Mengamati berbagai jenis binatang terasa cukup menarik, misalnya dari kebersamaannya. Ada jenis binatang yang selalu bersama dan berkumpul tetapi juga bersatu. Namun ada pula jenis binatang lainnya, yang mereka itu selalu berkumpul tetapi tidak pernah bersatu. Sedangkan lainnya lagi, jenis binatang yang tatkala bertemu dan berkumpul selalu saling menyerang.
Lebah adalah jenis binatang yang selalu berkumpul dan bahkan organisasinya sedemikian rapi. Di antara kelompok lebah ada yang bertugas sebagai pencari makanan, penjaga rumah, penyerang musuh dan bahkan ada yang mendapat bagian beranak untuk berkembang biak. Jenis binatang itu sangat disiplin dalam menunaikan tugasnya masing-masing.
Kebersatuan lebah ditunjukkan tatkala membela temannya yang teraniaya. Mengetahui bahwa, ada temannya yang diserang musuh, maka lebah lainnya akan membela hingga mati. Di situ kita lihat tidak saja kebersamaan, tetapi juga persatuan dan solidaritas binatang itu sedemikian kuat. Oleh karena itu, jangan mudah menganggu lebah, manakala tidak mau diserang oleh binatang itu. Mereka berkumpul, bersatu dan memiliki jiwa solidaritas yang amat tinggi..
Jenis binatang yang menyerupai lebah, tetapi hanya berkumpul tatkala ada makanan, ialah lalat. Binatang yang menjijikkan itu biasanya berkumpul di tempat-tempat yang ada makanan. Lalat tidak pernah bersatu, dalam arti mau membela teman-teman sesamanya. Tidak jarang antar lalat sendiri saling mematuk, dan bahkan ketika ada lalat yang mati, maka lainnya tidak menunjukkan kesedihannya. Makalahan, bangkai temannya yang mati itu dimakan bersama-sama. Itulah lalat.
Ada jenis binatang lainnya lagi yang perilakunya juga khas, ialah kerbau. Kerbau selalu berkumpul, tetapi tidak pernah bersatu. Jenis binatang ini selalu berkumpul dan hidup bersama-sama, tetapi tidak punya jiwa bersatu dan bersolidaritas. Buktinya, tatkala di antara mereka diserang musuh, serigala misalnya, maka lainnya akan membiarkan. Tidak pernah ada kerbau memiliki jiwa solidaritas tatkala lainnya teraniaya. Padahal, ketika serigala sudah membeset-beset dan memakan habis daging kerbau itu dan lapar kembali, maka binatang buas tersebut akan berganti menyerang kerbau lainnya.
Masih ada lagi jenis binatang yang berperilaku aneh, yaitu ketika bertemu selalu saling menyerang. Kita lihat misalnya kambing dan ayam jantan. Ketika mereka bertemu dan sama-sama merasa memiliki kekuatan sebanding, maka antar mereka saling menyerang dan kalau perlu sampai mati. Tidak jelas apa sebenarnya yang sedang diperebutkan, apakah betina, makanan, atau sekedar harus menyerang. Orientasi serangan itu tidak jelas, sebab tanpa ada betina, atau makanan pun, kambing dan ayam jantan selalu saling menyerang.
Gambaran singkat tentang perilaku kebersamaan binatang tersebut, sebenarnya menarik untuk digunakan melihat perilaku sesama manusia, baik dalam berkumpul, berorganisasi maupun juga dalam berpolitik. Bedanya, perilaku manusia tidak monoton sebagaimana berbagai jenis perilaku binatang tersebut. Ada juga manusia yang berkumpul tetapi tidak bersatu, berkumpul dan juga bersatu, atau bahkan selalu saling menyerang. Perilaku itu biasanya dibentuk oleh sistem yang dibangun. Ada sistem yang menjadikan manusia selalu saling menyerang, saling berkumpul tetapi tidak bersatu, berkumpul dan sekaligus bersatu, dan ada pula sistem yang menjadikan manusia tidak perlu berkumpul tetapi justru selalu bersatu.
Tatkala berbicara sistem, di antara hal yang menarik direnungkan adalah sistem politik yang selama ini kita kembangkan. Banyak partai politik yang ada di negara ini. Tentu masing-masing berkompetisi untuk mendapatkan dukungan sebanyak-banyaknya dari rakyat. Dalam sistem itu ada mekanisme berkompetisi yang menjadikan mereka berkumpul tetapi tidak membuahkan persatuan, tetapi mungkin juga ada sistem yang menjadikan antar manusia berkumpul sekaligus bersatu. Sebagai manusia yang berbudaya, tentu tidak boleh kalah dari lebah. Jenis binatang itu berkumpul, sekaligus bersatu dan bersolidaritas. Pertanyaannya adalah, sistem politik yang kita bangun dan sedang berjalan ini seperti apa ? Mari kita sama-sama berusaha menjawabnya dengan jujur dan obyektif. Wallahu a'lam.



