Renungan Sederhana Tentang Keberadaan Manusia
Prof. Dr. H. Imam Suprayogo Selasa, 4 Maret 2014 . in Dosen . 6129 views

Merenung adalah merupakan bagian dari kehidupan saya. Kegiatan itu tidak pernah putus-putusnya saya lakukan hingga mengantarkan saya pada kesadaran, bahwa saya beruntung menjadi bagian makhluk Allah sebagai manusia. Saya dijadikan makhluk yang sedemikian mulia dan tidak dijadikan oleh-Nya sebagai makhluk yang berderajad rendah seperti misalnya setan, iblis, jin, binatang, tumbuh-tumbuhan, batu, air, atau jenis lainnya. Manusia adalah makhluk yang paling mulia, paling indah, dan sempurna. Keberadaannya dilengkapi dengan akal, hati atau qolb, nafsu, dan juga petunjuk beserta sosok tauladan, ialah seorang rasul.

Renungan ini saya sebut sederhana oleh karena saya lakukan secara spontan, tanpa persiapan, dan hanya mengalir saja. Selain itu juga tidak lewat dialog, diskusi sesama teman, dan apalagi harus dengan debat berkepanjangan. Sebagai bahan melakukan perenungan ini, buku-buku tentang filsafat, pandangan hidup, dan atau lainnya, juga tidak saya baca. Satu-satunya bahan acuan atau pegangan yang saya pergunakan adalah kitab suci yang saya percayai kebenarannya. Spontanitas itulah hingga saya sebut perenungan ini menjadi bersifat sederhana.

Atas keberadaan saya ini, saya tidak pernah merasa meminta untuk diciptakan. Akan tetapi tanpa lewat permintaan pun ternyata atas kehendak dan kekuatan-Nya, saya diciptakan. Akhirnya, saya menjadi ada sebagai makhluk berupa manusia. Dengan akal yang dikaruniakan, saya bisa berpikir. Saya bisa mengerti bahwa hidup ini adalah sulit, dan memang benar-benar sulit. Akan tetapi, saya harus mengatasi semua kesulitan itu, dengan kekuatan yang telah dikaruniakan oleh-Nya pula kepada saya.

Banyak hal yang mengancam atau membahayakan hidup ini, mulai dari penyakit yang tidak selalu kelihatan dari mana datangnya, berbagai kekurangan dan kelemahan, malapetaka, bencana hingga ancaman dari makhluk lain, dan bahkan ancaman itu bisa saja datang dari manusia yang memiliki sifat iri, dengki, tamak, rakus, dan lainnya. Apapun yang mengancam dan membahayakan itu tidak perlu ditakuti. Sebab itulah kenyataan hidup yang harus dijalani dan dihadapi, namun tidak boleh diabaikan.

Setelah saya merasa ada, dan benar-benar ada, maka yang secara terus menerus selalu saya renungkan adalah tentang Tuhan yang telah menciptakan saya, tentang keberadaan saya sendiri, dan tentang rahasia di balik dari keberadaan semua ini. Perenungan tentang Tuhan, saya mendapatkan kesan dan atau pemahaman bahwa Ia sedemikian agung, perkasa, berkuasa, kreatif, dan dahsyad. Saya mencari kata-kata untuk mengilustrasikan kebesaran Tuhan, tetapi semua usaha itu gagal. Menurut bayangan saya, Tuhan tidak bisa dibayangkan dengan semua kata indah di dunia ini.

Sebagai cara lain untuk mengenal Tuhan, saya mencari dari kitab suci al Qur'an. Berasal dari sumber itu, saya mendapatkan informasi, ------sekalipun secara terbatas, bahwa Tuhan itu adalah Esa, tempat bergantung, tidak beranak dan tidak dianakkan, dan tidak ada sesuatu apapun yang menyamai-Nya. Tuhan tidak bisa dilihat atau diketahui oleh makhluk-Nya sekalipun sekedar dibayangkan. Manakala seseorang dalam pikirannya membayangkan tentang tuhan, maka bayangan yang ada pada pikiran itu sebenarnya bukan tuhan. Sebab tidak ada sesuatu apapun yang menyamai-Nya.

Sebagai makhluk yang dikaruniai akal dan juga hati, sekalipun pasti gagal, masih selalu terdorong untuk bertanya, misalnya tentang sebenarnya seperti apa Tuhan itu. Pertanyaan itu pasti tidak akan berhasil dijawab kecuali lewat kitab suci al Qur'an sebagaimana dikemukakan di muka. Tanpa kitab suci, bagaimanapun hebat dan unggulnya, manusia akan gagal mengetahui dan atau bahkan sekedar membayangkan-Nya. Manusia tidak mampu atau tidak dikaruniai kemampuan untuk memikirkan tentang Dzat Tuhan. Manusia hanya dibolehkan memikirkan tentang apa saja yang telah diciptakan oleh-Nya.

Tatkala gagal dalam upaya mengerti dan memahami tentang Tuhan, saya berusaha untuk memikirkan dan merenungkan tentang diri saya sendiri. Pertanyaan-pertanyaan muncul dari pikiran saya, seperti misalnya : 'Mengapa saya ini ada, dan apakah saya ini harus ada. Apa perlunya saya ada, dan berapa lama saya akan ada, serta bagaimana kesudahan saya setelah keberadaan saya ini berakhir '. Pertanyaan-pertanyaan semacam ini selalu muncul tatkala saya sedang sadar di sepanjang kehidupan ini. Pertanyaan-pertanyaan yang selalu datang itu, tentu membutuhkan jawaban untuk memuaskan pikiran yang pekerjaannya memang selalu bertanya hingga tidak ada puasnya.

Sekedar menjawab pertanyaan tentang mengapa saya ada, ternyata gagal. Saya tidak mampu mengkreasi jawaban itu. Sekalipun telah merenung sedemikian lama, ternyata tidak juga mendapatkan jawaban. Saya sadar bahwa saya menjadi ada bukan kehendak saya. Saya ada adalah kehendak, karunia, dan sebagai wujud kasih sayang dari Dzat Yang Maha Ada. Saya merasa diadakan dan sama sekali bukan ada atas kehendak saya sendiri. Ada Dzat Yang Maha Agung, Maha Mulia, Maha Pencipta, Maha Pengasih dan Maha Penyayang yang kemudian mencipta dan mengadakan alam semesta ini hingga saya pun termasuk bagian dari yang diadakan.

Terkait dengan konsep keberadaan ini, saya bukanlah subyek, tetapi sebaliknya, hanyalah sekedar obyek, yaitu menjadi sesuatu yang diadakan. Oleh karena itu, sekedar pertanyaan tentang mengapa saya ada, saya pun gagal menjawabnya. Saya merenung lama, dan ternyata masih juga gagal mendapatkan jawaban itu. Saya tidak tahu, mengapa saya ada. Jawaban itu secara pasti, ternyata saya peroleh lagi-lagi dari al Qur'an, bahwa manusia sengaja diciptakan oleh Tuhan. Saya sebagai manusia, maka keberadaan saya sebagaimana manusia lain pada umumnya ialah diciptakan oleh Allah dengan maksud tertentu. Menurut kitab suci itu, manusia diciptakan oleh Allah untuk mendapatkan amanah, ialah sebagai khalifah di muka bumi. Wallahu a'lam. (insya Allah bersambung)

(Author)


Berita Terkait


UNIVERSITAS ISLAM NEGERI
MAULANA MALIK IBRAHIM MALANG
Jalan Gajayana No. 50 Malang 65144
Telp: +62-341 551-354 | Email : info@uin-malang.ac.id

facebook twitter instagram youtube
keyboard_arrow_up