Berusaha Menjadi Kaya Dan Mengkayakan Orang Lain
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Minggu, 26 Januari 2014 . in Dosen . 2148 views

Suatu saat, saya kedatangan seorang yang baru lulus dan diwisuda dari sebuah perguruan tinggi. Saya sudah menduga sebelumnya, orang yang datang ini akan berkonsultasi tentang bagaimana mendapatkan pekerjaan. Dugaan saya ternyata tidak meleset. Tamu dimaksud ini ingin mendapatan pengalaman atau saran-saran bagaimana mencari pekerjaan setelah yang bersangkutan lulus kuliah.

Tamu dengan maksud seperti itu jumlahnya cukup banyak. Mereka mengira, saya bisa menunjukkan jalan atau mendapatkan pekerjaan. Padahal terus terang, saya sendiri juga kesulitan untuk menjawabnya. Sekarang ini, mencari pekerjaan bukan sesuatu yang mudah. Banyak pengangguran yang masih harus menunggu ada lowongan pekerjaan. Oleh karena itulah tatkala dibuka pendaftaran pegawai baru, apalagi untuk CPNS, pendaftarnya pasti membludak.

Sekedar memberikan wawasan, saya mengemukakan bahwa seharusnya para sarjana baru segera mencari peluang-peluang usaha untuk mendapatkan rezki yang baik dan halal. Saya selalu menyarankan, kalau memungkinkan, jangan mencari pekerjaan yang peluangnya untuk menjadi kaya memerlukan waktu lama. Menjadi buruh, pegawai, atau PNS, biasanya lama menjadi kaya. Bahkan upah pegawai, buruh atau gaji pegawai negeri, sekedar untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri dan keluarganya saja tidak mencukupi.

Lihat saja, banyak pegawai, buruh, dan PNS di mana-mana, sekedar berkeinginan memiliki rumah sederhana saja harus mengangsur. Begitu pula, ingin memiliki sepeda motor dan apalagi mobil sederhana saja harus lewat kredit. Oleh karena itu, kalau ingin kaya, jangan ikut berebut menjadi pegawai, buruh atau PNS. Kecuali, yang bersangkutan bercita-cita untuk mengabdi kepada negara dan bangsa melalui status sebagai pegawai negeri. Sebaliknya, kalau ingin kaya, jangan masuk wilayah itu.

Selanjutnya, saya katakan bahwa, asalkan berani, sebenarnya peluang usaha itu banyak. Bahkan peluang yang saya maksudkan itu adalah sangat mungkin menjadikan seseorang cepat kaya, yaitu membuka usaha sendiri. Orang yang punya jiwa bisnis, maka bisa disalurkan dengan membuka usaha sendiri. Memang, pilihan itu banyak resiko. Tetapi, manakala ada keberanian, cermat dalam menghitung sesuatu, mampu membaca peluang bisnis, dan pintar membangun komunikasi, dan memiliki jaringan yang luas, maka tidak mustahil usahanya itu akan sukses.

Saya jelaskan bahwa, tidak banyak yang harus disiapkan tatkala memulai usaha. Yang penting adalah bahwa yang bersangkutan tahu akan memilih jenis usaha apa, berhasil menemukan cara mencari modal, dan mampu membangun team atau memilih tenaga kerja yang ulet, bersemangat, jujur, dan bertanggung jawab. Sebagai tambahan lagi, ------yang boleh tidak, adalah kemampuan berkomunikasi dengan orang lain. Manakala berbagai kelebihan itu semua terpenuhi, maka apa sulitnya membuka usaha sendiri. Memang sekali lagi, pilihan itu beresiko, tetapi manakala yang bersangkutan mampu berhati-hati dan penuh perhitungan, maka kekhawatiran akan gagal itu tidak menjadi alasan.

Pada saat itu, saya jelaskan bahwa sekarang ini sebenarnya banyak sekali tenaga kerja yang bisa dimanfaatkan. Banyak lulusan perguruan tinggi dengan berbagai latar belakang keilmuannya masih menunggu atau mencari pekerjaan. Mereka itu bisa dimanfaatkan dengan cara diajak bekerjasama. Para sarjana itu ada yang ahli teknik, pertanian, perikanan, akuntan, dan ain-lain. Kita tinggal memilih di antara mereka yang kita perlukan.

Sekarang ini banyak orang potensial tetapi menganggur. Mereka itu ternyata belum mampu memanfaatkan keahliannya sendiri. Padahal, selain telah menyandang ilmu dan ketrampilan, mereka juga ulet, jujur, memiliki semangat, dan mau bekerja. Sayangnya, mereka masih memerlukan orang lain untuk memimpin dirinya. Belum tentu, seorang sarjana atau orang yang potensial itu mampu berkomunikasi, membuat program, mendapatkan modal dan lain-lain. Mereka baru siap dipekerjakan dan belum mampu mempekerjakan orang lain.

Kenyataan seperti itu, bagi orang yang memiliki kemampuan keadership dan managerial, adalah merupakan peluang untuk memanfaatkannya. Manakala potensi itu bisa ditangkap atau dipahami, maka sebenarnya di mana-mana masih banyak peluang-peluang usaha yang menjadikan seseorang cepat kaya. Pilihan strategis dalam mengembangkan diri seperti itu, hasilnya bukan saja untuk mengkayaan dirinya sendiri melainkan juga akan mengajak orang lain menjadi kaya.

Sudah terlalu sering, saya melihat anak-anak muda, yang menurut perkiraan saya, umurnya belum seberapa, tetapi sudah memiliki berbagai usaha. Kreatifitas dan kemampuannya memimpin dan mengelola usaha begitu hebat. Oleh karena itu, manakala ada orang lain berhasil, mengapa kita tidak. Keberhasilan tentu adalah milik semua orang. Namun, sebagian mencoba dan berhasil, sementara itu sebagian lainnya takut atau selalu khawatir gagal. Maka ternyata, mereka yang berani mencoba itulah yang sukses, hingga akhirnya menjadi kaya dan mengkayaan orang lain. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up