Isro' dan mi'raj adalah merupakan kejadian yang menggemparkan oleh karena tidak mudah dinalar oleh manusia. Bagaimana seseorang hanya dalam waktu semalam bisa melakukan perjalanan yang tidak terhingga jauhnya. Perjalanan itu dari masjidil haram di Makkah ke masjidil aqsha di Palestina, dan kemudian dilanjutkan ke langit lapis tujuh hingga ke Sidratul Muntaha.
Jarak perjalanan itu tidak terbayangkan hingga berapa kilometer cahaya. Atas peristiwa itu, orang kemudian bertanya-tanya, dengan alat apa nabi Muhammad melakukan perjalanan itu. Mereka juga berdiskusi tentang apakah perjalanan itu bersamaan antara ruh dengan jasadnya sekalian, dan bahkan masih banyak berbagai pertanyaan lainnya. Semua pertanyaan itu tidak pernah terjawab. Sementara semua jawaban baru bersifat hipotesis yang secara pasti masih misterius.
Tidak semua orang segera mempercayai kejadian itu, kecuali Abu Bakar As Shiddiq. Bagi khalifah yang peratama ini, apapun kabar itu, asalkan datang dari Muhammad saw, dianggapnya benar. Demikian pula, sikap Abu Bakar tetap konsisten ketika memperoleh kabar tentang peristiwa isra' dan mi'raj itu. Oleh karena yang mengabarkan adalah Muhammad saw., sekalipun sulit dimasukkan ke wilayah akalnya, maka Abu Bakar segera mempercayainya. Sebab baginya, Rasulullah tidak akan bohong. Apapun yang disampaikan dianggap pasti benarnya.
Sebenarnya dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi seperti sekarang ini, banyak hasil karya-karya manusia yang belum bisa dinalar oleh sebagian manusia lainnya. Hingga sekarang ini misalnya, tidak semua orang mampu menjelaskan cara kerja teknologi informasi. Sebuah pesan ternyata dapat dikirimkan dalam waktu yang sama ke berbagai belahan benua. Tidak saja berupa suara, tetapi juga huruf-huruf, kalimat, naskah, foto atau gambar. Lewat teknologi yang berhasil diciptakan, manusia mampu mengirim pesan ke mana pun tanpa terhalang oleh jarak dan waktu. Bisa jadi ke depan, atau bahkan mungkin sudah terjadi, bahwa penyakit berupa virus, bisa dikirim ke orang-orang tertentu. Orang sakit batuk misalnya, oleh karena yang bersangkutan telah memperoleh kiriman virus batuk dari temannya yang lagi membenci.
Selain itu, cara kerja otak manusia bisa dialihkan ke dalam mesin yang diciptakannya hingga menjadi lebih canggih, bahkan melebihi kemampuan manusia. Mesin pengganti otak itu bisa menyimpan data dan mereproduksikan kembali secara amat cepat. Soal hitung menghitung, ingat mengingat, ternyata otak manusia sudah dikalahkan oleh mesin yang dibuatnya sendiri. Manusia juga berhasil menciptakan alat perekam yang sedemikian canggih. Manakala di dalam al Qur'an dijelaskan bahwa, semua amal perbuatan manusia terekam dan nanti pada suatu saat akan ditunjukkan kembali, maka lewat karya-karya manusia atau hasil teknologi sebagaimana yang kita lihat sekarang, penjelasan kitab suci dimaksud menjadi tidak sulit dibayangkan kebenarannya.
Secara jujur seharusnya diakui, bahwa buah karya manusia hingga akhir-akhir ini dalam menciptakan teknologi sudah sedemikian dahsyat. Ajaran Islam sebenarnya melalui peristiwa isra' dan mi'raj telah memberikan inspirasi dan bahkan pengetahuan yang sebenarnya jauh malampaui karya-karya manusia itu semua. Melalui isro' dan mi'raj, Nabi Muhammad telah membuktikan sendiri tentang hal-hal yang sebenarnya berada di wilayah jauh dari jangkauan akal manusia. Misalnya saja, tatkala dikatakan bahwa langit itu berlapis tujuh, maka melalui isra' dan mi'raj, Muhammad saw telah membuktikan kebenarannya. Berita dalam kitab suci yang mengatakan bahwa, manusia mati akan dihidupkan kembali, ternyata hal itu juga dibuktikan kebenarannya melalui isra' dan mi'raj. Begitu pula berbagai peristiwa lainnya.
Al Qur'an dan hadits nabi sebenarnya telah memberikan inspirasi yang sedemikian jelas tentang berbagai jenis ilmu pengetahuan. Bahkan, kitab suci juga menganjurkan agar umat Islam merenungkan dan memikirkan penciptaan langit dan bumi serta seisinya. Namun rupanya, umat Islam belum sepenuhnya menangkap inspirasi itu. Akibatnya, dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, umat Islam masih jauh tertinggal dan kalah bersaing dibanding umat lainnya. Padahal dalam kompetisi apapun, pemilik ilmu dan teknologi akan selalu memenangkan. Selama ini umat Islam masih belum maksimal dalam mengembangkan ilmu pengetahuan, hingga hal sederhana seperti penentuan kapan bulan puasa dimulai dan diakhiri, pada setiap tahun, masih selalu diributkan. Itulah sebenarnya letak sumber kekalahan umat Islam selama ini.
Peristiwa isro' dan mi'raj seharusnya oleh umat Islam dijadikan sebagai sumber inspirasi bahwa manusia memikili peluang atau kemampuan untuk menjangkau wilayah yang jauh dan luas di luar kemampuan akal biasa. Melalui pengetahuan tentang alam dan jagad raya ini, manusia bisa menaklukkan apapun ciptaaan Tuhan. Tidak selayaknya umat Islam segera putus asa atau menyerah pada alam. Manusia sebagai khalifah di muka bumi, menurut keyakinan yang diajarkan oleh al Qur'an dan hadits, hanya boleh menyembah dan takluk kepada Allah. Kepada selain Allah tidak boleh dilakukan. Bumi dan langit, berbekalkan ilmu pengetahuan, harus bisa dikuasai oleh manusia. Nabi sebagai pembawa ajaran Islam, melalui isra' dan mi'raj ditunjukkan kemampuannya hingga menjangkau wilayah di luar akal biasa. Oleh karena itu, seharusnya umatnya, sekalipun tidak sampai sebagaimana dialami oleh Nabi-Nya, mampu menjelajahi ciptaan Allah hingga hal yang tidak ternalar oleh kemampuan manusia biasa. Wallahu a'lam.



