Kerjasama Antar Kampus Berbeda Agama
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Kamis, 20 Maret 2014 . in Dosen . 1251 views

Setelah memenuhi undangan seminar di STAIN Palopo, saya bersama Prof.Azyumardi Azra dan Prof. Masykuri Abdillah, pada tanggal 19 Maret 2014, diundang oleh Sekolah Tinggi Agama Kristen Negeri (STAKN) di Toraja untuk memberikan kuliah tamu di hadapan segenap sivitas akademika, mulai dari pimpinan, dosen, mahasiswa, dan pejabat yang ada. Jarak antara Palopo dan Toraja ditempuh dengan mobil memerlukan waktu sekitar tiga jam. Cukup jauh.

Akan tetapi, didorong oleh rasa kebersamaan di antara kedua kampus itu, maka kedatangan kami bertiga ke STAIN Palopo diberitahukan ke STAKN Toraja, dan akhirnya kami diundang untuk memberikan kuliah tamu di kampus yang memiliki latar belakang agama yang berbeda itu. Kami bertiga oleh STAKN Toraja diminta berbicara tentang kehidupan masyarakat majemuk dan peran perguruan tinggi agama.

Rupanya hubungan antara STAIN Palopo dan STAKN Toraja telah terbina dengan baik. Mata kuliah Islamologi di STAKN Toraja dibina oleh dosen dari STAIN Palopo. Perbedaan latar belakang agama di antara ke dua kampus itu tidak menjadikan mereka berjauhan, dan bahkan sebaliknya, mampu menjalin kerjasama dengan baik.

Dari STAIN Palopo, kami bertiga diantarkan oleh beberapa orang pimpinan dan dosen. Hal yang demikian itu, menjadikan terasa sekali, bahwa masing-masing ingin menunjukkan kebersamaan. Ketua STAKN Toraja didamping beberapa staf, pada malam saat kami bertiga datang menyambut di hotel dan segera mengajak makan malam di rumah makan yang diketahui jelas kehalalannya, sekalipun harus menempuh jarak yang cukup jauh.

Kawan-kawan dari perguruan tinggi non muslim biasanya sudah tahu, bahwa tamu-tamunya yang beragama Islam tidak mengkonsumsi sembarang makanan, kecuali yang dianggap halal. Mereka juga tidak ingin tamunya kecewa, misalnya tanpa sengaja mengkonsumsi sesuatu yang dilarang oleh agamanya. Di Toraja, menurut informasi Ketua STAKN, hanya ada satu rumah makan yang dimiliki oleh seorang muslim. Oleh karena itu, sekalipun berjarak jauh, maka di rumah makan itulah, kami bertiga pada malam itu dijamu.

Pengalaman saya selama ini, tatkala menghadiri undangan dari perguruan tinggi non Islam tidak merasa khawatir akan mengkonsumsi makanan yang tidak halal. Mereka dengan sungguh-sungguh akan menjaga dengan baik, mencarikan makanan yang halal. Selain itu, mereka juga menyediakan tempat untuk shalat. Hal yang terkait dengan pelaksanaan agama dapat dijalankan sekalipun berada di lingkungan yang tidak seagama. Bahkan, saya pernah berkunjung ke rumah keluarga non muslim, ternyata ia memiliki sajadah. Alas sholat itu sengaja disiapkan untuk para tamu yang beragama Islam.

Kenyataan seperti itu menunjukkan betapa tolerasni, dan bahkan kerjasama antar umat beragama di Indonesia ini sudah sedemikian baik. Pemaksaan dalam beragama tidak terjadi. Sebaliknya, bahwa yang ada adalah saling pengertian, toleransi, dan bahkan saling membantu atau bekerjasama. Itulah sebabnya, Menteri Agama, di berbagai tempat dan kesempatan mengatakan bahwa kerukunan umat beragama di Indonesia adalah terbaik di seluruh dunia. Prestasi itu seharusnya dipelihara oleh semua pihak dan bahkan diteruskan dari generasi ke generasi berikutnya. Wallahu a'lam.

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up