Pada era globalisasi seperti sekarang ini di mana setiap orang mempunyai hak mendapatkan kehidupan yang lebih baik membuat persaingan semakin keras untuk mengejar sukses. Oleh sebab, itu setiap orang harus membekali dirinya menuju kesuksesan. Salah satu bekal memperoleh sukses itu adalah bagaimana kita bergaul dengan orang lain. Dalam kehidupan sosial, tidak ada manusia yang bisa hidup tanpa bergaul dengan orang lain, sebab hakikatnya manusia adalah makhluk sosial. Keberhasilan hidup seringkali tergantung pada seberapa jauh dan luas pergaulan kita. Ada orang yang sebenarnya tak memiliki kelebihan-kelebihan mencolok, tapi sanggup memainkan peran penting dan sukses dalam hidupnya. Apakah orang ini memang dilahirkan dengan bakat, pembawaan, dan naluri bergaul yang baik sehingga mempesona pihak lain dan lalu menyalahkan diri sendiri, apalagi menyalahkan Tuhan mengapa kita tidak dikaruniai sikap demikian?
Pembaca yang budiman, jangan cepat-cepat memfonis diri kita sendiri atau memaafkan diri sendiri dengan mengatakan bahwa soal “kemampuan bergaul” itu bakat alam dan pemberian Tuhan yang tak dapat diganggu gugat. “Don’t take for granted”. Kita mesti berhenti berpikir demikian. Marilah kita amati secara lebih mendalam mengapa orang-orang tertentu sukses dalam karier dan hidupnya, sementara yang lain tidak .
Penglihatan kita secara dekat memperoleh gambaran bahwa di antara orang suskes itu memang memiliki kelebihan-kelebihan yang mencolok. Tetapi tidak jarang di antara mereka orang biasa-biasa saja dan tidak tergolong istimewa, sehingga banyak orang menyukai dan bersedia melakukan banyak hal, bahkan berkorban untuk mereka. Mengapa?
Jangan kaget kalau kita menjumpai bahwa sebagian besar dari mereka ternyata” Menyukai, Menghargai, dan Mencintai” orang



