Di dalam al Qur'an terdapat satu ayat yang sedemikian jelas memberikan pedoman tentang bagaimana seharusnya kehidupan dijalankan. Ayat al Qur'an yang saya maksudkan itu adalah bismilllahirrahmanirrakhiem, yang arti bebasnya adalah dengan menyebut Nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ayat ini selain ada di dalam surat al fatekhah juga diulang-ulang pada setiap awal surat yang berjumlah 114 surat, kecuali surat at Taubah.
Bahkan ayat tersebut, di dalam surat al Fatekhah, yang hanya berjumlah 7 ayat diulang dua kali. Manakala sesuatu atau apapun yang diulang itu pertanda penting, maka betapa pentingnya sifat Allah yang mulia itu dipahami, diresapi, dahayati, dan dijadikan sebagai dasar dalam semua tindakan bagi setiap orang. Apalagi juga terdapat hadits nabi bahwa, semua tindakan hendaknya selalu diawali dengan mengucap basmallah.
Saya menangkap pesan dan membayangkan, bahwa ayat itu sangat dahsyat. Kalimat itu berbunyi Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Bahwa semua persoalan apapun di dalam kehidupan ini manakala penyelesaiannya didasari oleh kasih sayang maka hasilnya akan berkualitas. Sebuah pekerjaan manakala mengerjakannya didasari oleh sifat kasih sayang, maka pekerjaan itu tidak saja selesai tetapi hasilnya juga akan mengembirakan.
Tanaman di kebun, di taman, di sawah, atau di mana saja manakala diurus dengan sifat kasih sayang maka tanaman itu akan tumbuh subur. Atas dasar sifat kasih sayang maka tanahnya diolah secara sempurna, dijaga pengairannya, dipupuk, dicegah apapun yang akan mengganggu, maka tanaman itu akan tumbuh dan berkembang yang akhirnya akan berbuah. Sentuhan kasih sayang akan menghasilkan tanaman yang berkualitas.
Hal yang sama adalah juga terhadap binatang piaraan. Binatang piaraan yang dipelihara, dijaga, dan diurus dengan kasih sayang maka binatang itu akan membalas dengan kasih sayang pula. Binatang, sekalipun semula tergolong buas dan membahayakan menjadi jinak dan akrab dengan pawangnya. Kasih sayang akan mengalahkan sifat asli binatang yang galak dan buas. Lihat saja, banyak binatang buas yang membahayakan, tetapi menjadi sangat jinak terhadap pawangnya yang sanggup memberi kasih sayangnya.
Betapa dahsyatnya kekuatan kasih sayang itu juga bisa dilihat dalam perilaku manusia. Seseorang yang mampu menangkap sifat Allah yang sangat mulia, ialah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, dan kemudian menjadikannya sebagai dasar pada segala tindakannya, maka orang dimaksud akan disayangi, dihormati, dihargai, dan dimuliakan oleh manusia lain, siapapun orangnya. Berbagai persoalan dalam kehidupan ini muncul oleh karena tidak adanya kasih sayang di antara sesama.
Di antara orang yang saling menjalin kasih sayang, maka tidak akan terjadi proses-proses perhitungan yang njelimet, saling bertransaksi, dan sejenisnya. Suami isteri yang saling menjalin kasih sayang, maka keduanya akan saling mengerti, memahami, menghormati, dan seterusnya. Mereka akan menyatu dalam berbagai hal. Lebih dari itu, di antara mereka akan saling menolong, menyelamatkan, dan bahkan juga bersedia saling berkorban agar pasangannya merasa aman, gembira, dan bahagia.
Akhir-akhir ini di tengah-tengah masyarakat kita sering terdengar ada konflik, berebut, bidik membidik, dan bahkan juga saling menjatuhkan, yang semua itu sebenarnya adalah sebagai akibat tidak adanya kasih sayang di antara mereka. Di antara mereka hanya mementingkan dirinya, keluarga, dan kelompoknya sendiri. Orang lain dianggap kompetitor, lawan atau musuh. Mereka tidak saling mempedulikan. Adanya kesenjangan masyarakat yang semakin melebar, pengangguran, kemiskinan yang semakin banyak, sebenarnya adalah oleh karena sifat kasih sayang antar sesama semakin menghilang.
Sebaliknya, manakala kasih sayang itu ada pada setiap orang, baik terhadap tumbuh-tumbuhan, binatang, lingkungan, maupun lebih-lebih lagi terhadap manusia pada umumnya, maka kehidupan ini akan tenteram, damai, dan sejahtera. Manakala kasih sayang itu hidup subur di tengah masyarakat secara merata, maka sebenarnya tidak perlu ada tentara, polisi, hakim, jaksa, satpol PP, atau apapun namanya yang berfungsi untuk mengamankan kehidupan bersama.
Sifat kasih sayang tatkala berhasil diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari maka akan menyelamatkan terhadap semuanya, tanpa terkecuali. Ayat al Qur'an yang menunjukkan sifat Allah yang mulia ini sebenarnya diulang-ulang di berbagai tempat. Sayangnya tidak semua orang menangkap dan apalagi menjadikan identitas pada dirinya masing-masing. Umpama saja sifat mulia ini dimiliki oleh setiap orang, maka selesailah semua persoalan dalam kehidupan ini. Wallahu a'lam.



