Binatang Yang Sangat Tidak Kreatif
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Senin, 3 Februari 2014 . in Dosen . 3046 views

Sewaktu masih kecil dan tinggal di desa, saya mengamati satu jenis binatang yang amat tidak kretaif. Binatang ini manakala lapar maka lantas menjulurkan lidahnya. Tidak bergerak dan tidak berusaha memburu mangsanya. Lidahnya yang dijulurkan itu, mungkin oleh karena berbau, lantas didatangi semut atau jenis binatang lain. Terasa semut sudah banyak yang berada di lidahnya yang menjulur ke luar, lalu ditarik masuk ke mulutnya.

Begitulah cara mencari makan binatang yang tidak kreatif, yang oleh orang desa dikenal dengan sebutan trenggiling. Binatang ini kalau berjalan juga aneh. Badannya yang agak memanjang dibuatnya melingkar, lalu menggelundung. Ia tidak mau berjalan dengan kakinya, tetapi dengan badannya yang membentuk bulatan menyerupai bola.

Baik dalam mencari makan maupun dalam berjalan, rupanya binatang ini memang benar-benar tidak kreatif. Sifatnya hanya menunggu manakala ada makanan yang datang sendiri. Tidak ada usaha untuk mencari dan apalagi harus mengejar mangsanya. Oleh karena itu umpama tidak ada semut atau binatang kecil yang datang, ia harus berani menanggung resiko kelaparan.

Rupanya ada korelasi antara kreativitas mencari makan dengan cara bergerak atau berjalan. Trenggiling, tatkala berjalan hanya dengan cara mengelundung. Siapapun tahu, menggelundung selalu dari bagian atas ke bawah. Dalam kamus apapun, apa saja tidak pernah menggelundung di tanah yang datar, apalagi dari bawah ke atas.

Memperhatikan perilaku trenggiling itu, saya selalu membayangkan, ternyata siapapun yang sekedar memenuhi kebutuhannya sendiri saja tidak kreatif, maka dalam hidupnya juga tidak pernah mengalami kemajuan. Antara cara mencari makan dengan tingkat kemajuannya terdapat korelasi positif. Semakin tidak kreatif maka juga tidak akan mengalami kemajuan. Trenggiling adalah contoh kehidupan yang tidak kreatif.

Rupanya perilaku trenggiling itu juga tergambar pada kehidupan Manusia. Orang yang banyak ide maka akan menjadi maju. Sebaliknya, orang yang seumur-umur tidak mengalami kemajuan, sebenarnya oleh karena yang bersangkutan miskin ide saja. Orang yang tidak mau maju, sekedar mencari makan untuk dirinya sendiri saja malas. Trenggiling melakukannya dengan menjulurkan lidahnya, sementara orang yang tidak kreatif hanya dengan menunggu manakala suatu saat ada rezki datang.

Islam menganjurkan agar kaum muslimin selalu berusaha mencari rizki dengan cara bekerja secara profesional atau disebut beralamal shaleh. Menjadi muslim harus mau bekerja apa saja asalnya halal. Yang tidak dibolehkan, sekalipun tergolong kreatif, adalah pekerjaan yang menghasilkan rezki yang haram, merugikan orang lain, dan atau yang bersifat merusak. Manusia harus kreatif, tidak boleh seperti trenggiling, dan bahkan kreatifitas yang dimaksud harus selalu menghasilkan sesuatu yang halal. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up