GEMA-Lagi, setelah Kabiro Bidang Hukum dan Organisasi Drs. Basiran dan Sumaji pada (7/6) melakukan penandatanganan MoU dengan UIN Maliki.
kali ini Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara sendiri yang melakukan MoU di UIN Maliki secara umum. Gubernur Kalimantan Utara Irianto Lambrie (56) hadir di UIN Maliki tidak hanya melakukan MoU saja, lebih dari itu Bapak dari tiga anak itu di daulat menjadi nara sumber dalam kuliah tamu sekaligus di Uin Maliki (26/6).
Dalam kesempatan kali ini, Irianto Lambrie menceritakan sejumlah potensi sumber daya alam di Kaltara sekaligus peluang apa saja yang dibutuhkan dalam membangun Kaltara mendatang. Bapak berkacamata itu memaparkan bahwa Pemprov. Kaltara sejatinya merupakan provinsi yang masuk dalam kategori masih baru. Pasalnya pemerintahan Kaltara baru diresmikan 17 November 2012.
Semenjak diresmikan Kalimantan Utara menjadi provinsi baru, Pemprov Kaltara terus berupaya mengejar ketertinggalannya dengan daerah-daerah lain. Misalnya saja melakukan kerjasama peningkatan mutu SDM dan pendayagunaan SDA yang terdapat di Kaltara. Soal pengembangan SDM, pihaknya sudah melakukan nota kerjasama dengan banyak perguruan tinggi di Indonesia. “Berdasarkan catatan kami, Pemrov Kaltara sudah melakukan kerjasama dengan 20 perguruan tinggi, misalnya saja UI, ITB, IPB, UGM dan yang terbaru dengan UIN Maliki Malang,” ungkapnya.
Dalam gaya kepemimpinannya, Bapak kelahiran 18 Desember 1958 itu tidak banyak melakukan seremonial. Dia lebih menekankan kinerjanya berbasis aksi terjun langsung ke lapangan. Dalam hal ini, laki-laki berpenampilan kalem dan ramah itu menilai, pemimpin di Kaltara tidak diperbolehkan bekerja mencari pencitraan. Akan tetapi, bekerja lebih kepada karya nyata. “Masyarakat sudah capek dengan gaya pemimpin yang suka mengumbar pencitraan, karena rakyat membutuhkan perubahan dalam bentuk nyata, bukan janji,” ungkapnya.
Penduduk Kaltara, tambah dia, 723.005 jiwa dengan total luas wilayah 74.464 km2 dengan panjang perbatasan mencapai 1038 km. “Jika dihitung matematis, dengan 334 PNS saat ini Kaltara masih membutuhkan tenaga tambahan sebanyak 1250 CPNS untuk ditempatkan di Kaltara,” terangnya.



