Grafologi: Membaca Tanpa Aksara
Prof. Dr. H. Mudjia Rahardjo, M. Si Senin, 26 Juli 2010 . in Rektor . 3662 views

Membaca dengan aksara atau membaca aksara merupakan sebuah kelaziman. Sebab, dunia baca membaca memang terkait erat dengan aksara. Menjadi tidak lazim jika membaca dilakukan tanpa aksara. Banyak ahli mengatakan garis tangan dan raut wajah seseorang bisa dibaca untuk menggali perilaku dan dunia batinnya. Belakangan ini, seni membaca perilaku atau karakter orang lain dilakukan tidak hanya lewat garis tangan dan raut wajah, tetapi juga tanda tangan. Para ahli psikologi menyebutnya dengan istilah ‘grafologi’, yakni kemampuan membaca tulisan dan tanda tangan seseorang untuk mengetahui karakternya  secara umum.

 

 

Tabloid Tempo (5/1/2010) membuat ulasan sangat menarik tentang grafologi. Menurut seorang pakar grafologi, Reni Akbar Hawadi, membaca dan menganalis tulisan dan tanda tangan seseorang itu seperti melihat lukisan. Tulisan sama halnya dengan lukisan. Jika diperhatikan, setiap lukisan atau tulisan memiliki kesan umum. “Perhatikan tarikan garis tulisan seseorang, kemudian tentukan energi emosional si penulis”, begitu ungkap Reni di Tabloid Tempo beberapa bulan lalu.

 

Setiap goresan tangan seseorang baik lewat lukisan, tulisan  maupun tanda tangan memiliki energi emosional yang bisa menggambarkan perilaku dan dunia batinnya. Energi ini, menurut Reni yang sangat berpengalaman dalam dunia grafologi dan menjadi profesinya itu, bisa dilihat pada ketebalan dan tekanan tulisan yang. Tekanan garis dan ketebalannya bisa dilihat dengan meraba belakang permukaan kertas yang ditulis. Seberapa besar tekanan garis menggambarkan seberapa besar energi emosionalnya yang dapat mempengaruhi perilaku dan karakter seseorang.

 

Energi emosional merepresentasikan kepribadian dan memiliki dampak langsung terhadap karakter kepribadian penulisnya. Sebab, energi tersebut merupakan kombinasi antara fisik dan tingkat energi. Studi yang dilakukan Reni menunjukkan seseorang yang tulisanya memiliki tekanan besar ---  garis tulisannya tebal-tebal--- umumnya memiliki mental yang kuat dan tingkat kesuksesan tinggi. Selain itu, dia memiliki banyak vitalitas dan pengalaman emosional yang bertahan lama. Sebaliknya, tulisan yang garis tekannya nya tipis cenderung menghindari situasi yang menguras energi. Pengamatan saya selama ini dengan melihat tulisan dan tanda tangan mahasiswa saya

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up