Bergembira Melihat Banyak Orang Bersatu
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Sabtu, 15 Maret 2014 . in Dosen . 1107 views

Persatuan itu indah dan apalagi diwarnai oleh saling berkasih sayang. Di antara mereka bisa tukar menukar informasi, saling memahami, menghormati, mengakui akunya, dan akhirnya berbuah tolong menolong. Islam mengajarkan hal sedemikian indah itu.

Namun sayangnya, keadaan yang indah itu tidak selalu ditemukan. Antar orang, antar kelompok, dan juga antar organisasi, dianggap sebagai hal biasa saling tidak percaya, berebut pengaruh, merasa paling benar sedangkan yang lain salah. Masing-masing berebut kemenangan dan merasa sukses tatkala yang lain kalah.

Semangat mencari menang dan merasa benar sendiri itulah yang selalu menjadi sumber terjadinya konflik dan saling menjatuhkan itu. Padahal tatkala sudah sama-sama saling mencari menang sendiri dan berusaha menjatuhkan yang lain, maka sebenarnya semuanya kalah. Mereka gagal dalam melaksanakan ajaran Islam, yaitu agar bersatu, saling tolong menolong, berbagi kasih sayang, dan saling memperkukuh satu dengan yang lainnya.

Bagi yang merasa menang, mereka puas atas kemenangannya itu. Padahal kemenangan yang diraih itu belum tentu sebagai kememangan hakiki. Mereka merasa memang, padahal sebenarnya kalah. Demikian pula sebaliknya, bagi yang dianggap kalah, mereka belum tentu pada hakekatnya benar-benar kalah. Dalam perspektif Islam, kalah atau menang bukan saja dilihat di sini, tetapi yang lebih hakiki adalah di akherat nanti.

Manusia diciptakan dalam keadaan berbeda-beda, yaitu laki-laki atau perempuan, bersuku-suku, dan berbangsa-bangsa, semua itu adalah agar saling mengenal. Tidak ada ajaran yang memberikan petunjuk agar di antara mereka yang berbeda-beda itu menjadi saling menjatuhkan untuk berebut kemenangan. Ajaran yang seharusnya dijalankan adalah agar saling berwasiat tentang kebenaran dan kesabaran.

Keindahan itu sebenarnya terletak pada tatkala di antara mereka yang sekalipun berbeda tetapi tetap bersatu, saling berbagi kasih sayang, tolong menolong, bekerjasama, dan saling memperkukuh. Namun sayangnya, ada sementara orang yang justru merasa senang tatkala ada orang bertikai, konflik, atau saling menjatuhkan. Melihat adanya pihak yang menang dan sebaliknya ada yang kalah, dirasakan nikmat. Padahal bagi orang sehat, keindahan itu adalah terletak pada tatkala di antara yang berbeda-beda itu tetap bersatu.

Semangat atau nafsu mencari menang sendiri itu menjadikan orang berebut dan atau mengumpulkan kekuatan untuk meraih kemenangan. Jika tidak demikian, maka juga berusaha untuk mencari-cari kelemahan pihak yang lain. Menjadi hal biasa, dalam sekelompok orang, tatkala membicarakan kelompok lain, selalu saja dari perspektif kelemahan dan kekurangannya. Organisasi A mengungkap kekurangan organisasi B, dan demikian pula sebaliknya, organisasi B selalu mengungkap kekurangan organisasi A. Begitu pula seterusnya. Akibatnya, semua organisasi terkesan menyandang atau bahkan serba kaya kekurangan.

Bisa dibayangkan, umpama di antara organisasi yang berbeda-beda saling menyebut kebaikan dan keungulannya, maka betapa indahnya semua organisasi itu. Apalagi organisasi Islam yang sedemikian banyak, terdapat NU, Muhammadiyah, al Wasliyah, tarbiyah Islamiyah, Persis, jam'iyah Islamiyah, dan lain-lain, mereka saling mengungkapkan kebaikan dan keistimewaan yang lain, maka itulah bentuk implementasi saling memperkukuh itu.

Selain itu, gambaran tersebut sebetulnya juga sebagai pertanda, bahwa mereka telah meraih kedewasaan dan berkeadaan sehat, dan bukan sebaliknya. Islam mengajarkan persatuan, selalu berbagi kasih sayang, saling menghormati, dan tolong menolong. Itulah gambaran kehidupan yang menggembirakan oleh karena indahnya. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up