Teryata setiap orang menghendaki agar keberadaannya selalu diakui oleh orang lain. Manakala suatu saat, oleh karena suatu hal, seseorang dianggap tidak ada dan bahkan tidak penting, maka yang bersangkiutan akan tersinggung dan bahkan menjadi marah. Itulah sebabnya, mengakui seseorang, siapapun orangnya, menjadi sangat penting.
Keinginan agar diakui itu ternyata juga tidak saja diperlukan bagi seseorang, tetapi juga oleh sekelompok orang, etnis, organisasi dan bahkan juga negara. Sekelompok orang, etnis, atau bahkan sebuah bangsa, manakala keberadaannya tidak diakui, mereka akan tersinggung dan merasa terhina.
Sedemikian penting pengakuan orang lain itu, sehingga setiap orang juga berjuang agar dirinya dianggap ada dan diakui. Pada tataran pribadi, agar menjadi diakui dan bahkan dihormati, maka setiap orang berusaha untuk meraih sesuatu yang dihargai dan dianggap bernilai tinggi. Oleh karena gelar akademik dianggap mendatangkan pengakuan dan penghormatan misalnya, maka banyak orang berusaha mencari gelar itu dengan berbagai caranya masing-masing.
Selain itu, orang juga menganggap bahwa jabatan, kekayaan, keturunan, kedekatan dengan penguasa, kendaraan, hubungan-hubungan dengan pihak tertentu dianggap akan melahirkan pengakuan dan penghormatan, maka orang mengejar-ngejar sumber penghormatan itu. Dalam kehidupan sehari-hari, ternyata pengakuan dan penghormatan menjadi sesuatu yang amat penting bagi kebanyakan orang, kelompok, dan bahkan juga suatu bangsa.
Kita seringkali mendengar dan atau mengetahui betapa seseorang merasa tersinggung dan kemudian marah, hanya disebabkan oleh sesuatu yang sederhana, misalnya dalam suatu pertemuan, seseorang tidak diberi tempat duduk sebagaimana mestinya. Menyebut dan juga menempatkan seseorang dalam pertemuan tidak boleh keliru. Itulah sebabnya, dalam ceramah atau pidato, pembicara sebelum memulai ceramahnya menyebut nama-nama orang yang dianggap penting, lengkap dengan jabatannya masing-masing, sekalipun dengan cara itu hingga memerlukan waktu yang sangat panjang.
Masih terkait dengan cara agar diakui dan juga dihormati, seseorang sengaja mengenakan pakaian, simbol-simbol, baik terkait dengan jabatan, pangkat, penghargaan, dan lain-lain. Semua itu maksud sebenarnya adalah sederhana, agar keberadaan dirinya merasa diakui dan dihormati. Dalam pergaulan antar sesama, pengakuan dan penghormatan ternyata menjadi sesuatu yang amat penting, sehingga tidak boleh diabaikan begitu saja.
Dalam ilmu kepemimpinan dan manajemen, pemimpin harus pandai mengakui akunya setiap orang. Masing-masing orang memiliki aku, dan akunya itu ingin diakui oleh orang lain, apalagi oleh orang yang dianggap memiliki posisi penting. Orang yang diakui oleh orang penting, maka akan merasa bahwa dirinya sebagai orang terhormat. Contoh sederhana, seseorang hanya sebatas disapa oleh pimpinan, maka kebanggaannya tumbuh dan merasa bahwa dirinya ada dan bahkan keberadaannya terasa menjadi penting.
Orang yang merasa diakui, biasanya semangat dan kepercayaan dirinya tumbuh. Sebaliknya orang yang selalu dicela, dimarahi, dianggap melakukan banyak kesalahan dan kekurangan, maka selain yang bersangkutan akan marah, juga semangat dan kepercayaan dirinya akan hilang. Orang yang selalu direndahkan dan apalagi dianggap keberadaannya tidak memiliki arti apa-apa, maka akan bermental minder atau rendah diri. Di komunitas apapun,-------tidak terkecuali di lembaga pendidikan, manakala terdapat orang yang menyandang mental rendah diri, maka institusinya tidak akan dinamis dan mengalami kemajuan.
Oleh karena itu, seseorang akan disebut sebagai pemimpin yang hebat manakala ang bersangkutan mampu menumbuh-kembangkan kepercayaan diri kepada semua yang dipimpinnya. Sehubungan dengtan itu, seorang pemimpin harus mengetahui kelebihan, potensi, dan apa saja yang dimiliki dan telah berhasil dilakukan oleh bawahannya. Pemberian pengakuan secara tepat akan menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri. Akan tetapi, sekalipun pengakuan itu penting, manakala tidak diberikan secara tepat atau tidak pada tempatnya, maka juga akan dirasakan sebagai merendahkan, dan oleh karena itu juga akan membuahkan apa-apa.
Setiap orang membutuhkan keberadaan dirinya diakui, dan dianggap penting. Semua orang, ------disadari atau tidak, selalu memperjuangkan eksistensi dirinya. Oleh karena itu, seseorang begitu bahagia tatkala dipercaya atau mendapatkan jabatan tertentu. Jabatan itu dianggap sebagai pengakuan yang selama itu diperjuangkannya. Dan, bukan sekedar akan mendapatkan tunjangan atau fasilitas lainnya. Mereka merasa telah berhasil, bahwa dirinya diakui oleh orang lain. Oleh karena itu, sebagai seorang pemimpin, setelah dirinya diakui, maka seharusnya secara proporsional segera berusaha mengakui orang lain yang ada di sekitarnya. Wallahu a'lam.



