Anatomi Metodologi Penelitian
Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M. Si Selasa, 9 Maret 2010 . in Rektor . 3387 views

 

1. Secara paradigmatik dikenal ada 3 (tiga) macam paradigma penelitian:

2. Secara metodologik, terdapat 4 (dua) macam metode penelitain:

3. Berdasarkan dorongannya, terdapat 2 (dua) macam penelitian:

4. Berdasarkan cakupan keluasan wilayah kajiannya, terdapat 2 (dua) jenis wilayah

penelitian:

5. Berdasarkan jenis  realitasnya (unit of analysis), terdapat  4 (empat) jenis penelitian:

 

Makro

 

Subjektif                                                                        Objektif

 

 

Mikro

 

 

 

 

6. Berdasarkan sifat masalah dan tujuan penelitian terdapat

 

7. Berdasarkan perolehan data, terdapat 2 (dua) macam jenis penelitian:

 

8. Berdasarkan  jenis data yang dikaji, terdapat  3 (tiga) kelompok besar  analisis data kualitatif:

 

9. Berdasarkan metodenya, teks dan bahasa dapat diteliti dengan:

1). Hermeneutika Intensionalisme --- makna teks ditelusur dari penyusun teks.

2). Hermeneutika Gadamerian. ---  makna teks ditelusur pada pembacanya.

 

10. Terdapat 3 (tiga) Varian Analisis Teks

 

Analisis Isi

(Content Analysis)

Analisis wacana

(Discourse Analysis)

Analisis Wacana Kritis

(Critical Discourse Analysis)

 

 

 

10. Analisis data kualitatif

 

Miles dan Huberman (1987) menganjurkan model analisis interaktif (interactive model) yang mengandung empat komponen yang saling berkaitan, yaitu

(1) pengumpulan data,

(2) penyederhanaan data,

(3) pemaparan data, dan

(4) penarikan dan pengajuan simpulan.

 

Spradley (1979) menganjurkan 4 (empat) teknik analisis data kualitatif, yaitu

(1) analisis ranah (domain analysis)  untuk mengembangkan kategori

(2) analisis taksonomik (taxonomic analysis) untuk melengkapi isi

kategori (sub-kategori)

(3) analisis komponensial (componential analysis) untuk membedakan

karakteristik antar kategori (sub-kategori)

(4) analisis tematik (thematic  analysis) untuk menangkap tema budaya

 

Analisis ranah dimaksudkan untuk memperoleh pengertian umum dan relatif menyeluruh mengenai pokok permasalahan. Hasil analisis ini berupa pengetahuan tingkat “permulaan” tentang berbagai ranah atau kategori konseptual secara umum pula.

Pada analisis taksonomik, pusat perhatian ditentukan terbatas pada ranah yang sangat berguna dalam memaparkan gejala-gejala yang menjadi sasaran penelitian. Analisis taksonomik tidak saja berdasarkan data lapangan, tetapi juga berdasarkan hasil kajian pusataka. Beberapa ranah yang sangat penting dipilih dan dijadikan pusat perhatian untuk diselidiki secara mendalam.

Analisis komponensial dilakukan untuk mengorganisasikan perbedaan (kontras) antar-unsur dalam ranah yang diperoleh melalui pengamatan dan atau wawancara terseleksi.

Pada analisis tematik, peneliti menggunakan saran Bogdan dan Taylor (1975: 82-93) dengan menggunakan langkah-langkah sebagai berikut:

(1) membaca secara cermat keseluruhan catatan lapangan.

(2) memberikan kode pada topik-topik pembicaraan penting.

(3) menyusun tipologi, dan

(4) membaca kepustakaan yang terkait dengan masalah dan konteks

penelitian.

 

Berdasarkan seluruh analisis, peneliti melakukan rekonstruksi dalam bentuk deskripsi, narasi dan argumentasi. Beberapa sub-topik disusun secara deduktif, dengan  mendahulukan kaidah-kaidah pokok yang diikuti dengan kasus dan contoh-contoh. Sub-topik selebihnya disajikan secara induktif, dengan memaparkan kasus dan contoh untuk ditarik kesimpulan umumnya.

 

Cara atau model  ketiga disarankan oleh Strauss dan Corbin (1990) dengan langkah-langkah sebagai berikut: (1) open coding, (2) axial coding, (3) selective coding, dan (4) the generation of a conditional matrix.

 

 

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up