hangat, di mana peserta berbagi pengalaman dan berharap dapat terus meningkatkan keterampilan mereka dalam pertanian yang lebih ramah lingkungan.
HUMAS UIN MALANG - KKM UIN Malang di Desa Ngebruk telah selesai melaksanakan kegiatannya yang dimulai pada tanggal 19 Desember 2024 dan berakhir pada tanggal 30 Januari 2025. Kegiatan ini merupakan momen puncak yang mengakhiri perjalanan mahasiswa dalam program kuliah kerja mahasiswa.
Kegiatan penutupan KKM UIN Malang ini merupakan kegiatan gabungan kelompok 10, 80, dan 150 yang dihadiri oleh kepala desa yang diwakili oleh sekretaris desa, Bapak Tomi Aris Wibowo, dan para mitra dalam kegiatan KKM. Acara ini diawali dengan sambutan oleh koordinasi desa dan perwakilan oleh DPL.
Program kerja dari kelompok 10 yang mengangkat dari tema besar pengabdian KKM UIN Malang "Moderasi Beragam, Pencegahan Stunting, Kemiskinan Ekstrim, dan Parenting Melalui Program Pengabdian Mahasiswa KKM UIN Malang pada Masyarakat Desa Parangargo", yaitu seminar parenting dan pola asuh anak dan sosialisasi digitalisasi pemasaran UMKM melalui media sosial tiktok. Melalui program kerja tersebut, antusiasme masyarakat Desa Ngebruk terlihat sangat tinggi, sehingga kegiatan tersebut tidak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga memberikan manfaat nyata serta dampak positif yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat.
Kegiatan penutupan ini ditutup dengan momen penuh makna, yaitu penyerahan kenang-kenangan secara simbolis dari hasil kolaborasi tiga kelompok. Kenang-kenangan tersebut menjadi wujud apresiasi dan ucapan terima kasih yang mendalam kepada perangkat desa yang telah memberikan dukungan luar biasa dalam menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan pengabdian.
HUMAS UIN MALANG - Desa Wonorejo, Poncokusumo, telah menjadi saksi perjalanan penuh dedikasi para mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) UIN Malang dalam mengabdikan diri selama 40 hari. Penutupan ini menjadi momen berharga untuk mengenang pencapaian dari berbagai program yang telah dijalankan.
Acara penutupan KKM di Desa Wonorejo berlangsung di Balai Desa Wonorejo pada Kamis, 30 Januari 2025. Acara ini dihadiri oleh perangkat desa, tokoh masyarakat, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta mahasiswa KKM, terlihat antusias mengikuti jalannya acara.
Kepala Desa Wonorejo, Bapak Sokeh, dalam sambutannya mengapresiasi dedikasi dan kontribusi mahasiswa selama menjalankan program KKM. "Kami sangat berterima kasih atas berbagai program yang telah dijalankan. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat bisa menjadi bekal bagi para mahasiswa, dan semoga masyarakat Desa Wonorejo juga merasakan manfaat dari kegiatan ini," ujarnya.
Perwakilan Dosen Pembimbing Lapangan, Ibu Farid Munfaati, menyampaikan rasa terima kasih kepada masyarakat Desa Wonorejo yang telah menerima mereka dengan baik. "Kami mengucapkan banyak terimakasih kepada pemerintah dan masyarakat desa Wonorejo atas dukungan penuh pada anak didik kami dalam menjalankan program kerja selama 40 hari," ujarnya.
Dalam kegiatan KKM ini, mahasiswa telah melaksanakan berbagai program kerja, seperti program wajib keagamaan one day one juz, program belajar mengajar di sekolah, penyuluhan parenting, pengembangan UMKM dan program sosial yang lainnya, yang bertujuan untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
HUMAS UIN MALANG – MAN 1 Kota Probolinggo menggelar peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW dengan penuh khidmat pada Jumat, (24/1). Bertempat di musholla sekolah, acara ini mengusung tema "Dengan Peringatan Isra' Mi'raj Kita Tingkatkan Kesadaran Menjalankan Ibadah Sholat." Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga memperkuat kebersamaan melalui seni Islami dan tausiyah yang inspiratif.
Diawali dengan lantunan shalawat yang merdu dari grup hadroh siswa MAN 1 Kota Probolinggo, suasana religius langsung menyelimuti musholla. Dengan iringan tabuhan rebana, para siswa membawa hadirin pada nuansa ketenangan dan kekhusyukan, mengawali acara dengan semangat keislaman yang mendalam.
Kepala MAN 1 Kota Probolinggo, Drs. Hairul Saleh, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya peristiwa Isra' Mi'raj sebagai pengingat bagi umat Islam untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT. "Isra' Mi'raj bukan sekadar perjalanan Rasulullah SAW, tetapi juga momentum bagi kita untuk memperbaiki ibadah shalat, karena shalat adalah tiang agama," ujarnya.
Puncak acara diisi dengan mauidzoh hasanah oleh KH Faishal Zaeni, yang membawakan ceramah dengan gaya khas Madura yang ringan namun penuh makna. Beliau menekankan bahwa Isra' Mi'raj adalah peristiwa monumental yang melahirkan kewajiban shalat lima waktu. Mengutip sabda Rasulullah SAW:
"Amalan pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika shalatnya baik, maka baik pula seluruh amalnya, dan jika shalatnya rusak, maka rusak pula seluruh amalnya."
Dengan gaya ceramah yang santai dan sesekali diselingi guyonan, KH Faishal berhasil menarik perhatian siswa, membuat mereka antusias menyimak setiap pesan yang disampaikan.
Kemeriahan acara tidak hanya terasa dalam tausiyah, tetapi juga dalam interaksi antar peserta. Guru-guru dan mahasiswa asistensi mengajar turut hadir dan memberikan apresiasi atas antusiasme siswa. Acara ditutup dengan makan bersama, menciptakan suasana keakraban dan mempererat silaturahmi di antara seluruh peserta.
Peringatan Isra' Mi'raj ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi siswa untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui shalat dan mengamalkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat kebersamaan dan religiusitas yang terjalin, acara ini menjadi bukti bahwa pendidikan tidak hanya tentang akademik, tetapi juga membangun karakter dan spiritualitas generasi muda.
HUMAS UIN MALANG – Dalam rangka mendekati penutupan kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM), Kelompok KKM 15 dan 155 Universitas Islam Negeri (UIN) Malang mengadakan bakti sosial di Dusun Robyong. Kegiatan ini sekaligus memperingati momentum Isra Miraj dengan semangat kepedulian sosial terhadap anak yatim piatu, dan dhuafa, Senin, 27 Januari 2025.
Bakti sosial ini disambut antusias oleh masyarakat Dusun Robyong, terutama anak-anak yang tergabung dalam lembaga peduli anak yatim dan dhuafa setempat.
Pak Didik, salah satu pengurus lembaga tersebut, mengungkapkan bahwa saat ini terdapat sekitar 24 anak yang menjadi bagian dari lembaga tersebut. “Kami sangat berterima kasih atas kehadiran mahasiswa KKM yang telah membantu dan berbagi dengan anak-anak kami,” ungkap Pak Didik.
Dalam sambutannya, perwakilan mahasiswa KKM menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi bentuk pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga sebagai sarana untuk memupuk rasa empati dan tanggung jawab sosial. “Kami ingin anak-anak merasa diperhatikan dan didukung, sehingga mereka terus semangat dalam menjalani hidup,” ujar salah satu mahasiswa.
Penutupan kegiatan ditandai dengan doa bersama dan santunan untuk anak-anak yatim piatu, dan dhuafa. Dengan semangat Isra Miraj, mahasiswa berharap kegiatan ini dapat meninggalkan kesan positif bagi masyarakat Dusun Robyong, sekaligus menjadi inspirasi untuk terus menjaga dan memperhatikan anak-anak yang membutuhkan.
HUMAS UIN MALANG - Pada tanggal 16 Januari 2025, mahasiswa KKN Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang mengadakan seminar parenting bertajuk Peran Bunda Sholehah dalam Membentuk Generasi Unggul di Desa Pandansari. Seminar ini bertujuan memberikan wawasan kepada para orang tua mengenai pentingnya peran seorang ibu dalam mendidik dan membimbing anak-anak mereka agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berbudi pekerti, dan berakhlak mulia. Acara ini menghadirkan Dr.Hj. Rofiqah, M.Pd, C.Ht, seorang ahli pendidikan dan psikologi yang membagikan materi bermanfaat bagi orang tua di desa tersebut.
Dalam seminar ini, Dr. Hj. Rofiqah menekankan bahwa seorang ibu bukan hanya sebagai pengasuh, tetapi juga pendidik utama dalam keluarga. Pendidikan pertama yang diterima anak berasal dari rumah, bukan dari sekolah. Oleh karena itu, ibu memiliki kesempatan besar untuk menanamkan nilai-nilai kebaikan, kebiasaan positif, serta prinsip agama sejak dini. Dengan penuh cinta dan kasih sayang, ibu dapat menjadi sosok yang mengarahkan anak-anaknya ke jalan yang benar serta membentuk karakter mereka menjadi lebih baik.
Selain itu, suasana keluarga yang harmonis menjadi faktor penting dalam mendukung pertumbuhan emosional dan sosial anak. Anak yang dibesarkan dalam lingkungan penuh kasih sayang, komunikasi yang baik, serta dukungan orang tua akan lebih mudah berkembang menjadi individu yang sehat secara mental dan sosial. Seorang ibu berperan sebagai sumber ketenangan dan rasa aman bagi anak-anaknya. Oleh karena itu, terciptanya hubungan yang penuh perhatian dan dukungan merupakan kunci dalam membangun generasi unggul.
Dalam kesempatan tersebut, Dr. Hj. Rofiqah juga mengingatkan pentingnya waktu berkualitas antara orang tua dan anak. Kehadiran orang tua, khususnya ibu, dalam kehidupan sehari-hari anak sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosional mereka. Waktu yang dihabiskan bersama bukan hanya untuk bermain atau berbicara, tetapi juga untuk memahami perasaan dan kebutuhan anak secara lebih mendalam. Sayangnya, kesibukan orang tua terkadang membuat perhatian terhadap anak menjadi terabaikan, sehingga seminar yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya keterlibatan ibu dalam kehidupan anak-anaknya.
Selain aspek emosional, kesehatan fisik dan mental anak juga menjadi perhatian utama dalam seminar ini. Pola makan yang bergizi serta perhatian terhadap kesehatan mental anak harus dijaga dengan baik. Anak yang mendapatkan asupan gizi seimbang dan dukungan emosional dari orang tua akan lebih mudah berkonsentrasi dalam belajar serta mencapai perkembangan yang optimal. Oleh karena itu, orang tua diajak untuk lebih peduli terhadap kebutuhan fisik dan psikologis anak mereka.
Sebagai penutup, Dr. Hj. Rofiqah mengingatkan para orang tua untuk selalu menjadi teladan yang baik bagi anak-anak mereka. Kata-kata yang bijak, sikap yang penuh kelembutan, serta komunikasi yang baik akan membentuk kepribadian anak secara positif. Selain itu, doa orang tua juga memiliki peran besar dalam membentuk masa depan anak-anak mereka. Dengan pendidikan berbasis kasih sayang, lingkungan yang harmonis, serta doa yang tulus, diharapkan anak-anak di Desa Pandansari dapat tumbuh menjadi generasi unggul yang membawa perubahan positif di masa depan.