GEMA-Melihat kondisi di Jurusan Farmasi saat ini diperlukan adanya strategi pengembangan baik internal maupun eksternal. Hal ini dibutuhkan sebagai bahan evaluasi untuk mengetahui kekurangan dan kekuatan jurusan. Itulah kiranya yang melatarbelakangi diadakannya workshop bertajuk Strategi Pengembangan Internal dan Eksternal di Jurusan Farmasi, Senin(21/4).
Acara yang bertempat di Ruang Sidang lt.1 Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek) itu menghadirkan Prof. Bambang Kuswandi, Ph.D., Dosen Universitas Jember, sebagai narasumber. Dalam Acara tersebut beliau berbagi pengalaman dalam mengembangkan Jurusan Farmasi di Universitas Jember selama 8 tahun. Ia juga berbagi kiat bagaimana jurusan baru bisa mengacu Standar Nasional Pendidikan Indonesia (SNPI). “Penting bagi Jurusan Farmasi untuk mengevaluasi diri baik secara internal maupun eksternal. Apa yang bisa menjadi keunggulan jurusan, dan kekurangan tersebut bisa dibenahi, serta adanya analisis Strengths, Weaknesses, Opportunities, dan Threats (SWOT),” papar dosen yang sering menjadi visiting lecturer di beberapa universitas di luar negeri itu.
Acara yang dihadiri oleh petinggi fakultas dan jurusan, serta perwakilan mahasiswa itu dipandu langsung oleh Dekan Fakultas Saintek, Bayyinatul Muchtaromah. Dalam kesempatan ini, beliau memaparkan tentang wawasan studi di bawah naungan Fakultas Saintek.
Ketua Jurusan Farmasi, Begum Fauziah berharap dengan diadakannya workshop tersebut Jurusan Farmasi bisa melaksanakan evaluasi diri, menyiapkan borang-borang penelitian, mengetahui posisi jurusan pada nilai berapa, meningkatkan kualitas standar sumber daya manusia atau tenaga pengajar, sarana prasarana, kurikulum, dan kemahasiswaan. “Sehingga Jurusan Farmasi bisa mendukung untuk mengembangkan internasionalisasi kerjasama di Belanda dan negara lainnya,” terang dosen asal Jombang itu. (js/nd)



