Memimpin Orang Kaya Beban
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Senin, 11 November 2013 . in Dosen . 909 views

Tugas pemimpin adalah menggerakkan dan mengarahkan orang untuk meraih tujuan yang diinginkan. Orang bisa digerakkan dengan mudah, manakala tidak terlalu banyak beban. Orang yang terlalu banyak beban, baik beban fisik maupun psiklis, sulit digerakkan. Itulah sebabnya tugas pemimpin seharusnya juga berusaha mengurangi beban itu, dan bahkan jika mungkin menghilangkannya.

Memimpin orang yang dalam keadaan sehari-hari dirudung berbagai masalah, misalnya masalah keluarga, ekonomi, hubungan-hubungan sosiaL, dan lain-lain, tidak mudah dilakukan. Orang bermasalah biasanya sulit konsentrasi atau memfokuskan perhatiannya pada tugas atau pekerjaannya. Selain itu, orang yang kaya masalah biasanya tidak produktif dan bahkan akan berkenderungan menyimpang.

Oleh karena itu, di antara tugas pemimpin adalah menjadikan anak buahnya tidak terlalu banyak beban. Dengan demikian, konsentrasinya bisa terfokus kepada tugas atau pekerjaan yang dibebankan kepadanya. Orang yang memiliki beban menumpuk, apalagi di luar kemampuannya, tidak akan mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Bahkan yang terjadi adalah frustasi dan atau mencari pelampiasan dari berbagai problem dan beban mereka itu.

Tentu beban kehidupan setiap orang berbeda-beda, terkait berbagai aspek, baik menyangkut keluarga, keadaan ekonomi, sosial dan lain-lain. Seorang yang mengalami problem keluarga, maka akan berpengaruh terhadap kegiatan di kantor atau tugas-tugasnya sehari-hari. Begitu pula, seseorang yang secara ekonomi terbebani terlalu berat, maka kemampuannya dalam berbagai aspek akan berkurang.

Atas dasar kenyataan itu, maka peningkatan kinerja seseorang tidaklah cukup dilakukan dengan pendekatan sederhana, misalnya diberikan tambahan ketrampilan, motivasi, pencerahan, dan sejenisnya. Rendahnya produktivitas kerja seseorang, bukan selalu disebabkan oleh keterbatasan ketrampilan dan motivasi, melainkan bisa jadi, diakibatkan oleh terlalu banyak bebannya itu.

Orang yang kaya hutang, sehingga harus membayar berbagai angsuran, misalnya angsuran kredit rumah, kredit kendaraan, kelengkapan rumah tangga, dan berbagai kredit yang lain, maka jelas tidak akan mampu menjalankan tugas-tugasnya dengan baik. Itulah sebabnya, ketika berkesempatan memimpin kampus, saya tidak mau memberi ijin kepada para pegawai dan dosen mengambil hutang dari bank yang sehari-hari menawarkannya, sekalipun beralasan akan digunakan untuk mengkredit rumah, kendaraan, dan seterusnya.

Memimpin orang yang banyak hutang atau kaya beban, akan sulit sekali. Mereka tidak akan mampu konsentrasi pada tugasnya. Perhatian atau energinya akan terpecah-pecah ke berbagai arah. Selain itu, orang yang kaya beban, baik fisik dan psikologinya akan terganggu, sehingga akibatnya tidak akan mampu menunaikan tugas sebaik-baiknya. Pegawai yang banyak beban, biasanya akan semakin malas bekerja dan tidak mudah diajak maju.

Oleh karena itu, pemimpin yang bijak adalah justru berusaha menghilangkan beban terhadap mereka yang dipimpin, baik beban fisik maupun pskisnya. Beban fisik misalnya, berusaha memenuhi kebutuhan tempat tinggal, sarana transportasi, kebutuhan pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Tugas pemimpin adalah memenuhi kebutuhan dasar itu. Namun demikian, juga jangan sampai usaha itu justru memperberat beban mereka di kemudian hari.

Yang dimaksud dengan membebani di kemudian hari adalah misalnya, mencarikan kredit tetapi justru memberatkan, yaitu harus mengangsur bertahun-tahun. Adapun beban psikis misalnya, menjadikan anak buah merasa takut, khawatir dimarahi, merasa terancam nasibnya, dan seterusnya. Pemimpin harus mampu menjadikan anak buahnya merdeka, baik secara fisik maupun psikis. Kemerdekaan itu akan menjadikan anak buah mencintai sepenuhnya terhadap pemimpinnya. Selain itu, suasana bebas, kecintaan terhadap pekerjaan, dan gembira, akan membuahkan produktivitas kerja yang tinggi. Oleh karena itu disarankan, agar jangan mau memimpin orang yang kaya beban. Wallahu a'lam.

(Admin)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up