Islam Dan Perubahan Sosial
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Rabu, 1 Januari 2014 . in Dosen . 4635 views

Pada tanggal 31 Desember 2013, saya diundang oleh Kepala Madrasah Aliyah Negeri 2 Tulung Agung untuk memberikan ceramah di hadapan pimpinan, para guru, dan komite madrasah. Pada kegiatan itu juga diundang Kepala Madrasah Ibtidaiyah Negeri, Madrasah Tsanawiyah Negeri, Madrasah Aliyah Negeri, dan para Pejabat Kementerian Agama di Tulung Agung. Saya diminta agar berbicara tentang bagaimana menjadikan Madrasah unggul.

Dengan menggunakan cara berpikir sederhana, saya katakan bahwa pendidikan itu intinya hanya menjadi urusan dua belah pihak, yaitu guru dan murid. Manakala dua belah pihak itu bermutu unggul, maka pendidikan akan dengan sendirinya menjadi unggul pula. Lembaga pendidikan menjadi unggul adalah ketika guru-gurunya unggul dan begitu pula para murid-muridnya. Sedangkan selainnya, seperti kepala sekolah, tata usaha, termasuk birokrasi pendidikan, sebenarnya hanya sebatas sebagai pembantu atau pelengkap.

Posisi strategis para guru, saya sebut melebihi keberadaan kepala madrasah bisa digambarkan lewat perumpamaan bahwa, bisa di lembaga pendidikan tidak ada kepala sekolah, asalkan para guru yang berkualitas tetap menjalankan fungsinya secara maksimal, maka pendidikan akan tetap berjalan. Sebaliknya, sekalipun kepala madrasah masih berada di tempat, tetapi semua guru tidak ada di madrasah itu, maka proses pendidikan tidak akan berjalan. Dalam suasana seperti itu, kepala madrasah tidak akan mampu menjalankan tugas-tugas semua guru yang jumlahnya sedemikian banyak.

Namun peran kepala madrasah tetap penting, tatkala ia mampu meningkatkan kualitas guru dalam pengertian yang seluas-luasnya. Dengan keberadaan kepala madrasah maka suasana lembaga pendidikan menjadi menggembirakan, semua pihak menjadi bersemangat menunaikan tugasnya, tumbuh rasa tanggung jawab, memiliki integritas, meningkatkan kualitas diri semakin tinggi sesuai dengan tuntutan zaman, dan seterusnya. Kepala madrasah yang memiliki kekuatan seperti itulah yang dibutuhkan kehadirannya untuk menjadikan madrasah semakin unggul.

Selain itu, bahwa keberadaan madrasah, sebagai lembaga pendidikan Islam, dituntut untuk selalu menjadi kekuatan perubahan masyarakat. Saya katakan bahwa, Islam hadir ke muka bumi adalah membawa misi perubahan. Muhammad saw., sebagai utusan Allah diturunkan pada masyarakat Arab Jahiliyah untuk mengubahnya. Ternyata dalam waktu yang tidak terlalu lama, dengan ajaran Islam itu, masyarakat Arab jahiliyah berubah menjadi masyarakat ideal atau masyarakat beradab yang berpusat di Madinah. Hingga saat ini, jejak-jejak hasil perjuangan Nabi itu masih terasakan dengan jelas.

Berangkat dari pandangan itu, saya mengatakan bahwa, seharusnya madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam mampu menjadi kekuatan pengubah masyarakat menunju kualitas yang lebih baik dan unggul. Islam yang bercirikan universal, ajarannya tidak akan kehilangan relevansi, dan bahkan sebaliknya harus mampu menjadi pemandu gerak perubahan sosial. Madrasah mendidik para siswanya dengan mendasarkan pada ajaran yang bersumber al Qur'an dan Hadits Nabi tentu seharusnya menghasilkan kualitas lulusan yang lebih unggul dibanding lainnya.

Dalam kesempatan itu, saya mengajak kepada semua yang hadir untuk memperhatikan konsep manusia ideal yang ada di dalam al Qur'an, ialah ulul albaab. Sosok manusia ideal itulah tentunya yang akan dibentuk melalui pendidikan madrasah. Selain itu, saya juga mengajak untuk memperhatikan bagaimana proses pendidikan itu menurut al Qur'an yang seharusnya dijalankan, yaitu mulai dari mengajak untuk berthilawah, melakukan tazkiyah, taklimul Kitab, serta menangkap dan menjalankan sesuatu dengan kearifan. Manakala pendidikan berparadigma al Qur'an itu dijalankan, maka akan lahir generasi unggul. Dengan demikian, sebenarnya secara konseptual, pendidikan madrasah memang unggul. Namun, sudah barang tentu, konsep dimaksud akan benar-benar menghasilkan kualitas unggul manakala dijalankan atau dimplementasikan secara unggul pula.

Di ujung dialog muncul pertanyaan tentang Islam seperti apa yang dimaksud benar-benar akan membawa perubahan, maka saya mengajak untuk selalu kembali pada ajaran Kitab Suci dan tauladan Nabi. Terkait pendidikan, Nabi menjalankannya selalu berpedoman pada Kitab Suci. Hasilnya luar biasa. Seorang bernama Umar bin Khotob, yang semula berwatak kasar dan atau bisa disebut tidak beradab ternyata menjadi seorang sahabat yang sangat terpuji. Bahkan, lewat pendidikan yang dijalankan oleh Nabi Muhammad pula, terdapat seorang yang baru berusia muda, disebutkan sekitar berumur 19 tahun, namun berhasil diserahi tugas berat, yaitu memimpin sebuah wilayah. Pendidikan yang dijalankan oleh Nabi mampu mengubah seseorang dan masyarakat menjadi lebih baik. Mestinya, pendidikan madrasah juga menghasilkan generasi unggul seperti itu, sehingga pada saat sekarang pun, Islam benar-benar akan menjadi kekuatan perubahan sosial menuju ke arah yang lebih baik. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up