Keberhasilan Selalu Merupakan Buah Perjuangan
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Rabu, 19 Februari 2014 . in Dosen . 1152 views

Sudah beberapa kali, saya diundang oleh STAIN Mailkul Saleh Lhohseumawe, Aceh, untuk hadir di kampusnya. Setiap kali saya datang, pimpinannya selalu mengumpulkan para dosen dan karyawannya untuk bersama-sama mendengarkan ceramah yang saya berikan. Mereka menginginkan untuk mendapatkan informasi, semangat, dan pengalaman membesarkan perguruan tinggi.

Selama ini, mereka menganggp bahwa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, yang dahulunya hanya berupa sekolah tinggi dan bahkan sebelumnya hanya berstatus sebagai cabang dari IAIN Sunan Ampel di Surabaya, ternyata berubah total. Kelembagaannya dari sekolah tinggi berubah menjadi bentuk universitas, jumlah dosennya bertambah, sarana dan prasarananya diubah secara total, berhasil merumuskan konsep pendidikan tinggi yang khas, dan juga system pelayanan pendidikannya dianggap baik.

Keberhasilan dari usaha-usaha itu mendatangkan apresiasi, pengakuan, dan penghargaan dari berbagai kalangan. Misalnya, jumlah peminat masuk ke kampus ini pada setiap tahun menjadi selalu meningkat. Jika dulu, STAIN Malang hanya didatangi calon mahasiswa dari wilayah Malang dan sekitarnya, maka sekarang ini mahasiswa UIN Maulana Malik Ibrahim Malang sudah berasal dari seluruh provinsi di Indonesia. Bahkan sejak beberapa tahun terakhir, calon mahasiswanya sudah datang dari berbagai negara. Tercatat mahasiswa asing yang berlajar di UIN Malang sudah tidak kurang dari 29 negara.

Dahulu tidak terbayangkan, mahasiswa UIN Malang berasal dari Rusia, Slowakia, Bolgaria, Chehnya, Bosnia, Yaman, Sudan, Libia, China, Philipina, Kamboja, Siria, Australia, Amerika Serikat, Malaysia, Singapura, Thailand, dan lain-lain. Ternyata, apa yang tidak dibayangkannya pun terjadi. Biasanya anak-anak Indonesia sedemikian bangga berangkat ke luar negeri untuk belajar di negara yang dituju. Akan tetapi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, dalam batas-batas tertentu, telah berhasil membalik kenyataan itu. Tidak sedikit anak-anak asing justru mengambil kuliah di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

Kemajuan yang diraih oleh UIN Malang ternyata didengar atau diketahui oleh berbagai kalangan, tidak terkecuali, para pimpinan dan dosen STAIN Malikul Saleh, Lhohseumawe, Aceh. Mereka menjadi bersemangat ingin tahu, apa sebenarnya yang menjadi kunci dari kemajuan itu. Sepengetahuan mereka selama ini, pengembangkan perguruan tinggi Islam sedemikian sulit. Buktinya, tidak sedikit perguruan tinggi Islam di Indonesia, --------walaupun sudah sekian lama, ternyata tidak banyak berkembang, baik dari aspek kelembagaan, tenaga pengajar, sarana dan prasarana, bahkan apalagi karya-karya ilmiah yang dihasilkan.

Akibat dari keadaan itu, perguruan tinggi Islam dianggap sulit maju dan berkembang. Oleh karena itulah, apa yang dialami oleh UIN Maulana Malik Ibrahim Malang dipandang sebagai sesuatu yang berada di luar kebiasaan itu. Apalagi, dalam berbagai pertemuan pimpinan PTAIN bersama pejabat di kementerian agama, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, seringkali dijadikan contoh sebagai perguruan tinggi yang dinamis, kaya kreatifitas, dan selalu mengalami kemajuan. Perubahan dari sekolah tinggi menjadi bentuk universitas saja, -------bagi banyak orang, dianggap prestasi luar biasa.

Atas berbagai pertanyaan terkait dengan kemajuan itu, saya selalu menjelaskan bahwa kemajuan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang bukan diperoleh secara gratis, tetapi diperjuangkan oleh semua warganya. Mereka berhasil menjalin persatuan, membangun visi bersama, dan bekerja tanpa mengenal lelah. Selain itu, di antara mereka saling menganggap bahwa keberadaan semua pihak adalah penting, sehingga, selalu terjadi saling menghargai, menghormati, dan memperkukuh. Diumpamakan sebagai sebuah jama'ah, maka barisannya selalu dirapatkan untuk mengikuti gerak sang imam sebagai pemimpinnya.

Tambahan lagi, semua warga kampus secara bersama-sama rela untuk berkorban. Nuansa transaksaksional dan apalagi kerja formalitas selalu dihindari. Para dosen dan karyawan diajak bekerja maksimal. Kedisiplinan tidak terlalu mendapat perhatian, tetapi mereka selalu memberi lebih dari ukuran yang ditintut oleh hitungan formalnya. Sebagai PNS misalnya, mereka seharusnya bekerja 8 jam, tetapi pada kenyataannya lebih dari waktu yang ditentukan itu. Namun demikian, mereka merasa senang oleh karena memiliki cita-cita untuk membesarkan kampus.

Suasana kerja sebagaimana yang digambarkan tersebut menjadikan kampus sebagai rumahnya, tanggung jawabnya, harkat dan martabatnya, serta tumpuan harapannya di masa depan. Kampus menjadi dijaga bersama dan bahkan dibela dari siapapun yang dianggap akan menganggu. Suasana batin seperti itulah yang menjadikan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang tumbuh dan berkembang. Orang tidak ingin mendapatkan sesuatu dari kampus melainkan sebaliknya, ialah justru ingin memberikan sesuatu untuk kemajuan kampusnya. Semangat warga kampus seperti itulah di antaranya yang menjadikan perguruan tinggi Islam yang semula berukuran kecil tersebut menjadi tumbuh dan berkembang hingga seperti sekarang ini. Keberhasilan itu sebenarnya merupakan buah dari perjuangan bersama dengan sepenuh hati. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up