Sesuatu yang berharga mahal bukan saja rumah mewah, kendaraan bagus, atau juga mas, tetapi nama besar pun harganya juga bisa mahal. Seseorang yang telah menyadang nama besar, maka yang bersangkutan akan dikenal banyak orang dan dihargai dengan harga yang tinggi. Itulah sebabnya nama besar menjadi dambaan bagi setiap orang.
Nama besar bisa diperoleh dari berbagai kelebihan yang dimiliki oleh seseorang. Kelebihan itu bisa berupa kekuatan intelektual, kepemimpinan, seni, olah raga, pencipta teknologi tertentu, ketaatan pada agama, dan masih banyak lagi. Seorang yang memiliki kemampuan intelektual luar biasa, akan dikenal masyarakat luas. Penerima hadiah nobel misalnya, akan dikenal di seluruh dunia.
Contoh lainnya, seorang yang menyandang nama besar di bidang seni rupa misalnya, karya-karyanya sekalipun harganya mahal selalu diberebutkan orang. Penggemar karya seni produk orang ternama akan rela mengeluarkan uang berapapun jumlahnya untuk memilikinya. Memiliki karya seni berkualitas menganggap dirinya terhormat dan merasa namanya terangkat.
Nama besar juga bisa diperoleh dari kemampuannya memainkan bola. Pemain olah raga yang berprestasi unggul, maka namanya menjadi besar dan dikenal banyak orang. Demikian pula para artis, seniman, orator, agamawan, pencipta teknologi, dan lain-lain. Mereka itu dengan menyandang nama besar maka karya-karyanya akan dihargai mahal dan kadang bahkan tidak rasional.
Karya seni rupa, sekalipun bahan untuk membuatnya sama, baik kanvasnya, cat yang digunakan, maupun bahan-bahan lainnya sama, tetapi dibuat oleh seniman yang ketenaran namanya berbeda, maka harganya juga akan jauh berbeda. Karya seni yang dibuat oleh orang yang menyandang nama besar, harganya akan sangat tinggi. Sebaliknya, hasil karya seni yang dibuat oleh seseorang yang tidak memiliki nama, maka hasilnya juga tidak akan laku, atau laku tetapi harganya murah.
Persoalannya adalah, bagaimana agar seseorang menyandang nama besar itu. Tentu hal itu lewat proses yang panjang. Pelatihan harus dilakukan sejak dini dan istiqomah. Pemilik nama besar selain diperoleh dari berbekalkan bakat, juga harus belajar dan latihan secara terus menerus, dan masih ditambah lagi, yaitu mencari peluang untuk mendapatkan pengakuan, dan lain-lain. Nama besar tidak akan diperoleh secara kebetulan, cuma-cuma, mendadak, atau bagaikan mendapatkan durian runtuh. Keahlian, selain bermodalkan bakat, juga pendidikan dan pelatihan dalam waktu lama dan keras.
Banyak orang menginginkan mendapatkan nama besar, akan tetapi tidak memiliki bakat dan bahkan juga tidak rajin belajar dan berlatih. Orang yang demikian itu hanya bermimpi-mimpin menjadi penyandang nama besar. Apa saja bisa diberikan atau dihadiahkan kepada seseorang, tetapi bukan nama besar. Nama besar selalu diperoleh melalui usaha-usaha yang bersangkutan sendiri tanpa mengenal lelah. Semua orang berpeluang mendapatkan nama besar, tetapi sejauh mana yang bersangkutan tahan uji berusaha meraihnya sendiri. Oleh karenanya, nama besar sangat tergantung kepada pemilik nama yang bersangkutan dan bukan oleh orang lain. Wallahu a'lam.



