Orang tidak saja menganggap ilmu itu penting, tetapi juga memilah-milah atau membeda-bedakannya. Disebut ada ilmu agama dan selainnya disebut ilmu umum. Pembagian itu kelihatannya logis, padahal manakala dicermati lagi secara saksama, pembagian itu ternyata masih perlu dipertanyakan. Andaikan diperlawankan, ilmu agama mestinya ada ilmu bukan agama. Sebagai lawan kata umum adalah khusus, tetapi kenapa menjadi agama. Pembagian itu terasa tidak sekufu.
Seringkali orang menyebut ilmu agama adalah ilmu yang bersumber dari kitab suci. Dalam Islam, ilmu agama adalah ilmu yang dibawa oleh Nabi Muhammad, yaitu al Qur'an dan hadits nabi. Mempelajari keduanya adalah fardhu



