Beberapa hari yang lalu, saya mengikuti ceramah yang diberikan oleh Richard Claproth, Ph. D terkait dengan level kesadaran dikaitkan dengan permasalahan bangsa. Di awal ceramahnya itu, ia menyitir pandangan Albert Einstein yang mengatakan bahwa : ' No problem can be solved from the same level of consciousness that created it'. Dia kemudian mengatakan bahwa persoalan bangsa ini sesungguhnya sedemikian besar, luas, dan pelik. Oleh karena itu, pemimpin bangsa agar berhasil menyelesaikannya, harus memiliki kesadaran yang lebih tinggi dari orang-orang yang menciptakan masalah yang ada atau terjadi.
Selanjutnya Richard menunjukkan peta kesadaran yang menurutnya dibuat dari hasil penelitian hingga bertahun-tahun. Dalam peta kesadaran itu ditunjukkan scala, mulai dari urutan satu hingga tujuh belas. Demikian pula juga ditunjukkan kekuatan energi yang dimiliki oleh masing-masing level kesadaran seseorang. Pada peta kesadaran itu juga ditunjukkan tingkat emosi masing-masing orang.
level kesadaran yang berjumlah 17 tingkatan itu mulai dari yang terendah, secara berurutan hingga yang tertinggi yaitu sebagai berikut : malu, bersalah, depresi, sedih, takut, keinginan, marah, harga diri, keberanian, netral, kemauan, penerimaan, reason, love, sukacita, damai, dan yang tertinggi adalah pencerahan. Masing-masing level kesadaran itu memiliki energi yang berbeda-beda, yaitu secara berurutan, mulai dari yang terendah adalah 20, 30, 50, 75, 100, 125, 150, 175, 200, 250, 310, 350, 400, 500, 540, 600, hingga lebih dari 700.
Dikatakan bahwa, seorang pemimpin yang sehari-hari tampak hanya berorientasi pada upaya untuk memperoleh prestise atau harga diri dan satu level lebih rendah dari itu adalah suka marah, maka pertanda bahwa energi pemimpin yang bersangkutan hanya berada pada kisaran antara 150 hingga 175 saja. Orang berkemampuan seperti itu manakala menjadi pemimpin, yaitu pemimpin apapun, maka tidak akan mampu menyelesaikan persoalan besar yang terkait dengan institusi yang dipimpinnya. Selain itu, dilihat dari aspek emosinya, pemimpin seperti itu, menurut tabel level kesadaran, ternyata ditengarai suka mencemooh dan membenci orang lain.
Pemimpin yang ideal, menurut peta kesadaran yang dijelaskan oleh Richard, seharusnya memiliki energy di atas 700. Orang yang menyandang energi sejumlah itu, sebagaimana yang ditunjukkan pada tabel level kesadaran, akan mampu dan selalu memberikan pencerahan kepada banyak orang, tidak terkecuali kepada orang-orang yang sedang dipimpinnya. Orang yang memiliki kapabilitas seperti itu, dilihat dari aspek emosinya tidak bisa dilukiskan. Mereka selalu tampak bahagia, tenang, menghormati kepada siapapun, pemaaf, optimis, dan juga jujur.
Sekalipun tidak sampai pada taraf ideal, bagi pemimpin yang memiliki tanggung jawab cukup luas, banyak, dan berat, maka seharusnya jangan sampai hanya memiliki energi 200 ke bawah. Para pemimpin harus memiliki energi di atas itu. Diterangkan bahwa orang yang memiliki energy di sekitar 200 memang memiliki keberanian dan juga ketegasan, tetapi manakala menghadapi problem-problem yang rumit maka tidak akan bisa mengatasi. Pemimpin yang menyandang energi pas-pasan, menurut penjelasan Richarth Claproth, Ph.D, tidak boleh diharapkan hasil terlalu banyak, percuma.
Hal yang menggembirakan bahwa, sebenarnya tingkat kesadaran itu sekalipun tidak akan sampai pada level ideal, ternyata masih bisa ditingkatkan. Namun persyaratannya adalah bahwa orang yang bersangkutan harus memiliki jiwa terbuka, bersedia menerima informasi atau pendapat orang lain, termasuk kritik dari manapun datangnya. Akan tetapi celakanya, orang yang memiliki energy pas-pasan, biasanya sudah merasa cukup, benar sendiri, dan tidak tahan kritik. Oleh karena itulah maka, seseorang yang masih bersedia meningkatkan energy dan level kesadarannya disebut sebagai telah melakukan revolusi kesadaran diri.
Istilah revolusi selalu berkonotasi sulit dan berat, oleh karena itu tidak banyak orang yang mampu atau bersedia melakukannya. Itulah sebabnya, bahwa manakala ada orang yang mau menjalaninya, maka akan disebut hebat dan luar biasa. Dengan revolusi itu maka skala energy dan level kesadarannya akan naik, dan akhirnya akan mampu menginspirasi orang lain, setidak-tidaknya terhadap mereka yang sedang dipimpinnya.



